Silahkan disimak dengan baik video berikut dan analislah menggunakan bahasa anda sendri. dilarang plagiasi
Forum Analisis Video
NPM : 2515012052
Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berkembang secara bebas tanpa arah moral dan tanggung jawab sosial. Setiap proses pengembangan ilmu seharusnya berlandaskan nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial, agar ilmu yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada kemajuan dan rasionalitas, tetapi juga pada kemaslahatan manusia. Analisis ini menunjukkan bahwa Pancasila berperan sebagai penuntun etis yang menjaga agar ilmu pengetahuan tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, menghormati martabat manusia, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan sosial dan lingkungan. Dengan demikian, Pancasila menjadi landasan normatif yang mengarahkan pengembangan ilmu agar selaras dengan jati diri bangsa dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai moral dan budaya Indonesia.
NPM : 2515012041
IPTEK adalah hasil karya manusia yang pada dasarnya digunakan untuk membantu manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi.
Sila-sila Pancasila yang menjadi system etika dalam pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Berdasarkan sila ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan,dibuktikan, dan di ciptakan, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasae moralitas bahwa dalam mengembangkan IPTEK, manusia harus tetap beradab.
3. Persatuan Indonesia
Perkembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari perkembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan antara dirinya sendiri maupun Tuhannya, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya.
NPM: 2515012004
KELAS: B
TUGAS PERTEMUAN 13 (ANALISIS VIDEO)
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan hasil karya manusia yang bertujuan untuk membantu dan mempermudah kehidupan. Namun, pemanfaatannya dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif, tergantung pada tujuan dan cara penggunaannya. Oleh karena itu, perkembangan IPTEK perlu diarahkan dan dikendalikan oleh nilai-nilai moral.
Pancasila berperan sebagai dasar negara sekaligus pedoman etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam pengembangan IPTEK. Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan penting agar perkembangan ilmu dan teknologi tidak menyimpang dari jati diri bangsa Indonesia, terutama di tengah pesatnya kemajuan IPTEK saat ini.
Setiap sila dalam Pancasila mengandung prinsip etis bagi pengembangan IPTEK.
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
menuntut keseimbangan antara akal dan nilai spiritual serta pertimbangan dampak moral dari IPTEK.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
menekankan bahwa IPTEK harus dikembangkan secara berperikemanusiaan.
3. Sila Persatuan Indonesia
mengarahkan IPTEK untuk memperkuat nasionalisme dan keutuhan bangsa.
4. Sila Kerakyatan
menegaskan pentingnya pengembangan IPTEK yang demokratis dan terbuka terhadap kritik.
5. Sila Keadilan Sosial
menuntut agar IPTEK dikembangkan secara adil dan bermanfaat bagi seluruh rakyat serta selaras dengan lingkungan.
NPM: 2515012056
KELAS: A
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan produk kreativitas manusia yang berfungsi untuk menunjang dan memudahkan kehidupan. Meski demikian, penerapannya dapat membawa pengaruh yang menguntungkan maupun merugikan, bergantung pada maksud serta cara pemanfaatannya. Karena itu, kemajuan IPTEK perlu diarahkan dan diawasi dengan berlandaskan nilai-nilai moral.
Pancasila memiliki peran sebagai fondasi negara sekaligus acuan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam pengembangan IPTEK. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi pijakan utama agar perkembangan ilmu dan teknologi tetap sejalan dengan identitas bangsa Indonesia, khususnya di tengah laju kemajuan IPTEK yang semakin pesat.
Setiap sila dalam Pancasila memuat prinsip etis yang relevan bagi pengembangan IPTEK, yaitu:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan keseimbangan antara rasio dan nilai spiritual serta pentingnya mempertimbangkan dampak moral dari IPTEK.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menggarisbawahi bahwa IPTEK harus dikembangkan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Sila Persatuan Indonesia mengarahkan pemanfaatan IPTEK untuk memperkokoh rasa nasionalisme dan persatuan bangsa.
Sila Kerakyatan menegaskan perlunya pengembangan IPTEK yang demokratis dan terbuka terhadap kritik serta aspirasi masyarakat.
Sila Keadilan Sosial menuntut agar IPTEK dikembangkan secara merata, memberikan manfaat bagi seluruh rakyat, dan tetap selaras dengan kelestarian lingkungan.
NPM: 2515012014
Kelas: A
ANALISIS VIDEO
Judul Video: Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Video yang dibahas menjelaskan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Di era modern seperti sekarang, perkembangan IPTEK berlangsung sangat cepat dan membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut tidak selalu berdampak positif jika tidak disertai dengan nilai dan etika yang jelas. Oleh karena itu, video ini menekankan bahwa Pancasila perlu dijadikan pedoman agar IPTEK berkembang dengan arah yang benar.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan moral dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan IPTEK. IPTEK seharusnya dikembangkan untuk kepentingan manusia dan kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu atau demi keuntungan semata. Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, perkembangan IPTEK diharapkan tetap menghormati nilai kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
Video ini juga menyinggung bahwa tanpa landasan nilai Pancasila, perkembangan teknologi berpotensi disalahgunakan. Penyalahgunaan teknologi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti menurunnya nilai moral, pelanggaran etika, serta dampak sosial yang merugikan masyarakat. Oleh sebab itu, Pancasila berperan sebagai pengendali agar kemajuan IPTEK tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang dianut bangsa Indonesia.
