Buatlah resume singkat esensi isi dari kedua artikel di atas sertakan opini Anda.
ACTIVITY: RESUME
Npm : 2413031079
Artikel 1
Artikel "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" meneliti dampak adopsi XBRL (eXtensible Business Reporting Language) terhadap transparansi informasi keuangan di perusahaan keuangan di Yordania. Studi menggunakan data survei dari 124 responden berbagai posisi laporan keuangan dan menemukan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi informasi keuangan. XBRL memperbaiki kualitas, relevansi, keandalan, dan keterbukaan laporan keuangan, memudahkan analisis dan pengambilan keputusan. Hasil ini didukung oleh metode analisis Partial Least Squares SEM yang menegaskan hubungan positif antara penggunaan XBRL dan transparansi data finansial. Artikel menekankan pentingnya penerapan XBRL untuk efisiensi, mengurangi kesalahan, serta menurunkan biaya informasi dan pengolahan data di sektor keuangan Yordania. Kontribusi artikel ini menambahkan bukti empiris khususnya pada negara berkembang serta implikasi praktis bagi regulator dan pelaku pasar agar lebih mengadopsi teknologi ini.
Artikel 2
Artikel "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" mengkaji hubungan antara adopsi XBRL dengan biaya ekuitas (cost of equity) di perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Menggunakan data perusahaan selama empat tahun (2014-2017), penelitian menemukan bahwa adopsi XBRL mampu menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan berukuran besar. Penurunan biaya ekuitas ini terkait dengan peningkatan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan yang dihasilkan melalui XBRL, mengurangi kesalahan dan biaya pemrosesan informasi oleh investor. Artikel juga menyoroti bahwa pengaruh XBRL terhadap biaya ekuitas masih relatif lemah karena Indonesia masih dalam tahap adopsi awal, namun secara umum adopsi XBRL memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan transparansi pelaporan keuangan. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia dan memperkuat teori kontinjensi dalam mengadopsi teknologi pelaporan baru.
Kedua artikel ini secara konsisten menunjukkan bahwa adopsi XBRL merupakan inovasi penting dalam digitalisasi pelaporan keuangan yang dapat meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko informasi. Secara praktis, XBRL dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik oleh investor dan regulator dengan menyediakan data yang lebih terstruktur dan mudah dianalisis.
Namun, Perlu ditingkatkan edukasi dan dukungan aturan agar penggunaan XBRL jadi lebih cepat dan maksimal. Juga penting melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat dampak XBRL di berbagai sektor agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas.
Npm : 2413031086
Kedua artikel tersebut membahas dampak penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) terhadap pelaporan keuangan di negara berkembang. Artikel pertama oleh Valentina Tohang dan Silvi Lusiana (2022) menunjukkan bahwa penerapan XBRL di perusahaan publik Indonesia mampu menurunkan biaya ekuitas dengan meningkatkan efisiensi dan kualitas informasi laporan keuangan. Sementara artikel kedua oleh Manaf Al-Okaily dkk. (2024) membuktikan bahwa penggunaan XBRL di perusahaan keuangan Yordania meningkatkan transparansi, keandalan, dan relevansi informasi keuangan dalam lingkungan digital. Secara umum, kedua penelitian menegaskan bahwa XBRL berperan penting dalam memperkuat kualitas pelaporan keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor.
Opini saya, penerapan XBRL bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bentuk perubahan paradigma dalam dunia akuntansi modern—dari pelaporan administratif menuju sistem yang lebih terbuka dan berbasis data. Keberhasilan penerapannya bergantung pada kesiapan infrastruktur, kemampuan sumber daya manusia, serta dukungan regulasi. Baik di Indonesia maupun Yordania, hasil penelitian menunjukkan bahwa XBRL memberikan dampak positif terhadap efisiensi, akuntabilitas, dan kepercayaan pasar, menjadikannya fondasi penting bagi pelaporan keuangan global yang transparan dan berkelanjutan.
NPM: 2413031078
Kedua artikel ini meyakinkan membuktikan bahwa adopsi teknologi XBRL membawa dampak positif yang nyata, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia dan Yordania. XBRL pada dasarnya bertindak seperti penerjemah yang membuat data keuangan dari berbagai perusahaan menjadi seragam dan mudah dibaca serta dianalisis oleh komputer.
