Forum Analisis Jurnal
Nama : Rendy Tri Hamdani
NPM. : 2505101005
Prodi. : D3 Teknik Mesin
Inti dri penelitian ini adalah mencari tahu pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Ini penting, mengingat IPTEK itu cepat berkembang dan membawa dampak positif dan negatif, jadi kita butuh pegangan, yaitu Pancasila.
Penelitian ini melibatkan 40 mahasiswa Program Studi Matematika semester 2 tahun akademik 2016/2017 di Universitas Pancasakti Tegal. Populasi totalnya ada 103 orang, tapi sampelnya diambil 70% per kelas, jadi total 40
mahasiswa.
Metode yg digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif verifikatif.
Kesimpulan yg saya dapatkan antara lain adalah:
1. Kepribadian Pancasila Mahasiswa Baik: Secara umum, responden (mahasiswa) punya pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Ini terlihat dari skor kuesioner mereka yang di atas 80. Mahasiswa merasa penting punya sikap jujur, toleransi tinggi terhadap perbedaan ras/agama, dan pemahaman mendalam tentang Pancasila.
2. Menyikapi IPTEK : Sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK juga dinilai baik (skor di atas 80). Mereka setuju bahwa kemajuan teknologi harus digunakan dengan baik dan bertanggung jawab, dan mereka aktif memanfaatkannya untuk belajar atau berbisnis. Mereka jga melakukan penyaring informasi negatif (misalnya memblokir konten pornografi/kekerasan) dan menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar di media sosial.
3. Ada pengaruh signifikan: Poin utamanya, ada pengaruh yg signifikan antara mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK.
4. Kontribusi Variabel : Pengaruh mata kuliah ini (variabel bebas) menyumbang sebesar 28,2% dalam menerangkan variabel menyikapi perkembangan IPTEK (variabel terikat), sedangkan sisanya yg 71,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Saran:
Para peneliti menyarankan agar mahasiswa sebagai generasi muda menjaga kepribadian bangsa, bisa menyeleksi pengaruh buruk budaya baru, dan tetap berpegang teguh pada Pancasila. Pemerintah juga disarankan untuk meningkatkan filtering arus informasi (terutama internet) untuk menangkal informasi negatif seperti radikalisme.
npm 2505101003
1. Analisis Latar Belakang
Penulis mengangkat konteks perkembangan globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama mahasiswa. Latar belakang menjelaskan bahwa teknologi mampu memengaruhi pola pikir, perilaku, dan budaya masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan filter nilai untuk menjaga jati diri bangsa. Argumen penulis bahwa Pancasila memiliki peran fundamental sebagai pandangan hidup bangsa menjadi dasar pentingnya pembelajaran Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Latar belakang cukup kuat, logis, dan relevan dengan fenomena sosial yang terjadi.
2. Analisis Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dirumuskan secara jelas, yaitu untuk mengetahui pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Tujuan ini tepat, spesifik, dan sesuai dengan permasalahan yang dibangun pada bagian pendahuluan.
3. Analisis Metode Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi sederhana. Teknik sampling berupa proporsional cluster random sampling, dan total sampel sebesar 40 mahasiswa dari populasi 103 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert.
Metode yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan penelitian, namun terdapat kelemahan:
Ukuran sampel relatif kecil jika dibandingkan populasi (hanya 40).
Kuesioner hanya berisi item positif, berpotensi menghasilkan bias jawaban sosial (social desirability).
Tidak ada penjelasan mengenai jumlah butir per variabel dan konstruksi indikator.
Meski demikian, secara umum metode dapat diterima untuk penelitian deskriptif kuantitatif skala kelas.
4. Analisis Hasil Penelitian
Hasil deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki skor tinggi untuk variabel Pengembangan Kepribadian Pancasila dan Sikap terhadap IPTEK, yang dikategorikan sebagai “Baik”. Ini terlihat dari total skor responden yang berada di atas batas 80 pada kedua variabel.
Analisis regresi menunjukkan:
Persamaan regresi: Ŷ = 12,525 + 0,616X
Signifikansi: 0,000 < 0,05 → terdapat pengaruh signifikan
Koefisien determinasi (R²): 0,282 → 28,2% kemampuan menyikapi IPTEK dipengaruhi mata kuliah Pancasila
Artinya, masih ada 71,8% variabel lain yang lebih berpengaruh, misalnya lingkungan sosial, literasi digital, pengalaman pribadi, pendidikan keluarga, dan lain-lain. Temuan ini menunjukkan pembelajaran Pancasila memang berperan, tetapi bukan satu-satunya faktor utama.
5. Analisis Pembahasan
Pembahasan sudah menghubungkan data temuan dengan teori Pancasila dan konsep sikap. Namun pembahasan relatif deskriptif dan masih kurang mendalam. Belum ada perbandingan dengan penelitian sebelumnya, belum ada kritik atau refleksi terhadap efektivitas mata kuliah Pancasila sebagai intervensi pendidikan.
Sisi positif:
Pembahasan menegaskan pentingnya nilai Pancasila dalam era teknologi.
Penulis menggambarkan bagaimana mahasiswa memanfaatkan teknologi secara produktif dan beretika, seperti memblokir konten negatif, menggunakan bahasa santun, dan memanfaatkan internet untuk belajar.