Secara keseluruhan, video ini memberikan pemahaman bahwa kemajuan IPTEK harus berjalan seimbang dengan nilai etika dan moral. Penyampaian materi dalam video cukup sederhana dan mudah dipahami, sehingga sesuai untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Meskipun pembahasannya tidak terlalu mendalam, pesan utama yang disampaikan cukup jelas, yaitu pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
NPM : 2515012022
Kelas : B
Tugas Analisis Video:
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan hasil dari proses berpikir, kreativitas, serta inovasi manusia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempermudah berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perkembangan IPTEK, manusia mampu menciptakan berbagai kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, komunikasi, dan industri. Namun demikian, pemanfaatan IPTEK tidak selalu membawa dampak yang sepenuhnya positif. Jika digunakan tanpa pertimbangan etika dan tanggung jawab, IPTEK dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial, moral, dan lingkungan. Oleh karena itu, perkembangan dan penerapan IPTEK perlu diarahkan dan dikendalikan oleh nilai-nilai moral agar kemajuan teknologi tetap sejalan dengan kepentingan kemanusiaan dan tidak merugikan masyarakat.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar negara sekaligus pedoman etika dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan moral agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menyimpang dari jati diri, budaya, dan kepribadian bangsa Indonesia. Di tengah pesatnya kemajuan IPTEK global saat ini, Pancasila berfungsi sebagai filter yang membantu masyarakat Indonesia dalam menyaring pengaruh negatif serta memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap mendukung tujuan nasional dan kesejahteraan bersama.
Setiap sila dalam Pancasila mengandung prinsip etis yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut adanya keseimbangan antara penggunaan akal manusia dan nilai-nilai spiritual, sehingga setiap pengembangan IPTEK harus mempertimbangkan aspek moral, etika, dan tanggung jawab kepada Tuhan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa IPTEK harus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati hak asasi manusia, serta tidak menimbulkan penderitaan atau ketidakadilan bagi sesama. Sila Persatuan Indonesia mengarahkan agar IPTEK dimanfaatkan untuk memperkuat rasa nasionalisme, menjaga keutuhan bangsa, serta menghindari penyalahgunaan teknologi yang dapat memecah belah persatuan. Selanjutnya, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menekankan pentingnya pengembangan IPTEK yang bersifat demokratis, transparan, dan terbuka terhadap kritik serta aspirasi masyarakat. Terakhir, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menuntut agar hasil perkembangan IPTEK dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, serta dikembangkan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan demi kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang.
NAMA: MUHAMMAD NURUL YAQIN
NPM: 2515012054
KELAS: B
Pancasila: "Rem" dan "Kemudi" bagi Kemajuan IPTEK
Kita semua tahu kalau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) itu dibuat untuk mempermudah hidup kita. Tapi, ibarat pisau bermata dua, IPTEK bisa jadi berkah sekaligus musibah tergantung siapa yang memegang kendalinya. Di sinilah Pancasila hadir, bukan sebagai penghambat kemajuan, melainkan sebagai pedoman etika supaya teknologi yang kita ciptakan tidak justru menghancurkan jati diri kita sebagai bangsa.
Setiap sila dalam Pancasila punya peran spesifik sebagai "penjaga gawang" perkembangan teknologi:
Sila Pertama (Ketuhanan): Mengingatkan kita bahwa sehebat apa pun teknologi, harus tetap ada keseimbangan antara kecerdasan akal dan nilai spiritual. Jangan sampai demi inovasi, kita melupakan etika moral dan tanggung jawab kita kepada Sang Pencipta.
Sila Kedua (Kemanusiaan): Intinya, teknologi harus memanusiakan manusia. IPTEK bukan alat untuk menindas atau merendahkan martabat sesama, tapi harus dikembangkan dengan cara yang beradab dan penuh rasa kemanusiaan.
Sila Ketiga (Persatuan): IPTEK harusnya jadi alat pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Inovasi yang kita buat idealnya bisa memperkuat rasa nasionalisme dan menjaga keutuhan NKRI, terutama di era informasi yang sangat cepat ini.
Sila Keempat (Kerakyatan): Pengembangan teknologi itu harus demokratis. Artinya, ilmuwan dan pengembang harus terbuka terhadap kritik, saran, serta mementingkan kebutuhan masyarakat luas, bukan cuma kepentingan segelintir elite.
Sila Kelima (Keadilan Sosial): Hasil dari kemajuan IPTEK harus bisa dirasakan oleh semua orang secara adil, bukan cuma mereka yang punya uang. Selain itu, teknologi juga harus selaras dengan alam agar tidak merusak lingkungan demi kepentingan jangka pendek.
