Setelah menyaksikan video yang telah ditayangkan, silakan buat analisis kesimpulan singkat mengenai isi video tersebut. Tulis poin-poin utama yang menurut Anda penting, kemudian simpulkan dengan bahasa sendiri secara ringkas, jelas, dan kritis
Setelah menyaksikan video yang telah ditayangkan, silakan buat analisis kesimpulan singkat mengenai isi video tersebut. Tulis poin-poin utama yang menurut Anda penting, kemudian simpulkan dengan bahasa sendiri secara ringkas, jelas, dan kritis
Nama: jehuda Bwefar
Npm : 2513032066
Aliran pokok pendidikan sebagaj berikut
1.Aliran nativisme berpendapata bahw perkembangan seseorang sangat di pengaruhi sejak faktor bawaanya sejak lahir. Menurut pandangan ini,pendidikan tidak dapat banyak mengubah watak atau kemampuan seeorang karena segala potensi suda atur tentukan faktor kuturunan.
2. Aliran impirisme sebaiaknya suda menekankan bahwa pengalaman dan lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian dan pengetahuan seseorang.pendidikan diangap dapat membentuk manusia sesuai dengan apa yang dialami dan pelajari.
3. Aliran konfergengsi merupakan gabungan antara nativisme dan empirisme. Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan individu dipengaruhi oleh kedua faktor, yaitu bakat bawaan dan lingkungan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan berperan penting untuk mengembangkan potensi bawaan melalui pengalaman dan pembelajaran yang tepat.
NAMA: ELIS AGUSTINA
NPM: 2513032052
Hasil dari analisis video yang saya lakukan tentang aliran pendidikan tersebut saya dapat menemukan beberapa point penting.
Terdapat dua macam aliran
1. Aliran Konvensional, Merupakan pandangan atau pendapat yang membahas faktor perkembangan manusia dan perilakunya. Aliran ini terbagi menjadi 4 macam:
Empirisme(Manusia dilahirkan dalam keadaan bersih), Nativisme(Manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan baik atau buruk dan pembawaannya tidak dapat di ubah), Naturalisme atau Negativisme(Beranggapan bahwa pendiikan itu tidak perlu dan anak diserahkan saja kepada alam), dan Konvergensi(Bakat seorang anak tidak berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan yang sesuai, dukungan tersebut seperti pendidikan dan lingkungan). Dalam hal ini saya terpacu akan aliran Naturalisme, dimana di dalam video ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak perlu, anak diserahkan saja kepada alam agar pembawaan yang baik tidak menjadi rusak. Sebagaimana yang kita tahu bahwa aliran Naturalisme menekankan akan peran pendidikan yang menjadi fasilator untuk perkembangan seoarang anak, ini berbanding terbalik dengan penjabaran aliran Naturalisme di dalam video ini.
2. Gerakan Baru, Merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan. Adapun bebrapa model yang diajukan oleh gerakan baru pendidikan ini.
-Pengajaran Alam Sekitar, dimana pengajaran ini memiliki prinsip seperti peragaan, aktivitas anak, pengajaran totalitas, menyatu dengan pengalaman anak, dan memberikan apersepsi emosional anak.
-Pengajaran Pusat Perhatian, "Sebutan untuk Hidup dan Oleh Hidup". Pengajaran ini memiliki beberapa metode seperti, metode global dan pusat minat.
-Sekolah Kerja. Ada beberapa bentuk sekolah kerja seperti, sekolah kerja sosiologis, sekolah kerja psikologis, sekolah kerja gabungan, dan sekolah kerja kepribadian.
-Pengajaran Proyek, dalam pengajaran ini anak dibebaskan menentukan pilihannya untuk mencari solusi sesuai keinginannya.
Artinya, Dalam Gerakan Baru ini terdapat banyak teori serta cara dalam pendekatan atau aliran pembelajaran di dunia pendidikan yang dapat menjadi landasan utama dalam berkembanganya seorang siswa dalam melakukan pembelajaran.
NAMA : Devi Putri Maharani
NPM : 2513032039
Aliran aliran pokok pendidikan ada 2 yaitu :
A. Aliran konvensional
Membahas faktor perkembangan manusia dan kepribadiannya.
