Forum Analisis Soal

Forum Analisis Soal

Number of replies: 55

Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan

Memasuki awal dekade abad ke-21, Indonesia mengalami gelombang besar Reformasi yang menuntut adanya Demokratisasi. Adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menunjukkan masa transformasi dimulai, membuka kesempatan para pemimpin daerah provinsi, kabupaten/kota untuk mengambil peran dan melaksanakan kewajiban dan tanggungjawabnya atas rumah tangga/pemerintahanya sendiri juga pelayanan umum kepada masyarakat. 

Siap maupun tidak, pemerintah daerah harus memikul konsekuensi dari keputusan tersebut. Meskipun pergantian rezim orde baru menuju reformasi yang jelas tampak melahirkan tata kelola pemerintahan yang baru, namun pemerintahan secara tidak langsung tetap saja mempertahankan budaya birokrasi pemerintahan yang lama, masalah yang menjadi perhatian khusus sampai saat ini yaitu ketidakmampuan para birokrat menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. 


Memasuki awal dekade abad ke-21, Indonesia mengalami gelombang besar Reformasi yang menuntut adanya Demokratisasi. Adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menunjukkan masa transformasi dimulai, membuka kesempatan para pemimpin daerah provinsi, kabupaten/kota untuk mengambil peran dan melaksanakan kewajiban dan tanggungjawabnya atas rumah tangga/pemerintahanya sendiri juga pelayanan umum kepada masyarakat. 

Siap maupun tidak, pemerintah daerah harus memikul konsekuensi dari keputusan tersebut. Meskipun pergantian rezim orde baru menuju reformasi yang jelas tampak melahirkan tata kelola pemerintahan yang baru, namun pemerintahan secara tidak langsung tetap saja mempertahankan budaya birokrasi pemerintahan yang lama, masalah yang menjadi perhatian khusus sampai saat ini yaitu ketidakmampuan para birokrat menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. 

Paradigma pemerintahan yang dibangun dimasa lalu tetap dipertahankan dan menjadi akar masalah pemerintahan dan birokrasi sehingga mengancam demokratisasi.

Paradigma pemerintahan yang keliru seperti itulah yang tetap dipertahankan sehingga menjadi salah satu ciri kelemahan kinerja jajaran pemerintahan sampai detik ini. Persimpangan antar etika dan paradigma pemerintahan semakin mencuat dan menghadapkan diri pada problematika etik. 

 

Paradigma pemerintahan yang seharusnya dibangun, tetapi berbalik menjadi kelemahan jajaran pemerintah yang dihadapkan dengan polemik etik, antara lain : 

Independence, independensi harus dikedepankan untuk menunjukan posisi jajaran pemerintah maupun birokrasi agar dapat menjalankan kewajibanya dengan baik, namun pada kenyataannya jajaran birokrasi tidak memiliki independensi baik struktural maupun sikap sehingga menyebabkan mudahnya terperangkap pada jurang penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan yang melahirkan budaya korupsi dilingkaran persetan pemerintahan baik pusat maupun daerah; 

Impartialy, banyak kasus jajaran birokrasi tidak memperlakukan pelayanan secara adil dan merata tentu menguntungkan para pengguna pelayanan dengan identitas tertentu yang mencerminkan konstelasi politik, tentu hal ini menghasilkan ketidak percayaan publik pada jajaran birokrasi dan pemerintah; 

Integrity, seyogyanya pemerintah dan jajaran birokrasi mengedepankan prinsip integritas yang tersubprinsip pada indak jujur,keadilan, ketepatan dan kecepatan pelayanan bukan malah sebaliknya, masalah ini menghasikan birokrasi yang koruptif dan tidak kredibel; 

Transparency, dengan mengedepankan prinsip transparansi maka dapat mengidentifikasi setiap penyimpangan finansial, menekan persepsi korupsi, lemahnya kompetensi dan tindakan favoritisme terhadap kelompok politik tertentu sehingga akan melahirkan birokrasi yang kredibel; 

Efficiency, jajaran birokrasi seringkali terjebak sikap tidak efisien dalam membelanjakan anggaran publik, dalam banyak kasus pemborosan menjadi bagian dari motivasi kerja mereka untuk melakukan perjalanan dinas, manipulasi bukti belanja dan modus lainnya untuk memperoleh keuntungan pribadi, seharusnya dalam menyusun program kerja harus ekstra hati-hati untuk menghasilkan kerja yang efisien, berkelanjutan, berintegritas, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan; 

Profesionalism, kompetensi menjadi kunci utama mewujudkan birokrasi yang kredibilitas. Kurangnya menerapkan prinsip ekuitas, akurasi, ketekunan, dan pelayanan prima yang menjadi ciri dari bentuk profesionalitas;

Service mindedness, ketidak pahaman dan ketidaksadaran diri jajaran birokrasi untuk melayani kepentingan masyarakat, indikator pelayanan publik seakan tidak diindahkan, ketepatan pelayanan, kecepatan dan waktu pelayanan seringkali menjadi kendala dan menghasilkan pelayanan yang tidak memuaskan.

Paradigma pemerintahan yang salah terus tumbuh subur tanpa jeda, tentu berbicara pemerintah dan birokrasi di Indonesia tidak lepas dari permasalahan yang disinggung sebelumnya. 

Kondisi birokrasi dan pemerintahan Indonesia yang carut marut mengindikasi adanya penyimpangan paradigma pemerintahan dan pelanggaran kode etik jajaran birokrat. 

Banyaknya keluhan dan laporan masyarakat menyayangkan sikap aparatur pemerintah yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat seakan para birokrat menjadi momok yang menjengkelkan bagi masyarakat, lebih baik menghindar daripada berhadapan dengan para birokrat terkecuali dalam keadaan terpaksa, begitu analoginya.

Hal itu wajar menyebabkan tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap jajaran pemerintah. Tingginya ketidak percayaan masyarakat mengindikasi adanya kesalahan dalam melaksanakan paradigma pemerintah, masalah ini tentu menjadi isu krusial yang harus dibenahi oleh pemerintah dengan upaya pembenahan pengembalian fungsi dan tujuan birokrasi pemerintahan.

Permasalahan birokrasi pemerintahan Indonesia tidak cukup sampai disitu, melainkan tersegmentasi lebih jauh kedalam beberapa bahasan persoalan. Pertama, aparat birokrasi telah terkooptasi sikap dan perilakunya oleh kepentingan-kepentingan pribadi dan politik sang patron yang cenderung vested interest. 

Orientasi mereka bukan lagi bagaimana masyarakat merasa nyaman dengan dan terlayani dengan pelayanan yang mereka berikan tapi jutru yang penting bagi mereka bagaimana pekerjaan mereka menjadi alat penguasaan, dan pada saat yang sama masyarakat merasa dirugikan. Kedua, lemahnya proses rekruitmen, seleksi serta pengembangan sumberdaya manusia (SDM) yang tidak terprogram dengan baik. 

Adanya tenaga profesional dalam posisi yang tidak semestinya (the right man in the wrong place). Ketiga, evaluasi program kepegawaian sangat jarang dilakukan dan walaupun ada hasilnya, biasanya sangat diragukan obyektivitasnya hanya untuk memenuhi formalitas belaka. 

Keempat, masih kaburnya kode etik bagi aparat birokrasi publik (code of conduct), sehingga tidak mampu menciptakan adanya budaya birokrasi yang sehat, seperti kerja keras, keinginan untuk berprestasi kejujuran, rasa tanggung jawab, bersih dan bebas dari KKN, dan sebagainya. 

Ditambah lagi sebagian para birokrat yang memiliki sikap tidak terpuji seperti melayani masyarakat dengan kasar serta tidak acuh dengan masyarakat. 

Kelima, lemahnya responsivitas, representativitas, dan responsibilitas aparatur pemerintah, dimana mereka hanya mampu menempatkan dirinya sebagai mesin birokrasi yang tidak mampu mengadaptasikan sikap dan perilakunya pada kondisi dan tuntutan masyarakat yang terus berubah. 

Keenam, manajemen pelayanan publik (public sevice management) yang terlalu didominasi paradigma dikotomi kebijakan-administrasi, manajemen ilmiah, matematis dan mengabaikan paradigma diskursif, perilaku sosial, sistemik, pilihan publik dan pilihan sosial. 

Ketujuh, politik penggajian dan kesejahteraan pegawai yang kurang adil menyebabkan pegawai kurang mempunyai motivasi kerja sehingga memicu timbulnya perilaku kolutif dan koruptif.

Melihat kenyataan di atas maka tidak ada cara lain untuk mengatasi masalah tersebut. Kita harus memiliki sense of crisis, sense of urgency, sense of purpose sehingga mampu mencarikan jalan keluar bagi krisis yang ada pada tubuh birokrasi publik kita. Perlu adanya gerakan baru yang berani, yang tidak hanya mengubah sistem saja tetapi bisa mengubah mindset dan paradigma masyarakat dan pemerintah terhadap birokrasi. Sehingga harus ada dan perlunya suatu upaya yang dilakukan untuk memulai merubah pola kerja birokrasi dan citra birokrasi dimasyarakat.

Beberapa strategi pokok yang perlu dilakukan untuk mengubah paradigma pelayan yang dapat dilakukan dalam rangka pembenahan pelayanan publik, antara lain : pertama, mengubah budaya paternalistik dalam pelayanan menjadi budaya egaliter sehingga posisi antara pejabat, pegawai pemerintahan, dan pengguna jasa layanan publik adalah sama. 

Kedua, menegakkan kriteria efektivitas dan efisiensi pelayanan. Tidak semata-mata bahwa pelayanan kepada publik sudah dilakukan, namun harus memerhatikan apakah pelayanan tersebut sudah cukup cepat, mudah, dan jelas bagi masyarakat, juga tidak menghabiskan banyak biaya, terutama biaya yang seharusnya tidak perlu (tidak resmi). 

Ketiga, mengembangkan remunerasi berdasarkan kinerja (merit system), sehingga mendorong aparatur lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. 

Keempat, terbuka menerima kritik yang disampaikan publik (media, LSM, dan masyarakat). Kelima, membudayakan delegasi kewenangan dan diskresi yang bertanggung jawab. Tidak boleh lagi ada pelayanan kepada masyarakat yang terhambat karena tidak adanya pimpinan. Keenam, orientasi kepada pelayanan pengguna jasa.

Semua permasalahan mengenai kondisi pelayanan publik dan birokrasi pemerintah hari ini salah satunya karena salah menempatkan paradigma pemerintahan, maka permasalahan tersebut harus segera diselesaikan. Kalau tidak maka akan membusuk dan merusak sistem yang lain. 

Walaupun perubahan itu harus memakan waktu dan biaya yang banyak namun itu lebih baik dilakukan daripada terus dalam persimpangan etika dan paradigma pemerintahan yang merugikan. 

Sudah banyak konsep-konsep dan strategi-strategi para ilmuan untuk mencari formula yang tepat untuk mereformasi birokrasi pemerintah, tetap saja semua itu harus didukung oleh semua pihak. Dibutuhkan komitmen yang tinggi dari semua komponen agar perubahan itu bisa segera dilakukan sebagai perwujudan reformasi dan perbaikan implementasi demokrasi.

 

https://www.kompasiana.com/erlitaasakura/5fb1d29e8ede484e2d232442/persimpangan-etika-dan-paradigma-pemerintahan

 

 

Analisis soal 2

A.    Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

B.     Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

 

 


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Windi Nurul Apriliani -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12

Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B

A. Menurut saya sistem etika politik di Indonesia saat ini seharusnya sudah sesuai dengan nilai nilai pancasila, namun terdapat beberapa aspek tantangan yang harus dihadapi, seperti :
1. Korupsi: Praktik korupsi masih menjadi masalah serius yang menggerogoti sendi-sendi negara. Ini bertentangan dengan sila kelima Pancasila yang menjunjung tinggi keadilan sosial.

2. Politik Identitas: Politik identitas seringkali memicu perpecahan dan polarisasi. Hal ini bertentangan dengan sila ketiga Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan Indonesia.

3. Hoaks dan Ujaran Kebencian: Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial dapat merusak tatanan sosial dan mengancam persatuan bangsa. Ini bertentangan dengan sila pertama dan kedua Pancasila.

4. Politik Uang: Praktik politik uang masih menjadi masalah yang sulit diberantas. Hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Sistem etika perilaku politik saat ini masih terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan. Untuk mencapai sistem politik yang lebih baik, diperlukan upaya bersama dari seluruh komponen bangsa, yaitu:
1. Penguatan Pendidikan Karakter: Pendidikan karakter sejak dini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda.
2. Penegakan Hukum: Hukum harus ditegakkan secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
3. Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Masyarakat harus lebih aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memberikan masukan terhadap kebijakan publik.
4. Pengembangan Teknologi yang Berkeadilan: Pengembangan teknologi informasi harus diarahkan untuk kepentingan bersama dan tidak hanya untuk kepentingan segelintir kelompok.
Kesimpulannya, sistem etika perilaku politik saat ini masih jauh dari sempurna. Namun, dengan kesadaran dan upaya bersama, kita dapat mewujudkan sistem politik yang lebih baik dan lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.


B. Menurut saya, beberapa perilaku generasi muda saat ini tentu tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Namun, kita juga perlu melihat sisi positifnya, yaitu banyak generasi muda yang masih memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan keinginan untuk berbuat baik.

Untuk mengatasi masalah dekadensi moral yang terjadi, diperlukan upaya yang menyeluruh dari berbagai pihak, antara lain:
1. Penguatan Pendidikan Karakter: Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini dan terus dikembangkan sepanjang hayat. Pendidikan karakter harus menekankan pentingnya nilai-nilai moral, etika, dan kewarganegaraan yang baik.
2. Peran Keluarga: Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua harus menjadi role model yang baik bagi anak-anaknya.
3. Peran Sekolah: Sekolah harus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan karakter siswa. Selain memberikan pengetahuan akademik, sekolah juga harus memberikan pendidikan moral dan etika.
4. Peran Masyarakat: Masyarakat harus menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembangnya nilai-nilai positif. Masyarakat harus saling mengingatkan dan memberikan dukungan kepada sesama.
5. Peran Pemerintah: Pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung pengembangan karakter bangsa. Kebijakan tersebut dapat berupa program-program pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum yang tegas.
6. Pemanfaatan Teknologi: Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai positif dan membangun komunitas online yang sehat
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Thiara Azkia Khansa -
Nama: Thiara Azkia Khansa
NPM: 2515012009
Kelas: A


A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini

Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih jauh dari ideal. Banyak pejabat dan politisi yang tidak mematuhi kode etik dan nilai-nilai Pancasila. Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan masyarakat. Hal ini tercermin dari banyaknya kasus korupsi, nepotisme, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kesetaraan, dan kebersamaan seringkali diabaikan dalam praktik politik. Sistem politik yang tidak transparan dan tidak akuntabel juga memperburuk situasi ini.

B. Etika Generasi Muda dan Dekadensi Moral

Etika generasi muda saat ini sangat beragam. Ada yang mencerminkan nilai-nilai positif seperti toleransi, kejujuran, dan kepedulian sosial, tetapi ada juga yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan hedonisme.

Dekadensi moral yang terjadi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

- Kurangnya pendidikan karakter dan nilai-nilai moral
- Pengaruh media sosial yang tidak seimbang
- Kurangnya peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk karakter anak
- Sistem pendidikan yang lebih mementingkan akademik daripada karakter

Solusi:

- Meningkatkan pendidikan karakter dan nilai-nilai moral di sekolah dan keluarga
- Meningkatkan peran masyarakat dan keluarga dalam membentuk karakter anak
- Menggalakkan program-program positif untuk generasi muda, seperti kegiatan sosial dan keagamaan
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari

Kesimpulan

Sistem etika perilaku politik dan etika generasi muda saat ini masih perlu diperbaiki. Dekadensi moral dapat diatasi dengan meningkatkan pendidikan karakter, peran keluarga dan masyarakat, serta kesadaran akan pentingnya etika dan moral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aurelia Putri Salma -
ANALISIS SOAL ARTIKEL
"Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan"

Nama : AURELIA PUTRI SALMA
NPM : 2515012005
Kelas : A


Jawaban:

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Nilai Pancasila
     Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih banyak menghadapi masalah seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dan kurangnya transparansi, yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila seperti keadilan sosial, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan Indonesia tidak sepenuhnya tercermin dalam perilaku politik saat ini. Banyak pejabat publik dan birokrat yang kurang menunjukkan integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang bertanggung jawab kepada masyarakat, sehingga menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, perilaku politik saat ini masih jauh dari ideal yang diajarkan oleh Pancasila.

B. Etika Generasi Muda dan Solusi Dekadensi Moral
     Etika generasi muda saat ini di sekitar tempat tinggal dapat beragam, namun seringkali ditemukan tren dekadensi moral yang termasuk perilaku kurang sopan, kurangnya penghormatan terhadap orang tua serta norma sosial, dan mudahnya terpengaruh budaya luar yang negatif. Dekadensi moral ini belum sepenuhnya mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia yang berakar pada Pancasila. Untuk mengatasi dekadensi moral ini, solusi yang dapat dilakukan meliputi:

- Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila sejak dini di sekolah dan keluarga.
- Peran aktif keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam memberikan teladan dan pengawasan.
- Penguatan peran media massa dan teknologi sebagai sarana edukasi nilai-nilai positif.
- Melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial dan budaya yang memperkuat identitas nasional dan kebersamaan.
- Penegakan aturan dan sanksi terhadap perilaku yang merugikan moral dan norma sosial.
In reply to Aurelia Putri Salma

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Akmal Fauzan -
Nama : Muhammad Akmal Fauzan
Npm : 2515012066

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Nilai-Nilai Pancasila

1. Sistem etika perilaku politik Indonesia secara prinsip seharusnya berpijak pada nilai-nilai Pancasila yang menuntut adanya moralitas publik, kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab dalam menjalankan kekuasaan. Namun kondisi faktual menunjukkan bahwa etika politik tersebut belum sepenuhnya dijalankan oleh para pelaku politik maupun birokrasi.
2. Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang mengharuskan kejujuran, integritas, dan penghormatan terhadap martabat rakyat belum tercermin secara optimal. Hal ini tampak dari berbagai perilaku penyalahgunaan jabatan, korupsi, dan orientasi kekuasaan yang masih sering terjadi dalam praktik pemerintahan.
3. Nilai Persatuan dan Kerakyatan yang mengatur bahwa kekuasaan harus digunakan untuk kepentingan bersama seringkali tergeser oleh praktik patronase dan nepotisme. Ketergantungan pada kelompok politik tertentu menyebabkan birokrasi kehilangan independensi dan objektivitas dalam memberikan pelayanan publik.
4. Nilai Keadilan Sosial yang menekankan distribusi layanan publik secara adil belum berjalan dengan baik. Masih ditemukan adanya pelayanan tidak merata, rendahnya transparansi anggaran, serta ketidakefisienan dalam tata kelola birokrasi, sehingga menurunkan kualitas kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
5. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem etika perilaku politik di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Meskipun dasar ideologisnya kuat, implementasi dalam birokrasi dan politik masih menghadapi hambatan berupa budaya lama, kepentingan kelompok, dan lemahnya integritas aparatur negara.