Pada artikel pertama, penelitian yang dilakukan di Indonesia, menyelidiki hubungan antara XBRL dan biaya modal ekuitas, yang pada dasarnya adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor. Peneliti awalnya menduga bahwa pada masa adopsi awal yang penuh tantangan, XBRL justru akan meningkatkan biaya ini. Namun, temuan mereka justru sebaliknya. Adopsi XBRL ternyata secara signifikan berhasil menurunkan biaya modal, yang artinya perusahaan menjadi lebih murah dalam menarik modal dari investor karena laporan keuangan yang lebih terstruktur dan mudah di akses mengurangi ketidakpastian dan risiko yang dirasakan investor. Penelitian ini juga menemukan bahwa perusahaan berukuran besar mendapat manfaat penurunan biaya yang lebih besar.
Artikel kedua, yang berlokasi di Yordania, mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda dengan berfokus pada persepsi para profesional keuangan. Melalui kuesioner, penelitian ini menemukan bahwa XBRL secara kuat diyakini dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan. Para responden (seperti manajer akuntansi dan auditor) merasakan bahwa laporan keuangan menjadi lebih relevan, andal, serta mudah dipahami. Standarisasi data melalui XBRL mempermudahkan proses analisis dan perbandingan, sekaligus dapat mengurangi kesalahan dan menghemat waktu serta sumber daya dalam menyusun laporan.
Opini saya terhadap kedua artikel tersebut yaitu, keduanya saling melengkapi dengan sempurna dan membentuk narasi yang kuat. Studi di Indonesia menunjukkan manfaat kuantitatif dan finansial langsung bagi perusahaan seperti biaya modal yang lebih rendah, sementara penelitian di Yordania mengukuhkan manfaat kualitatif bagi ekosistem pasar secara keseluruhan baik peningkatan transparansi maupun kepercayaan. Transparansi yang lebih baik seperti yang di temukan di Yordania langsung dihargai oleh pasar keuangan dalam bentuk biaya modal yang lebih rendah seperti yang terbukti di Indonesia. Kemudian hal ini menciptakan siklus yang positif membuat laporan yang lebih transparan membangun kepercayaan investor, yang pada gilirannya membuat investor bersedia membiayai perusahaan dengan biaya yang lebih murah, sehingga akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulannya, bagi para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis di negara berkembang, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa investasi dalam digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL bukan hanya sekedar proyek kepatuhan yang mahal, melainkan sebuah strategi cerdas untuk menciptakan efisiensi, membangun kepercayaan pasar, yang pada akhirnya dapat mendorong pembiayaan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
NPM: 2453031008
Kelas: 2024 C
Artikel Pertama: “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets” (Al-Okaily et al., 2024)
Membahas bagaimana penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) meningkatkan transparansi laporan keuangan di perusahaan keuangan di Yordania. Dengan melibatkan 124 responden dari manajer keuangan, akuntan, dan auditor, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan XBRL membuat pelaporan keuangan lebih akurat, efisien, dan mudah diakses secara digital. XBRL membantu mengurangi asimetri informasi, meningkatkan kepercayaan investor, dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Studi ini juga menekankan bahwa penerapan XBRL penting untuk negara berkembang agar tidak tertinggal dari standar pelaporan global.
Artikel Kedua: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Penelitian ini menganalisis hubungan antara adopsi XBRL dan biaya ekuitas (cost of equity) pada 59 perusahaan publik di Indonesia selama periode 2014–2017. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah penerapan XBRL, biaya ekuitas perusahaan menurun secara signifikan terutama pada perusahaan besar. Artinya, penggunaan XBRL membuat informasi keuangan lebih transparan dan dapat dipercaya, sehingga risiko bagi investor menurun. Namun, penelitian ini juga menyoroti bahwa pada awal penerapan masih ada kendala, seperti kesalahan format dan kurangnya pemahaman teknis, yang dapat memengaruhi keandalan laporan.
Jadi, Kedua artikel sama-sama menunjukkan bahwa penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) membawa dampak positif bagi pelaporan keuangan. Pada penelitian di Yordania, XBRL terbukti meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keandalan informasi keuangan di era digital. Sementara itu, penelitian di Indonesia menemukan bahwa penggunaan XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas karena laporan keuangan menjadi lebih mudah diakses dan dipercaya oleh investor. Secara keseluruhan, kedua studi menegaskan bahwa digitalisasi pelaporan melalui XBRL membantu meningkatkan kualitas informasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja perusahaan.