Sisi yang dapat diperbaiki:
Belum membahas kemungkinan faktor luar yang memengaruhi hasil.
Tidak ada tinjauan terhadap kelemahan instrumen atau batasan penelitian.
6. Analisis Kesimpulan
Kesimpulan sesuai dengan hasil penelitian, yaitu:
1. Mahasiswa memiliki kepribadian Pancasila yang baik.
2. Mahasiswa mampu menyikapi perkembangan IPTEK secara positif.
3. Mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh signifikan terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan teknologi.
Kesimpulan relevan, tetapi masih bersifat general dan tidak mengkritisi keterbatasan penelitian.
7. Analisis Kekuatan dan Kelemahan Jurnal
Kekuatan
Topik relevan dengan perkembangan zaman.
Data kuantitatif jelas dan mudah dianalisis.
Struktur jurnal lengkap dan sesuai kaidah ilmiah.
Menggunakan analisis regresi sehingga dapat menunjukkan hubungan antar variabel.
Kelemahan
Sampel relatif kecil dan kurang variatif.
Tidak ada triangulasi data kualitatif.
Pembahasan kurang mendalam terhadap teori dan penelitian sebelumnya.
R² yang rendah (28,2%) menunjukkan masih minimnya pengaruh variabel X terhadap Y.
8. Analisis Kelayakan Jurnal
Secara umum jurnal layak sebagai referensi pada mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Karakter, atau kajian IPTEK. Namun untuk penelitian akademik tingkat tinggi (skripsi atau tesis), jurnal ini perlu dilengkapi kajian teoritik lebih kuat dan pemaparan metodologis lebih rinci.
npm 2505101003
1. Latar Belakang Permasalahan
Jurnal ini menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini berlangsung sangat cepat dan membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut seringkali menimbulkan persoalan etis, moral, dan kemanusiaan apabila tidak diarahkan oleh nilai yang benar. Indonesia sebagai bangsa yang memiliki akar budaya dan religius yang kuat membutuhkan pedoman agar IPTEK berkembang tanpa meninggalkan identitas bangsa. Karena itu, Pancasila dianggap penting sebagai dasar nilai dan arah pembangunan ilmu pengetahuan.
2. Tujuan Penulisan
Penulis ingin menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai fundamental dan landasan normatif dalam pengembangan IPTEK. Tujuannya adalah agar perkembangan ilmu di Indonesia tetap berada dalam koridor budaya, moral, dan kemanusiaan sesuai kepribadian bangsa.
3. Kerangka Konsep Utama
Jurnal ini mengembangkan tiga konsep utama:
a. Pancasila sebagai Sistem Nilai
Pancasila dipahami memiliki tiga nilai penting:
Nilai dasar: bersifat tetap, universal, dan ideal.
Nilai instrumental: berupa kebijakan, peraturan, dan strategi pembangunan.
Nilai praktis: implementasi nyata dalam kehidupan sosial.
Ketiga nilai ini menjadi rambu etis dalam pengembangan ilmu.
b. Pancasila sebagai Sumber Moral dalam IPTEK
Setiap sila memberikan landasan etis:
Sila 1 → mengingatkan bahwa IPTEK harus menghargai martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan.
Sila 2 → IPTEK wajib menjunjung kemanusiaan dan tidak mendegradasi nilai hidup.
Sila 3 → IPTEK harus memperkuat persatuan dan identitas nasional.
Sila 4 → perkembangan IPTEK harus demokratis, terbuka terhadap kritik, dan melibatkan masyarakat.
Sila 5 → mengedepankan keadilan sosial dan distribusi pengetahuan yang merata.
c. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
Penulis menunjukkan:
Historis: Pancasila termuat dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar mencerdaskan kehidupan bangsa melalui ilmu.
Sosiologis: masyarakat Indonesia peka terhadap isu moral, kemanusiaan, dan lingkungan terkait IPTEK.
Politis: kebijakan pemerintah dari masa ke masa menunjukkan dukungan agar Pancasila menjadi orientasi perkembangan IPTEK.
4. Pembahasan Penulis
Jurnal menegaskan bahwa:
IPTEK harus tetap berpijak pada nilai budaya dan moral bangsa.
Tanpa Pancasila, perkembangan ilmu dapat menjadi sekuler, bebas nilai, dan membahayakan manusia.
Pengembangan teknologi harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kemanusiaan, lingkungan, dan keadilan sosial.
Pancasila harus diinternalisasi sebagai pedoman etika dalam pengembangan ilmu di perguruan tinggi.
Penulis juga mengutip berbagai contoh seperti pembangunan PLTN Muria yang mengundang resistensi sosial karena isu keselamatan, kemanusiaan, dan lingkungan.
5. Temuan dan Relevansi
Jurnal ini menemukan bahwa Pancasila berfungsi sebagai:
1. Kontrol etis perkembangan IPTEK.
2. Orientasi budaya dan moral agar ilmu tidak lepas dari akar bangsa.
3. Penyaring nilai global di era kemajuan teknologi yang didominasi negara barat.
4. Pedoman kebijakan ilmiah bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan ilmuwan.
6. Kelebihan Jurnal
Menyajikan hubungan Pancasila dan IPTEK secara komprehensif.
Berbasis pada sumber-sumber historis dan teoritik yang jelas.