Jadi, Pancasila itu sebenarnya adalah "filter" agar kita tetap bisa maju secara teknologi tanpa harus kehilangan arah sebagai manusia Indonesia yang bermoral dan peduli sesama.
NPM : 2515012060
Analisis Video: Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Video yang dianalisis membahas peran Pancasila sebagai landasan nilai dan etika dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Video ini menegaskan bahwa kemajuan IPTEK merupakan suatu keniscayaan di era globalisasi, namun perkembangannya tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa IPTEK pada dasarnya bersifat netral, sehingga baik atau buruknya dampak IPTEK sangat bergantung pada manusia sebagai penggunanya. Oleh karena itu, Pancasila berfungsi sebagai pedoman etika dan moral agar pemanfaatan IPTEK tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Tanpa adanya nilai etika, perkembangan IPTEK justru dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial seperti penyalahgunaan teknologi, degradasi moral, dan ketimpangan sosial.
Video ini juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dalam pengembangan dan penggunaan IPTEK. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan agar IPTEK digunakan secara bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan nilai moral dan agama. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut agar teknologi menghormati harkat dan martabat manusia. Nilai Persatuan Indonesia mengarahkan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan memecah belah. Nilai Kerakyatan menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara demokratis dan bertanggung jawab, sedangkan nilai Keadilan Sosial mengarahkan IPTEK agar memberikan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, video ini menyoroti peran penting mahasiswa dan generasi muda sebagai pengguna utama teknologi. Mahasiswa diharapkan mampu bersikap kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan IPTEK, serta tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif globalisasi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, video ini memberikan pemahaman bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem etika dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan karakter bangsa. Dengan demikian, pengembangan IPTEK di Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tetap sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
NPM: 2515012011
KELAS: B
ANALISIS VIDEO
IPTEK adalah hasil karya manusia yang digunakan untuk membantu manusia dalam kehidupannya. Setiap sila dalam Pancasila berperan dan berpengaruh sebagai pedoman bagi pengembangan IPTEK, yaitu:
> Sila 1: Pengembangan IPTEK harus berimbang antara rasionalitas dan spiritualita
> Sila 2: Memberikan dasar-dasar moralitas dalam pengembangan IPTEK
> Sila 3: Mengutamakan rasa nasionalisme dalam pengembangan IPTEK
> Sila 4: Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis
> Sila 5: Inovasi teknologi harus diarahkan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan mempermudah akses layanan publik
NPM : 2515012018
KELAS : B
Hasil analisis video :
Pancasila bukan hanya landasan hukum negara, tapi juga menjadi fundament moral dan filosofi dalam mengarahkan perkembangan ilmu dan teknologi supaya tetap manusiawi, beradab, dan sesuai tujuan bangsa Indonesia. Dan hal ini sejalan dengan pemikiran akademik bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi kerangka etika ilmiah dalam riset dan inovasi teknologi. Artinya, IPTEK tidak semata-mata mengejar kemajuan teknis atau keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial, budaya, dan etika.
Tanpa dasar nilai yang kuat, perkembangan teknologi dapat membawa dampak negatif seperti: hilangnya nilai budaya, meningkatnya kesenjangan sosial dan juga kemunduran moral. Maka dari itu, pancasila bertindak sebagai nilai pengarah agar teknologi tetap membawa manfaat secara etis dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Walaupun sangat penting, integrasi nilai Pancasila dalam praktik riset dan teknologi telah menghadapi beberapa tantangan seperti, kurangnya dukungan institusional dan kebutuhan untuk menjaga relevansi dengan standar global tanpa mengabaikan kearifan lokal. Dengan Ini menunjukkan bahwa penerapan nilai Pancasila juga perlu dibarengi dengan kebijakan, pendidikan, dan budaya kerja di lembaga-lembaga ilmiah.
Nama : Adeline Trianita Maulana
NPM : 2515012029
Kelas : A
Video ini membahas bagaimana Pancasila menjadi dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Intinya, isi video menjelaskan bahwa saat masyarakat atau bangsa Indonesia mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Pancasila harus tetap dijadikan landasan dan pedoman. Pancasila tidak hanya sebatas ideologi negara, tetapi juga dipakai sebagai acuan moral dan etika dalam penggunaan dan pengembangan IPTEK agar teknologi tidak hanya maju dari segi kemampuan, tetapi juga tetap sesuai dengan nilai sosial, budaya, dan moral bangsa kita.
Video ini menekankan bahwa tanpa dasar nilai Pancasila, kemajuan teknologi bisa berdampak negatif, misalnya merusak lingkungan atau menyebabkan individualisme yang tinggi karena hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan kesejahteraan bersama. Di sini, Pancasila dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Secara keseluruhan, video ini bermaksud memberi pesan bahwa pengembangan IPTEK tidak boleh terlepas dari nilai-nilai Pancasila, sehingga teknologi yang dihasilkan bisa bermanfaat secara luas dan tidak merugikan kehidupan sosial, budaya, serta lingkungan Indonesia.