B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Solusi Dekadensi Moral
1. Etika generasi muda pada masa kini menunjukkan perkembangan yang beragam. Sebagian generasi muda telah menunjukkan perilaku positif seperti keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan partisipasi dalam kegiatan produktif. Akan tetapi, sebagian lainnya memperlihatkan tanda-tanda dekadensi moral yang cukup memprihatinkan.
2. Dekadensi moral terlihat dari menurunnya sopan santun, meningkatnya individualisme, rendahnya empati, munculnya perilaku konsumtif, serta melemahnya kepedulian terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Perilaku tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan nilai etika Indonesia yang menekankan gotong royong, tenggang rasa, serta penghormatan terhadap orang tua dan sesama.
3. Penyebab dekadensi moral antara lain pengaruh media sosial, kurangnya pengawasan keluarga, lemahnya pendidikan karakter, serta kurangnya ruang sosialisasi positif bagi generasi muda. Perubahan gaya hidup yang cepat juga menyebabkan sebagian generasi muda lebih terpengaruh pada budaya instan dan popularitas.
4. Untuk mengatasi dekadensi moral tersebut, diperlukan penguatan pendidikan karakter yang menanamkan nilai Pancasila secara aplikatif dan kontekstual. Pendidikan ini harus menekankan integritas, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan sebagai dasar perilaku sehari-hari.
5. Keteladanan dari orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan pejabat publik sangat diperlukan. Generasi muda belajar terutama melalui contoh, sehingga lingkungan sekitar harus menjadi model perilaku yang baik.
6. Lingkungan sosial perlu diperkuat dengan menyediakan ruang kegiatan positif seperti organisasi kepemudaan, kegiatan seni dan olahraga, serta program pemberdayaan masyarakat. Ruang sosial yang sehat dapat membantu membentuk karakter generasi muda secara lebih baik.
7. Literasi digital harus ditingkatkan agar generasi muda mampu menyaring informasi dari media sosial dan menghindari dampak negatif seperti hoaks, perundungan digital, dan konten tidak bermoral. Kemampuan literasi digital menjadi kunci dalam kehidupan modern.
8. Pembiasaan etika harus didukung dengan sistem penghargaan bagi perilaku positif dan penegakan disiplin terhadap penyimpangan perilaku. Keduanya diperlukan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan konsekuensi terhadap tindakan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Zsalwa novarisa mutia sari -
Nama: Zsalwa Novarisa Mutia Sari
Npm: 2515012012
Kelas: A

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini & Kesesuaiannya dengan Pancasila
Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih berada pada posisi yang belum ideal. Secara normatif, etika politik bangsa seharusnya mengacu pada nilai-nilai Pancasila—jujur, adil, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Namun, dalam praktik birokrasi dan pemerintahan, masih banyak penyimpangan seperti korupsi, pelayanan tidak setara, penyalahgunaan wewenang, patronase politik, dan minimnya transparansi.

Penyimpangan tersebut menunjukkan ketidaksesuaian dengan nilai Pancasila.
Sila 1 menuntut moralitas dan kejujuran, tetapi praktik manipulasi anggaran dan penyalahgunaan jabatan masih terjadi.
Sila 2 menekankan perlakuan manusiawi, namun pelayanan publik sering tidak adil dan kasar.
Sila 3 menuntut persatuan, tetapi praktik politik masih sarat kepentingan kelompok.
Sila 4 menekankan musyawarah bijaksana, namun keputusan publik sering tidak transparan dan penuh kepentingan.
Sila 5 mengharuskan keadilan sosial, tetapi pelayanan publik yang lamban, diskriminatif, dan tidak profesional masih ditemui.

Kesimpulan: Etika politik Indonesia masih jauh dari nilai ideal Pancasila karena budaya birokrasi lama, perilaku tidak profesional, dan kelemahan integritas masih dominan menghambat reformasi pemerintahan.


B. Etika Generasi Muda Saat Ini & Solusi Dekadensi Moral
Etika generasi muda di lingkungan sekitar menunjukkan kondisi yang beragam. Ada yang menunjukkan karakter baik—aktif berorganisasi, kritis, dan peduli sesama. Namun, tidak sedikit juga yang terpengaruh budaya instan, kurang sopan, kurang disiplin, serta terjebak gaya hidup konsumtif akibat pengaruh media sosial. Sebagian sikap tersebut belum mencerminkan etika bangsa Indonesia seperti sopan santun, tanggung jawab, gotong royong, dan kesadaran moral.

Untuk mengatasi dekadensi moral, beberapa langkah dapat dilakukan:
Penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah dan keluarga agar generasi muda memahami nilai moral dan etika sosial.
Keteladanan dari orang dewasa dan pemimpin, karena moralitas mudah ditiru melalui contoh nyata.
Peningkatan literasi digital, agar generasi muda mampu menggunakan media sosial secara sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Pelibatan pemuda dalam kegiatan positif, seperti komunitas sosial, olahraga, kerelawanan, yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Lingkungan keluarga dan masyarakat yang mendukung, yakni menanamkan budaya saling mengingatkan, menghargai, dan disiplin.

Kesimpulan: Etika generasi muda masih perlu dibenahi agar sejalan dengan nilai-nilai bangsa. Dengan pendidikan karakter, keteladanan, dan bimbingan yang tepat, dekadensi moral dapat ditekan dan generasi muda dapat berkembang menjadi pribadi beretika dan berintegritas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aldi - -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE 12

Nama : Aldi
NPM : 2515012052

A. Sistem etika perilaku politik saat ini dan kesesuaiannya dengan nilai Pancasila
Perilaku politik di Indonesia saat ini berada dalam ruang yang kompleks: ada kemajuan dalam demokratisasi, tetapi masih banyak praktik yang bertentangan dengan etika publik. Masalah seperti penyalahgunaan wewenang, politik transaksional, rendahnya transparansi, serta kurangnya integritas masih banyak ditemukan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian perilaku politik belum selaras dengan nilai Pancasila.

Jika dibandingkan dengan nilai Pancasila:

Sila 1 (Ketuhanan) menuntut kejujuran dan moralitas, namun praktik manipulatif dan koruptif masih terjadi.

Sila 2 (Kemanusiaan) menekankan penghormatan pada martabat manusia, tetapi politik sering mengabaikan kepentingan rakyat demi kelompok tertentu.

Sila 3 (Persatuan) kerap terganggu oleh polarisasi politik dan kepentingan kelompok.

Sila 4 (Musyawarah) belum terwujud sepenuhnya karena keputusan politik lebih sering dipengaruhi elit, bukan dialog publik.

Sila 5 (Keadilan) tampak timpang karena kebijakan sering lebih menguntungkan golongan tertentu.


Dengan demikian, sistem etika politik hari ini masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai Pancasila. Perilaku politik memerlukan pembenahan dari aspek transparansi, akuntabilitas, integritas, dan pelayanan publik agar kembali pada jati diri Pancasila.


---

B. Etika generasi muda di lingkungan sekitar dan solusinya terhadap dekadensi moral
Etika generasi muda di sekitar kita menunjukkan dua arah: sebagian menunjukkan sikap positif seperti terbuka, kreatif, dan peduli sesama, tetapi sebagian lain memperlihatkan perilaku yang meresahkan, misalnya kurang hormat, mudah berbicara kasar di media sosial, kurang peduli lingkungan, serta meniru budaya populer tanpa filter. Sikap seperti ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai bangsa Indonesia, seperti sopan santun, gotong royong, dan penghargaan terhadap orang lain.

Dekadensi moral yang tampak saat ini disebabkan oleh beberapa faktor: kuatnya pengaruh media sosial, lemahnya pengawasan keluarga, berkurangnya keteladanan publik, serta kurangnya pendidikan karakter di lingkungan sekitar.

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memperkuat pendidikan karakter baik di sekolah maupun keluarga, terutama tentang sopan santun, tanggung jawab, dan empati.


2. Mengajak generasi muda aktif dalam kegiatan sosial, agar mereka terbiasa membantu dan bekerja sama.


3. Memberikan keteladanan nyata dari orang tua, guru, dan tokoh masyarakat.


4. Membatasi dan mengarahkan penggunaan media sosial, agar tidak menjadi ruang penyebaran ujaran kebencian.


5. Menghidupkan kembali kearifan lokal, seperti gotong royong, saling menghormati, dan musyawarah, sebagai identitas budaya yang harus ditanamkan sejak dini.



Dengan langkah-langkah ini, nilai-nilai luhur bangsa dapat kembali menjadi pedoman bagi generasi muda dalam bersikap dan bertindak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ahmad Dzulhakim -
Nama: Ahmad Dzulhakim
NPM: 2515012057
Kelas: B

Analisis Soal ke-2

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Pancasila

Jika melihat kondisi politik Indonesia saat ini, etika perilaku politik para pejabat sebenarnya masih sering berada di titik yang mengkhawatirkan. Banyak kasus penyalahgunaan jabatan, budaya korupsi, birokrasi yang tidak profesional, hingga rendahnya integritas seperti yang dijelaskan dalam artikel Kompasiana sebagai “persimpangan etika dan paradigma pemerintahan”. Semua ini menunjukkan bahwa praktik politik kita masih belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian kepada rakyat yang seharusnya menjadi roh dalam sila ke-2, ke-4, dan ke-5 Pancasila justru sering diabaikan. Misalnya, pelayan publik yang masih mempersulit pelayanan, adanya perilaku tidak transparan, hingga diskriminasi dalam birokrasi. Padahal, Pancasila menuntut adanya pemerintahan yang humanis, adil, demokratis, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

Dengan kata lain, secara normatif etika politik Indonesia harusnya sesuai dengan nilai Pancasila, tetapi dalam praktiknya masih sering menyimpang. Ketimpangan antara etika ideal dan etika yang dipraktikkan inilah yang menjadi persoalan besar dalam dunia politik kita.


B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Solusi Dekadensi Moral

Jika melihat kondisi etika generasi muda, gambaran yang saya lihat cukup beragam. Ada yang masih menjunjung sopan santun dan nilai budaya, namun tak bisa dipungkiri banyak juga yang mulai tergerus arus modernisasi. Misalnya, gaya bicara yang semakin bebas, kurangnya rasa hormat pada orang yang lebih tua, budaya instan, hingga perilaku tidak peduli pada lingkungan sekitar. Hal-hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang cukup signifikan.

Tentu saja tidak semua hal negatif, tetapi beberapa perilaku memang tidak mencerminkan nilai bangsa Indonesia yang menghargai kesantunan, solidaritas, dan tanggung jawab moral. Dekadensi moral ini sebenarnya muncul karena banyak faktor pengaruh media sosial, kurangnya keteladanan, lemahnya kontrol sosial, dan kurangnya pendidikan karakter.

Solusi untuk mengatasi dekadensi moral antara lain:
1. Menguatkan pendidikan karakter, baik di sekolah maupun di rumah, terutama nilai sopan santun, tanggung jawab, dan empati.
2. Memberikan keteladanan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat harus menunjukkan perilaku yang memancarkan nilai Pancasila.
3. Meningkatkan literasi digital agar generasi muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
4. Menghidupkan kembali kegiatan positif dan komunitas anak muda, seperti organisasi pemuda, kegiatan sosial, dan kegiatan budaya.
5. Memperkuat kontrol sosial, bukan untuk menekan, tetapi untuk mengingatkan agar perilaku generasi muda tidak keluar dari norma yang berlaku.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aulia mutia Saputri -
Nama:Aulia Mutia Saputri
NPM:2515012006
Kelas; B

A. menurut saya Etika politik saat ini seringkali gagal dan tidak sesuai dengan Pancasila karena masih banyak pejabat dan birokrat yang mempertahankan pola pikir lama sebagai penguasa, bukan pelayan rakyat

etika perilaku Berikut penilaian berdasarkan sila-sila Pancasila:

Sila 1 — Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini mengajarkan kejujuran, moralitas, dan akhlak baik.
Namun:

Banyak kasus korupsi dan penyimpangan moral terjadi di kalangan pejabat.

Pengambilan keputusan sering tidak didasari nilai etis.

→ Belum sesuai sepenuhnya.

Sila 2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila ini menuntut etika politik yang menjunjung martabat manusia.
Fakta di lapangan:

-Pelayanan publik masih diskriminatif.

-Oknum aparatur masih bersikap kasar, tidak ramah, atau tidak responsif.

—Masih jauh dari ideal sila kedua.

Sila 3 — Persatuan Indonesia
Etika politik seharusnya menjaga persatuan dan menghindari polarisasi.
Namun:

Politik identitas masih sering digunakan untuk kepentingan tertentu.

Konflik antar-kelompok politik sering terjadi di ruang digital maupun fisik.

→ Belum sepenuhnya mencerminkan persatuan.

Sila 4 — Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila ini menekankan:

musyawarah,kebijaksanaan,keterwakilan,anti-dominasi kekuasaan.

Realita:

-Kebijakan sering bersifat top-down.

-Kepentingan kelompok elit (vested interest) lebih dominan.

-Musyawarah publik masih formalitas.

→ Masih belum sesuai dengan nilai sila keempat.

Sila 5 — Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini menegaskan pemerataan keadilan.
Namun masih terjadi:

-ketimpangan akses pelayanan publik,

-birokrasi yang favoritif,

-pemborosan anggaran publik.

→ Keadilan sosial belum terwujud optimal.


B.Di daerah ku, etika generasi muda tampak beragam. Ada yang menunjukkan nilai positif, namun ada pula yang mengarah pada dekadensi moral.

Sikap Positif (masih ditemui di sebagian besar pemuda):

-Semangat belajar dan bekerja tinggi.

-Kepedulian terhadap isu sosial dan keadilan (misalnya: kampanye lingkungan, bantuan sosial).

Sikap Negatif / Dekadensi Moral:
-Kurangnya sopan santun, baik terhadap orang tua maupun sesama.

-Kecanduan gawai dan media sosial, yang mengurangi interaksi sosial nyata.

-Perilaku konsumtif, mengikuti tren tanpa memikirkan kebutuhan.

-Kurangnya rasa tanggung jawab dan disiplin dalam belajar/kerja.

Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda

Untuk mengatasi krisis moral, diperlukan upaya bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah:

1. Pendidikan karakter sejak dini
2. Keteladanan dari lingkungan
3. Pengawasan & pendampingan orang tua
4. Penguatan budaya lokal
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Fitria Rahma wulandari -
TUGAS ANALISIS SOAL "Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan" PERTEMUAN 12

Nama : Fitria Rahma Wulandari
NPM : 2515012020
Kelas : B

A. Etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila. masih banyak terjadi korupsi, kurangnya transparansi, profesionalisme rendah, dan keputusan yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada rakyat. hal ini bertentangan dengan sila ke-2, ke-4, dan ke-5 yang menuntut keadilan, kebijaksanaan, dan pelayanan bagi seluruh rakyat.

B. Etika generasi muda di sekitar kita beragam ada yang sopan dan bertanggung jawab, tetapi ada pula yang mengalami penurunan moral seperti kurang sopan santun, individualisme, dan pengaruh negatif media sosial. ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai bangsa Indonesia. solusinya yaitu memperkuat pendidikan karakter, memberi keteladanan, membatasi dampak negatif teknologi, serta mendorong kegiatan positif bagi pemuda.
In reply to Fitria Rahma wulandari

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Akmal Fauzan -
Nama : Muhammad Akmal Fauzan
Npm : 2515012066

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Nilai-Nilai Pancasila
1. Sistem etika perilaku politik Indonesia secara prinsip seharusnya berpijak pada nilai-nilai Pancasila yang menuntut adanya moralitas publik, kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab dalam menjalankan kekuasaan. Namun kondisi faktual menunjukkan bahwa etika politik tersebut belum sepenuhnya dijalankan oleh para pelaku politik maupun birokrasi.
2. Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang mengharuskan kejujuran, integritas, dan penghormatan terhadap martabat rakyat belum tercermin secara optimal. Hal ini tampak dari berbagai perilaku penyalahgunaan jabatan, korupsi, dan orientasi kekuasaan yang masih sering terjadi dalam praktik pemerintahan.
3. Nilai Persatuan dan Kerakyatan yang mengatur bahwa kekuasaan harus digunakan untuk kepentingan bersama seringkali tergeser oleh praktik patronase dan nepotisme. Ketergantungan pada kelompok politik tertentu menyebabkan birokrasi kehilangan independensi dan objektivitas dalam memberikan pelayanan publik.
4. Nilai Keadilan Sosial yang menekankan distribusi layanan publik secara adil belum berjalan dengan baik. Masih ditemukan adanya pelayanan tidak merata, rendahnya transparansi anggaran, serta ketidakefisienan dalam tata kelola birokrasi, sehingga menurunkan kualitas kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
5. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem etika perilaku politik di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Meskipun dasar ideologisnya kuat, implementasi dalam birokrasi dan politik masih menghadapi hambatan berupa budaya lama, kepentingan kelompok, dan lemahnya integritas aparatur negara.