NPM: 2413031081
Kelas: 2024 C
Menururt saya setelah menganalisis kedua artikel saya menemukan bahwa kedua artikel ini membahas mengenai adopsi Extensibel Dusiness Reporting Language atau disingkat dengan XBRL. XBRL merupakan sebuah standar pelaporan bisnis digital yang bertujuan untuk mengatasi masalah fformat pelaporan tradisional seperti PDF dan Excel yang tidak terstandar, meningkatkan akurasi data dan memfasilitasi analisis data.
Ada beberapa point penting yang saya dapatkan yaitu perbandingan antara yang pertama digitalization of financial reporting through XBRL and the cost of equity (study di Indonesia), pada hal ini memiliki tujuan yaitu mengeksplorasi hubungann antara adopsi XBRL periode pra dan pasca adoppsi di Indonesia dengann biaya ekuitas atau disebut dengan cost of equity. Kemudia pada metode nya menganalisis 59 perusahaan tercatat di bursaa efek Indonesia selama empat tahun yaitu pada tahun 2014-2015 dan 2016-2017. Tetapi ada beberapa temuan yang bertentangan dengan hipotesis awal penelliti, adopsi XBRL secara signifikan mengurangi biaya ekuitas atau disebut dengan COE. Pengurangan COE ini menunjukan bahwa XBRL meskipun masih dalam periode adopsi awal di Indonesia yang dimulai pada tahun 2015 telah meningkatkkan transparansi dan menguranngi ketidakpastianb bagi investor. Studi ini juga menemukan bahwa perusahaan berukuran besar lebih cenderung menikmati pengurangan COE yang lebih besar. Kemudian yang kedua does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosiure environment, insight from emerging markets yaitu studi dari yordania, yang memiliki tujuan utama yaitu menjelaskan dampak adopsi XBRL terhadap transparandi informasi keuangan di lingkungan pengungkapan digital pada perusahaan keuangan di yordania, kemudia metodenya menggunakan sample 124 responden meliputi manajer akutansi, auditor dan manajer keuangan dari perusahaan keuangan yordania. Dan pada hal ini memiliki temuan kunci yaitu adopsi XBRL secara signnifikan meningkatkkan trannsparansi informasi keuangan di lingkungan pengungkapan digital, hal ini menghasilkan pengungkapan laporan keuangan yang lebih relevan, andal, dan transparan. XBRL diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi alokasi sumber daya serta meningkatkan kepercayaan dalam urusan bisnis.
Opini saya sebagai seorang mahasiswa adalah bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan dimana kedua studi menegaskan bahwa digitalisasi laporan keuangan melalaui XBRL ada standar global yang tidak dapat dihindar bahkan di pasar negara berkembang seperti Indonesia dan yordania. Dan pentingnya keterampilan teknis baru kerena jika XBRL terbukti signifikan dalam mengurangi biaya ekuitas bagi perusahaan seperti Indonesia hal itu justru menunjukan bahwa informasi yang lebih transparan dan mudah diolah akan dihargai dipasar modal. Studi di Indonesia juga menunjukan bahwa manfaat XBRL masih lemah pada pereiode adopsi awal karena kerentanan teknologi. Disini saya melihat ini sebagai peluang dan tantangan karena saya harus fokus tidak hanya pada implementasi tetapi juga pada tata Kelola internal untuk meminimalkan kesalahan pelaporan, memastikan kualitas data dan mendukung perusahaan kecil yang mungkin menhadapi kesulitan dalam mengadopsinya.
NPM : 2413031071
Artikel: "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" (Indonesia)
Artikel ini bertujuan untuk meneliti apakah adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) di perusahaan yang terdaftar di Indonesia memiliki dampak terhadap Biaya Ekuitas (Cost of Equity - COE). Penelitian ini membandingkan periode dua tahun sebelum (2014-2015) dan dua tahun setelah (2016-2017) penerapan XBRL di Indonesia, melibatkan 59 perusahaan. COE diukur untuk merefleksikan persepsi risiko investor. Hasilnya menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan mengurangi Biaya Ekuitas. Hal ini kontradiktif dengan anggapan awal bahwa XBRL di fase awal akan meningkatkan COE karena masalah implementasi (seperti kesalahan tagging). Penurunan COE ini mengindikasikan bahwa XBRL berhasil mengurangi asimetri informasi dan biaya pemrosesan bagi investor. Peneliti mencatat bahwa dampak penurunan COE ini masih tergolong "lemah" karena Indonesia masih berada pada tahap awal adopsi, di mana XBRL rentan terhadap kesalahan teknis dan kurangnya pemahaman.