1. Empirisme, dikemukakan oleh John Locke di mana aliran ini berpandangan bahwa dari lahir manusia sebagai tabularasa yang berarti lembaran kosong atau kertas putih saat lahir dan dan karakter atau sifat terbentuk dari interaksi dari lingkungannya.
2. Nativisme, dikemukakan oleh Schopenhauer aliran ini berpandangan bahwa sejak lahir manusia itu membawa sifat bawaan (baik atau buruk ) dan sulit diubah.
3. Naturalisme, dikemukakan oleh John Jacke Rousseau aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir dengan bawaan sifat dan lingkungan juga mempengaruhi.
4. Konvergensi, dikemukakan oleh William Stern. aliran ini berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh genetik dan lingkungan, contohnya bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Upaya meningkatkan dan memperbaiki mutu pendidikan terutama proses pembelajaran. Beberapa model perbaikan dari gerakan aliran baru yaitu :
1. Pengajaran alam sekitar oleh F.A Finger dan J. Ligthart.
2. Pengajaran pusat perhatian oleh Ovideminat Decroly
3. Sekolah Kerja oleh G. Kerschenteiner
4. Pengajaran Proyek oleh John Dewey
Nama : Nadia Padilah Zaidah
NPM : 2513032059
dari vidio diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
Aliran aliran pokok pendidikan
A. aliran konvensional
1. aliran empirisme, dipelopori oleh John Locke, aliran ini berpendapat manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa pembawaan dan lingkungannya lah yg akan menentukan hidupnya.
2. aliran nativisme, dipelopori Schooenmur manusia dilahirkan telah membawa pembawaan dan tidak dapat diubah oleh lingkungan ataupun pendidikan.
3. aliran naturalisme, manusia lahir mempunyai pembawaan baik namun dapat rusak karna pengaruh lingkungan bahkan pendidikan yg diberikan orang dewasa
4. aliran konvergensi, dipelopori oleh willidam stern gabungan antara aliran empirisme dan nativisme setiap manusia mempunyai pembawaan tetapi ada yang bisa berkembang juga bisa tidak tergantung dengan dukungan yang sesuai dengan perkembangan bakat tersebut.
B. Gerakan ( aliran ) baru
1. pengajaran alam sekitar, terkait pengajaran di sekolah sesuaikan dengan kehidupan yang dialami anak seperti aktivitas anak, menyatu dengan pengalaman anak
2. pengajaran pusat perhatian, menekan pada anak untuk harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri mengenai lingkungan tempat hidupnya di hari yang akan datang
3. sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan pribadi tetapi menjadi kepentingan masyarakat, sekolah akan membentuk 4 macam yaitu sekolah kerja sosiologis, psikologis, sosiologi-psikologis, dan kepribadian.
4. pengajaran proyek, dalam proyek ini anak bebas menentukan pilihannya, jenis proyek yang akan dikerjakan, merancang dan mempin proyek tersebut.
Nama :Ilham Dwi Saputra
Npm :2513032061
Menurut pandangan saya sendiri,
Yang Pertama: aliiran konvensional, aliran ini adalah pandangan kepribadian seseorang , nah ,aliran ini ada 3 cabang aliran di dalamnya yang pertama, itu adalah aliran empirisme, di aliran empirisme itu menjelaskan bahwa, kepribadian seorang anak itu di tentukan dari lingkungannya, ntah itu baiknya ataupun buruknya, intinya tergantung lingkungannya, yang ke dua itu ada aliran nativisme, nah aliran ini menjelaskan bahwa kepribadian seorang anak itu dari bawaan nya, atau emang udah seperti itu, mau lingkungan nya baik ataupun buruk klo bawaan anaknya baik ya pasti baik dan sebaliknya, kemudian yang ke tiga ada aliran naturalisme, jadi di aliran ini menjelaskan bahwa semua anak itu baik, yang membuat dia buruk itu adalah lingkungannya atau pendidikan nya, Kemudian yang ke empat ada aliran konvergensi, jadi di aliran ini perkembangan anak itu di tentukan dengan bawaan dan pendidikan nya, jadi semisal bawaannya bagus tapi pendidikannya buruk ya berarti kurang untuk bagusnya,