B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Solusi Dekadensi Moral
1. Etika generasi muda pada masa kini menunjukkan perkembangan yang beragam. Sebagian generasi muda telah menunjukkan perilaku positif seperti keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan partisipasi dalam kegiatan produktif. Akan tetapi, sebagian lainnya memperlihatkan tanda-tanda dekadensi moral yang cukup memprihatinkan.
2. Dekadensi moral terlihat dari menurunnya sopan santun, meningkatnya individualisme, rendahnya empati, munculnya perilaku konsumtif, serta melemahnya kepedulian terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Perilaku tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan nilai etika Indonesia yang menekankan gotong royong, tenggang rasa, serta penghormatan terhadap orang tua dan sesama.
3. Penyebab dekadensi moral antara lain pengaruh media sosial, kurangnya pengawasan keluarga, lemahnya pendidikan karakter, serta kurangnya ruang sosialisasi positif bagi generasi muda. Perubahan gaya hidup yang cepat juga menyebabkan sebagian generasi muda lebih terpengaruh pada budaya instan dan popularitas.
4. Untuk mengatasi dekadensi moral tersebut, diperlukan penguatan pendidikan karakter yang menanamkan nilai Pancasila secara aplikatif dan kontekstual. Pendidikan ini harus menekankan integritas, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan sebagai dasar perilaku sehari-hari.
5. Keteladanan dari orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan pejabat publik sangat diperlukan. Generasi muda belajar terutama melalui contoh, sehingga lingkungan sekitar harus menjadi model perilaku yang baik.
6. Lingkungan sosial perlu diperkuat dengan menyediakan ruang kegiatan positif seperti organisasi kepemudaan, kegiatan seni dan olahraga, serta program pemberdayaan masyarakat. Ruang sosial yang sehat dapat membantu membentuk karakter generasi muda secara lebih baik.
7. Literasi digital harus ditingkatkan agar generasi muda mampu menyaring informasi dari media sosial dan menghindari dampak negatif seperti hoaks, perundungan digital, dan konten tidak bermoral. Kemampuan literasi digital menjadi kunci dalam kehidupan modern.
8. Pembiasaan etika harus didukung dengan sistem penghargaan bagi perilaku positif dan penegakan disiplin terhadap penyimpangan perilaku. Keduanya diperlukan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan konsekuensi terhadap tindakan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Jihan Farihah -
TUGAS ANALISIS SOAL
PERTEMUAN KE - 12

NAMA : JIHAN FARIHAH
NPM: 2515012025
KELAS : B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuai kah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan fundamental, terutama terkait integritas pejabat publik, profesionalisme birokrasi, dan konsistensi penerapan prinsip-prinsip etika pemerintahan. Artikel “Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan” menggambarkan bahwa etika politik saat ini masih berada dalam kondisi “persimpangan”—belum sepenuhnya sejalan dengan nilai moral dan paradigma pemerintahan yang ideal.

1. Kondisi Sistem Etika Politik Saat Ini

Beberapa gambaran kondisi etika politik dan pemerintahan:

Independensi yang lemah, pejabat publik masih terpengaruh kepentingan kelompok, patron politik, bahkan vested interest.

Ketidakadilan dalam pelayanan publik, yang memunculkan ketidakpercayaan masyarakat.

Integritas rendah, tercermin dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Transparansi minim, sehingga penyimpangan keuangan dan favoritisme mudah terjadi.

Perilaku birokrasi tidak profesional, seperti lambat, tidak akurat, dan mengutamakan kepentingan pribadi.

Oriented to power, bukan oriented to service.

Paradigma pelayanan publik belum berubah, sehingga birokrat tidak mampu menjalankan perannya sebagai pelayan masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa etika politik Indonesia masih banyak dipengaruhi budaya birokrasi lama dan belum sepenuhnya mengadopsi nilai demokrasi modern.

2. Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Pancasila

Jika dibandingkan dengan nilai Pancasila, etika politik saat ini belum sesuai secara maksimal. Berikut perbandingannya:

• Sila 1 — Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai kejujuran dan moralitas publik seharusnya dijunjung tinggi.
Faktanya: korupsi, manipulasi anggaran, dan penyalahgunaan jabatan masih sering terjadi → tidak sesuai.

• Sila 2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Pejabat publik seharusnya melayani masyarakat dengan adil dan beradab.
Faktanya: pelayanan publik sering pilih kasih, berbelit-belit, kasar, dan tidak manusiawi → bertentangan dengan sila 2.

• Sila 3 — Persatuan Indonesia

Politik seharusnya memperkuat persatuan, bukan memecah-belah.
Faktanya: politisasi identitas dan kepentingan kelompok sering mengancam integrasi sosial → tidak sesuai dengan sila 3.

• Sila 4 — Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

Pemerintah harus menjalankan prinsip musyawarah, kebijaksanaan, dan partisipatif.
Faktanya: masih banyak keputusan pemerintah yang tidak transparan dan tidak melibatkan rakyat → bertentangan dengan sila 4.

• Sila 5 — Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pelayanan publik harus adil, merata, dan tidak diskriminatif.
Faktanya: pelayanan publik sering diskriminatif berdasarkan status sosial-politik → tidak selaras dengan sila 5.

Kesimpulan Bagian A:

Sistem etika perilaku politik di Indonesia masih jauh dari ideal dan belum seutuhnya mencerminkan nilai inti Pancasila. Reformasi etika dan paradigma pemerintahan sangat diperlukan untuk mengembalikan fungsi pemerintahan sebagai pelayan masyarakat.

B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitarmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia? Berikan solusi atas dekadensi moral yang terjadi.
1. Etika Generasi Muda Saat Ini (Gambaran Umum)

Etika generasi muda di berbagai lingkungan, termasuk tempat tinggal saya, memiliki dua kecenderungan:

A. Aspek Positif:

Lebih terbuka dan kritis.

Semakin melek teknologi dan informasi.

Banyak yang terlibat dalam kegiatan sosial, kreatif, dan pendidikan.

B. Aspek Negatif (Dekadensi Moral):

Namun, cukup banyak permasalahan etika yang muncul, seperti:

Kurangnya sopan santun, terutama dalam cara berbicara dengan orang tua.

Individualisme tinggi, lebih fokus pada gawai daripada interaksi sosial.

Kurang hormat pada aturan dan norma masyarakat.

Peningkatan perilaku konsumtif, mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan.

Fenomena bullying, ujaran kebencian, dan toxic behavior di media sosial.

Menurunnya rasa tanggung jawab dan kedisiplinan.

Dari sisi nilai bangsa Indonesia (kesopanan, gotong royong, kejujuran, religiusitas, dan moralitas), sebagian generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai tersebut.

Ini sejalan dengan kondisi etika politik yang juga mengalami masalah—artinya dekadensi moral terjadi di berbagai tingkat masyarakat.

2. Solusi Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda

Penyelesaian dekadensi moral harus dilakukan secara menyeluruh:

A. Solusi Berbasis Pendidikan

Memperkuat pendidikan karakter di sekolah
– nilai sopan santun, disiplin, tanggung jawab, toleransi.

Meningkatkan literasi digital
– agar generasi muda memahami etika berinternet dan bahaya konten negatif.

B. Solusi Melalui Keluarga

Orang tua menjadi teladan utama, terutama dalam sikap jujur, disiplin, dan menghargai orang lain.

Mengawasi penggunaan gadget dan aktivitas media sosial anak.

Meningkatkan komunikasi keluarga sehingga anak tidak mencari pelarian pada lingkungan negatif.

C. Solusi Melalui Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah memperkuat program pembinaan remaja, seperti Karang Taruna, Pramuka, dan kegiatan sosial.

Membangun ruang positif untuk kreativitas dan aktivitas anak muda (taman literasi, komunitas seni, olahraga).

Menegakkan aturan dan sanksi bagi pelaku bullying, pelecehan, atau tindakan tidak beretika.

D. Solusi Berbasis Kesadaran Individu

Menanamkan self-discipline dan self-awareness bahwa etika adalah cerminan diri.

Menghindari pergaulan negatif dan memperluas lingkungan positif.

Meningkatkan pengetahuan tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan Bagian B:

Etika generasi muda saat ini mengalami tantangan besar akibat globalisasi dan budaya digital. Banyak nilai-nilai bangsa Indonesia yang mulai luntur. Namun, melalui pendidikan, peran keluarga, pemerintah, dan kesadaran individu, dekadensi moral dapat diperbaiki dan generasi muda dapat kembali pada nilai luhur Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Clara Sindy Amelia -
TUGAS PERTEMUAN KE-12
ANALISIS SOAL

Nama : Clara Sindy Amelia
NPM : 2515012011
Kelas : B

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini
Menurut saya sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Maraknya korupsi adalah bentuk nyata ketidakadilan dan pelanggaran moral yang paling parah. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang terjadi di Indonesia merupakan contoh penyimpangan dari sila ke-5 dan sila ke-1. Hal ini menunjukkan adanya penyalahgunaan kekuasaan demi memperkaya diri atau kelompok, dan hal tersebut sangat bertentangan dengan semangat pelayanan publik dan kesejahteraan bersama. Selain itu, penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan untuk mobilisasi dukungan politik seringkali memecah belah masyarakat. Hal ini sangat bertentangan dengan nilai Persatuan Indonesia yang menghendaki keutuhan dan toleransi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (penyimpangan sila ke-3 dan sila ke-4.

B. Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya saat ini sebagian sudah mencerminkan etika yang dianut oleh bangsa Indonesia. Namun, sebagian lagi belum memenuhi etika dan nilai yang baik. Solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi adalah:
1. Pendidikan Karakter Dasar: Menerapkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati sejak dini
2. Keteladanan Orang Tua: Orang tua harus menjadi teladan moral yang konsisten
3. Pengawasan Digital: Mendidik dan mengawasi penggunaan media dan internet untuk melindungi anak dari konten yang merusak moral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alya Nawra Khairunnisa -
Analisis soal pertemuan 12

Nama: Alya Nawra Khairunnisa
NPM: 2515012041
Kelas: B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila?
Menurut pemahaman saya, sistem etika perilaku politik saat ini masih menghadapi banyak masalah. Pada kenyataannya, banyak pejabat belum menjalankan etika politik yang baik. Hal ini terlihat dari masih adanya praktik seperti penyalahgunaan jabatan, pelayanan publik yang tidak adil, korupsi, kurangnya integritas, dan rendahnya transparansi. Semua masalah ini menunjukkan bahwa etika politik kita masih jauh dari harapan yang seharusnya.
Jika dibandingkan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua tentang “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, sila keempat tentang “Kerakyatan”, dan sila kelima tentang “Keadilan Sosial”, banyak perilaku politik saat ini belum sesuai. Misalnya:
-Masih ada pejabat yang tidak memperlakukan masyarakat secara adil.
-Proses pelayanan publik sering lambat dan tidak transparan.
-Korupsi di tingkat pusat maupun daerah masih terjadi karena kurangnya independensi dan integritas birokrat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah seharusnya menjadi contoh moral, tetapi pada praktiknya masih terdapat penyimpangan perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Oleh karena itu, perlu perbaikan serius khususnya dalam membangun budaya integritas, kejujuran, dan pelayanan publik yang baik.


B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan nilai bangsa? Berikan solusi untuk mengatasi dekadensi moral!
Jika saya melihat keadaan generasi muda di sekitar tempat tinggal saya, etika mereka sebenarnya cukup beragam. Ada yang menunjukkan sikap baik seperti saling membantu, menghormati orang tua, aktif dalam kegiatan sosial, dan menjaga sopan santun. Namun ada juga yang mulai mengalami penurunan moral atau dekadensi moral, misalnya:
Berbicara kasar atau tidak sopan,
Malas terlibat dalam kegiatan masyarakat, Tidak menghargai aturan, Lebih fokus pada media sosial daripada berinteraksi secara langsung, Dan kurangnya rasa tanggung jawab serta kedisiplinan.
Perilaku seperti ini menunjukkan bahwa sebagian generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia, terutama nilai sopan santun, gotong royong, dan moral Pancasila.

Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral
Untuk mengatasi masalah moral generasi muda, menurut saya ada beberapa solusi sederhana yang bisa dilakukan:
- Pendidikan karakter sejak dini
Sekolah dan keluarga harus menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
- Memberi contoh yang baik
Orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah harus menunjukkan teladan yang positif karena generasi muda akan mengikuti contoh yang mereka lihat.
- Meningkatkan kegiatan sosial dan keagamaan
Generasi muda perlu dilibatkan dalam kegiatan gotong royong, organisasi kepemudaan, dan kegiatan positif lainnya agar mereka terbiasa hidup bermasyarakat.
- Pengawasan penggunaan media sosial
Karena banyak perilaku buruk muncul dari internet, penting ada pengawasan serta edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat.
- Peningkatan peran sekolah dan komunitas
Sekolah bisa membuat program pembiasaan etika dan komunitas bisa membuat kegiatan positif agar anak muda tidak terjebak pada pergaulan negatif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Hanny Nurluthfiah Rianti.A -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12
NAMA : HANNY NURLUTHFIAH RIANTI.A
KELAS : A
NPM : 2515012089

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini & Kesesuaiannya dengan Pancasila

Menurut pendapat saya,
Etika politik Indonesia saat ini menunjukkan kemajuan, namun masih banyak penyimpangan. Praktik korupsi, politisasi birokrasi, diskriminasi pelayanan publik, dan politik identitas menunjukkan bahwa perilaku politik belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Sila 1 dilanggar melalui kurangnya kejujuran dan amanah dalam jabatan.

Sila 2 tercederai oleh ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan kurangnya sikap beradab.

Sila 3 terganggu oleh polarisasi dan politik identitas.

Sila 4 kurang tercermin dalam musyawarah yang bijak dan kebijakan yang transparan.

Sila 5 sulit terwujud karena ketimpangan layanan publik dan maraknya nepotisme.

Jadi,Kesimpulannya, etika politik masih jauh dari ideal Pancasila, terutama dalam hal integritas, transparansi, dan keadilan.

B. Etika Generasi Muda & Solusi Dekadensi Moral

Dari Sudut pandang saya, Etika generasi muda saat ini menunjukkan dua sisi. Di satu sisi, mereka kreatif, kritis, dan terbuka. Namun di sisi lain, ada tanda-tanda dekadensi moral, seperti kurang sopan, individualis, penggunaan bahasa kasar, mudah terpengaruh budaya negatif media sosial, serta melemahnya rasa hormat dan gotong royong.

Fenomena ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai budaya Indonesia, terutama nilai sopan santun, tenggang rasa, dan kemanusiaan.

Solusinya untuk Mengatasi Dekadensi Moral :

1. Penguatan pendidikan karakter di sekolah dan keluarga.
2. Penanaman kembali nilai Pancasila dan kearifan lokal.
3. Peningkatan literasi digital untuk mencegah hoaks, perundungan, dan ujaran kebencian.
4. Keteladanan dari orang tua, guru, dan pemimpin
5. Menyediakan kegiatan positif bagi generasi muda misalnya (seni, olahraga, organisasi).
6. Memperkuat kontrol sosial dan budaya saling mengingatkan dalam masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Andhini Dwi Sita Ch -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN 12

Nama : Andhini Dwi Sita Ch
NPM : 2515012044
Kelas : B

A. Kalau lihat kondisi sekarang, etika politik di Indonesia sebenarnya masih jauh dari ideal. Banyak perilaku politik yang belum sesuai nilai Pancasila—misalnya masih ada korupsi, pelayanan publik yang berbelit, keputusan yang tidak adil, dan birokrat yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Harusnya, politik itu berjalan dengan kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan berpihak pada rakyat, sesuai nilai Pancasila. Tapi kenyataannya, nilai itu belum sepenuhnya dijalankan. Jadi, sistemnya memang demokrasi, tapi praktiknya sering tidak selaras dengan nilai Pancasila

B. Etika anak muda sekarang itu campur-campur. Ada yang sikapnya bagus, sopan, peduli, dan masih pegang nilai budaya. Tapi ada juga yang mulai longgar etikanya—misalnya kurang menghargai orang yang lebih tua, gampang terpancing emosi, ikut-ikutan tren tanpa mikir, dan kurang peka sama lingkungan sekitar.

Hal-hal seperti itu jelas belum mencerminkan etika bangsa Indonesia yang menjunjung sopan santun, tenggang rasa, gotong royong, dan saling menghormati.

Solusi mengatasi penurunan moral:
•Keluarga dan sekolah harus lebih aktif menanamkan nilai karakter, bukan cuma akademik.
•Lingkungan dan orang dewasa harus jadi contoh, bukan hanya menyuruh.
•Anak muda diajak ikut kegiatan positif, bukan hanya nongkrong atau online.
•Media sosial dipakai secara bijak, bukan untuk hal negatif.
•Menghidupkan kembali nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti empati, sopan, dan peduli sesama.

Intinya, moral anak muda bisa diperbaiki kalau semua pihak ikut turun tangan, dan nilai-nilai budaya kita tetap dijaga.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Naufal Daffa' Islami -
TUGAS ANALISIS SOAL
M-12
NAMA: NAUFAL DAFFA' ISLAMI
NPM: 2515012083

A. Menurut saya sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila, karena masih berbanding terbalik dengan paradigma politik yang seharusnya terbangun seperti independensi, tranparansi, integritas, efisien, profesional dan lain-lain.

B. Menurut saya etika generasi muda saat ini masih belum mencerminkan nilai-nilai pancasila, karena masih banyak terjadi hal-hal yang berkebalikan dengan nilai-nilai Pancasila.
Cara menanganinya dengan menanamkan jiwa Pancasila sejak kecil baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pemerintah dalam membangun karakter generasi muda yang mencerminkan nilai-nilai pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Rafif marsal -
Nama: Rafif Marsal
NPM: 2515012048
Kelas: A

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Nilai Pancasila

1. Gambaran etika perilaku politik saat ini

Etika perilaku politik di Indonesia saat ini dapat dilihat dalam dua sisi:

Sisi positif:

Sudah ada regulasi dan lembaga pengawas seperti KPU, Bawaslu, KPK, dan DKPP.