NPM: 2515012049
KELAS: A
1. Definisi IPTEK
IPTEK atau ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil karya dari manusia yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan kita sehari-hari. Penggunaannya dapat memberikan dampak positif maupun negatif, tergantung pada tujuan pemanfaatannya.
2. Peran Pancasila
Pancasila berfungsi sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan yang penting dalam mengarahkan perkembangan IPTEK agar tetap sejalan dengan budaya dan norma bangsa.
3. Implementasi Sila-Sila Pancasila dalam IPTEK
• Sila ke-1
Menekankan keseimbangan antara akal dan kehendak, karena IPTEK tidak hanya tentang penemuan, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak dan tanggung jawab moral kepada Tuhan dan alam sekitar.
• Sila ke-2
Memberikan dasar moral bahwa pengembangan IPTEK harus beradab dan bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
• Sila ke-3
Mengarahkan agar IPTEK dapat memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan bangsa Indonesia di tengah pergaulan dunia.
• Sila ke-4
Menuntut pengembangan IPTEK dilakukan secara demokratis, di mana setiap ilmuwan memiliki kebebasan namun tetap menghargai pendapat dan penemuan orang lain.
• Sila ke-5
Menekankan pentingnya menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, Tuhan, sesama, bangsa, serta lingkungan alam sekitarnya.
Kesimpulan
Pengembangan IPTEK di Indonesia tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila. Hal ini diperlukan agar kemajuan teknologi yang pesat tetap mengedepankan etika, kemanusiaan, dan keadilan .
NPM:2515012002
KELAS:B
ANALISIS VIDIO
IPTEK adalah hasil Karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu Keperluan manusia dalam menghadapi Kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk Kepentingan tertentu baik yang berdampak
positif maupun negatif.
Pada dasamya Pancasila merupahan rumusan dan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.
1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa
mengkomplemen tasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, an tara akal dan Kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan meles tarikan.
2. Sila Kemanus iaan yang adil dan beradab memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus ber sikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila persatuan Indonesia
mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusian) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta Keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
Kebijaksanaan da lam permusyawaratan perwakilan mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki Kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan Kebebasan orang lain dan juga memiliki yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengkomplemen tasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga Keseimbangan Kead ilan dalam Kehidupan
Kemanusiaan yaitu Keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan dir inya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
NPM: 2515012003
KELAS: A
TUGAS ANALISIS VIDEO
Pancasila menjadi dasar nilai dan pedoman etika dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Dalam video dijelaskan bahwa kemajuan IPTEK adalah hal yang tidak bisa dihindari di masa globalisasi, namun perkembangannya harus selalu selaras dengan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.
IPTEK pada dasarnya bersifat netral, sehingga dampaknya—positif maupun negatif—ditentukan oleh penggunanya. Karena itu, Pancasila berperan sebagai acuan moral agar IPTEK dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Tanpa nilai etika, perkembangan teknologi dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan, kemerosotan moral, serta ketidakadilan sosial.
Video tersebut juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktivitas pengembangan dan penggunaan teknologi. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun agar IPTEK digunakan secara bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan moral keagamaan. Nilai Kemanusiaan mendorong penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai Persatuan memastikan bahwa teknologi mempererat persatuan bangsa. Nilai Kerakyatan mengarahkan penggunaan IPTEK secara demokratis dan bertanggung jawab, sementara nilai Keadilan Sosial menegaskan bahwa manfaat teknologi harus dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.
Selain itu, video menyoroti peran mahasiswa dan generasi muda sebagai pengguna utama teknologi. Mereka diharapkan mampu bersikap kritis, bijak, dan selektif dalam memanfaatkan IPTEK serta tidak mudah terpengaruh dampak negatif globalisasi. Dengan berpegang pada Pancasila, generasi muda dapat menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Video tersebut menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga berfungsi sebagai panduan etika dalam menghadapi kemajuan IPTEK. Perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan karakter bangsa agar IPTEK di Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa menghilangkan jati diri nasional.
NPM: 2515012070
KELAS: A
ideo ini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai pijakan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman etika agar kemajuan teknologi tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan, budaya, dan kepentingan bersama. Tanpa berpegang pada nilai-nilai Pancasila, perkembangan IPTEK berisiko menimbulkan berbagai masalah, seperti kerusakan lingkungan dan munculnya sikap individualistis yang mengabaikan kepentingan sosial. Oleh sebab itu, nilai Pancasila dibutuhkan untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.
2515012086
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya digunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tidak boleh bebas nilai. Artinya, IPTEK harus selalu berlandaskan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tidak merugikan manusia dan bangsa.
Pengembangan IPTEK harus mengikuti atau berlandaskan dari kelima sila:
Sila ke-1 (Ketuhanan): IPTEK harus disadari sebagai anugerah Tuhan. Pemanfaatannya harus disertai rasa tanggung jawab moral dan tidak boleh bertentangan dengan nilai agama.