Yang ke dua: gerakan atau aliran baru, gerakan atau aliran ini adalah bentuk untuk membuat pendidikan seseorang menjadi lebih baik, nah di dalam ini juga ada beberapa cabang aliran , yang pertama, pengajaran alam sekitar, jadi di sini apapun yang di ajarkan oleh guru itu berhubungan langsung dengan kehidupan nyata, atau kata lainya pengalaman, kemudian yang ke dua di jelaskan bahwa anak itu harus mempunyai pandangan terhadap dirinya sendiri dan ke dunia tempat dia hidup, yang ke tiga ada sekolah kerja, di sini anak harus memiliki pandangan bahwa sekolah itu tidak hanya belajar doang, tapi juga harus di muamalahkan,dan yang ke empat pengajaran proyek, di sini anak di bebaskan untuk memilih tujuan hidupnya sendiri mau itu pekerjaan ataupun jalan hidupnya
Nama: Nopanda Delvia
Npm:2513032042
Kls:25b
Aliran pokok pendidikan terbagi menjadi dua:
1.aliran konvensional
2.gerakan baru
Aliran konvensional membahas faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya. Di dalamnya terdapat empat pandangan utama, yaitu Empirisme, Nativisme, Naturalisme, dan Konvergensi. Empirisme berpandangan bahwa manusia lahir seperti kertas putih dan lingkungan menentukan arah hidupnya. Nativisme menganggap manusia sudah memiliki pembawaan sejak lahir yang tidak bisa diubah oleh pendidikan. Naturalisme berpendapat semua anak lahir dengan pembawaan baik namun bisa rusak oleh pengaruh lingkungan, sedangkan Konvergensi menyatukan keduanya dengan menyatakan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan.
Gerakan baru muncul sebagai usaha memperbaiki mutu pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. Beberapa bentuknya yaitu Pengajaran Alam Sekitar yang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata anak, Pengajaran Pusat Perhatian yang disesuaikan dengan minat spontan anak, dan Sekolah Kerja yang menekankan pentingnya pendidikan bagi kepentingan individu dan masyarakat. Semua model ini bertujuan agar pembelajaran lebih nyata, aktif, dan relevan dengan kehidupan anak.
Selain itu, Pengajaran Proyek yang dipelopori oleh John Dewey dan W.H. Kilpatrick menekankan kebebasan anak untuk memilih proyeknya sendiri dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Melalui pendekatan ini, anak belajar secara aktif dan bermakna sesuai pengalaman hidupnya. Jadi, baik aliran konvensional maupun gerakan baru sama-sama berperan penting dalam pendidikan, di mana aliran konvensional menekankan teori perkembangan manusia, sedangkan aliran baru fokus pada penerapan pembelajaran yang nyata dan menyatu dengan kehidupan anak.
NAMA : Wildan Wahyu Zanjabilla
NPM : 2513032037
Terdapat Dua kelompok utama aliran pendidikan yaitu:
Aliran Konvensional
Aliran Baru
Empat Aliran Konvensional:
1.Empirisme (Locke) Anak lahir seperti kertas putih; lingkungan sepenuhnya membentuk kepribadian.
Pandangan optimis terhadap pendidikan.
2.Nativisme (Schopenhauer) Sifat manusia ditentukan sejak lahir; pendidikan tidak bisa mengubah pembawaan.Pandangan pesimis terhadap pendidikan.
3.Naturalisme (Rousseau) Anak lahir dengan sifat baik, tetapi bisa rusak karena pengaruh lingkungan dan pendidikan yang salah.
Pendidikan negatif, biarkan anak berkembang alami.
4.Konvergensi (William Stern) Gabungan antara pembawaan dan lingkungan; keduanya saling menentukan.
Pandangan realistis dan positif terhadap pendidikan.
Aliran Baru (Gerakan aliran baru ): Fokusnya bukan pada apakah anak bisa dididik, tapi bagaimana pendidikan dilakukan agar berhasil.
1.Pengajaran Alam Sekitar (Evelyn & Jankowski)
2.Pengajaran Pusat Perhatian (Decroly)
3.Sekolah Kerja (Kerschensteiner)
4.Pengajaran Proyek (John Dewey & Kilpatrick)
Pembawaan dan lingkungan secara seimbang mempengaruhi perkembangan anak secara seimbang. . Pendidikan sangat penting jika metode dapat disesuaikan dengan kebutuhan, keinginan, dan pengalaman nyata siswa atau peerta didik.