Transparansi melalui media cukup membantu masyarakat menilai figur politik.

Partisipasi politik masyarakat meningkat, terutama generasi muda.

Wacana politik semakin terbuka dan kritis.

Sisi negatif:

Masih maraknya politik uang, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Konflik antar pendukung, ujaran kebencian, dan politik identitas.

Beberapa politisi masih mengedepankan kepentingan pribadi/kelompok.

Manipulasi informasi, hoaks politik, dan pencitraan berlebihan.

2. Apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?

Tidak sepenuhnya. Ada yang sesuai, namun banyak pula yang menyimpang.

Berikut kesesuaiannya dilihat per sila:

Sila Pancasila Kesesuaian / Penyimpangan dalam Perilaku Politik
Ketuhanan Penyimpangan: politik kotor, kebohongan, manipulasi.
Kemanusiaan Penyimpangan: ujaran kebencian, politik identitas, kekerasan verbal.
Persatuan Penyimpangan: polarisasi politik, fanatisme buta, perpecahan kelompok.
Kerakyatan Penyimpangan: keputusan politik tidak mengutamakan suara rakyat, korupsi.
Keadilan Sosial Penyimpangan: penyalahgunaan jabatan, ketimpangan sosial, politik uang.

Kesimpulan:
Etika politik di Indonesia secara ideal berlandaskan Pancasila, tetapi secara praktik masih jauh dari ideal karena dipengaruhi kepentingan kekuasaan, lemahnya integritas, dan budaya politik yang belum matang.

B. Etika Generasi Muda di Lingkunganmu—Apakah Sudah Mencerminkan Nilai Bangsa?
1. Gambaran etika generasi muda saat ini

Di banyak tempat, etika generasi muda menunjukkan dua fenomena yang berbeda:

A. Etika positif (menggambarkan nilai bangsa):

Masih banyak yang sopan, ramah, menghormati orang tua.

Semangat gotong royong dalam kegiatan masyarakat.

Aktif mengikuti kegiatan kampung, karang taruna, atau kegiatan sosial.

Kreatif, suka belajar, dan terbuka terhadap perubahan.

B. Etika negatif (dekadensi moral):

Berkurangnya sopan santun dalam berbicara, baik di dunia nyata maupun media sosial.

Kurangnya rasa hormat pada orang tua/masyarakat.

Kecanduan gadget, membuat jarak sosial.

Penyimpangan perilaku seperti tawuran, perundungan, perilaku konsumtif, dan hedonisme.

Mudah terprovokasi hoaks atau konten provokatif di media sosial.

Jadi, sebagian generasi muda mencerminkan etika bangsa, tetapi sebagian lainnya mengalami penurunan moral akibat pengaruh globalisasi, lingkungan, dan kurangnya pendidikan karakter.

Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda

Berikut solusi yang realistis dan bisa diterapkan:

1. Penguatan Pendidikan Karakter

Integrasi nilai Pancasila, budi pekerti, etika digital, dan akhlak dalam sekolah.

Pembiasaan sikap sopan, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.

2. Pendidikan Literasi Digital

Mengajarkan cara menggunakan media sosial secara beretika.

Memperkuat kemampuan memilah informasi untuk menghindari hoaks dan ujaran kebencian.

3. Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan

Mengaktifkan karang taruna, kegiatan olahraga, seni, dan bakti sosial.

Menghidupkan budaya gotong royong di masyarakat.

4. Penguatan Peran Orang Tua

Mendidik dengan kasih sayang dan keteladanan.

Mengawasi penggunaan gadget dan lingkungan pergaulan.

5. Peran Media sebagai Agen Moral

Mempromosikan konten positif, edukatif, anti kekerasan, anti perundungan.

Menekan konten-konten vulgar, provokatif, dan tidak mendidik.

6. Penegakan Norma dan Aturan

Tindakan tegas terhadap perilaku menyimpang (tawuran, kekerasan, narkoba).

Etika dan disiplin ditegakkan baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

7. Menjadi Teladan

Generasi muda membutuhkan contoh. Jika orang dewasa dan pemimpin beretika baik, mereka akan meniru.

Kesimpulan Singkat

Etika dalam politik Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan Pancasila.

Generasi muda menunjukkan perilaku yang beragam; ada yang baik, tetapi ada pula gejala kemunduran moral.

Dekadensi moral dapat diatasi melalui pendidikan karakter, literasi digital, peran orang tua, kontrol media, dan keteladanan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Putra Syarifhidayatullah Qohar -
Analisis Soal
"Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan"

Nama : Putra Syarifhidayatullah Qohar
NPM : 2515012053
Kelas : B

A. Sistem etika perilaku politik Saat ini menurut saya belum memenuhi nilai-nilai pancasila karena masih banyak seperti oknum² aparatur negara yang tidak tahu aturan, maraknya praktik korupsi merajalela yang dilakukan Oleh oknum pejabat bahkan Masyarakat nya pun seperti itu, yang memiliki kuasa dapat bebas dari hukum dan masih banyak lagi yang bisa dibilang masih juah dari kata nilai² pancasila

B. Seperti yang saya tulis di pertemuan Ke 11 terutama generasi muda² ditempat saya juah dari kata etika dan nilai yang dianut Oleh bangsa Indonesia karena anak² Indonesia yang dikenal sopan santun beradab. Mulai dari berkata yang tidak sepantasnya. Tidak memiliki sopan santun. Melakukan tawuran. Dan masih banyak lagi. Dan menurut saya solusi yang dapat dilakukan agar seperti itu tidak terulang lagi dengan memberikan edukasi kepada orang tua dengan menanamkan nilai-nilai pancasila sejak dini dan memantau pergaulan anak².
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Shafaa Aulia Ramadhani -
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12

a. Sistem etika perilaku politik saat ini
Dilihat dari kondisi politik saat ini, etika politik kita masih banyak masalah. Harusnya, perilaku politik mengikuti nilai-nilai Pancasila, seperti jujur, adil, transparan, dan berpihak pada ketimpangan rakyat. Tapi dalam praktiknya masih banyak penyimpangan. Contohya: kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, pelayanan publik yang tidak adil, dan lain-lain.

b. Etika generasi muda yang ada di sekitar dan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang terjadi saat ini
Kalau melihat generasi muda di lingkungan rumah, sebenarnya ada yang bagus dan ada yang kurang. Sekarang ada banyak anak muda yang kreatif, cepat belajar, dan memiliki pemikiran yang terbuka. Namun ada juga yang menunjukkan tanda-tanda penurunan moral, seperti kurang sopan kepada orang tua, malas ikut kegiatan sosial, lebih sibuk dengan gawai, dan mudah terbawa arus media sosial.
Solusi untuk mengatasi dekadensi moral:
- Pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan kekuarga (rumah)
- Mengawasi penggunaan media sosial dan mengarahkannya ke hal positif
- Sekolah dan lingkungan perlu membiasakan kegiatan yang menanamkan nilai Pancasila, bukan hanya teori
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Dawam Nugraha -
NAMA: DAWAM NUGRAHA
NPM: 2515012064
KELAS: B

A. Sistem etika perilaku politik saat ini & kesesuaiannya dengan Pancasila

Kalau melihat kondisi sekarang, etika politik di Indonesia sebenarnya belum sepenuhnya sejalan dengan nilai Pancasila. Masih banyak perilaku politik yang dipengaruhi kepentingan pribadi, kelompok, atau partai. Misalnya: praktik korupsi, penyalahgunaan jabatan, pelayanan publik yang tidak merata, dan birokrat yang tidak independen. Hal-hal seperti itu jelas bertentangan dengan nilai keadilan, kejujuran, kemanusiaan, dan sikap melayani yang terkandung dalam Pancasila.

Jadi, bisa dibilang etika politik kita sedang menghadapi masalah serius, terutama dalam hal integritas, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat. Masih jauh dari ideal, tetapi tetap bisa diperbaiki kalau ada komitmen bersama.

B. Etika generasi muda di lingkunganmu & apakah sesuai nilai bangsa + solusi dekadensi moral

Kalau melihat generasi muda sekarang, sebenarnya ada dua sisi. Banyak yang punya pemikiran maju, kreatif, dan terbuka, tapi ada juga sebagian yang kurang menjaga sopan santun, mudah terprovokasi di media sosial, dan tidak terlalu peduli dengan norma sosial.

Apakah sudah mencerminkan nilai bangsa? Sebagian iya, sebagian belum. Sikap saling menghargai, gotong royong, dan ramah tamah masih terlihat, tapi mulai terkikis oleh gaya hidup instan, pengaruh media sosial, dan kurangnya teladan dari orang dewasa maupun pejabat publik.

Untuk mengatasi dekadensi moral, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
1. Memberi contoh nyata, bukan hanya nasihat. Anak muda lebih melihat tindakan daripada kata-kata.
2. Meningkatkan literasi digital, supaya tidak mudah termakan hoaks, ujaran kebencian, atau budaya toxic di internet.
3. Menghidupkan kembali nilai lokal, seperti sopan santun, gotong royong, dan tenggang rasa.
4. Menciptakan lingkungan positif, baik di sekolah, rumah, maupun komunitas.
5. Memperkuat pendidikan karakter, bukan hanya fokus ke akademik.

Dengan langkah-langkah seperti ini, generasi muda bisa tetap maju tanpa kehilangan identitas dan nilai moral bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muftia Aminy -
PERTEMUAN 12
TUGAS ANALISIS SOAL
Artikel “Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan”

Nama : Muftia Aminy
NPM : 2515012018
Kelas : B

A. Sistem etika perilaku politik saat ini & kesesuaiannya dengan nilai Pancasila
Menurut saya, sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Praktik politik dan pemerintahan di lapangan masih sering menampilkan pelanggaran etika seperti:

1. Lemahnya integritas pejabat publik, Artikel menggambarkan banyak birokrat dan politisi yang terkooptasi kepentingan pribadi dan kelompok politik (vested interest).
2. Kurangnya independensi dan objektivitas (“impartiality”), Jabatan publik sering dipengaruhi kepentingan politik tertentu.
3. Penyalahgunaan kekuasaan & budaya korupsi. Korupsi dan penyimpangan birokrasi menjadi fenomena yang berulang.
4. Tidak adanya sikap pelayanan (service mindedness). Pejabat seharusnya melayani masyarakat, tetapi yang terjadi adalah masyarakat justru “melayani” birokrasi.


B. Etika generasi muda di lingkungan sekitar & keterkaitannya dengan nilai Pancasila + solusi dekadensi moral

1. Kondisi Etika Generasi Muda Saat Ini

Etika generasi muda pada umumnya memiliki dua sisi:

Sisi Positif
Banyak yang kreatif, kritis, peduli sosial.
Aktif dalam kegiatan berbasis komunitas dan digital.
Terbuka pada perubahan dan inovasi.

Sisi Negatif
Namun terdapat kecenderungan dekadensi moral, seperti:
Kurangnya sopan santun dalam komunikasi (baik offline maupun online).
Maraknya ujaran kebencian, bully, dan perilaku kasar di media sosial.
Individualisme semakin kuat, solidaritas melemah.
Meniru budaya asing tanpa menyaring nilai-nilai sesuai Pancasila.
Kurangnya rasa hormat kepada orang tua, guru, dan otoritas positif.
Apakah mencerminkan nilai bangsa Indonesia?
Sebagian mencerminkan, tetapi sebagian lainnya tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila, khususnya terkait:

Sila 2 → Kemanusiaan (karena sering muncul sikap kasar atau tidak beradab)
Sila 3 → Persatuan (karena banyak konflik akibat fanatisme dan perbedaan)
Sila 4 → Musyawarah (karena kecenderungan debat tanpa etika)
Sila 5 → Keadilan sosial (egoisme dan kurangnya empati)


2. Solusi Mengatasi Dekadensi Moral

a. Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila
Menanamkan nilai: sopan santun, gotong royong, empati, disiplin, tanggung jawab
b. Keteladanan dari orang dewasa & pejabat publik
Generasi muda meniru perilaku orang dewasa.
Jika pemimpin etis, masyarakat ikut baik.
c. Penguatan etika digital
Memberikan edukasi mengenai: etika berkomentar, etika bermedia sosial, dampak hukum ujaran kebencian dan privasi digital.
d. Revitalisasi budaya lokal
Menghidupkan kembali budaya positif seperti:
gotong royong, musyawarah, hormat pada orang tua, unggah-ungguh (tata krama Jawa), kearifan lokal daerah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Fausta Aisyi Tsuroya -
Nama:Fausta Aisyi Tsuroya
NPM:2515012065
KELAS: B
Analisis Soal 2

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Pancasila

Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan, terutama karena paradigma pemerintahan yang salah dan budaya birokrasi lama yang tetap dipertahankan sejak masa Orde Baru. Meskipun reformasi telah membuka ruang demokrasi, praktik politik dan birokrasi masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Banyak birokrat tidak memiliki independensi dalam bekerja, sehingga mudah terpengaruh kepentingan politik tertentu. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan dalam sila kedua dan kelima. Selain itu, sikap tidak adil dalam pelayanan publik menunjukkan bahwa prinsip impartiality belum dijalankan, sehingga merusak nilai persatuan dan keadilan sosial.
Integritas aparatur pemerintah juga banyak dipertanyakan. Penyalahgunaan jabatan, korupsi, manipulasi anggaran, dan pelayanan publik yang buruk menunjukkan bahwa nilai kejujuran, tanggung jawab, dan moralitas dalam Pancasila belum terwujud. Kurangnya transparansi membuat kepercayaan masyarakat menurun, sementara profesionalisme yang rendah menyebabkan birokrasi tidak efisien dan tidak mampu memberi pelayanan yang baik. Secara keseluruhan, sistem etika politik saat ini masih jauh dari nilai Pancasila, terutama dalam aspek keadilan, kemanusiaan, musyawarah, dan pelayanan publik yang seharusnya menjadi dasar perilaku politik bangsa.


B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Solusi Dekadensi Moral

Etika generasi muda di lingkungan sekitar menunjukkan kondisi yang beragam. Sebagian pemuda mulai kritis terhadap isu sosial dan politik, aktif di media sosial, dan ikut menyuarakan perubahan. Namun, banyak pula yang mengalami dekadensi moral, ditandai dengan sikap kurang peduli, kurang sopan, mudah terpengaruh oleh hoaks, serta terjebak dalam gaya hidup hedonis. Nilai-nilai gotong royong, sopan santun, dan tanggung jawab mulai memudar. Hal ini menunjukkan bahwa etika generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti menghargai sesama, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi moralitas.
Untuk mengatasi dekadensi moral, diperlukan beberapa solusi penting. Pertama, pendidikan karakter berbasis Pancasila perlu diperkuat melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Kedua, keteladanan dari pejabat publik harus ditingkatkan, karena buruknya etika pemerintah turut memengaruhi moral masyarakat. Ketiga, media massa perlu lebih berperan sebagai sarana edukasi, bukan sekadar penyebar konten sensasional. Keempat, generasi muda perlu dilibatkan dalam kegiatan sosial untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab. Selain itu, penggunaan media sosial perlu lebih bijak agar pemuda tidak terjebak pada informasi negatif. Dengan langkah-langkah ini, nilai-nilai Pancasila dapat kembali diterapkan dalam kehidupan generasi muda, sehingga moralitas bangsa .
In reply to Fausta Aisyi Tsuroya

Re: Forum Analisis Soal

by Annaisha Nasywaa Rasendriya -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN 12

NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : B

A. Jika dilihat dari kondisi politik saat ini, penerapan etika dalam perilaku politik masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Berbagai persoalan seperti penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan dalam pelayanan publik, serta kebijakan yang lebih condong pada kepentingan kelompok tertentu memperlihatkan bahwa nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab belum dilaksanakan secara menyeluruh. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip-prinsip etis Pancasila yang menekankan integritas, kepedulian terhadap masyarakat, dan penegakan keadilan.

Meskipun demikian, terdapat perkembangan positif, seperti meningkatnya pengawasan publik, keterlibatan media dalam mengungkap penyimpangan, serta munculnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi pemerintahan. Perbaikan ini menunjukkan bahwa etika politik sedang bergerak ke arah yang lebih baik, walaupun implementasinya masih menghadapi banyak kendala.

B. Etika generasi muda di lingkungan saya menunjukkan kecenderungan yang beragam. Sebagian masih menjunjung nilai-nilai yang menjadi ciri bangsa Indonesia, seperti menghargai orang lain, menjaga sopan santun, dan berperilaku wajar dalam pergaulan. Namun, ada pula yang mulai mengalami pergeseran nilai akibat pengaruh perkembangan teknologi dan gaya hidup modern. Misalnya, penggunaan bahasa yang kurang santun, perilaku di media sosial yang cenderung lepas dari norma, serta berkurangnya rasa kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Fenomena tersebut tentu tidak sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai moral yang dianut bangsa Indonesia. Karena itu, upaya perbaikan perlu dilakukan agar dekadensi moral tidak semakin meluas.

Beberapa solusi yang dapat ditempuh antara lain:
1. Memperkuat pendidikan karakter, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga, agar nilai etis dapat terbentuk sejak dini.
2. Pendampingan penggunaan teknologi dan media sosial, sehingga generasi muda mampu memilah informasi dan memahami batasan dalam berperilaku.
3. Menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perilaku positif, misalnya melalui kegiatan organisasi, komunitas, atau program pengembangan diri.
4. Memberikan teladan dari orang dewasa, karena perilaku yang baik lebih efektif disampaikan melalui contoh nyata daripada sekadar nasihat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by NIKEN WAHYUNINGTIAS 2515012032 -
Nama: Niken Wahyuningtias
NPM: 2515012032
Kelas: B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Sistem etika politik saat ini masih menghadapi banyak masalah seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelayanan publik yang tidak adil. Hal ini menunjukkan bahwa praktik politik belum sepenuhnya sesuai dengan nilai Pancasila, khususnya nilai kejujuran, keadilan, serta kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan rakyat. Secara teori sesuai, tetapi dalam praktik masih banyak penyimpangan.