Sila ke-2 (Kemanusiaan): Pengembangan IPTEK harus bertujuan untuk menyejahterakan manusia, bukan untuk menyiksa atau merendahkan martabat manusia. Harus bersifat beradab.
Sila ke-3 (Persatuan): IPTEK seharusnya mempererat persatuan bangsa, membantu komunikasi antar daerah, dan menumbuhkan rasa nasionalisme, bukan justru memecah belah.
Sila ke-4 (Kerakyatan): Pengembangan ilmu pengetahuan harus bersifat demokratis. Artinya, setiap ilmuwan memiliki kebebasan, namun juga harus menghormati pendapat orang lain dan terbuka untuk dikritik.
Sila ke-5 (Keadilan): Hasil dari kemajuan IPTEK harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata, bukan hanya untuk segelintir orang kaya atau kelompok tertentu.
Pancasila berfungsi sebagai rambu-rambu (filter) bagi kemajuan teknologi. Tanpa Pancasila, IPTEK dikhawatirkan akan berjalan tanpa arah, merusak lingkungan, dan meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. IPTEK yang baik adalah IPTEK yang membuat bangsa Indonesia semakin cerdas sekaligus tetap religius dan humanis.
Analisis Video
Nama:Prawira
NPM:2515012046
“Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”
Video tersebut membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Dalam video dijelaskan bahwa perkembangan IPTEK merupakan suatu keniscayaan di era globalisasi dan digitalisasi, namun kemajuan tersebut tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai dasar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Video ini menekankan bahwa IPTEK bersifat netral, artinya dapat membawa dampak positif maupun negatif tergantung pada cara manusia menggunakannya. Oleh karena itu, diperlukan pedoman moral dan etika agar perkembangan IPTEK tidak merusak nilai kemanusiaan, budaya, dan jati diri bangsa. Di sinilah Pancasila berperan sebagai dasar sekaligus arah dalam pengembangan IPTEK.
Setiap sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan dengan pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan bahwa pengembangan teknologi harus tetap berlandaskan nilai moral dan etika, serta tidak bertentangan dengan ajaran agama. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengarahkan agar IPTEK dikembangkan untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan manusia, bukan untuk merugikan atau menindas sesama. Sila Persatuan Indonesia menuntut agar IPTEK mampu memperkuat persatuan bangsa, bukan justru menimbulkan perpecahan atau kesenjangan sosial.
Selanjutnya, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menunjukkan bahwa pengembangan dan pemanfaatan IPTEK seharusnya melibatkan kepentingan masyarakat luas dan dilakukan secara bijaksana. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan bahwa hasil dari perkembangan IPTEK harus dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya oleh kelompok tertentu.
Video ini juga menyoroti peran Pancasila sebagai penyaring terhadap pengaruh negatif globalisasi, terutama melalui teknologi informasi dan media digital. Tanpa nilai Pancasila, arus informasi yang bebas dapat membawa budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai dan norma bangsa Indonesia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, masyarakat diharapkan mampu memilih, menyaring, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, video ini menyampaikan pesan bahwa Pancasila tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan menjadi fondasi agar kemajuan tersebut tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keadilan sosial. Dengan demikian, pengembangan IPTEK dapat benar-benar mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia tanpa kehilangan jati diri bangsa.
NPM:2515012006
Video ini membahas tentang peran Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia Inti dari video tersebut menekankan bahwa perkembangan IPTEK tidak boleh berjalan bebas tanpa arah, tetapi harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Dalam video dijelaskan bahwa IPTEK memang sangat penting untuk menunjang kemajuan bangsa, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Namun, jika pengembangannya tidak disertai dengan nilai moral dan etika, IPTEK justru bisa menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyalahgunaan teknologi, kesenjangan sosial, hingga lunturnya nilai kemanusiaan.
Pancasila berperan sebagai landasan etis dan moral dalam pengembangan IPTEK. Setiap sila memiliki makna tersendiri, misalnya sila kemanusiaan menuntut agar teknologi dikembangkan untuk kesejahteraan manusia, bukan untuk merugikan atau menindas pihak lain. Sila persatuan mengajarkan bahwa IPTEK seharusnya memperkuat persatuan bangsa, bukan malah memecah belah masyarakat. Sementara itu, sila keadilan sosial menekankan bahwa manfaat teknologi harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Video ini juga menekankan bahwa Pancasila berfungsi sebagai alat kontrol terhadap pengaruh teknologi asing. Artinya, Indonesia tidak menolak kemajuan teknologi dari luar, tetapi tetap perlu menyaring dan menyesuaikannya dengan nilai-nilai dan budaya bangsa agar tidak bertentangan dengan jati diri nasional.
Secara keseluruhan, video ini memberikan pemahaman bahwa IPTEK dan Pancasila tidak bisa dipisahkan Kemajuan teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila agar dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung tujuan nasional Indonesia.