Aliran baru menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada teori, tetapi pada praktik lapangan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.
Nama : Sabila Risma wati
NPM : 2513032055
ALIRAN-ALIRAN POKOK PENDIDIKAN
A. Aliran Konvensional
Aliran konvensional merupakan pandangan atau pendapat yang membahas faktor mengenai perkembangan manusia dan kepribadiannya.
1. Empirisme (John Locke): Anak lahir seperti kertas putih dan perkembangannya ditentukan oleh lingkungan.
2. Nativisme (Schopenhauer) :
Anak lahir dengan pembawaan tetap, pendidikan tak bisa mengubahnya.
3. Naturalisme ( John Jacke Rousseau): Anak lahir baik, tapi bisa rusak oleh lingkungan.
4. Konvergensi (William Stern): Perkembangan dipengaruhi pembawaan dan lingkungan secara seimbang.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Gerakan baru dalam pendidikan adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran.
1. Pengajaran Alam Sekitar (Finger & Ligthart): Belajar dikaitkan dengan kehidupan nyata anak.
2. Pengajaran Pusat Perhatian (Decroly): Belajar berdasarkan minat dan pengalaman hidup anak.
3. Sekolah Kerja (Kerschensteiner): Pendidikan untuk individu dan masyarakat melalui kerja nyata.
4. Pengajaran Proyek (Dewey & Kilpatrick): Anak bebas menentukan proyek dan belajar dari pemecahan masalah.
NAMA: Indira Putri Mulyana
NPM: 2513032054
Aliran pendidikan itu ada aliran konvensional yang artinya pendapat yang membahas tentang faktor yang menentukan perkembangan kepribadian manusia. adapun beberapa macam aliran Konvensional
1. Empirisme (manusia dilahirkan dalam keadaan suci)
2.Nativisme (manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan (baik dan buruk))
3.Naturalisme (semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik)
4. Konvergensi (perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan, tergantung lingkungannya)
adapula gerakan aliran baru, merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan proses (bentuk) perbaikan, ada beberapa model (bentuk) perbaikan seperti pengajaran alam sekitar yang prinsipnya itu peragaan, aktivitas anak, pengajaran totalitas, menyatu dengan pengalaman anak, dan memberikan apresiasi emosional. pengajaran pusat perhatian, anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri dan tentang dunianya. serta ada yang namanya sekolah kerja, yang berarti pendidikan itu juga bisa bertujuan untuk kepentingan dalam masyarakat.
Tidak ada satu pendekatan yang paling benar untuk menangani semua masalah dalam dunia pendidikan. Tiap metode memiliki ciri-ciri baik dan buruknya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menggabungkan berbagai teori supaya pendidikan bisa lebih memenuhi kebutuhan siswa secara menyeluruh. Dengan demikian, teori tidak hanya terhenti pada level konseptual saja, tetapi juga bisa diimplementasikan dalam metode pengajaran, penilaian, serta membangun suasana belajar yang lebih efisien dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Nama: Meiza Gautami Das’ad
NPM: 2513032069
Dalam video Aliran Pendidikan oleh Drs. Syafril. M.Pd ini menjelaskan bagaimana pemikiran tentang pendidikan itu berkembang. Ada dua tahap besar: pertama, perdebatan filosofis tentang bagaimana kita terbentuk, dan kedua, tentang cara mengajar.
A. Aliran Konvensional
Awalnya, para ahli berdebat: apakah kita jadi seperti sekarang karena bawaan lahir atau lingkungan?
1. Empirisme (John Locke), yang yakin kita lahir dalam keadaan kosong (Tabula Rasa). Semua tergantung lingkungan dan pengalaman.
2. Lalu ada Nativisme, yang sebaliknya percaya kita sudah punya bakat sejak lahir, dan pendidikan tidak bisa mengubahnya.
3. Kemudian muncul Naturalisme (Rousseau), yang bilang anak itu sudah baik, tapi malah dirusak oleh campur tangan orang dewasa atau pendidikan.