B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia? Berikan solusi!

Etika generasi muda di lingkungan saya beragam. Ada yang menunjukkan sopan santun dan kepedulian, namun banyak juga yang mengalami penurunan moral seperti kurang menghormati orang tua, kurang etis bermedia sosial, dan mudah terpengaruh pergaulan negatif. Ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai bangsa.

Solusi singkat: memperkuat pendidikan karakter, membiasakan etika bermedia sosial, meningkatkan pengawasan keluarga, memberi ruang kegiatan positif, dan menegakkan kedisiplinan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Fathul Bari -
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

A. Kalau melihat keadaan politik sekarang, rasanya etika para pelaku politik masih belum benar-benar jalan sesuai nilai yang ada di Pancasila. Di permukaan memang banyak yang bicara soal rakyat, keadilan, dan pelayanan publik, tetapi praktiknya sering tidak begitu. Masih terlihat banyak kepentingan pribadi, perebutan kekuasaan, dan keputusan politik yang tidak berpihak pada masyarakat. Sikap transparan, jujur, dan bertanggung jawab yang seharusnya menjadi dasar perilaku politik juga belum jadi kebiasaan. Jadi, kalau ditanya apakah sudah sesuai dengan Pancasila, jawabannya masih jauh. Nilai dalam Pancasila sebenarnya sangat jelas arahannya, hanya saja belum dijadikan pegangan yang sungguh-sungguh dalam dunia politik.

B. Kalau melihat anak muda di lingkungan saya, sebenarnya campur aduk. Ada yang sopan, aktif ikut kegiatan masyarakat, dan peduli sama lingkungan sekitar. Tapi ada juga yang mulai cuek, kurang menghargai orang yang lebih tua, malas terlibat kegiatan warga, dan lebih banyak tenggelam di dunia online. Etika yang dulu dianggap biasa, seperti menyapa tetangga, minta izin, atau sekadar menghormati orang lain, makin lama makin memudar. Hal-hal seperti itu menunjukkan memang ada penurunan moral di sebagian anak muda.

Untuk memperbaikinya, rasanya tidak perlu sesuatu yang muluk. Lingkungan keluarga harus mulai tegas memberi contoh, bukan cuma memberi nasihat. Sekolah juga perlu lebih sering masuk ke ranah pembentukan karakter, bukan hanya nilai. Dan anak muda sendiri perlu dibiasakan ikut kegiatan yang melibatkan masyarakat supaya mereka tidak terlepas dari nilai-nilai yang hidup di daerahnya. Dengan begitu, perlahan-lahan etika yang baik bisa kembali terbentuk.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Riska Hermalinda -
Nama: Riska Hermalinda
NPM: 2515012076
Kelas: B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?
Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan. Secara normatif, perilaku politik mestinya berlandaskan nilai Pancasila, seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepentingan rakyat. Namun secara praktik, masih banyak penyimpangan yang menunjukkan bahwa etika politik belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
1. Ketidaksesuaian dengan Nilai Kejujuran (Sila 1 & Sila 2)
Kasus korupsi, manipulasi anggaran, dan penyalahgunaan jabatan menunjukkan bahwa sebagian aktor politik belum menjunjung nilai moral, kejujuran, dan amanah. Ini bertentangan dengan sila Ketuhanan YME dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
2. Ketidakadilan dan perilaku tidak imparsial (Sila 5)
Banyak kebijakan yang masih menguntungkan kelompok tertentu terutama elite politik dan birokrat sehingga melanggar prinsip keadilan sosial dan merugikan masyarakat luas.
3. Lemahnya integritas dan tanggung jawab (Sila 3 & 4)
Etika politik yang seharusnya mendahulukan kepentingan bangsa tergeser oleh kepentingan pribadi, partai, serta patron politik. Proses pengambilan keputusan pun sering tidak berdasarkan musyawarah yang sehat.
4. Transparansi politik masih rendah (Sila 4)
Keterbukaan informasi publik, transparansi anggaran, dan akuntabilitas sering tidak dijalankan dengan baik. Politik lebih sering berjalan di ruang tertutup dibanding ruang dialog publik.

Secara formal, sistem politik Indonesia sudah memiliki perangkat etika yang bagus kode etik DPR, UU pelayanan publik, dan mekanisme pengawasan. Namun secara praktik, etika perilaku politik kita belum sepenuhnya sesuai dengan nilai Pancasila. Masih banyak ruang perbaikan dalam kejujuran, transparansi, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan nilai bangsa? Berikan solusinya!
Etika generasi muda masa kini menunjukkan dua sisi: ada yang positif, tetapi juga ada tantangan serius yang menunjukkan adanya dekadensi moral.
1. Gambaran Etika Generasi Muda Saat Ini
Sisi positif:
Banyak yang memiliki kepedulian sosial dan solidaritas tinggi.
Melek teknologi, kreatif, dan cepat belajar.
Berani bersuara menyampaikan pendapat dan mengkritik hal yang tidak adil.
Sisi negatif:
Sopan santun dan tata krama mulai luntur akibat pengaruh media sosial.
Perilaku konsumtif dan ingin serba instan.
Meningkatnya ujaran kebencian, buli, dan kurang empati.
Kurangnya rasa tanggung jawab dan penghargaan terhadap orang tua atau tokoh masyarakat.
Sebagian perilaku generasi muda belum mencerminkan nilai-nilai bangsa, seperti gotong royong, sopan santun, dan tenggang rasa. Padahal, nilai-nilai itu adalah bagian dari etika Pancasila.

2. Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral
a. Pendidikan etika sejak dini
Sekolah dan keluarga perlu memberikan pendidikan karakter secara konsisten, bukan hanya teori tetapi melalui contoh dan kebiasaan.
b. Penguatan peran keluarga
Orang tua harus menjadi teladan etika mulai dari cara berbicara, sikap sopan, kejujuran, dan kebiasaan baik lainnya.
c. Literasi digital untuk generasi muda
Agar bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menggunakan teknologi secara positif.
d. Membangun budaya dialog dan musyawarah
Mengajarkan anak muda pentingnya komunikasi yang santun dan menghargai pendapat berbeda, sebagai implementasi sila keempat.
e. Menghidupkan kembali kearifan lokal
Tradisi seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan sopan santun perlu dipraktikkan sebagai bagian dari identitas budaya.
f. Penguatan peran komunitas dan sekolah
Melalui kegiatan sosial, bakti masyarakat, dan organisasi yang melatih empati serta kepemimpinan.
g. Penegakan aturan dan keteladanan publik
Pemimpin, guru, dan tokoh masyarakat harus menunjukkan perilaku etis yang dapat ditiru oleh generasi muda.

Etika politik dan etika generasi muda saat ini masih menghadapi banyak tantangan, baik karena lemahnya integritas politik maupun pengaruh modernisasi dan media sosial. Untuk memperbaikinya, diperlukan usaha bersama: pendidikan karakter, keteladanan, literasi digital, pelestarian nilai budaya, serta penguatan etika publik yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Lutfi Puspita Sari -
TUGAS ANALISIS SOAL, PERTEMUAN KE-12 
(Persimpangan Etika Dan Paradigma Pemerintahan) 

NAMA : LUTFI PUSPITA SARI
NPM: 2515012061
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : B

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Pancasila
Secara ideal, perilaku politik Indonesia harus sesuai nilai Pancasila: jujur (sila 1), humanis (sila 2), menjaga persatuan (sila 3), bermusyawarah (sila 4), dan adil (sila 5).
Namun praktiknya masih jauh dari nilai tersebut. Hal ini terlihat dari:
Maraknya korupsi dan penyalahgunaan jabatan
Pelayanan publik yang tidak adil
Politik identitas
Kurangnya transparansi dan akuntabilitas
Kebijakan yang sering tidak berpihak pada rakyat
Kesimpulannya: Etika politik Indonesia belum selaras dengan Pancasila, karena budaya birokrasi lama dan kepentingan politik masih mendominasi.

B. Etika Generasi Muda dan Solusi Dekadensi Moral
1. Kondisi Etika Generasi Muda
Nilai positif yang masih ada:
Toleransi
Kreativitas
Gotong royong dalam kegiatan tertentu
Tantangan besar yang muncul:
Individualisme dan hedonisme
Bahasa kasar dan kurang sopan
Bullying, tawuran, dan perilaku menyimpang
Kurangnya rasa tanggung jawab
Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua perilaku generasi muda mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia.
2. Solusi Mengatasi Dekadensi Moral
Keluarga: pendidikan karakter dan keteladanan
Sekolah: penguatan pendidikan karakter & kegiatan positif
Masyarakat: ruang kreatif dan kegiatan pemuda
Pemerintah: kebijakan etika digital, anti-bullying, dan penguatan nilai Pancasila
Individu: memilih lingkungan baik, meningkatkan empati, menghindari perilaku negatif. 

Kesimpulan :
Etika politik Indonesia dan etika generasi muda sama-sama menghadapi masalah moral. Diperlukan perbaikan bersama melalui pendidikan karakter, keteladanan, sistem politik yang bersih, dan penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Syafiqurrahman Yevfriadi -
Nama : Syafiqurrahman Yevfriadi
NPM : 2515012087
Kelas : B

A. Jika dilihat pada kondisi saat ini, etika perilaku politik di Indonesia masih jauh dari ideal yang diharapkan. Praktik politik masih sering dipengaruhi kepentingan pribadi, patronase, kolusi, dan penyalahgunaan kewenangan. Situasi ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku politik belum menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat yang memiliki tanggung jawab etis untuk bekerja demi kepentingan umum.

Jika dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, kondisi tersebut jelas belum sepenuhnya sesuai.
-Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) mengharuskan politisi berperilaku jujur, santun, dan menjunjung martabat manusia, tetapi praktik politik penuh intimidasi, hoaks, manipulasi, dan penyalahgunaan kekuasaan masih terjadi.
-Sila Kelima (Keadilan Sosial) menuntut kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, namun keputusan politik sering didorong kepentingan kelompok atau transaksi kekuasaan.
-Sila Keempat (Kerakyatan) mengamanatkan musyawarah dan kebijaksanaan, tetapi dinamika politik menunjukkan perdebatan yang lebih menonjolkan kepentingan golongan daripada kepentingan bangsa.

Dengan demikian, etika politik kita saat ini masih berada pada posisi inkonsisten yaitu meskipun memiliki pedoman moral yang jelas melalui Pancasila, tetapi belum sepenuhnya diimplementasikan dalam tindakan politik sehari-hari.

B.Menuurut saya etika generasi muda saat ini dapat dikatakan beragam terutama di lingkungan saya. Di satu sisi, banyak anak muda yang aktif, kreatif, kritis, dan peduli pada isu sosial. Mereka memanfaatkan teknologi untuk berbagi pengetahuan, menjunjung tinggi adilan, dan membangun solidaritas. Dan nilai-nilai penerapan pancasila seperti gotong royong , kepedulian sosial, dan toleransi masih tampak kuat di banyak komunitas.

Namun, di sisi lain, dekadensi moral juga semakin terlihat, terutama dalam bentuk:
-menurunnya sopan santun dalam komunikasi, baik langsung maupun di media sosial
-meningkatnya perilaku konsumtif dan individualistik
-rendahnya rasa hormat kepada orang lain dan figur otoritas
-penggunaan bahasa kasar sebagai hal yang dianggap biasa
-kecenderungan mengikuti tren tanpa memikirkan dampak moralnya

Jika dihubungkan dengan nilai etika bangsa Indonesia, sebagian perilaku generasi muda sudah tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai seperti sopan santun, tenggang rasa, empati, dan gotong royong.

Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral:
-Penguatan Pendidikan Karakter
Sekolah dan keluarga harus konsisten menanamkan nilai disiplin, kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab.
-Keteladanan dari Orang Dewasa
Generasi muda hanya bisa beretika jika orang tua, pendidik, pejabat publik, dan tokoh masyarakat menunjukkan contoh nyata dalam perilaku sehari-hari.
-Pembiasaan Etika Digital
Edukasi mengenai penggunaan media sosial secara beretika harus dilakukan secara serius, termasuk memerangi ujaran kebencian dan hoaks.
-Revitalisasi Nilai Pancasila
Pancasila tidak cukup diajarkan sebagai teori, tetapi harus dihidupkan sebagai perilaku: saling menghargai, gotong royong, dan berperilaku adil.
-Membangun Ruang Positif untuk Anak Muda
Pemerintah, kampus, dan komunitas perlu menyediakan wadah ekspresi positif agar mereka dapat mengembangkan diri tanpa terjebak pengaruh negatif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by NABILA ALICE GUSTIANA -
Nama: NABILA ALICE GUSTIANA
NPM: 2515012007
Kelas: B

A. Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia sering kali masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila mengandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang menjadi dasar moral dan etika dalam politik. Namun, dalam praktiknya masih banyak kasus pelanggaran etika seperti korupsi, tidak adil dalam pelayanan, kurangnya integritas, dan ketidaktransparanan yang menunjukkan bahwa implementasi etika politik Pancasila belum optimal. Oleh karena itu, etika politik Pancasila harus benar-benar dihayati dan diamalkan oleh para elit politik dan penyelenggara negara sebagai landasan moral dan norma bagi perilaku politik yang baik dan demokratis.

B. Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal seringkali mencerminkan adanya dekadensi moral yang tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai etika dan kebangsaan Indonesia. Contohnya dapat dilihat dari fenomena tawuran antar pelajar, bullying, kurangnya rasa hormat terhadap yang lebih tua, dan berbagai perilaku negatif lainnya. Hal ini menunjukkan rendahnya pendidikan moral dan pengawasan karakter sejak dini. Solusi untuk mengatasi dekadensi moral tersebut meliputi pendidikan karakter sejak dini, peningkatan pengawasan orang tua, pendidikan moral dan agama yang intensif, serta penegakan hukum yang tegas atas pelaku kejahatan moral. Selain itu, peran media dan masyarakat dalam membangun kesadaran etis juga sangat penting agar generasi muda dapat kembali menghayati nilai-nilai luhur bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Melati Fatika Sari -
NAMA : MELATI FATIKA SARI
NPM : 2515012031
KELAS : B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai–nilai Pancasila.
Di satu sisi, terdapat kemajuan seperti keterbukaan informasi publik, meningkatnya partisipasi masyarakat, dan upaya reformasi birokrasi. Namun dalam praktiknya, masih banyak penyimpangan etika politik, antara lain:

1. Masih maraknya korupsi dan penyalahgunaan wewenang
→ Bertentangan dengan sila ke-2 (Kemanusiaan), sila ke-5 (Keadilan sosial), dan prinsip integritas dalam demokrasi.


2. Praktik politik transaksional, nepotisme, dan patronase
→ Tidak selaras dengan sila ke-4 (Kerakyatan) yang menekankan musyawarah mufakat dan kebijaksanaan.


3. Kurangnya transparansi dalam pembuatan kebijakan publik
→ Berlawanan dengan prinsip keadilan dan keterbukaan dalam Pancasila.


4. Ketidakadilan pelayanan publik dan diskriminasi
→ Melanggar nilai persamaan derajat dan keadilan sosial.


5. Etika pelayanan publik yang buruk (arogansi, lamban, tidak responsif)
→ Tidak mencerminkan nilai kemanusiaan dan budaya melayani yang diajarkan Pancasila.



Jadi, secara konsep sistem etika politik Indonesia harusnya selaras dengan Pancasila, namun implementasinya masih jauh dari ideal, sehingga perlu perbaikan paradigma, integritas, serta penegakan hukum yang konsisten.


---

B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia? Berikan solusi dekadensi moral!

Etika generasi muda saat ini beragam—ada yang mencerminkan nilai bangsa, tetapi ada juga yang menyimpang.

1. Contoh etika generasi muda yang baik (mencerminkan nilai Indonesia):

Masih banyak yang sopan santun, menghormati orang tua, dan peduli lingkungan.

Semakin banyak yang terlibat dalam kegiatan positif seperti organisasi, komunitas sosial, dan kegiatan keagamaan.

Banyak anak muda yang kreatif, berprestasi, dan berkontribusi pada kemajuan daerah.


2. Contoh penyimpangan etika (dekadensi moral) yang sering terlihat:

Kurangnya sopan santun dalam berbicara, terutama di media sosial.

Menurunnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua.

Gaya hidup konsumtif, hedonisme, dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.

Mudah terpengaruh budaya asing tanpa filter.

Kurangnya tanggung jawab dan disiplin.

Prilaku bullying, intoleransi, dan kekerasan verbal.


Penyimpangan tersebut tidak mencerminkan nilai bangsa Indonesia, terutama nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, dan moralitas.


---

Solusi untuk mengatasi dekadensi moral generasi muda

1. Penguatan pendidikan karakter di sekolah dan rumah, melalui pembiasaan sopan santun, gotong royong, dan tanggung jawab.


2. Pemanfaatan media sosial secara positif, misalnya kampanye anti-bullying, konten edukatif, dan kreatifitas yang sehat.


3. Peran keluarga diperkuat, karena rumah adalah tempat pertama anak belajar etika.


4. Peran komunitas dan lingkungan untuk membangun budaya yang baik melalui kegiatan sosial dan keagamaan.


5. Peningkatan keteladanan dari pemerintah dan tokoh masyarakat, karena anak muda membutuhkan figur panutan.


6. Penegakan hukum yang tegas terhadap kasus korupsi, kekerasan, dan pelanggaran etika agar menjadi efek jera.


7. Penguatan nilai Pancasila sebagai dasar moral dan identitas bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Azizah Nur Fadilah -
Nama: Azizah Nur Fadilah
NPM: 2515012078
Kelas: B

Tugas Analisis Soal 2, dari Artikel "Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan."

A. Sistem etika perilaku politik saat ini dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai Pancasila
Menurut saya, sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menghadapi banyak tantangan. Praktik politik sering kali belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Contonya, sila ke-2 tentang Kemanusiaan yang adil dan beradab sering terabaikan ketika kepentingan politik lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat. Sila ke-3 tentang Persatuan Indonesia juga kerap terganggu oleh polarisasi politik dan kepentingan kelompok tertentu. Padahal, Pancasila menuntut agar politik dijalankan dengan integritas, transparansi, dan orientasi pada kesejahteraan rakyat. Jadi, bisa dikatakan bahwa etika politik kita masih jauh dari ideal, karena praktiknya sering bertentangan dengan nilai dasar Pancasila.

B. Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal dan solusi atas dekadensi moral
Di lingkungan saya, etika generasi muda terlihat beragam. Ada yang masih menjunjung tinggi nilai sopan santun, gotong royong, dan menghormati orang tua, tetapi ada juga yang mulai terpengaruh oleh budaya instan, individualisme, dan kurang peduli terhadap lingkungan sosial. Fenomena seperti penggunaan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian atau perilaku konsumtif yang berlebihan menunjukkan adanya dekadensi moral. Hal ini jelas tidak mencerminkan etika bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila, terutama sila ke-2 (kemanusiaan) dan sila ke-3 (persatuan).
Solusi yang saya lihat penting adalah:
1. Pendidikan karakter sejak dini di sekolah dan keluarga, agar nilai Pancasila benar-benar tertanam.
2. Teladan dari orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dalam berperilaku etis.
3. Pemanfaatan media sosial secara positif, contohnya untuk menyebarkan konten edukatif dan inspiratif.
4. Penguatan kegiatan sosial dan budaya lokal, seperti gotong royong, musyawarah desa, atau kegiatan keagamaan, agar generasi muda terbiasa dengan nilai kebersamaan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ghefira Athiyya Anandita -
Nama: Ghefira Athiyya
NPM: 2515012017
Kelas: B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila?

Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menunjukkan bahwa penerapannya belum sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Indonesia telah memiliki dasar etika pemerintahan yang kuat misalnya nilai moral yang bersumber dari sila-sila Pancasila. Namun secara penerapan, perilaku politik di lapangan masih memperlihatkan banyak penyimpangan.

Beberapa wujud ketidaksesuaian tersebut terlihat melalui:

1. Maraknya korupsi dan penyalahgunaan jabatan, yang jelas bertentangan dengan sila ke-2 (Kemanusiaan), sila ke-4 (Kerakyatan), dan terutama sila ke-5 (Keadilan Sosial).


2. Minimnya nilai kejujuran, dan transparansi, sehingga politik rentan dimanfaatkan oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.


4. Tidak meratanya perlakuan dalam pelayanan, khususnya ketika adanya sikap diskriminatif atau mendahulukan kepentingan kelompok tertentu.



Jika dibandingkan dengan nilai Pancasila, kondisi tersebut menunjukkan ketidakharmonisan, misalnya:

Sila ke-2 menuntut tindakan beradab, tetapi praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan jelas tidak mencerminkan hal itu.

Sila ke-3 mengharuskan persatuan, namun kepentingan politik yang justru mengancam persatuan.

Sila ke-4 menekankan musyawarah dan kebijaksanaan, tetapi seringkali keputusan politik lebih ditentukan oleh kepentingan elit bukan kepentingan bersama.

Sila ke-5 menuntut keadilan sosial, namun ketidakmerataan pelayanan publik dan ketidakadilan masih sangat terasa.


Dengan demikian, sistem etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai Pancasila, dan masih membutuhkan pembenahan serius melalui penguatan integritas, serta penegakan kode etik secara konsisten.


B. Bagaimanakah etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia? Berikan solusi terhadap dekadensi moral yang terjadi!

Di sekitar saya, generasi muda saat ini menunjukkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, banyak anak muda yang kreatif, kritis, mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Namun di sisi lain, terdapat pula sebagian generasj muda yang kurang beretika terutama akibat pengaruh globalisasi dan media digital.

Beberapa permasalahan etika generasi muda yang sering tampak di lingkungan masyarakat antara lain:

1. Menurunnya sopan santun dalam berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.


2. Mudah terpengaruh gaya hidup hedonis, yang menekankan penampilan daripada nilai.


3. Kecenderungan berbicara kasar di media sosial, maraknya perundungan digital, dan kurangnya empati.


4. Tingginya individualisme, sehingga gotong royong sebagai kearifan lokal mulai berkurang.


5. Kurangnya tanggung jawab serta kedisiplinan dalam kegiatan belajar maupun organisasi.



Jika dibandingkan dengan nilai luhur bangsa Indonesia, sebagian perilaku tersebut menunjukkan bahwa generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai etika masyarakat Indonesia.

Solusi untuk Mengatasi menurunnya nilai moral generasi muda:

1. Pendidikan karakter yang konsisten
Penguatan nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di sekolah maupun keluarga harus dilakukan secara nyata, bukan sekadar teori.


2. Peran keluarga sebagai model etika
Orang tua perlu memberikan contoh perilaku sopan, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.


3. Pemanfaatan media digital yang bijak
Edukasi tentang etika bermedia sosial, literasi digital, dan dampak negatif konten yang tidak pantas harus diperkuat.


4. Revitalisasi kearifan lokal
Tradisi gotong royong, kerja bakti, musyawarah kampung, dan kegiatan adat lainnya perlu dilibatkan kembali dalam aktivitas pemuda.


5. Membentuk komunitas positif
Mengikutsertakan anak muda dalam kegiatan organisasi, seni, olahraga, dan volunteerism untuk menumbuhkan empati dan kepedulian.


6. Ketegasan penegakan aturan sosial
Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus memberi batas yang jelas terhadap perilaku menyimpang agar generasi muda belajar mengenai tanggung jawab.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alya Viantrika Nabila -
Nama:Alya Viantrika Nabila
Npm:2515012026
Kelas:B

A. Menurut saya, bagaimana sistem etika perilaku politik saat ini dan kesesuaiannya dengan Pancasila
Menurut saya, sistem etika perilaku politik di Indonesia sebenarnya sudah memiliki landasan yang cukup kuat karena negara kita telah menetapkan berbagai aturan, kode etik, dan pedoman moral bagi para pelaku politik. Namun, dalam kenyataannya, saya melihat bahwa praktik di lapangan masih jauh dari ideal. Masih banyak muncul kasus penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, politik uang saat pemilu, serta keputusan-keputusan politik yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan rakyat. Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa meskipun sistemnya sudah jelas, pelaksanaannya belum sepenuhnya konsisten dengan nilai-nilai yang seharusnya menjadi dasar perilaku politik.
Jika dibandingkan dengan nilai-nilai Pancasila, menurut saya perilaku politik di Indonesia saat ini belum berjalan secara sepenuhnya selaras. Misalnya, pada sila kedua mengenai “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, praktik seperti korupsi dan manipulasi kekuasaan jelas merugikan masyarakat dan menunjukkan kurangnya sikap kemanusiaan. Pada sila keempat tentang “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, saya melihat bahwa musyawarah dan kebijaksanaan seringkali tergeser oleh kepentingan politik yang bersifat pragmatis atau kelompok tertentu. Begitu juga dengan sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, di mana ketidakadilan masih terjadi akibat perilaku politik yang tidak jujur dan tidak transparan. Dengan demikian, menurut saya sistem etika politik sebenarnya sudah baik, tetapi praktiknya masih perlu diperbaiki agar benar-benar mencerminkan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh.

B. Menurut saya, bagaimana etika generasi muda di lingkungan saya serta solusinya terhadap dekadensi moral
Menurut saya, etika generasi muda di lingkungan sekitar saya menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Banyak anak muda yang memiliki sikap yang baik, seperti menghormati orang tua, berperilaku sopan, serta aktif dalam kegiatan positif baik di sekolah maupun di masyarakat. Mereka juga ada yang memiliki semangat belajar yang tinggi, kreatif, dan berpikiran terbuka. Namun, saya juga melihat adanya kelompok generasi muda yang mulai menunjukkan tanda-tanda dekadensi moral atau penurunan etika. Hal ini tampak dari banyaknya anak muda yang berbicara dengan nada kurang sopan, mudah terpengaruh budaya negatif dari media sosial, bersikap individualistis, serta kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Beberapa juga cenderung mengabaikan norma dan nilai sosial, seperti rasa hormat, gotong royong, dan tenggang rasa, yang sebenarnya merupakan karakter kuat bangsa Indonesia.
Menurut saya, kondisi ini menunjukkan bahwa etika sebagian generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia. Nilai seperti sopan santun, kebersamaan, saling menghargai, dan rasa tanggung jawab mulai memudar akibat pengaruh lingkungan, pergaulan, serta teknologi yang digunakan tanpa pengawasan. Untuk mengatasi dekadensi moral seperti ini, menurut saya diperlukan berbagai upaya sekaligus. Pertama, pendidikan karakter di sekolah harus diperkuat melalui pembiasaan positif, bukan hanya teori. Kedua, keluarga harus mengambil peran sebagai contoh utama, karena sikap anak biasanya terbentuk dari lingkungan rumah. Ketiga, penggunaan media sosial perlu diawasi dan diarahkan agar tidak menjadi sumber perilaku negatif. Keempat, generasi muda sebaiknya dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan positif seperti organisasi, olahraga, kegiatan sosial, dan aktivitas kreatif yang membangun nilai kerja sama dan tanggung jawab. Terakhir, nilai-nilai Pancasila harus kembali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dihafalkan. Dengan kombinasi langkah-langkah tersebut, menurut saya etika generasi muda dapat diperbaiki sehingga lebih mencerminkan karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Citra Elkana Nainggolan -
Nama: Citra Elkana Nainggolan
NPM: 2515012077
Kelas: B

Analisis Soal

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini
Kalau dilihat dari kondisi sekarang, etika politik di Indonesia masih banyak yang belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, praktik korupsi, politik uang, dan kepentingan kelompok tertentu masih sering terjadi. Hal ini jelas bertentangan dengan sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila kelima tentang keadilan sosial. Jadi, meskipun Pancasila dijadikan dasar negara, praktik politik kita belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilainya.

B. Etika Generasi Muda dan Solusi Dekadensi Moral
Di lingkungan sekitar, etika generasi muda ada yang baik, seperti masih menjaga kebersamaan dan solidaritas, tapi ada juga yang mulai terpengaruh gaya hidup individualis dan hedonis. Sikap kurang hormat kepada orang tua atau guru juga mulai terlihat. Ini menunjukkan adanya dekadensi moral yang bertentangan dengan nilai bangsa.

Sebagai solusi, menurut saya pendidikan karakter berbasis Pancasila harus lebih diperkuat, baik di sekolah maupun keluarga. Media sosial juga sebaiknya digunakan untuk hal-hal positif. Selain itu, lingkungan masyarakat perlu mendukung agar anak muda terbiasa dengan nilai gotong royong, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan begitu, generasi muda bisa kembali mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Atha Virgie Saputra -
Nama: Muhammad Atha Virgie Saputra
NPM: 2515012073
Kelas: B

Tugas Analisis Soal 2, dari Artikel "Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan."

A. Sistem etika perilaku politik saat ini dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai Pancasila
Menurut saya, sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini jauh dari kata ideal dan masih menghadapi banyak tantangan. Seperti contohnya ketika kepentingan politik menjadi fokus utama dibandingkan kepentingan rakyat, adanya kepentingan kelompok tertentu(khususnya kelompok-kelompok politik yang menonjol), kasus korupsi yang meraja lela, dan yang lebih parahnya lagi, tindak pidana korupsi di Indonesia mayoritas dilakukan oleh pejabat-pejabat tinggi yang "katanya" siap mengabdi untuk negeri. Padahal, Pancasila menuntut agar politik dijalankan dengan integritas, transparansi, dan orientasi pada kesejahteraan rakyat.

B. Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal dan solusi atas dekadensi moral
Di lingkungan saya, etika generasi muda yang saya amati bermacam-macam. Ada yang masih senantiasa mengimplementasikan nilai sopan santun, gotong royong, dan menghormati orang tua, tetapi ada juga yang mulai terpengaruh oleh budaya instan, individualisme, dan "bodo amat" terhadap lingkungan sosial. Hal ini jelas tidak mencerminkan etika bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila, terutama sila ke-2 (kemanusiaan) dan sila ke-3 (persatuan).
Solusi yang dapat kita realisasikan adalah:
1. Pendidikan karakter sejak dini, mulai dari orang tua, sekolah, dan lain sebagainya.
2. Pemanfaatan media sosial sebagai perantara dalam penyebaran hal-hal positif dan juga edukatif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Prawira ‎ -

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12


Nama : Prawira

NPM : 2515012046

Kelas : B


A. Analisis Sistem Etika Politik di Indonesia


Menurut saya, sistem etika politik di Indonesia sebenarnya sudah memiliki dasar yang kuat karena bersumber dari nilai-nilai Pancasila. Namun dalam praktiknya masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki, di antaranya:


1. Korupsi

Tindakan korupsi masih menjadi persoalan serius karena merusak kepercayaan publik dan merugikan negara. Hal ini jelas bertentangan dengan sila kelima yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.



2. Politik Identitas

Penggunaan isu identitas dalam politik sering menimbulkan polarisasi dan perpecahan. Praktik ini tidak sejalan dengan sila ketiga Pancasila yang mengedepankan persatuan.



3. Hoaks dan Ujaran Kebencian

Maraknya penyebaran informasi palsu serta ujaran kebencian di media sosial berdampak pada terganggunya hubungan sosial dan dapat memicu konflik. Hal ini bertentangan dengan sila pertama dan sila kedua.



4. Politik Uang

Praktik politik uang masih sulit dihilangkan dan merusak nilai demokrasi. Tindakan ini menyalahi prinsip keadilan serta tidak sesuai dengan etika berpolitik yang sehat.




Secara keseluruhan, etika dalam perilaku politik di Indonesia masih terus berproses dan menghadapi berbagai hambatan. Untuk memperbaikinya, diperlukan usaha bersama dari seluruh elemen bangsa melalui:


1. Penguatan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda terbiasa menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.



2. Penegakan Hukum yang Tegas

Semua bentuk pelanggaran seperti korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia harus ditindak secara adil tanpa pandang bulu.



3. Mendorong Partisipasi Publik

Masyarakat harus semakin aktif mengawasi jalannya pemerintahan dan memberikan kritik maupun saran terhadap kebijakan.



4. Pemanfaatan Teknologi Secara Adil

Pengembangan teknologi harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk keuntungan kelompok tertentu saja.




Kesimpulannya, etika politik di Indonesia masih jauh dari ideal, namun dengan kerja sama, kesadaran kolektif, dan komitmen bersama, sistem politik yang sesuai dengan nilai Pancasila dapat diwujudkan.




B. Analisis Perilaku Generasi Muda terhadap Nilai Pancasila


Menurut saya, perilaku generasi muda saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, meskipun masih banyak yang memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan keinginan untuk berkontribusi positif. Tantangan seperti menurunnya moralitas dan pengaruh negatif media sosial membuat sebagian anak muda menjauh dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.


Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, diperlukan upaya menyeluruh melalui:


1. Pendidikan Karakter yang Konsisten

Penanaman karakter harus dilakukan sejak kecil dan terus dikembangkan agar nilai moral, etika, dan sikap kewarganegaraan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.



2. Peran Keluarga

Keluarga adalah tempat pertama pembentukan karakter sehingga orang tua wajib menjadi contoh yang baik bagi anak.



3. Peran Sekolah

Sekolah tidak hanya memberi ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membangun lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan etika siswa.



4. Peran Masyarakat

Lingkungan sosial harus menjadi tempat yang mendorong tindakan positif, saling menghargai, dan saling mengingatkan.



5. Peran Pemerintah

Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung pembentukan karakter bangsa, seperti program pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta penegakan hukum.



6. Pemanfaatan Teknologi Secara Bijak

Teknologi dapat digunakan untuk menyebarkan konten positif dan membangun komunitas yang sehat sehingga dapat mengurangi pengaruh negatif dunia digital.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Kezia Yemima Situmeang -
TUGAS FORUM ANALISIS SOAL

NAMA: KEZIA YEMIMA SITUMEANG
NPM: 2515012070

A. Etika politik saat ini & kesesuaiannya dengan Pancasila
Etika politik sekarang masih banyak masalah, seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan kurangnya kejujuran. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku politik belum sepenuhnya sesuai dengan nilai Pancasila, terutama dalam hal keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah untuk kepentingan rakyat.

B. Etika generasi muda & solusi dekadensi moral
Sebagian anak muda sudah bersikap baik, tapi ada juga yang mulai menunjukkan perilaku kurang sopan, mudah terpengaruh media sosial, dan kurang peduli lingkungan.

Solusinya:
1. Membiasakan sopan santun dan tanggung jawab.
2. Menguatkan pendidikan karakter di rumah dan sekolah.
3. Mengikuti kegiatan positif seperti organisasi, komunitas, atau kegiatan sosial.
4. Menjadikan nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Callista Apsarini Syahlaa -
Analisis Soal dari Artikel "Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan"

Nama: Callista Apsarini Syahlaa
NPM: 2515012003
Kelas: A

A. Sistem etika politik di Indonesia pada dasarnya sudah memiliki dasar kuat karena bersumber dari nilai-nilai Pancasila, namun dalam praktik masih banyak penyimpangan seperti korupsi, rendahnya transparansi, profesionalisme yang lemah, dan orientasi kepentingan pribadi atau kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan etika politik belum sepenuhnya sesuai dengan nilai Pancasila seperti kejujuran, keadilan, musyawarah, serta kepentingan rakyat. Peningkatan integritas, kejujuran dan penegakan kode etik sangat diperlukan agar sistem politik benar-benar mencerminkan nilai luhur Pancasila.