Relevan dengan isu kontemporer seperti etika teknologi, globalisasi, dan budaya.
7. Kelemahan Jurnal
Kurang memberikan contoh empiris penerapan Pancasila dalam proyek IPTEK masa kini.
Beberapa konsep masih bersifat normatif, belum teknis operasional.
Argumen lebih banyak mengulang sumber dari buku Pancasila tanpa analisis kritis mendalam.
8. Kesimpulan Analitis
Jurnal ini menegaskan bahwa keberadaan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK adalah sangat penting dalam menjaga arah perkembangan ilmu di Indonesia. Pancasila menjadi pedoman moral, etika, dan identitas agar IPTEK berjalan tidak hanya untuk kemajuan, tetapi juga untuk kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan. Dengan demikian, integrasi nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan globalisasi dan krisis moral akibat kemajuan teknologi yang tidak terkendali.
Nama : Shofiya Azhar RAmadhani
NPM : 2505101016
1. Latar Belakang Masalah
Jurnal ini menjelaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang sangat cepat, namun perkembangan itu harus memiliki arah moral agar tidak merugikan manusia. Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara sekaligus nilai budaya, sehingga pengembangan IPTEK seharusnya mengikuti nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Penulis menekankan bahwa tanpa pegangan nilai, perkembangan ilmu bisa menimbulkan sekularisme dan kehilangan jati diri bangsa.
2. Tujuan Jurnal
Jurnal ini bertujuan untuk:
-
Menegaskan bahwa Pancasila perlu menjadi dasar etika dan nilai dalam pengembangan IPTEK.
-
Menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa menjadi rambu normatif bagi kegiatan ilmiah.
-
Menunjukkan relevansi Pancasila dalam menghadapi kemajuan teknologi modern
3. Pembahasan Utama
a. Konsep pancasila sebagai nilai
Penulis membagi nilai Pancasila menjadi:
Nilai dasar: bersifat tetap dan abstrak (cita-cita bangsa).
Nilai instrumental: penjabaran dalam bentuk kebijakan dan aturan.
Nilai praksis: realisasi nilai dalam kehidupan nyata.
Dalam konteks IPTEK, nilai-nilai ini menjadi acuan agar setiap inovasi tetap sesuai dengan karakter bangsa
b. Pancasila sebagai sumber moral dalam IPTEK
Setiap sila Pancasila memiliki kontribusi terhadap etika pengembangan ilmu:
-
Ketuhanan Yang Maha Esa: Ilmu harus tetap menghargai moral dan tidak merusak tatanan alam maupun martabat manusia.
-
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK harus untuk kesejahteraan manusia, bukan untuk penghancuran.
-
Persatuan Indonesia: IPTEK harus memperkuat integrasi bangsa.
-
Kerakyatan: Pengembangan IPTEK harus demokratis, terbuka, dan memperhatikan kepentingan masyarakat.
-
Keadilan Sosial: Kemajuan teknologi harus dinikmati secara merata dan tidak menciptakan ketimpangan.
-
Historis: Pancasila disebut dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar mencerdaskan kehidupan bangsa—ini mengaitkan Pancasila dengan IPTEK.
-
Sosiologis: Masyarakat Indonesia sangat sensitif terhadap isu kemanusiaan, moral, dan religius dalam pengembangan teknologi.
-
Politis: Presiden dan tokoh bangsa sejak awal kemerdekaan telah menyinggung pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam perkembangan ilmu.
4. Temuan dan Argumen kunci penulis
-
Kemajuan IPTEK dapat membawa dampak negatif jika tidak dikendalikan oleh nilai moral.
-
Pengaruh globalisasi juga dapat mengikis budaya bangsa.
-
Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi penyaring (filter) ketika Indonesia mengadopsi atau mengembangkan teknologi.
5. Keaimpulan Jurnal
Pancasila sangat diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK karena:
-
Menjaga agar perkembangan ilmu tidak bertentangan dengan nilai bangsa.
-
Menjadi pedoman internal dalam pengembangan teknologi.
-
Menjadi rambu normatif agar IPTEK selalu berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan keharmonisan sosial.
Penulis menegaskan bahwa Pancasila dapat melindungi bangsa dari dampak negatif teknologi dan memastikan bahwa pengembangan ilmu tetap sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
NPM 2505101012
Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila sangat penting untuk menjadi dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Alasannya, Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga kristalisasi nilai budaya, moral, dan agama yang hidup di masyarakat Indonesia.
Penulis menegaskan bahwa perkembangan IPTEK tidak boleh berjalan bebas tanpa arah, karena teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Maka, Pancasila berfungsi sebagai penyaring dan pengarah, agar IPTEK digunakan untuk kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama. Dengan kata lain, Pancasila diperlukan agar kemajuan teknologi tetap sesuai karakter bangsa dan tidak merusak nilai moral atau budaya.
Jurnal ini juga menyoroti bahwa arus globalisasi dan teknologi modern dapat melemahkan nilai-nilai bangsa jika tidak dikendalikan. Karena itu, penegasan Pancasila sebagai landasan moral sangat urgen agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memanfaatkannya secara bertanggung jawab dan beretika.