4. Akhirnya, lahirlah solusi terbaik: Konvergensi (William Stern). Intinya, kita terbentuk karena gabungan bakat dan lingkungan. Bakat butuh dukungan lingkungan yang tepat untuk berkembang, dan lingkungan yang baik butuh bakat yang kuat agar hasilnya optimal.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Gerakan Baru ini intinya menolak cara belajar yang kaku dan menghafal. Mereka semua menuntut pembelajaran harus aktif, nyata, dan relevan dengan siswa:
• Pengajaran Alam Sekitar (F.A Linger & J. Lighthart): Belajar harus dikaitkan dengan kehidupan nyata dan lingkungan di sekitar anak.
• Pengajaran Pusat Perhatian (Declory): Materi harus berdasar pada minat anak saat itu, bukan paksaan.
• Sekolah Kerja (G. Kerschenteiner): Sekolah harus menyiapkan siswa agar punya keterampilan yang berguna bagi dirinya dan masyarakat.
• Pengajaran Proyek (Dewey & Killpatrick): Metode paling modern. Siswa memilih dan mengerjakan proyek sendiri dari awal sampai akhir. Semua mata pelajaran digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan proyek itu. Ini adalah bentuk belajar paling aktif.
Kesimpulannya: Video “Aliran Pendidikan” oleh Drs. Syafril, M.Pd. menjelaskan bahwa perkembangan pemikiran pendidikan berawal dari perdebatan tentang faktor pembentuk manusia hingga ke metode mengajarnya. Pada tahap awal, muncul berbagai pandangan seperti Empirisme yang menekankan peran lingkungan, Nativisme yang menonjolkan bawaan lahir, Naturalisme yang menilai anak sudah baik secara alami, hingga Konvergensi yang memadukan keduanya sebagai dasar pembentukan kepribadian.
Selanjutnya, fokus pendidikan bergeser pada cara mengajar yang lebih manusiawi dan relevan. Gerakan pendidikan baru menolak pembelajaran yang pasif dan menekankan pentingnya pengalaman nyata, minat siswa, serta keterampilan hidup melalui metode seperti pengajaran alam sekitar, pusat perhatian, sekolah kerja, dan proyek.
Secara kritis, perkembangan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang baik tidak cukup hanya memahami teori tentang manusia, tetapi harus mampu mewujudkan proses belajar yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik agar benar-benar membentuk pribadi yang utuh dan mandiri.
Nama : DAFFA ABID TAMA
NPM : 2513032056
Dari penjelasan video diatas dapat disimpulkan beberapa hal yaitu tentang aliran-aliran pokok pendidikan. Aliran pendidikan ini dibagi menjadi dua jenis yaitu aliran konvensional dan gerakan aliran baru.
A. Aliran Konvensional, adalah pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya.
Macam-macam aliran konvensional ini dibagi menjadi empat yaitu:
1. Empirisme (John Locke) mempunyai pengertian bahwa anak lahir seperti kertas kosong, perkembangan ditentukan lingkungan, bersifat optimis.
2. Nativisme (Schopenhauer) pengertiannya adalah anak lahir dengan pembawaan, tidak bisa diubah pendidikan, bersifat pesimis.
3. Naturalisme (Rousseau) memiliki pengertian bahwa anak lahir baik, rusak oleh lingkungan/pendidikan, pendidikan tidak perlu, biarkan alam.
4. Konvergensi (William Stern) adalah sebuah perkembangan yang dipengaruhi pembawaan dan lingkungan, pandangan positif terhadap pendidikan.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Gerakan baru dalam pendidikan adalah upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran.
Macam-macam dari gerakan atau aliran baru ada empat yaitu:
1. Pengajaran Alam Sekitar (Finger & Ligthart) menyatakan bahwa belajar dikaitkan dengan kehidupan nyata anak.
2. Pengajaran Pusat Perhatian (Decroly), adalah belajar dari keseluruhan dan sesuai minat anak, semboyan “Sekolah untuk hidup”.
3. Sekolah Kerja (Kerschensteiner) adalah pendidikan untuk individu dan masyarakat, ada bentuk sosiologis, psikologis, gabungan, dan kepribadian.
4. Pengajaran Proyek (Dewey & Kilpatrick) pengertiannya adalah anak bebas memilih proyek, belajar aktif memecahkan masalah, mata pelajaran tidak dipisah.