B. Etika sosial generasi muda saat ini beragam; banyak yang kreatif dan terbuka, namun tidak sedikit pula yang mengalami penurunan moral seperti kurang sopan santun, individualis, serta pengaruh negatif media sosial. Di lingkungan saya, sebagian pemuda masih menjunjung nilai gotong royong dan saling menghargai, tetapi ada pula yang mulai meninggalkan nilai-nilai tersebut. Kesimpulannya, etika generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan nilai bangsa Indonesia. Solusi yang dapat dilakukan antara lain memperkuat pendidikan karakter, membiasakan penggunaan media sosial yang bijak, meningkatkan peran keluarga, memberikan teladan moral yang baik, serta menyediakan kegiatan positif agar generasi muda lebih terarah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Adeline Trianita Maulana 2515012029 -
Nama : Adeline Trianita Maulana
NPM : 2515012029
Kelas : A


A. Sistem etika perilaku politik saat ini & kesesuaiannya dengan Pancasila

Etika perilaku politik saat ini masih banyak menyimpang dari nilai Pancasila. Praktik seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, tidak profesional, rendah transparansi, serta pelayanan publik yang buruk menunjukkan belum tegaknya nilai kemanusiaan, keadilan, kejujuran, dan integritas. Meskipun sistem demokrasi sudah berjalan, budaya birokrasi lama dan kepentingan politik masih kuat sehingga perilaku politik belum sepenuhnya mencerminkan nilai Pancasila seperti keadilan, kebenaran, kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan pada rakyat.


B. Etika generasi muda saat ini & solusinya

Etika generasi muda di sekitar lingkungan saya masih beragam. Sebagian sudah baik—terbuka, aktif, kreatif, dan peduli sosial—namun sebagian mengalami dekadensi moral seperti kurang sopan santun, kurang menghargai orang lain, mudah terpengaruh media sosial, dan tidak disiplin. Perilaku tersebut belum sepenuhnya mencerminkan nilai etika bangsa Indonesia seperti gotong royong, rasa hormat, tanggung jawab, dan kesantunan.

Solusi mengatasi dekadensi moral:

1. Pendidikan karakter sejak dini melalui keluarga & sekolah.

2. Membatasi dampak negatif media sosial dan memperbanyak literasi digital.

3. Menghidupkan kembali nilai budaya lokal dan Pancasila dalam kegiatan sehari-hari.

4. Menjadi teladan melalui komunitas, lingkungan, dan pergaulan positif.

5. Membangun ruang kreatif yang mendorong generasi muda lebih produktif dan beretika.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Zaskia Anastasya -
Nama : Zaskia Anastasya
NPM : 2515012055
KELAS : B

A. Etika politik Indonesia secara aturan sudah mengacu pada Pancasila, tetapi praktiknya masih banyak yang menyimpang. Masalah seperti korupsi, politisasi jabatan, pelayanan publik yang tidak adil, dan rendahnya integritas menunjukan bahwa pelaku politik belum konsisten menjalankan nilai Pancasila, khususnya soal kejujuran, keadilan, dan kebijaksanaan. Jadi, sistem etikanya sudah benar, tetapi pelaksanaannya masih jauh dari ideal.

B. Perilaku generasi muda kini cenderung Campuran, ada yang positif, tetapi sebagian menunjukan penurunan sopan santun dan kurang tanggung jawab, terutama akibat pengaruh media sosial.

Solusi:

1.) Penguatan pendidikan karakter.
2.) Literasi digital yang lebih baik.
3.) Teladan dari keluarga dan lingkungan.
4.) Penguatan budaya lokal seperti gotong royong atau musyawarah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Baby Ghania Marada -
ANALISIS SOAL
Nama: Baby Ghania Marada
NPM: 2515012056
Kelas: A

A. Etika perilaku politik saat ini dan kesesuaiannya dengan Pancasila
Etika politik di Indonesia saat ini belum sejalan sepenuhnya dengan nilai-nilai Pancasila. Meski Reformasi membuka ruang demokrasi, pola birokrasi lama masih bertahan. Kurangnya independensi pejabat, ketidakadilan pelayanan, minimnya transparansi, serta maraknya korupsi menunjukkan bahwa prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab belum diterapkan secara konsisten. Karena itu, etika politik sekarang masih jauh dari nilai Pancasila.

B. Etika generasi muda dan solusi dekadensi moral
Etika generasi muda di lingkungan sekitar bervariasi. Ada yang bersikap positif dan aktif dalam kegiatan sosial, namun banyak pula yang mengalami penurunan moral seperti kurang sopan, mudah terpengaruh media sosial, dan kurang memiliki solidaritas.

Hal ini menunjukkan bahwa etika sebagian pemuda belum sepenuhnya mencerminkan nilai bangsa. Untuk mengatasinya, diperlukan pendidikan karakter, teladan dari keluarga, literasi digital, serta pembiasaan budaya gotong royong dan disiplin agar moral generasi muda dapat kembali terbentuk dengan baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Raffa Adelia -
Pertemuan 12 analisis soal
NAMA : RAFFA ADELIA
NPM : 2515012069
KELAS : B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku Politik saat ini? sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Menurut saya, sistem etika Perilaku Politik saat ini belum sesuai dengan nilai Pancasila. terdapat gap besar antara tuntunan reformasi untuk menjadi pelayan publik dan budaya birokras, lama yang masih bertahan, berorientasi Pada kekuasaan dan kepentingan pribadi. Pelanggaran terhadap integritas, kendakadilan, dan trans parasi marak terjadi, terbukti dari kasus korupsi dan diskriminası Pelayanan, yang secara langsung mencederai nilai kemanusiaan yg adil dan beradab serta keadilan sosia Pancasila, menyebabkan ketidak percayaan publik.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, Pada umumny a Membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di Sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dranut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adarıya dekadensi moral yang saat ini teriadi!
Etika generasi muda di sekitar kita saat ini cenderung ambivalen. meskipun mereka adaptif dan Toleran (sesuai Silake zsu), mereka sering menunjukkan kelemahan diranah digital Citizenship dan sopan santun yang mengindikasikan dekadensi moral dalam hal unggah-ungguh dan integritas Personal.
Solusi mengatasi, dekadensi moral:
-Pendidikan karakter melalvi Soft Skill (service training & empat).
-Peran keluarga sebagai benteng utama ya menanamkan disiplin, kejujuran, dan unggah-ungguh.
-Perlu diciptakan lingkungan sosial ya menghargai integritas dan mengkritik penyimpangan. -menggunakan platform digital untuk memviralkan kisah dan konten inspiratik yang mempromosi kan etika Pancasila dan kearifan lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Kaysan Al Faizan -
Nama: Kaysan Al Faizan
NPM: 2515012047

A. Sistem etika perilaku politik saat ini dan kesesuaiannya dengan nilai Pancasila (Parafrase)
Etika dalam praktik politik Indonesia saat ini berada pada situasi yang rumit: di satu sisi ada kemajuan dalam proses demokratisasi, namun di sisi lain masih banyak perilaku politik yang tidak sejalan dengan etika publik. Fenomena seperti penyalahgunaan kekuasaan, politik uang, kurangnya keterbukaan, dan minimnya integritas masih sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian praktik politik belum mencerminkan nilai-nilai moral yang dijunjung dalam Pancasila.

Jika dikaitkan dengan setiap sila Pancasila:

Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa) menuntut perilaku yang jujur dan bermoral, tetapi kenyataannya masih banyak tindakan manipulatif dan korupsi.

Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) mengharuskan penghargaan terhadap martabat manusia, namun praktik politik sering kali mengutamakan kepentingan kelompok tertentu dibanding rakyat.

Sila 3 (Persatuan Indonesia) kurang tercermin karena polarisasi politik dan pertentangan kepentingan masih kuat.

Sila 4 (Kerakyatan melalui Musyawarah) belum sepenuhnya terlaksana karena proses politik cenderung didominasi elit dan bukan hasil dialog bersama masyarakat.

Sila 5 (Keadilan Sosial) belum terwujud merata karena banyak kebijakan yang lebih menguntungkan golongan tertentu.

Dengan demikian, etika politik Indonesia masih perlu dibenahi agar lebih selaras dengan Pancasila. Upaya perbaikan harus mengutamakan transparansi, akuntabilitas, integritas, serta orientasi kepada pelayanan publik, sehingga nilai Pancasila benar-benar menjadi dasar perilaku politik.

B. Etika generasi muda di lingkungan sekitar dan solusinya terhadap dekadensi moral (Parafrase)
Etika generasi muda saat ini tampak beragam: sebagian menunjukkan sikap positif seperti kreatif, terbuka, dan peduli sesama, namun sebagian lainnya memperlihatkan perilaku yang kurang baik, misalnya kurang menghargai orang lain, berbicara kasar terutama di media sosial, rendah kepedulian terhadap lingkungan, dan meniru budaya populer tanpa seleksi. Perilaku tersebut belum seutuhnya mencerminkan nilai budaya Indonesia seperti sopan santun, gotong royong, dan rasa hormat.

Dekadensi moral di kalangan remaja dipengaruhi oleh beberapa hal: kuatnya arus informasi dari media sosial, lemahnya peran pengawasan keluarga, berkurangnya figur teladan di ruang publik, serta kurang maksimalnya pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menguatkan pembinaan karakter di rumah dan sekolah, terutama terkait kesopanan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan berempati.
2. Mendorong remaja terlibat dalam kegiatan sosial agar mereka terbiasa bekerja sama dan membantu sesama.
3. Menunjukkan teladan nyata dari orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat dalam sikap dan ucapan.
4. Mengawasi serta mengarahkan penggunaan media sosial agar tidak menjadi tempat munculnya ujaran kebencian atau perilaku negatif lainnya.
5. Menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal—seperti gotong royong, saling menghargai, dan musyawarah—untuk ditanamkan kembali sejak usia dini.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by HAIKAL YUSRON -
HAIKAL YUSRON
2515012086

Analisis Soal 2

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini ? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila ?

Menurut saya, sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Memang ada upaya perbaikan, tetapi pada praktiknya masih sering muncul masalah seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, politik uang, tidak transparan, dan kurangnya integritas. Semua ini bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama:
-sila 2 (Kemanusiaan) menuntut keadilan dan perlakuan manusiawi, tetapi praktik politik kadang masih merugikan masyarakat.
-Sila 4 (Kerakyatan/Musyawarah) keputusan seharusnya berdasarkan kepentingan rakyat, tetapi sering dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.
-Sila 5 (Keadilan Sosial) seharusnya memperjuangkan kesejahteraan rakyat, namun masih banyak kebijakan yang tidak merata.

Jadi menurut saya, etika politik hari ini masih perlu dibenahi agar lebih mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan Pancasila, seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan pelayanan untuk kepentingan publik.

B. Bagaimanakah etika generasi muda di lingkunganmu ? Apakah mencerminkan etika bangsa Indonesia? Berikan solusi dekadensi moral !

Menurut saya, etika generasi muda di sekitar tempat tinggal saya cukup beragam. Ada yang masih memegang nilai kesopanan, saling menghargai, dan peduli pada lingkungan sosial. Namun tidak sedikit juga yang:
kurang sopan dalam berbicara,
mudah terpengaruh media sosial,
kurang respect terhadap orang yang lebih tua,
terlalu individualis,
dan kadang mengabaikan norma yang berlaku.

Sebagian perilaku generasi muda tersebut belum sepenuhnya mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia, seperti sopan santun, gotong royong, dan saling menghargai.

Menurut saya, beberapa solusi dekadensi moral yang bisa dilakukan antara lain:
1.Penguatan pendidikan karakter
Sejak dari rumah, sekolah, dan lingkungan, nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati harus terus dibiasakan.
2. Pemanfaatan media sosial secara positif
Generasi muda perlu diarahkan untuk menggunakan media sosial sebagai ruang edukasi, bukan tempat saling menjatuhkan.
3. Keteladanan dari orang dewasa
Menurut saya, anak muda akan lebih mudah mengikuti contoh nyata dibanding sekadar nasihat. Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat harus memberi teladan.
4. kegiayan sosial dan gotong royong
Melibatkan anak muda dalam kegiatan sosial bisa membantu menanamkan rasa kepedulian dan kebersamaan.
5. lingkungan pergaulan yang baik
Pergaulan sangat mempengaruhi moral. Teman yang positif akan membawa pengaruh baik.
6. penerapan aturan yang tegas tetapi mendidik
Jika ada perilaku menyimpang, perlu ada sanksi yang mendidik agar tidak terulang.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Nanda Hanifatuzzakiyyah -
Nama : Nanda Hanifatuzzakiyyah
NPM : 2515012050
Kelas : B


A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuai dengan Pancasila atau belum?

      Secara umum, etika perilaku politik di Indonesia sekarang masih jauh dari ideal. Ada politik yang berjalan dengan baik, tapi tidak sedikit juga kasus penyalahgunaan jabatan, korupsi, dan pelayanan publik yang tidak ramah. Banyak pejabat dan birokrat yang masih melihat jabatan sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai amanah untuk melayani masyarakat. Hal-hal seperti ketidakadilan pelayanan, tidak transparan dalam penggunaan anggaran, dan keputusan yang dipengaruhi kepentingan pribadi atau kelompok masih sering muncul.

      Kalau dibandingkan dengan nilai Pancasila, jelas masih belum sepenuhnya sesuai. Nilai keadilan, kejujuran, sikap menghargai rakyat, dan tanggung jawab belum sepenuhnya dijalankan. Pancasila mengajarkan moral, kejujuran, dan pelayanan kepada masyarakat, tetapi dalam praktiknya nilai-nilai itu belum semuanya diterapkan secara konsisten. Ada kemajuan, tapi masalah etika politik tetap jadi pekerjaan rumah besar.

B. Bagaimana etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan nilai bangsa? Solusi untuk dekadensi moral

     Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal saya sebenarnya beragam. Ada anak muda yang sopan, terbuka, dan peduli lingkungan sekitar. Tapi ada juga yang kurang menghargai orang yang lebih tua, cuek terhadap norma-norma sosial. Perubahan zaman memang membuat gaya hidup anak muda lebih bebas, tapi kadang kebebasan itu tidak dibarengi dengan tanggung jawab.

      Sebagian memang masih mencerminkan nilai bangsa seperti gotong royong, saling menghormati, dan ramah. Namun, tidak sedikit juga yang semakin jauh dari nilai itu karena pengaruh media sosial, lingkungan, dan kurangnya keteladanan dari orang dewasa. Untuk mengatasinya, beberapa hal bisa dilakukan. Pertama, lingkungan keluarga perlu memberikan contoh yang baik, karena pendidikan karakter dimulai dari rumah. Kedua, sekolah dan masyarakat harus lebih aktif menanamkan nilai gotong royong, empati, dan tanggung jawab lewat kegiatan nyata, bukan hanya teori. Ketiga, anak muda sendiri harus lebih sadar bahwa etika bukan aturan yang mengekang, tapi pedoman agar hidup lebih tertib dan saling menghargai. Keempat, media sosial harus digunakan dengan bijak, karena banyak perilaku buruk muncul dari kebiasaan online yang tidak terkontrol.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Dita ayu lestari -
nama : Dita Ayu Lestari
npm : 2515012015
kelas: b

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini menunjukkan perpaduan antara upaya dan tantangan. Secara ideal, etika politik adalah panduan moral yang mengatur perilaku pelaku politik agar bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Pancasila seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial seharusnya menjadi acuan perilaku politik yang baik. Pancasila sebagai sistem etika menuntut bahwa perilaku politik tidak hanya mengikuti aturan hukum tetapi juga nilai moral, keadilan, dan kemanfaatan umum.
Namun dalam praktiknya, masih terdapat fenomena yang menunjukkan bahwa etika politik belum sepenuhnya konsisten diterapkan. Misalnya, masih adanya perilaku korupsi, nepotisme, manipulasi informasi, sampai politik identitas dalam kontestasi politik yang sering kali melenceng dari cita-cita Pancasila. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sering muncul karena lemahnya penegakan etika politik di antara elite pemerintahan dan legislatif.
Karena itu, dapat dikatakan bahwa sistem etika politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Meskipun dasar etika Pancasila tetap menjadi rujukan normatif, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan struktural dan budaya yang harus terus diperbaiki.
B. Etika generasi muda di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang terjadi!
Di lingkungan sekitar saya, etika generasi muda menunjukkan pola yang beragam. Banyak generasi muda yang tetap menjunjung nilai sopan santun, toleransi, gotong royong, dan saling menghormati — nilai-nilai yang sejalan dengan Pancasila dan budaya Indonesia. Mereka aktif dalam kegiatan komunitas, membantu orang lain, dan menjalankan kehidupan sosial secara harmonis. Di sisi lain, ada pula generasi muda yang terpengaruh oleh globalisasi dan perkembangan teknologi sehingga kadang menunjukkan sikap individualistik, impulsif, atau kurang mempertimbangkan norma sosial dalam berinteraksi, terutama di media sosial.
Fenomena seperti kebiasaan mengeluarkan komentar pedas, gossip tanpa verifikasi, hingga kurangnya empati terhadap orang lain menunjukkan adanya dekadensi moral, di mana pemahaman terhadap nilai etika belum sepenuhnya kuat di kalangan generasi muda.
Untuk mengatasi hal ini, beberapa solusi yang bisa dilakukan antara lain:
Pendidikan nilai sejak dini: Melalui sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial, generasi muda perlu terus dibekali pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila seperti saling menghargai, gotong royong, dan keadilan sosial. Pendidikan karakter membantu mereka memahami mana yang baik/buruk tidak hanya secara teori tetapi secara praktik dalam tindakan sehari-hari.
Teladan dari lingkungan: Etika tidak hanya diajarkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan. Tokoh masyarakat, guru, orang tua, dan pemimpin harus memberi contoh nyata dalam bertutur kata dan bertindak sesuai dengan nilai Pancasila.
Penggunaan media sosial secara bijak: Generasi muda perlu diberi literasi digital untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab sehingga tidak menyebarkan konten negatif atau merugikan orang lain.
Penguatan komunitas dan kegiatan positif: Kegiatan sosial, relawan, dan organisasi pemuda yang menanamkan nilai moral bisa menjadi wadah agar generasi muda tetap memiliki orientasi pada nilai kebersamaan dan kemanfaatan sosial.
Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, etika generasi muda dapat lebih mencerminkan nilai bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila, sehingga dekadensi moral dapat diminimalkan dan kualitas kehidupan bermasyarakat semakin baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Rafa Nur Afifah 2515012040 -
ANALISIS SOAL 2


NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : A


A. Bagaimana sistem etika perilaku politik saat ini? Apakah sudah sesuai dengan nilai Pancasila?

Kalau dilihat dari kondisi sekarang, etika perilaku politik di Indonesia masih jauh dari nilai-nilai Pancasila. Banyak pejabat dan politisi yang seharusnya memberi contoh, tapi justru lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan pelayanan publik yang sering menyulitkan masyarakat.