NMP : 2555101009
Penulis menegaskan bahwa perkembangan IPTEK tidak boleh berjalan bebas tanpa arah, karena teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Maka, Pancasila berfungsi sebagai penyaring dan pengarah, agar IPTEK digunakan untuk kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama. Dengan kata lain, Pancasila diperlukan agar kemajuan teknologi tetap sesuai karakter bangsa dan tidak merusak nilai moral atau budaya.
Nama: Muhammad Farhan Nuuron Fi Aqli
NPM:2555101007
Prodi:D3 Teknik Mesin
Faktor Internal: Nilai-nilai Pancasila wajib menyertai dan tidak boleh bertentangan dengan setiap pengembangan IPTEK.
Rambu Normatif: Berperan sebagai panduan agar IPTEK tidak keluar dari cara berpikir dan kepribadian bangsa Indonesia (indegenisasi ilmu).
Asas Moralitas: Diperlukan untuk mencegah sekularisme dan dehumanisasi yang terjadi jika IPTEK dilepaskan dari etika.
* Keterkaitan Sila dengan IPTEK
Setiap sila berfungsi sebagai sistem etika:
Sila 1 (Ketuhanan): Pengembangan IPTEK harus menghormati martabat manusia sebagai makhluk Tuhan.
Sila 2 (Kemanusiaan): Memberikan dasar moralitas untuk IPTEK demi kesejahteraan bersama.
Sila 5 (Keadilan): Kemajuan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dan harus merata ke semua lapisan masyarakat.
* Alasan Urgensi
Penegasan Pancasila diperlukan karena:
Ancaman Krisis Nilai: Kemajuan IPTEK dan pluralisme nilai global dapat menjerumuskan bangsa pada krisis yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia.
Dampak Negatif: IPTEK berpotensi menimbulkan dampak negatif yang membahayakan eksistensi manusia di masa depan (contoh: Bom Atom).
Dominasi Barat: IPTEK yang didominasi negara Barat mengancam nilai khas bangsa, sehingga perlu adanya penyaringan dan penangkalan.
*Kesimpulan
Intinya, Pancasila harus menjadi dasar dan akar pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya Indonesia, memastikan IPTEK dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya.
2505101015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini penting karena perkembangan IPTEK yang sangat cepat membawa dampak positif maupun negatif, sehingga diperlukan landasan nilai, yaitu Pancasila, sebagai pedoman.
Penelitian dilakukan terhadap 40 mahasiswa Program Studi Matematika semester 2 tahun akademik 2016/2017 di Universitas Pancasakti Tegal. Dari total populasi 103 mahasiswa, diambil sampel sebesar 70% per kelas sehingga diperoleh 40 responden.
Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif verifikatif.
Hasil Penelitian:
1. Kepribadian Pancasila Mahasiswa Tergolong Baik: Secara keseluruhan, mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik, ditunjukkan dengan skor kuesioner di atas 80. Mahasiswa menganggap penting untuk memiliki sikap jujur, toleransi tinggi terhadap perbedaan suku dan agama, serta pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Pancasila.
2. Sikap terhadap Perkembangan IPTEK: Sikap mahasiswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK juga dinilai baik dengan skor di atas 80. Mereka memahami bahwa kemajuan teknologi harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa aktif memanfaatkan teknologi untuk kegiatan pembelajaran maupun bisnis, melakukan penyaringan terhadap informasi negatif (seperti memblokir konten pornografi dan kekerasan), serta menggunakan bahasa yang sopan ketika berkomunikasi di media sosial.
3. Terdapat Pengaruh yang Signifikan: Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK.
4. Besar Kontribusi: Mata kuliah ini memberikan kontribusi sebesar 28,2% dalam mempengaruhi sikap mahasiswa terhadap perkembangan IPTEK, sedangkan 71,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.
Saran:
Peneliti menyarankan agar mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat menjaga kepribadian nasional, mampu menyeleksi pengaruh negatif dari budaya luar, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan sistem penyaringan informasi, terutama di internet, untuk mencegah masuknya konten negatif seperti radikalisme dan informasi yang merusak.
2505101023
Pengaruh Mata Kuliah Pancasila terhadap Sikap Mahasiswa Terhadap IPTEK
Penelitian kuantitatif pada 40 mahasiswa Matematika Universitas Pancasakti Tegal bertujuan mencari tahu pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mereka dalam menyikapi IPTEK.
Hasilnya: Kepribadian Pancasila (toleransi, jujur) dan sikap mahasiswa terhadap IPTEK (bertanggung jawab, menyaring info negatif) dinilai sama-sama baik.
Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan dari mata kuliah Pancasila, yang menyumbang 28,2% dalam membentuk sikap bijak mahasiswa terhadap teknologi. Ini membuktikan Pancasila berfungsi sebagai "filter" penting.
Saran: Mahasiswa harus menjaga kepribadian bangsa dengan berpegang teguh pada Pancasila, dan pemerintah perlu meningkatkan filtering internet untuk menangkal radikalisme.
NPM: 2555101002
MATKUL: Pancasila
1. Latar Belakang
Pancasila adalah dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang bersumber dari nilai budaya dan agama Indonesia.
Sebagai the way of life, Pancasila menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Tanpa berakar pada Pancasila, iptek berisiko berkembang secara sekuler dan kehilangan arah, seperti yang terjadi di Eropa pada masa Renaissance.