Nama: Zulfaa Adinda Hasnaa Isnaini
NPM: 2513032044
Aliran pendidikan terbagi atas 2, yakni:
1. Aliran Konvensional dimana aliran ini terbagi atas 4 aliran lain, yaitu
A. Aliran Empirisme, menganggap bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih/kosong, sehingga disebut tabula rasa. Teori ini bersifat optimis serta menganggap lingkungan memberikan pengaruh dalam menentukan arah hidup.
B. Aliran Nativisme, manusia dilahirkan dengan berbagai macam pembawaan dimana pembawaan tersebut tidak dapat diubah sekalipun dengan pendidikan. Sehingga teori ini dikenal memiliki sifat pesimis.
C. Aliran Naturalisme, menganggap setiap anak memiliki pembawaan yang baik, namun dapat dirusak oleh lingkungan. Sehingga disebut juga sebagai teori negativisme dan menganggap pendidikan tidak diperlukan sehingga anak diserahkan kepada alam agar pembawaan baik tidak rusak.
D. Aliran Konvergensi, pada aliran ini menggap perkembangan anak berdasarkan atas pembawaan lahir dan pendidikan yang dilalui oleh anak.
2. Gerakan (aliran) baru
Gerakan ini adalah salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan. Pada gerakan aliran baru ini terdapat 4 buah aliran, yaitu:
A. Pengajaran Alam Sekitar
Pengajaran ini dilakukan terkait dengan kehidupan nyata anak agar lebih nyata dalam emosional dengan kehidupan dan kehidupan anak.
B. Pengajaran Pusat Perhatian
Memiliki metode untuk memulai segala hal dengan pengertian dan menyesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak.
C. Sekolah Kerja
Berangkat dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya untuk individu tetepai juga masyarakat sehingga aspek sosiologis psikologis dan kepribadian digabungkan.
D. Pengerjaan projek
Pengajaran dilakukan dengan projek yang dimana anak dituntun untuk memecahkan masalah sesuai dengan keinginannya.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa aliran konvensional (empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi) memiliki fokus pada pembawaan dan lingkungan dalam perkembangan anak. Yang dimana setiap aliran memiliki pandangan yang berbeda. Pada aliran konvensional ini memiliki aliran yang bersifat pesimis dan juga optimis. Aliran konvergensi lah yang menekankan pada keseimbangan kedua faktor tersebut dalam perkembangan setiap anak.
Sementara itu, aliran gerakan baru muncul sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan. Pada gerakan baru ini memuat metode pengajaran yang memiliki fokus pada anak guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Nama : Bintang Adam Pamungkas
NPM : 2513032050
Kelas : 25B
liran konvensional menjelaskan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan melalui empat pandangan utama: Empirisme, Nativisme, Naturalisme, dan Konvergensi. Empirisme menekankan peran lingkungan dan pendidikan, Nativisme percaya pada pembawaan sejak lahir, Naturalisme menganggap anak lahir baik dan sebaiknya tumbuh alami, sedangkan Konvergensi memadukan peran bawaan dan lingkungan. Gerakan Baru dalam Pendidikan kemudian muncul untuk meningkatkan mutu pembelajaran agar lebih bermakna, melalui gagasan seperti Pengajaran Alam Sekitar, Pengajaran Pusat Perhatian, Sekolah Kerja, dan Pengajaran Proyek. Semua gerakan ini menekankan pembelajaran yang kontekstual, berpusat pada anak, serta relevan dengan kehidupan nyata. Secara keseluruhan, perpaduan antara teori aliran konvensional dan inovasi gerakan baru menunjukkan bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Nama: Prasasti Sendang Kinasih
NPM : 2513032038
Aliran-aliran pokok pendidikan dibagi menjadi 2 yaitu Aliran Konvensional dan Aliran Gerakan (aliran) baru.
1. Aliran Konvensional membahas tentang faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan manusia dan kepribadiannya.
Aliran ini terbagi menjadi empat yaitu:
A. Aliran Empirisme, Perkembangan anak sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan dan pengalaman hidupnya.
B. Aliran Nativisme, beranggapan bahwa setiap manusia sudah memiliki pembawaan sejak lahir, baik atau buruk, dan pendidikan tidak dapat mengubah.