NPM : 2515012010
Analisis video
Dalam video ini menjelaskan apa itu iptek dan Pancasila serta menjelaskan hubungan keduanya. Iptek adalah hasil karya manusia, karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan, iptek di manfaatkan untuk kepentingan tertentu dengan dampak positif ataupun negatif. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan bagi seluruj rakyat Indonesia, sehingga dalam perkembangan iptek pengaruh nilai-nilai Pancasila sangat penting. Setiap nilali sila memili peran penting dalam perkembangan iptek: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (perkembangan iptek harus memperhatikan nilai agama sehingga menciptakan keseimbang antara akal dan kehendak, iptek tidak hanya memikirkan tentang buktinya atau di ciptakan nya tetapi juga memikirkan resikonya juga), Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap (perkembangan iptek harus bersikap beradap karena hasil dari budaya manusia yang beradap dan bermoral), Sila Persatuan Indonesia (pengembangagn iptek harus memperkuat rasa nasionalisme), Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalan Permusyawaratan Perwakilan (perkembangan iptek harus menghormati dan memnghargai kebebasan), Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (perkembangan iptek harus mrnjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan).
NPM: 2515012012
“Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”
Video Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK menjelaskan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar nilai dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. IPTEK tidak hanya bertujuan untuk kemajuan, tetapi juga harus digunakan secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam video tersebut disampaikan bahwa pengembangan IPTEK harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai kemanusiaan mengajarkan agar teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Nilai persatuan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menimbulkan perpecahan sosial. Selain itu, nilai keadilan sosial menekankan bahwa manfaat IPTEK seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.
Bagi mahasiswa arsitektur, isi video ini sangat relevan karena arsitektur berkaitan langsung dengan kehidupan manusia. Dalam merancang bangunan, arsitek tidak hanya memikirkan bentuk dan teknologi, tetapi juga kenyamanan, keamanan, serta dampak sosial dan lingkungan. Penggunaan teknologi dalam arsitektur perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan nilai budaya agar hasil desain benar-benar bermanfaat.
Kesimpulannya, video ini menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman dalam pengembangan IPTEK, termasuk di bidang arsitektur. Dengan berpegang pada nilai Pancasila, mahasiswa arsitektur dapat menghasilkan karya yang tidak hanya modern dan fungsional, tetapi juga beretika dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
NPM: 2515012017
Video ini membahas hubungan antara Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Topik ini relevan karena ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang cepat di era modern, sehingga perlu dikaji bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman agar perkembangan IPTEK tetap selaras dengan nilai-nilai bangsa.
Definisi IPTEK: Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil karya manusia untuk menjawab kebutuhan hidup.
Pancasila sebagai dasar nilai: Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman etika dan moral dalam mengembangkan IPTEK sehingga tetap sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.
Dalam konteks pengembangan IPTEK, nilai-nilai Pancasila memberi arah agar teknologi dan ilmu yang dikembangkan:
Berakar pada budaya bangsa Indonesia, bukan hanya meniru dari luar tanpa penyesuaian.
Memperhatikan etika dan moral, sehingga teknologi tidak merugikan manusia atau lingkungan.
Mengutamakan kemanusiaan yang adil dan beradab, artinya IPTEK dikembangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan manusia secara adil.
Mendukung persatuan dan keadilan sosial, sehingga manfaat teknologi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Pancasila berfungsi sebagai filter dan kontrol terhadap dampak negatif IPTEK yang dapat muncul jika berkembang tanpa pedoman.
Pancasila tetap menjadi fondasi utama yang harus dijadikan pegangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik IPTEK di Indonesia
Pancasila tidak menghambat kemajuan teknologi, tetapi menjadi landasan agar kemajuan teknologi tetap beretika dan bertanggung jawab terhadap tujuan bangsa Indonesia.
NPM : 2515012037
KELAS : B
Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Pancasila merupakan dasar negara yang memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sebagai ideologi bangsa, Pancasila tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara, tetapi juga menjadi landasan moral dan etika dalam pengembangan serta pemanfaatan IPTEK agar tidak menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
Dalam pengembangan IPTEK, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa ilmu dan teknologi harus dikembangkan dengan kesadaran moral dan tanggung jawab kepada Tuhan. Artinya, IPTEK tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang merusak, merugikan, atau bertentangan dengan nilai agama. Ilmu pengetahuan seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya.
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa pengembangan IPTEK harus memperhatikan nilai kemanusiaan. Teknologi yang diciptakan seharusnya bersifat manusiawi, tidak merendahkan martabat manusia, serta tidak menimbulkan ketidakadilan sosial. IPTEK harus memberikan manfaat yang luas dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.
Selanjutnya, nilai Persatuan Indonesia mengajarkan bahwa IPTEK harus mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pengembangan teknologi diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antar daerah dan mendorong kemajuan nasional secara merata. Dengan IPTEK, bangsa Indonesia dapat bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas nasional.
Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menunjukkan bahwa pengembangan IPTEK perlu melibatkan partisipasi masyarakat dan digunakan untuk kepentingan bersama. Kebijakan terkait IPTEK sebaiknya diputuskan secara bijaksana dengan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat luas.
Terakhir, nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan bahwa hasil dari pengembangan IPTEK harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. IPTEK tidak boleh menjadi alat yang memperlebar kesenjangan sosial, melainkan harus menjadi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Dengan demikian, Pancasila berperan sebagai dasar dan pedoman dalam pengembangan IPTEK agar tetap selaras dengan nilai moral, etika, dan tujuan bangsa Indonesia. Penguasaan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu membawa kemajuan tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keindonesiaan.
TUGAS ANALISIS VIDEO PERTEMUAN KE-13
Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM : 2515012028
Kelas : B
Analisis Video: Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Video yang dianalisis membahas kedudukan Pancasila sebagai landasan nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kemajuan IPTEK merupakan hal yang tidak dapat dihindari di tengah arus globalisasi. Namun demikian, perkembangan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan pedoman hidup bangsa.
Dalam penjelasannya, video tersebut menyampaikan bahwa IPTEK pada dasarnya bersifat netral. Dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan sangat bergantung pada cara manusia memanfaatkan teknologi tersebut. Oleh sebab itu, Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman moral dan etika agar penggunaan IPTEK tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan, keadilan, serta kesejahteraan bersama. Apabila perkembangan teknologi tidak disertai landasan etika, maka IPTEK berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan teknologi, kemerosotan moral, serta kesenjangan sosial.
Lebih lanjut, video ini menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam proses pengembangan dan pemanfaatan IPTEK. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan nilai agama serta moral. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa teknologi harus menghormati martabat manusia. Nilai Persatuan Indonesia mengarahkan pemanfaatan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan menjadi sarana perpecahan. Nilai Kerakyatan menekankan penggunaan teknologi yang demokratis dan bertanggung jawab, sedangkan nilai Keadilan Sosial menuntut agar hasil perkembangan IPTEK dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, video ini juga menyoroti peran strategis mahasiswa dan generasi muda sebagai pengguna utama teknologi di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu bersikap kritis, selektif, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan IPTEK, serta tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif globalisasi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, generasi muda dapat mengarahkan penggunaan teknologi ke arah yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.
Secara keseluruhan, video tersebut memberikan pemahaman bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem nilai dan etika dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan karakter bangsa. Dengan demikian, pengembangan IPTEK di Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan serta tetap selaras dengan jati diri bangsa Indonesia.
NPM: 2515012009
Video ini memperlihatkan berbagai aspek kehidupan di Jepang yang sangat dipengaruhi oleh teknologi tinggi, seperti penggunaan robot dalam pelayanan publik, sistem transportasi yang sangat efisien dan tepat waktu, serta budaya masyarakat yang sangat disiplin dan menghargai waktu. Teknologi tidak hanya hadir dalam bentuk mesin, tetapi juga dalam sistem sosial yang terorganisir dengan baik.
Dari sisi positif, video ini menunjukkan bahwa kemajuan IPTEK dapat membawa manfaat besar jika dikelola dengan baik. Jepang berhasil menjadikan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan hidup masyarakat. Contohnya adalah kereta cepat Shinkansen yang tidak hanya cepat, tetapi juga sangat tepat waktu dan aman. Selain itu, penggunaan robot dalam pelayanan publik menunjukkan bagaimana teknologi bisa menggantikan pekerjaan repetitif dan meningkatkan produktivitas.
Namun, video ini juga secara implisit mengingatkan bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga pada nilai-nilai budaya yang mendasarinya. Disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi masyarakat Jepang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan penerapan teknologi. Tanpa nilai-nilai tersebut, teknologi canggih bisa menjadi sia-sia atau bahkan merusak.
Jika dianalisis dari perspektif Pancasila sebagai filsafat ilmu, video ini memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Sila pertama mengajarkan bahwa teknologi harus digunakan dengan kesadaran spiritual dan etika. Sila kedua menuntut agar teknologi digunakan untuk meningkatkan martabat manusia, bukan sekadar mengejar efisiensi. Sila ketiga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan identitas nasional dalam menghadapi arus globalisasi teknologi. Sila keempat menekankan pentingnya partisipasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan teknologi yang berdampak luas. Sila kelima menuntut agar manfaat teknologi dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat, bukan hanya oleh kelompok tertentu.
Dengan demikian, video ini tidak hanya menginspirasi dari sisi teknologinya, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan pentingnya nilai-nilai dasar dalam membangun peradaban berbasis IPTEK. Indonesia dapat belajar dari Jepang, bukan hanya dalam hal teknologinya, tetapi juga dalam membangun budaya yang mendukung kemajuan tersebut. Pancasila dapat menjadi fondasi etis dan filosofis agar pengembangan IPTEK di Indonesia tidak kehilangan arah dan tetap berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan.