2. Urgensi Pancasila dalam Pengembangan Iptek
Iptek selalu berkembang dalam ruang budaya dan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai sosial, agama, dan moral.
Kemajuan iptek bersifat cumulative (bertambah dari waktu ke waktu), sedangkan kebenaran bersifat non-cumulative. Oleh karena itu, iptek harus diarahkan agar tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif agar iptek tetap sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
3. Dimensi Nilai Pancasila
Nilai dasar (intrinsik): bersifat universal, abstrak, tidak terikat waktu, seperti cita-cita dan tujuan bangsa.
Nilai instrumental: penjabaran nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, sistem, dan peraturan.
Nilai praktis: implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. → Ketiga dimensi ini menjadi kerangka acuan dalam pengembangan iptek di Indonesia.
4. Peran Sila Pancasila dalam Iptek
Ketuhanan Yang Maha Esa: iptek harus menghormati manusia sebagai makhluk Tuhan, tidak menempatkan manusia sebagai pusat semesta.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: iptek bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan mendehumanisasi.
Persatuan Indonesia: iptek memperkuat solidaritas nasional dan memperkokoh identitas bangsa.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: pengembangan iptek harus demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan berpikir.
Keadilan Sosial: iptek harus merata, menjaga keseimbangan, dan mempersempit kesenjangan penguasaan teknologi.
5. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
Historis: Pembukaan UUD 1945 menegaskan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang harus berlandaskan Pancasila.
Sosiologis: masyarakat Indonesia peka terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan, misalnya penolakan pembangunan PLTN Muria karena dianggap mengancam keselamatan.
Politis: berbagai pidato presiden (Soekarno, Soeharto, hingga era reformasi) menegaskan Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu, meski sering bersifat simbolis dan belum sistematis.
6. Implikasi
Pancasila menjadi platform etika iptek:
Iptek harus menghormati martabat manusia.
Iptek harus meningkatkan kualitas hidup.
Iptek harus terbuka dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Iptek harus membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil.
Dengan demikian, iptek tidak boleh sekadar mengejar kemajuan teknis, tetapi harus berakar pada nilai budaya dan moral bangsa.
7. Kesimpulan
Setiap pengembangan iptek di Indonesia wajib berlandaskan Pancasila.
Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif agar iptek tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Urgensi ini semakin penting di era globalisasi, ketika pengaruh iptek dari negara-negara Barat berpotensi mengikis nilai khas bangsa Indonesia.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek, Indonesia dapat menjaga identitas, martabat, dan arah pembangunan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kepribadian bangsa.
Jurnal menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK sangat pesat dan tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya. Perkembangan teknologi memiliki dua sisi:
Sisi positif:
• memudahkan hidup manusia
• meningkatkan kemajuan peradaban
Sisi negatif:
• berpotensi merusak nilai kemanusiaan
• menimbulkan sekularisasi
• mengancam nilai budaya lokal
• dapat menimbulkan penyalahgunaan teknologi
Karena itu, Pancasila perlu ditegaskan sebagai dasar nilai dalam pengembangan IPTEK agar ilmu tidak lepas arah dan tidak merusak moral bangsa.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan isi jurnal, rumusan masalah inti adalah:
Mengapa Pancasila harus ditegaskan kembali sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia?
3. Tujuan Penelitian
Tujuan jurnal ini adalah:
1. Menjelaskan konsep nilai Pancasila sebagai pedoman pengembangan ilmu.
2. Menjelaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai moral dalam kemajuan IPTEK.
3. Menunjukkan dasar historis, sosiologis, dan politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK.
4. Metode Penelitian
Jurnal ini menggunakan metode studi literatur (kajian pustaka), yaitu:
• Mengumpulkan berbagai sumber teori (Hernowo, Kaelan, Kemenristekdikti, Koentowijoyo, dll.)
• Mengkaji hubungan Pancasila dan pengembangan ilmu
• Menganalisis data historis, sosiologis, dan politis
Tidak ada kuesioner, tidak ada data kuantitatif—sepenuhnya kajian teoretis.
5. Hasil Pembahasan
A. Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu
Jurnal menjelaskan bahwa nilai Pancasila memiliki tiga tingkatan:
1. Nilai dasar → cita-cita, bersifat abstrak
2. Nilai instrumental → aturan, kebijakan
3. Nilai praktis → implementasi dalam kehidupan nyata
Dalam konteks IPTEK, ketiga nilai ini menjadi rambu-rambu normatif untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.
B. Pancasila sebagai Sumber Moral IPTEK
Penulis menegaskan bahwa:
Setiap iptek harus:
- menghormati martabat manusia
- membawa kesejahteraan
- mempersatukan masyarakat
- dapat dipertanggungjawabkan secara moral
- meningkatkan kualitas hidup
- tidak merusak budaya nasional
Hal ini dikaitkan dengan nilai tiap sila:
• Sila 1: ilmu harus memperhatikan aspek ketuhanan
• Sila 2: iptek harus berperikemanusiaan
• Sila 3: iptek mempersatukan bangsa
• Sila 4: pengembangan iptek harus demokratis
• Sila 5: iptek harus menciptakan keadilan dan kemaslahatan
C. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis Pancasila dalam IPTEK
1. Sumber Historis
• Ada dalam Pembukaan UUD 1945, terutama frasa “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
• Sejak awal kemerdekaan, negara telah mengamanatkan pengembangan ilmu yang tetap berakar pada Pancasila.