C. Aliran Naturalisme, berpendapat bahwa semua anak lahir dengan pembawaan yang baik,namun pembawaan itu bisa rusak karena pengaruh lingkungan.
D. Aliran Konvergensi, yang dikemukakan oleh William Stern, perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan juga pendidikan yang diterimanya.
2. Gerakan (Aliran) Baru merupakan gerakan untuk mencari perbaikan dan peningkatkan mutu pendidikan, Gerakan ini juga dibagi menjadi empat:
A. Pengajaran Alam Sekitar, menekankan bahwa kegiatan belajar di sekolah harus berhubungan dengan kehidupan nyata anak agar pembelajaran lebih bermakna.
B. Pengajaran Pusat Perhatian, oleh Ovide Decroly, berfokus pada minat spontan anak.
C. Sekolah Kerja, dipelopori oleh G. Kerschensteiner, berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat.
D. Pengajaran Proyek, oleh John Dewey, memberi kebebasan kepada anak untuk memilih, dan melaksanakan proyek belajar sesuai minatnya.
Dari pembagian aliran-aliran pokok pendidikan dapat disimpulkan bahwa setiap aliran memiliki cara pandang berbeda tentang bagaimana pendidikan berperan dalam proses itu.
NAMA: ELIS AGUSTINA
NPM: 25130302052
Hasil analis yang saya lakukan terhadap video tentang aliran aliran pendidikan tersebut saya dapat menemukan beberapa point.
1. Aliran Konvensional, Merupakan pandangan atau pendapat yang membahas faktor perkembangan manusia dan perilakunya. Adapun macam macam aliran konvensional:
Empirisme(Manusia dilahirkan dalam keadaan bersih dan perkembangannya ditentukan oleh lingkungan), Nativisme(Manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan baik atau buruk, Pembawaan ini tidak dapat di ubah), Naturalisme(Pendidikan itu tidak perlu dan anak diserahkan saja kepada alam agar pembawaan yang baik tidak menajdi rusak), dan Konvergensi(Bakat seorang anak tidak berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai, dukungan tersebut berupa pendiikan atau lingkungan).
Dari point point di atas tentang aliran konvensional saya terpacu terhadap aliran naturalisme. Di dalam video tersebut menjelaskan bahwa di dalam aliran naturalisme pendidikan tidak perlu, anak di serahkan saja kepada alam. Sebagaimana yang kita tahu, Aliran naturalisme menekankan bahwa pendidikan menjadi fasilitator dalam perkembangan dari seorang siswa ini berbanding terbalik dari penjelasan aliran naturalisme yang ada di dalam video.
2. Gerakan Baru, Merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan. Ada beberapa model yang diajukan oleh gerakan baru pendidikan ini.
-Pengajaran Alam Sekitar, Pengajaran ini memiliki prinsip seperti, peragaan, aktivitas anak, pengajaran totalitas, menyatu dengan pengalaman anak, dan memberikan apersepsi emosional anak.
-Pengajaran Pusat Perhatian(Sekolah untuk hidup dan oleh hidup). Pengajaran ini memiliki dua metode seperti, metode global dan pusat metode.
-Sekolah Kerja, Ada beberapa bentuk sekolah kerja seperti, Sekolah kerja sosiologis, Sekolah kerja psikologis, Sekolah kerja gabungan, dan Sekolah kerja kepribadian.
-Pengajaran Proyek, Dalam pengajaran ini anak bebas menentukan pilihannya dalam mencari solusi sesuai dangan keinginannya.
Artinya, Dalam Gerakan Baru ini terdapat banyak teori dan cara di dunia pendidikan yang dapat menjadi faktor dalam perkembangan seorang siswa dalam melakukan pembelajaran.
- Metode global (gestalt) yaitu pendidikan hendaknya dimulai dari suatu keseluruhan yang punya pengertian
- Pusat minat yaitu dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak
3. Sekolah Kerja (G. Kerschenteiner)
Bentuk Sekolah Kerja:
a. Sekolah Kerja Sosiologis (kebutuhan masyarakat)
b. Sekolah Kerja Psikologis (pengembangan bakat anak)
c. Sekolah Kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan)
d. Sekolah Kerja Kepribadian (Pembentukan pribadi)
4. Pengajaran Proyek
Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh John Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick.
Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan memimpin kegiatan proyek.