Artikel: "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" (Yordania)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah XBRL meningkatkan transparansi informasi keuangan dalam lingkungan pengungkapan digital di perusahaan keuangan Yordania. Data diperoleh dari 124 responden yang merupakan manajer akuntansi, auditor, dan manajer keuangan yang memiliki latar belakang XBRL. Hasilnya secara meyakinkan mengonfirmasi bahwa adopsi XBRL meningkatkan transparansi informasi keuangan di perusahaan Yordania. Peningkatan transparansi ini pada gilirannya membuat laporan keuangan menjadi lebih relevan, andal, dan tepercaya. Selain itu, manfaat lain yang ditekankan adalah pengurangan asimetri informasi dan penyederhanaan proses analisis laporan keuangan, yang mengarah pada penghematan waktu dan biaya.
Menurut saya kedua studi ini menegaskan bahwa manfaat teoritis XBRL, yaitu meningkatkan transparansi dan efisiensi. Terbukti secara empiris di pasar negara berkembang (Yordania) dan bahkan memberikan manfaat ekonomi langsung (penurunan Biaya Ekuitas di Indonesia). Meskipun ada tantangan di fase awal implementasi, hasilnya menyarankan bahwa regulator harus terus mendorong dan meningkatkan kualitas penerapan XBRL untuk memaksimalkan manfaatnya di pasar modal.
2413031098
Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets” jurnal ini Membahas tentang bagaimana penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan di perusahaan keuangan di Yordania. Dengan melibatkan 124 responden dari manajer keuangan, akuntan, dan auditor, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan XBRL membuat pelaporan keuangan lebih akurat, efisien, dan mudah diakses secara digital.
Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity:
Artikel ini membahas pengaruh adopsi XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dalam digitalisasi pelaporan keuangan terhadap biaya ekuitas (cost of equity) perusahaan yang terdaftar di Indonesia. Penelitian membandingkan data sebelum dan sesudah adopsi XBRL dan menemukan bahwa adopsi XBRL signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan dengan ukuran besar. Adanya XBRL membantu mengurangi biaya informasi dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan sehingga berdampak positif pada efisiensi pasar modal serta biaya modal perusahaan. Hasil ini memberikan bukti empiris terkait manfaat digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL dalam konteks pasar modal Indonesia.
NPM : 2413031093
Artikel 1 – “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets” (Al-Okaily et al., 2024)
Penelitian ini meneliti sejauh mana penerapan eXtensible Business Reporting Language (XBRL) dapat meningkatkan keterbukaan informasi keuangan pada perusahaan sektor keuangan di Yordania. Berdasarkan survei terhadap 124 responden yang terdiri dari manajer keuangan, akuntan, dan auditor, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta keandalan laporan keuangan digital. Melalui standarisasi format data dan sistem pelaporan yang terintegrasi, XBRL mempermudah proses analisis, mengurangi kesalahan pelaporan, dan mempercepat pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan. Studi ini juga menegaskan bahwa implementasi XBRL merupakan langkah strategis bagi negara berkembang dalam memperkuat kredibilitas pasar keuangan, meningkatkan efisiensi organisasi, serta memperluas kepercayaan publik terhadap informasi keuangan yang disajikan secara digital.
Artikel 2 – “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Penelitian ini menganalisis hubungan antara penerapan XBRL dengan biaya ekuitas (cost of equity) pada perusahaan publik di Indonesia. Dengan menggunakan data 59 perusahaan selama empat tahun (dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah penerapan XBRL), hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi laporan keuangan melalui XBRL secara signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar. Penurunan ini terjadi karena XBRL meningkatkan kualitas, keterbandingan, dan transparansi informasi keuangan, sehingga mengurangi ketidakpastian investor dan risiko investasi. Namun, pada tahap awal penerapannya, beberapa kendala teknis seperti kesalahan format dan kurangnya pemahaman pengguna menyebabkan manfaat XBRL belum sepenuhnya optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan XBRL berpotensi memperbaiki kualitas pelaporan dan menurunkan biaya modal apabila didukung oleh kesiapan infrastruktur, regulasi, dan sumber daya manusia yang memadai.