Nilai Pancasila seperti keadilan, kejujuran, dan kepedulian terhadap rakyat sering kali tidak benar-benar diterapkan. Sistem birokrasi juga masih terkesan kaku dan tidak transparan, sehingga masyarakat menjadi kurang percaya pada pemerintah. Karena itu, menurut saya, etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan masih perlu banyak perbaikan.


B. Bagaimana etika generasi muda di lingkungan sekitar dan solusi terhadap dekadensi moral?

Etika generasi muda di lingkungan sekitar saya cukup beragam. Ada yang masih sopan, peduli dengan lingkungan, dan mau terlibat dalam kegiatan sosial. Tapi ada juga yang kurang peduli, lebih mementingkan diri sendiri, dan terpengaruh pergaulan bebas serta media sosial.

Menurunnya etika ini terjadi karena kurangnya pendidikan karakter, lemahnya pengawasan dari keluarga, serta pengaruh lingkungan dan media sosial. Banyak anak muda yang lebih fokus pada hal-hal instan dan hiburan dibandingkan nilai-nilai moral.

Untuk mengatasi hal ini, pendidikan karakter perlu lebih diperhatikan, terutama di keluarga dan sekolah. Orang tua sebaiknya lebih terlibat dalam membimbing anak, dan lingkungan masyarakat juga harus mendukung. Selain itu, anak muda perlu diarahkan ke kegiatan positif seperti kegiatan sosial, organisasi, atau kegiatan keagamaan agar sikap dan etika mereka bisa lebih terbentuk.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Fuji Laras Sati -
NAMA: FUJI LARAS SATI
NPM: 2515012049
KELAS: A


A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Sistem etika perilaku politik saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Secara formal, kita memiliki aturan hukum dan kode etik, seperti di DPR atau lembaga pemerintahan, namun secara praktik, seringkali terjadi kesenjangan. Perilaku politik saat ini cenderung bersifat pragmatis dan transaksional, di mana pencapaian kekuasaan atau kepentingan kelompok sering kali mengesampingkan integritas moral.

Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Pancasila?
Jika diukur dengan nilai-nilai Pancasila, sistem perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai, dengan alasan:
• Masih maraknya praktik korupsi dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil menunjukkan kurangnya keberadaban dalam berpolitik.
• Pengambilan keputusan seringkali didorong oleh kepentingan elite partai daripada musyawarah mufakat yang murni demi rakyat.
• Ketimpangan akses politik dan ekonomi menunjukkan bahwa etika politik belum mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Secara umum, generasi muda di lingkungan sekitar saya menunjukkan etika yang beragam:
• Ada anak muda yang kritis dan melek teknologi yang digunakan untuk aksi sosial/kemanusiaan.
• Ada pula yang memiliki sikap individualis, berkurangnya tata krama terhadap orang yang lebih tua, serta pola gaya hidup instan.

Apakah Mencerminkan Nilai Bangsa?
Masih mencerminkan secara parsial. Nilai keramahan dan kepedulian masih ada, tapi seringkali tergerus oleh konten digital yang tidak terfilter, sehingga nilai-nilai luhur bangsa dianggap kuno atau tidak relevan oleh sebagian kelompok.

Solusi Mengenai Dekadensi Moral:
• Penanaman etika sejak dini di keluarga dan sekolah. Pancasila tidak boleh hanya dihafal, tapi dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari.
• Perlunya contoh nyata integritas dari para elite politik dan pembuat kebijakan.
• Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama menciptakan ekosistem digital yang sehat agar nilai-nilai buruk dari luar tidak ditelan mentah-mentah.
• Menyediakan wadah bagi pemuda untuk berkegiatan sosial, seni, atau olahraga yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan gotong royong agar energi mereka tersalurkan pada hal-hal yang membangun karakter.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010


A. Bagaimana kondisi etika dalam perilaku politik saat ini? Apakah sudah sejalan dengan prinsip Pancasila?
Etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila. Meskipun secara formal Pancasila dijadikan landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, praktik di lapangan masih menunjukkan banyak penyimpangan.
Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, politik uang, serta perilaku pejabat yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok dibandingkan dengan kebutuhan rakyat. Padahal, nilai-nilai Pancasila seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan musyawarah seharusnya menjadi pedoman utama dalam dunia politik.
Di samping itu, etika politik yang seharusnya menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan sikap melayani masyarakat sering kali diabaikan. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga politik semakin menurun. Dengan demikian, meskipun Pancasila dijadikan landasan secara resmi, implementasinya dalam perilaku politik masih membutuhkan banyak perbaikan.

B. Bagaimana etika kaum muda di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai bangsa Indonesia? Apa solusi untuk mengatasi kemunduran moral?
Etika anak muda di sekitar tempat saya sangat bervariasi. Sebagian dari mereka masih menunjukkan sikap yang baik, saling menghargai, peduli lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Sikap seperti ini sudah mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia yang mengedepankan gotong royong, sopan santun, dan rasa kebersamaan.
Namun, ada juga segelintir generasi muda yang menunjukkan penurunan etika, seperti kurang menghormati orang tua, berbicara kasar, bersikap individualis, dan ketergantungan yang tinggi terhadap media sosial. Pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, serta kurangnya pengawasan dari keluarga menjadi penyebab utama terjadinya kemunduran moral.
Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain:
Peran keluarga perlu diperkuat dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan agama sejak dini, pendidikan karakter di sekolah harus lebih ditekankan, bukan hanya aspek akademis, kemudian generasi muda perlu lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, pemerintah dan masyarakat sebaiknya menyediakan kegiatan positif bagi remaja, seperti organisasi, olahraga, dan kegiatan sosial.
Dengan kolaborasi dari semua pihak, kemunduran moral dapat diminimalkan dan generasi muda dapat kembali mencerminkan etika serta nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ayu Dewi Prastiyani -
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12



A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini
Sistem etika politik di Indonesia secara normatif menempatkan Pancasila sebagai sumber hukum dan moral tertinggi. Namun, dalam tataran praktis, perilaku politik saat ini masih menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang cukup lebar antara idealisme Pancasila dan kenyataan di lapangan.
Meskipun sistem ketatanegaraan kita didasarkan pada Pancasila, etika politik saat ini belum sepenuhnya sesuai. Politik masih sering dipandang sebagai alat kekuasaan semata, bukan sebagai pengabdian untuk kesejahteraan umum sesuai etika luhur bangsa.

B. Etika Generasi Muda dan Dekadensi Moral

Kondisi Etika Generasi Muda di Sekitar Kita

Etika generasi muda saat ini berada dalam kondisi yang ambivalen. Di satu sisi, banyak pemuda yang kreatif, kritis, dan peduli pada isu sosial (digital aktivisme). Namun, di sisi lain, pengaruh globalisasi dan media sosial membawa dampak negatif terhadap perilaku sehari-hari:

1.Sopan Santun: Mulai memudarnya tata krama terhadap orang yang lebih tua (kurangnya "unggah-ungguh").

2.Gaya Hidup: Cenderung hedonistik dan individualis akibat pengaruh budaya luar yang tidak tersaring.

3. Interaksi Digital: Maraknya cyberbullying dan kurangnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

Belum sepenuhnya mencerminkan nilai bangsa.
Nilai ketimuran seperti gotong royong, kesantunan, dan rendah hati mulai tergerus oleh egoisme dan keinginan untuk viral secara instan.

Solusi Menghadapi Dekadensi Moral
Dekadensi moral (kemerosotan nilai-nilai moral) memerlukan penanganan yang komprehensif melalui tiga pilar:

1.Re-edukasi Karakter (Keluarga & Sekolah):
Keluarga harus kembali menjadi "madrasah" pertama dalam menanamkan nilai agama dan kejujuran.Sekolah tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi memprioritaskan pendidikan moral dan keteladanan dari guru.

2.Literasi Digital Berbasis Pancasila:
Generasi muda perlu dibekali kemampuan memfilter konten negatif dan memahami bahwa etika di dunia nyata berlaku sama di dunia maya.

3.Penguatan Nilai Keagamaan dan Budaya Lokal:
Menghidupkan kembali kegiatan kemasyarakatan yang berbasis gotong royong dan pengajian/kegiatan kerohanian untuk memperkuat spiritualitas.

4.Keteladanan dari Tokoh Publik: Pemimpin dan orang tua harus menjadi role model. Generasi muda cenderung meniru apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka dengar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Handaru Rakha Albaihaqi -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12

Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
NPM: 2515012045
Kelas: B
Analisis Soal 2
A. Sistem Etika Perilaku Politik dan Kesesuaiannya dengan Nilai-Nilai Pancasila
Sistem etika perilaku politik di Indonesia pada saat ini masih belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Secara ideal, perilaku politik harus berlandaskan pada Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila menuntut adanya sikap religius, kemanusiaan, persatuan, demokrasi yang berlandaskan musyawarah, serta keadilan sosial.
Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan perilaku politik yang menyimpang dari etika, seperti praktik korupsi, kolusi, nepotisme, politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, serta rendahnya integritas dan tanggung jawab moral para penyelenggara negara. Perilaku tersebut jelas bertentangan dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena mengabaikan kejujuran, moralitas, dan keadilan.
Selain itu, praktik politik yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan tertentu juga bertentangan dengan nilai Persatuan Indonesia. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan sering kali hanya diterapkan secara prosedural tanpa memperhatikan substansi musyawarah yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan belum sepenuhnya mencerminkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan masih memerlukan perbaikan melalui penguatan etika politik, internalisasi nilai Pancasila, serta penegakan hukum yang konsisten.
B. Etika Generasi Muda dan Solusi terhadap Dekadensi Moral
Etika generasi muda di lingkungan sekitar menunjukkan kondisi yang beragam. Sebagian generasi muda masih menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia, seperti bersikap sopan, menghormati orang yang lebih tua, memiliki kepedulian sosial, serta berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. Perilaku tersebut mencerminkan nilai Pancasila, khususnya nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong.
Namun demikian, terdapat pula sebagian generasi muda yang menunjukkan gejala dekadensi moral, seperti menurunnya sopan santun, kurangnya rasa hormat terhadap orang tua dan guru, meningkatnya sikap individualistis, serta penyalahgunaan media sosial. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran nilai akibat pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, lingkungan pergaulan, serta lemahnya pembinaan karakter.
Perilaku tersebut belum sepenuhnya mencerminkan etika dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk mengatasi dekadensi moral yang terjadi. Adapun solusi yang dapat dilakukan antara lain melalui penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, penanaman nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan, pemberian keteladanan oleh orang tua dan pendidik, serta pengawasan dan pemanfaatan teknologi informasi secara bijak.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan generasi muda mampu menginternalisasi nilai etika dan moral bangsa Indonesia serta berperan sebagai generasi penerus yang berkarakter dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ladewa Chessa Alvino -
Nama: Ladewa Chessa Alvino
NPM: 2515012013
Kelas: B

Analisis Soal

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Pancasila.
Jika melihat kondisi politik Indonesia saat ini, etika perilaku politik para pejabat sebenarnya masih sering berada di titik yang mengkhawatirkan. Banyak kasus penyalahgunaan jabatan, budaya korupsi, birokrasi yang tidak profesional, hingga rendahnya integritas seperti yang dijelaskan dalam artikel Kompasiana sebagai “persimpangan etika dan paradigma pemerintahan”. Semua ini menunjukkan bahwa praktik politik kita masih belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian kepada rakyat yang seharusnya menjadi roh dalam sila ke-2, ke-4, dan ke-5 Pancasila justru sering diabaikan. Misalnya, pelayan publik yang masih mempersulit pelayanan, adanya perilaku tidak transparan, hingga diskriminasi dalam birokrasi. Padahal, Pancasila menuntut adanya pemerintahan yang humanis, adil, demokratis, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
Dengan kata lain, secara normatif etika politik Indonesia harusnya sesuai dengan nilai Pancasila, tetapi dalam praktiknya masih sering menyimpang. Ketimpangan antara etika ideal dan etika yang dipraktikkan inilah yang menjadi persoalan besar dalam dunia politik kita.


B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Solusi Dekadensi Moral.
Jika melihat kondisi etika generasi muda, gambaran yang saya lihat cukup beragam. Ada yang masih menjunjung sopan santun dan nilai budaya, namun tak bisa dipungkiri banyak juga yang mulai tergerus arus modernisasi. Misalnya, gaya bicara yang semakin bebas, kurangnya rasa hormat pada orang yang lebih tua, budaya instan, hingga perilaku tidak peduli pada lingkungan sekitar. Hal-hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang cukup signifikan.
Tentu saja tidak semua hal negatif, tetapi beberapa perilaku memang tidak mencerminkan nilai bangsa Indonesia yang menghargai kesantunan, solidaritas, dan tanggung jawab moral. Dekadensi moral ini sebenarnya muncul karena banyak faktor pengaruh media sosial, kurangnya keteladanan, lemahnya kontrol sosial, dan kurangnya pendidikan karakter.
Solusi untuk mengatasi dekadensi moral antara lain:
1. Menguatkan pendidikan karakter, baik di sekolah maupun di rumah, terutama nilai sopan santun, tanggung jawab, dan empati.
2. Memberikan keteladanan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat harus menunjukkan perilaku yang memancarkan nilai Pancasila.
3. Meningkatkan literasi digital agar generasi muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
4. Menghidupkan kembali kegiatan positif dan komunitas anak muda, seperti organisasi pemuda, kegiatan sosial, dan kegiatan budaya.
5. Memperkuat kontrol sosial, bukan untuk menekan, tetapi untuk mengingatkan agar perilaku generasi muda tidak keluar dari norma yang berlaku.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Zahra Asyifa Huwayda -
NAMA: ZAHRA ASYIFA HUWAYDA
NPM: 2515012043
KELAS: B

A. Sistem etika perilaku politik saat ini masih belum sesuai, harusnya pejabat bersikap sopan dan melayani masyarakat. Tapi masih banyak pejabat yang merasa dirinya itu seperti penguasa. Kebijakan itu dibuat untuk rakyat. Tapi yang terjadi, kebijakan dibuat untuk kepentingan politik atau pribadi. Harusnya pelayanan itu merata untuk siapa saja. Tapi yang terjadi sebenarnya, jika ada orang dalam atau punya uang, urusan jadi mudah. Ini melanggar prinsip keadilan sosial.

B. Generasi muda saat ini itu cepat belajar hal baru seperti teknologi, dan berani bersuara jika ada yang salah. Tetapi ada juga generasi muda yang terpengaruh oleh media sosial dan budaya luar, nilai kesopanannya terhadap orang lain mulai berkurang. Generasi muda saat ini harus di ajarkan nilai-nilai Pancasila dan di ajak untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengajarkan generasi muda bahwa untuk menjadi orang yang sukses itu butuh kerja keras dan kejujuran. Dan perlu diajarkan untuk bijak dalam menggunakan sosial media, berhati-hati dalam bersikap.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
Kelas: B
NPM: 2515012042

Analisis Soal Pertemuan ke-12

Menurut saya jika dilihat dari kondisi politik sekarang, etika dalam perilaku politik masih memiliki banyak permasalahan. Seharusnya perilaku politik dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti jujur, adil, transparan, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Namun pada kenyataannya, masih sering ditemui penyimpangan, misalnya kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, serta pelayanan publik yang belum sepenuhnya adil dan merata.

Apabila melihat kondisi generasi muda di lingkungan sekitar, keadaannya cukup beragam. Adapun generasi muda yang kreatif, cepat belajar, dan memiliki pola pikir terbuka. namuni, tidak sedikit juga yang menunjukan penurunan moral, seperti kurang sopan terhadap orang tua, jarang ikut kegiatan sosial, terlalu fokus pada gawai, serta mudah terpengaruh arus media sosial.

Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi dekadensi moral tersebut antara lain pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga, pengawasan penggunaan media sosial agar tidak disalah gunakan, serta peran sekolah dan lingkungan sekitar dalam membiasakan kegiatan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila secara nyata, bukan hanya teori saja
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Shera Aurellia Meylannie -
ANALISIS SOAL P.12

Nama : Shera Aurellia Meylannie
NPM : 515012034
Kelas : B

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaiannya dengan Nilai Pancasila
Sistem etika dalam perilaku politik di Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Banyak pejabat dan penggawai pemerintah yang kurang bersifat independen, kurang transparan, serta sering berperilaku korup atau lebih memihak pada kelompok tertentu. Pelayanan kepada masyarakat kerap kali tidak merata dan tidak efektif, yang menyebabkan hilangnya kepercayaan publik. Ini jelas belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila, yang menekankan pada Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Idealnya, etika politik harus mengedepankan integritas, profesionalisme, dan fokus pada pelayanan masyarakat, namun kenyataannya masih jauh dari harapan tersebut.

B. Etika Generasi Muda di Lingkungan Sekitar dan Solusi Dekadensi Moral
Etika generasi muda di sekitar kita beragam. Ada yang disiplin, peduli terhadap orang lain, dan menghormati keberagaman, tetapi tidak sedikit juga yang menunjukkan sikap individualis, suka menghabiskan uang dengan boros, serta tidak peduli dengan norma sosial. Sikap ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam hal kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
Cara mengatasi masalah ini adalah dengan:
Memberikan pendidikan nilai Pancasila sejak kecil, di sekolah dan rumah.
Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat menjadi contoh baik dalam sikap moral.
Melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial, organisasi kepemudaan, dan kegiatan sukarela agar mereka belajar menjadi lebih empati dan bertanggung jawab.
Mengawasi penggunaan media sosial untuk mencegah pengaruh negatif terhadap perilaku remaja.
Memperkuat hukum dan etika sosial agar mereka lebih sadar akan batasan dan norma yang berlaku.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan generasi muda dapat menjadi lebih baik dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan mengurangi masalah moral yang ada.