Pancasila diposisikan sebagai dasar nilai dan etika dalam proses pengembangan IPTEK, bukan hanya sebagai dasar negara. Hal ini berarti setiap kemajuan ilmiah dan teknologi seharusnya mempertimbangkan moral, etika sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila.
2. Hubungan antara Sila-sila Pancasila dan IPTEK
Video kemungkinan menguraikan bagaimana setiap sila Pancasila memiliki implikasi terhadap pengembangan IPTEK, misalnya:
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa → IPTEK harus bersifat bertanggung jawab dan tidak merusak nilai spiritual atau agama.
- Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab → IPTEK dikembangkan untuk kemanusiaan, bukan eksploitasi.
- Sila Persatuan Indonesia → IPTEK harus mendukung persatuan nasional.
- Sila Kerakyatan → Pengembangan IPTEK dilakukan secara inklusif dan demokratis.
- Sila Keadilan Sosial → Teknologi harus menghasilkan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat.
Ini menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya memiliki fungsi filosofis tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
3. Pancasila sebagai Alat Kontrol Perkembangan IPTEK
Selain menjadi sumber nilai, Pancasila juga berperan sebagai alat kontrol moral, terutama untuk menghindari implikasi negatif dari kemajuan teknologi, seperti dampak sosial, budaya, atau lingkungan yang merugikan.
Analisis Kritis
• Kekuatan Analisis
- Menghubungkan nilai ideologis dengan isu kontemporer
- Video ini berupaya mengaitkan nilai Pancasila dengan tantangan perkembangan IPTEK di era globalisasi, di mana teknologi berkembang sangat cepat dan sering kali berdampak pada aspek budaya, sosial, dan moral.
- Memberi perspektif moral terhadap kemajuan teknologi yang penting untuk konteks bangsa Indonesia, karena seringkali IPTEK dibahas secara teknis tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan.
• Kelemahan Potensial
- Pendekatan yang terlalu normatif
- Video seperti ini cenderung menekankan aspek ideal tanpa memberikan contoh kasus riil bagaimana Pancasila secara praktis mempengaruhi riset atau penerapan teknologi di Indonesia secara nyata.
- Kurangnya analisis empiris
Banyak pembahasan berdasarkan teori atau nilai, tetapi kurang bukti nyata dari implementasi Pancasila sebagai landasan dalam kebijakan IPTEK nasional.
Kesimpulan ;
Secara keseluruhan, video “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK” memposisikan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai paradigma etis dan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Ini menekankan bahwa kemajuan teknologi harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Pancasila diposisikan sebagai dasar nilai dan etika dalam proses pengembangan IPTEK, bukan hanya sebagai dasar negara. Hal ini berarti setiap kemajuan ilmiah dan teknologi seharusnya mempertimbangkan moral, etika sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila.
2. Hubungan antara Sila-sila Pancasila dan IPTEK
Video kemungkinan menguraikan bagaimana setiap sila Pancasila memiliki implikasi terhadap pengembangan IPTEK, misalnya:
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa → IPTEK harus bersifat bertanggung jawab dan tidak merusak nilai spiritual atau agama.
- Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab → IPTEK dikembangkan untuk kemanusiaan, bukan eksploitasi.
- Sila Persatuan Indonesia → IPTEK harus mendukung persatuan nasional.
- Sila Kerakyatan → Pengembangan IPTEK dilakukan secara inklusif dan demokratis.
- Sila Keadilan Sosial → Teknologi harus menghasilkan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat.
Ini menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya memiliki fungsi filosofis tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
3. Pancasila sebagai Alat Kontrol Perkembangan IPTEK
Selain menjadi sumber nilai, Pancasila juga berperan sebagai alat kontrol moral, terutama untuk menghindari implikasi negatif dari kemajuan teknologi, seperti dampak sosial, budaya, atau lingkungan yang merugikan.
Analisis Kritis
• Kekuatan Analisis
- Menghubungkan nilai ideologis dengan isu kontemporer
- Video ini berupaya mengaitkan nilai Pancasila dengan tantangan perkembangan IPTEK di era globalisasi, di mana teknologi berkembang sangat cepat dan sering kali berdampak pada aspek budaya, sosial, dan moral.
- Memberi perspektif moral terhadap kemajuan teknologi yang penting untuk konteks bangsa Indonesia, karena seringkali IPTEK dibahas secara teknis tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan.
• Kelemahan Potensial
- Pendekatan yang terlalu normatif
- Video seperti ini cenderung menekankan aspek ideal tanpa memberikan contoh kasus riil bagaimana Pancasila secara praktis mempengaruhi riset atau penerapan teknologi di Indonesia secara nyata.
- Kurangnya analisis empiris
Banyak pembahasan berdasarkan teori atau nilai, tetapi kurang bukti nyata dari implementasi Pancasila sebagai landasan dalam kebijakan IPTEK nasional.
Kesimpulan ;
Secara keseluruhan, video “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK” memposisikan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai paradigma etis dan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Ini menekankan bahwa kemajuan teknologi harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.