NPM :2453031007
1. Artikel pertama berfokus pada hubungan antara adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) dengan Transparansi Informasi Keuangan pada perusahaan-perusahaan keuangan di Yordania. Esensi temuan studi ini adalah bahwa XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi pengungkapan digital, karena standar ini mampu menghasilkan laporan keuangan yang lebih relevan dan andal. Kesimpulan ini menegaskan fungsi utama XBRL sebagai solusi standardisasi yang efektif untuk memecahkan masalah asimetri informasi dan meningkatkan kualitas data di tingkat fundamental pelaporan.
2.Artikel kedua membahas aspek yang berbeda, yaitu hubungan antara adopsi XBRL dengan Biaya Ekuitas (Cost of Equity - COE) pada perusahaan yang terdaftar di Indonesia. Inti dari penelitian ini menunjukkan bahwa, bertentangan dengan kekhawatiran fase adopsi awal, XBRL berhasil mengurangi biaya ekuitas secara signifikan, terutama bagi perusahaan berukuran besar. Oleh karena itu, esensi kesimpulannya adalah bahwa XBRL tidak hanya memperbaiki kualitas data, tetapi juga menghasilkan dampak positif yang terukur pada efisiensi pasar modal dengan menurunkan risiko investasi dan biaya modal perusahaan
Meskipun keduanya membahas dampak positif XBRL di pasar negara berkembang, kedua artikel ini memiliki fokus dan temuan yang saling melengkapi namun berbeda. Artikel pertama (Yordania) menekankan pada peningkatan kualitas input, yaitu menjadikan data laporan lebih transparan dan andal. Sebaliknya, Artikel kedua (Indonesia) berfokus pada peningkatan output pasar, yaitu menerjemahkan transparansi tersebut menjadi penurunan Biaya Ekuitas yang merupakan manfaat finansial nyata bagi perusahaan dan investor. Dalam pandangan saya, kedua studi ini memberikan kasus yang komprehensif: XBRL adalah teknologi yang secara efektif meningkatkan mutu data dan pada saat yang sama memperbaiki mekanisme pasar modal, menjadikannya elemen kunci dalam digitalisasi pelaporan
NPM = 2413031085
Esai pertama mengkaji seberapa luas penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) di perusahaan-perusahaan publik Indonesia dan bagaimana pengaruhnya terhadap harga ekuitas. Sebelum dan sesudah XBRL diimplementasikan (2014–2017), 59 perusahaan diteliti dalam studi ini. Ditemukan bahwa penggunaan XBRL secara signifikan mengurangi biaya ekuitas, terutama di perusahaan-perusahaan besar. Meningkatnya transparansi laporan keuangan, berkurangnya kesalahan manusia, dan berkurangnya biaya pemrosesan informasi bagi investor turut membenarkan penurunan biaya ekuitas ini. Studi ini juga mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi biaya ekuitas, termasuk leverage, ukuran perusahaan, dan rasio pasar terhadap nilai buku. Bertentangan dengan perkiraan awal bahwa XBRL akan meningkatkan biaya ekuitas karena keterlambatan adopsi dan kemungkinan kesalahan, studi ini justru mengungkapkan hal sebaliknya. Terakhir, XBRL membantu meningkatkan akurasi laporan keuangan dan mengurangi risiko investasi di pasar saham Indonesia.
Artikel kedua mengkaji bagaimana meluasnya penggunaan XBRL memengaruhi transparansi keuangan di antara perusahaan-perusahaan industri keuangan di Yordania, sebuah negara berkembang dengan kondisi pasar yang berbeda. Sebuah jajak pendapat terhadap 124 responden keuangan profesional memverifikasi hipotesis bahwa penerapan XBRL meningkatkan keterbukaan informasi keuangan, sehingga memengaruhi keandalan, relevansi, dan kemudahan akses data laporan keuangan digital. Artikel ini menekankan betapa pentingnya XBRL dalam lingkungan digital untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik, proses bisnis yang efektif, dan pelaporan keuangan yang akurat, serta untuk membantu mendukung keputusan yang lebih baik. Meskipun Yordania masih dalam proses penerapan XBRL, hasilnya menunjukkan bahwa XBRL memiliki banyak potensi untuk meningkatkan keterbukaan dan kualitas laporan keuangan di negara-negara berkembang.