2. Sumber Sosiologis
• Masyarakat Indonesia sensitif terhadap isu moral, ketuhanan, dan kemanusiaan (misal: penolakan PLTN Muria).
• Ini menunjukkan bahwa pengembangan IPTEK harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.
3. Sumber Politis
•Banyak pidato presiden sejak Soekarno–SBY menegaskan hubungan Pancasila dan IPTEK.
•Namun penegasan itu belum diimplementasikan penuh dalam kebijakan ilmiah.
6. Kesimpulan Jurnal
1.Pancasila harus menjadi dasar nilai pengembangan ilmu dan IPTEK di Indonesia.
2.Perkembangan IPTEK tanpa nilai Pancasila dapat membahayakan moral dan budaya bangsa.
3. Nilai Pancasila berfungsi sebagai:
• rambu normatif
• pedoman moral
• arah orientasi pengembangan ilmu
4. Pengembangan IPTEK harus selalu berakar pada budaya bangsa dan tidak bertentangan dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, keadilan.
NPM: 2505101010
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia sehingga seluruh perkembangan IPTEK harus selaras dengan nilai-nilai dasar tersebut. Dalam konteks ilmu pengetahuan, Pancasila berfungsi sebagai kerangka berpikir, pedoman moral, serta arah dalam memanfaatkan teknologi agar tidak menimbulkan dehumanisasi atau dampak negatif bagi masyarakat. Setiap sila Pancasila dijelaskan relevansinya terhadap IPTEK, mulai dari aspek etika spiritual dalam sila Ketuhanan, nilai kemanusiaan dalam penggunaan teknologi, semangat persatuan dalam penguasaan IPTEK, pentingnya demokrasi dalam pemanfaatan teknologi, hingga prinsip keadilan sosial dalam akses dan pemerataan IPTEK. Jurnal ini juga menelusuri landasan historis, sosiologis, dan politis yang menunjukkan bahwa peran Pancasila dalam perkembangan IPTEK telah lama menjadi perhatian, baik dalam UUD 1945 maupun berbagai kebijakan nasional. Penulis menegaskan bahwa tanpa berakar pada nilai Pancasila, pengembangan IPTEK dapat mengancam identitas bangsa, memunculkan kesenjangan sosial, dan melemahkan moral masyarakat. Oleh karena itu, Pancasila harus dijadikan rambu-rambu normatif agar perkembangan IPTEK di Indonesia tetap beretika, humanis, berkeadilan, dan sesuai dengan kepribadian bangsa.
npm : 2505101007
1. Tujuan Penulisan
Penulis ingin menjawab pertanyaan utama:
Mengapa Pancasila harus ditegaskan sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia?
Jurnal menegaskan bahwa perkembangan IPTEK yang tidak berbasis nilai Pancasila akan:
kehilangan arah,
berpotensi menimbulkan sekularisasi,
mengancam identitas dan karakter bangsa.
2. Latar Belakang
Pancasila:
merupakan dasar negara dan way of life bangsa Indonesia,
mengandung nilai-nilai meta-yuridis: budaya, moralitas, dan religius,
harus diterjemahkan ke dalam norma-norma yang mengikat secara hukum.
Perkembangan IPTEK modern sering menimbulkan dilema moral, misalnya:
teknologi yang mengancam kemanusiaan,
dampak negatif industri dan nuklir,
tantangan globalisasi terhadap nilai lokal.
Karena itu, diperlukan fondasi moral: Pancasila sebagai rambu etis dalam pengembangan ilmu.
3. Kerangka Teori Utama
3.1. Tiga Jenis Nilai dalam Pancasila
Penulis menggunakan teori nilai yang membagi Pancasila menjadi:
1. Nilai Dasar → sifat universal, abadi, abstrak (cita-cita bangsa).
2. Nilai Instrumental → peraturan, kebijakan, strategi yang berlandaskan nilai dasar.
3. Nilai Praktis → implementasi konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiganya menjadi landasan normatif pengembangan IPTEK agar tidak lepas dari akar budaya.
3.2. Ilmu sebagai fenomena budaya
Penulis mengacu pada teori Koentowijoyo:
Ilmu bersifat cumulative (selalu berkembang),
Nilai moral–agama bersifat non-cumulative (tetap).
Keduanya harus saling melengkapi, bukan dipertentangkan.
4. Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Penulis menegaskan bahwa pengembangan IPTEK harus memenuhi empat prinsip:
1. Tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila
2. Menjadikan Pancasila sebagai faktor internal pengembangan IPTEK
3. Menjadikan Pancasila sebagai rambu normatif
4. Pengembangan ilmu harus berakar pada budaya bangsa (indigenisasi ilmu)
Ini mencegah IPTEK berkembang secara bebas tanpa etika dan arah.
5. Peran Nilai Setiap Sila Pancasila dalam IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Menjaga etika dalam penggunaan IPTEK
Menghindarkan manusia dari penyalahgunaan teknologi
Menempatkan manusia bukan sebagai pusat, tetapi bagian dari alam
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Iptek harus memajukan martabat manusia
Melarang teknologi yang mendehumanisasi
3. Persatuan Indonesia
IPTEK harus memperkuat persatuan nasional
Kemajuan teknologi harus mempererat identitas bangsa
4. Kerakyatan/Permusyawaratan
Pengembangan IPTEK harus demokratis
Mendorong keterbukaan, kritik, dan musyawarah dalam sains
5. Keadilan Sosial
IPTEK harus digunakan untuk pemerataan kesejahteraan
Penguasaan teknologi tidak boleh menimbulkan kesenjangan baru
6. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis Penegasan Pancasila
a. Sumber Historis
Termuat dalam Pembukaan UUD 1945 (frasa “mencerdaskan kehidupan bangsa”).
Artinya perkembangan ilmu harus berada dalam koridor nilai Pancasila.
b. Sumber Sosiologis
Masyarakat Indonesia sensitif terhadap isu:
Ketuhanan
Kemanusiaan
Lingkungan
Contoh: penolakan PLTN Muria karena konsekuensi kemanusiaan dan lingkungan.
c. Sumber Politis
Dikuatkan melalui kebijakan negara dari era:
Soekarno,
Soeharto,
hingga era Reformasi.
Namun penegasan Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK sering bersifat normatif dan belum sistematis.
7. Temuan Utama
1. IPTEK modern dapat membawa dampak negatif (contoh: bom Hiroshima–Nagasaki).
2. Indonesia sebagai bangsa plural membutuhkan filter nilai dalam menghadapi kemajuan teknologi global.
3. Pancasila adalah fondasi moral dan etis yang menjaga arah perkembangan teknologi agar tidak merusak manusia maupun budaya bangsa.
8. Kesimpulan Jurnal
Penulis menyimpulkan:
1. Setiap pengembangan IPTEK di Indonesia harus didasarkan pada Pancasila.
2. Pancasila menjadi nilai internal yang membentuk karakter ilmu.
3. Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif agar IPTEK tidak keluar dari cara berpikir bangsa.
4. Ini penting untuk menghadapi:
globalisasi,
dominasi teknologi barat,
ancaman hilangnya identitas bangsa.
9. Catatan Kritis (Analisis Tambahan dari Saya)
Jurnal kuat secara filosofis, tetapi kurang memberikan contoh empiris modern (AI, bioteknologi, media digital).
Penulis menekankan peran nilai, namun kurang membahas mekanisme penerapan di lembaga penelitian atau universitas.
Argumen historis kuat, namun bagian “political sources” cenderung deskriptif dan kurang dianalisis kritis.
Potensi konflik antara kebebasan ilmiah vs norma Pancasila belum dibahas secara mendalam.
NPM : 2505101004
RINGKASAN ISI JURNAL
1. Latar Belakang
Pancasila merupakan ideologi negara dan kristalisasi nilai budaya serta agama bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam seluruh aktivitas berbangsa—termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Seiring pesatnya perkembangan IPTEK, muncul kekhawatiran bahwa kemajuan ilmu yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat menimbulkan masalah moral, kemanusiaan, dan hilangnya jati diri bangsa. Karena itu, diperlukan penegasan bahwa Pancasila harus menjadi dasar nilai dalam pengembangan IPTEK.
2. Tujuan Tulisan
Menegaskan pentingnya Pancasila sebagai landasan normatif dan moral dalam pengembangan IPTEK di Indonesia, sehingga arah, tujuan, dan manfaat IPTEK tidak bertentangan dengan budaya, agama, dan nilai kemanusiaan bangsa.
3. Pembahasan Utama
A. Konsep Nilai Pancasila dalam Pengembangan Ilmu
Pancasila berfungsi sebagai:
Sistem nilai acuan dalam berpikir dan bertindak.
Dasar dan arah bagi pengembangan ilmu serta pembangunan nasional.
Rambu normatif agar kemajuan IPTEK tidak menyimpang dari identitas bangsa.
Faktor internal yang harus menyertai proses inovasi dan perkembangan teknologi.
Nilai Pancasila mencakup:
Nilai dasar: nilai universal, abstrak, tidak terikat zaman (misalnya Ketuhanan, Kemanusiaan).
Nilai instrumental: dijabarkan ke dalam kebijakan, program, dan peraturan.
Nilai praktis: implementasi nyata dalam kehidupan masyarakat.
B. Pancasila sebagai Sumber Nilai & Moral bagi IPTEK
Setiap sila Pancasila memberikan landasan moral bagi perkembangan ilmu:
Ketuhanan Yang Maha Esa:
IPTEK harus menghormati nilai spiritual dan tidak menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
IPTEK dikembangkan demi kesejahteraan dan martabat manusia, bukan merusaknya.
Persatuan Indonesia:
Kemajuan teknologi harus memperkuat persatuan dan identitas nasional.
Kerakyatan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
Pengembangan IPTEK harus demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan berpikir.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Kemajuan teknologi harus dirasakan merata, tidak menimbulkan kesenjangan sosial.
Pancasila menuntut bahwa IPTEK:
Menghormati martabat manusia.
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bersifat terbuka dan bermanfaat bagi publik.
Mendukung masyarakat yang adil dan beradab.
C. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
Historis:
Nilai Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 terutama amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang harus dilaksanakan berdasarkan nilai moral Pancasila.
Sosiologis:
Masyarakat Indonesia sangat peka terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, dan moral. Contoh: penolakan reaktor nuklir Muria menunjukkan nilai Pancasila dijadikan pertimbangan dalam menerima perkembangan IPTEK.
Politis:
Dari era Soekarno hingga reformasi, para pemimpin negara menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi dasar orientasi ilmu, meskipun sifatnya belum sepenuhnya sistematis. Dorongan politik diperlukan untuk memperkuat penerapan nilai Pancasila dalam IPTEK.
4. Kesimpulan
Jurnal ini menegaskan bahwa:
Perkembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat membahayakan moral, kemanusiaan, dan jati diri bangsa.
Setiap pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia wajib berlandaskan nilai Pancasila, baik nilai dasar, instrumental, maupun praktis.
Pancasila harus menjadi rambu normatif agar IPTEK berkembang secara manusiawi, adil, bermoral, dan sesuai kepribadian bangsa.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai, IPTEK dapat berkembang tanpa kehilangan arah dan tetap memberi manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
NPM: 2505101021
PRODI: D3 Teknik Mesin
Analisis Jurnal
ANALISIS JURNAL
1. Tema dan Tujuan Jurnal
Jurnal ini membahas seberapa penting (urgent) peran Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Tujuan utamanya adalah:
-
Menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berkembang tanpa nilai.
-
Menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi dasar etika, moral, dan arah perkembangan IPTEK.
-
Menunjukkan bahwa kemajuan ilmu yang tidak dikendalikan nilai dapat berdampak buruk bagi manusia dan masyarakat
2. Latar Belakang Masalah dalam Jurnal
Jurnal ini dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi:
-
Perkembangan IPTEK yang sangat pesat di era modern.
-
Globalisasi yang membuat pertukaran ilmu, budaya, dan teknologi semakin bebas.
-
Munculnya berbagai masalah akibat penyalahgunaan IPTEK, seperti:
-
Lunturnya etika sosial
-
Menurunnya nilai kemanusiaan
-
Penyalahgunaan teknologi untuk kejahatan
-
Meningkatnya sikap individualisme
-
-> Dari kondisi tersebut, penulis menegaskan bahwa Pancasila diperlukan sebagai pengendali moral agar ilmu pengetahuan tidak disalahgunakan
3. Penjelasan Isi Jurnal (Pokok Pembahasan)
a. Ilmu Pengetahuan Tidak Bersifat Bebas Nilai
-
Jurnal menolak pandangan bahwa ilmu pengetahuan itu netral dan bebas dari nilai.
-
Menurut penulis, ilmu harus:
-
Mengabdi kepada manusia
-
Menjunjung nilai kemanusiaan
-
Tidak merusak tatanan sosial
-
-
Jika ilmu berkembang tanpa nilai, maka:
-
Teknologi bisa disalahgunakan
-
Manusia justru bisa menjadi korban kemajuan itu sendiri
-
b. Kedudukan Pancasila dalam Pengembangan Ilmu
Pancasila dalam jurnal ini diposisikan sebagai:
-
Landasan filosofis → memberi arah tujuan ilmu
-
Landasan etis → menentukan baik dan buruk pemanfaatan ilmu
-
Landasan moral → mengontrol perilaku manusia dalam menggunakan teknologi
Artinya, semua perkembangan ilmu di Indonesia harus sejalan dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial
c. Hubungan Pancasila dan Teknologi
Jurnal menjelaskan bahwa:
-
Teknologi sangat membantu kehidupan manusia:
-
Di bidang pendidikan
-
Ekonomi
-
Komunikasi
-
-
Namun teknologi juga membawa ancaman:
-
Kejahatan digital
-
Penyebaran hoaks
-
Degradasi moral
-
Hilangnya interaksi sosial
-
-> Karena itu, Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam pemanfaatan teknologi agar tidak merusak nilai kemanusiaan
d. Tujuan Akhir Ilmu Pengetahuan Menurut Jurnal
Ilmu pengetahuan menurut jurnal tidak hanya bertujuan untuk:
-
Kemajuan teknologi semata
Tetapi harus diarahkan untuk: -
Kesejahteraan manusia
-
Keadilan sosial
-
Kehidupan yang bermartabat
-
Kebahagiaan bersama
Dengan kata lain, ilmu harus memiliki orientasi kemanusiaan, bukan sekadar kemajuan teknis
KESIMPULAN JURNAL
-
Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
-
Ilmu pengetahuan tidak bersifat bebas nilai, tetapi harus dikendalikan oleh nilai moral, etika, dan kemanusiaan.
-
Perkembangan IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila dapat menimbulkan dampak negatif, seperti:
-
Kerusakan moral
-
Penyalahgunaan teknologi
-
Lunturnya nilai kemanusiaan
-
-
Pancasila berfungsi sebagai pengarah, pengendali, dan penuntun ilmu pengetahuan agar:
-
Tetap berpihak pada manusia
-
Menjunjung keadilan sosial
-
Tidak disalahgunakan untuk kehancuran
-
-
Tujuan akhir ilmu pengetahuan menurut jurnal adalah mewujudkan kesejahteraan, kemanusiaan, dan kehidupan bangsa yang bermartabat.
Sekian analisis jurnal yang saya dapat pahami dari jurnal yang diberikan. Terima kasih....