Kedua makalah menunjukkan pandangan menyeluruh bahwa XBRL, sebuah teknologi pelaporan keuangan digital, memiliki dampak besar dalam menurunkan biaya modal dan risiko investasi serta meningkatkan transparansi dan kualitas laporan keuangan. Studi di dua negara dengan kondisi pasar yang berbeda (Indonesia dan Yordania) secara konsisten mengungkapkan bahwa XBRL meningkatkan keterbukaan informasi dan efisiensi—dua kualitas yang cukup penting dalam sistem keuangan modern. Hal ini membantu menunjukkan bahwa, terutama di negara-negara berkembang, adopsi teknologi digital dalam industri pelaporan keuangan merupakan langkah strategis yang krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memacu pertumbuhan pasar modal. Namun, untuk memaksimalkan potensi penuh XBRL, lebih banyak waktu, dukungan regulasi, dan peningkatan kapasitas pengguna masih diperlukan.
NPM: 2413031091
Kelas: 2024 C
1. Artikel: “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets”
Artikel ini membahas pengaruh penerapan eXtensible Business Reporting Language (XBRL) terhadap transparansi laporan keuangan di perusahaan keuangan Yordania. Berdasarkan survei pada 124 responden, hasilnya menunjukkan bahwa XBRL meningkatkan akurasi, efisiensi, dan keterbukaan laporan keuangan digital. Dengan sistem ini, informasi menjadi lebih mudah diakses, kesalahan berkurang, dan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penerapan XBRL bagi negara berkembang untuk menyesuaikan diri dengan standar pelaporan global dan memperkuat kepercayaan publik terhadap laporan keuangan.
Menurut saya, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan XBRL adalah kebutuhan, bukan sekadar inovasi. XBRL membuat data keuangan lebih transparan dan membantu pengambilan keputusan yang tepat. Namun, tantangannya ada pada kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur di negara berkembang. Dukungan pemerintah dan pelatihan teknis perlu diperkuat agar manfaat XBRL benar-benar terasa. Meski masih banyak kendala, penerapan ini merupakan langkah maju menuju pelaporan keuangan yang modern dan terpercaya.
2. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity”
Artikel ini meneliti pengaruh XBRL terhadap cost of equity pada 59 perusahaan publik di Indonesia selama 2014–2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar, karena meningkatnya transparansi dan kualitas laporan keuangan. Meski sempat ada kendala teknis pada masa awal penerapan, secara keseluruhan XBRL terbukti memperkuat kepercayaan investor dan efisiensi pasar.
Menurut saya penelitian ini relevan dengan kondisi Indonesia yang sedang memperkuat sistem pelaporan digital. XBRL bukan hanya memperbaiki transparansi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi karena menurunkan risiko dan biaya modal. Tantangannya ada pada kesiapan perusahaan dan pemahaman pengguna terhadap sistem baru. Menurut saya, dukungan dari regulator seperti OJK dan BEI sangat penting agar semua perusahaan, termasuk yang kecil, dapat menikmati manfaat XBRL secara optimal.
NPM : 2413031087
Kelas : 24C
1. Artikel 1: "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" (Tohang & Lusiana, 2022)
Esensi Isi (Resume Singkat):
Artikel ini berfokus pada hubungan antara adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) dengan biaya ekuitas (Cost of Equity - CoE) di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Indonesia. Penelitian ini membandingkan periode sebelum dan sesudah adopsi XBRL di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil utama studi ini menyimpulkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan berkontribusi pada penurunan biaya ekuitas. Penurunan ini dijelaskan karena XBRL meningkatkan kualitas informasi, mengurangi biaya pemrosesan informasi bagi investor, dan akhirnya mengurangi risiko informasi yang dipersepsikan investor, yang kemudian tercermin dalam CoE yang lebih rendah. Dampak positif ini ditemukan lebih besar pada perusahaan berukuran besar.
Opini Saya:
Menurut saya, artikel ini sangat relevan dan memberikan bukti empiris yang kuat mengenai manfaat adopsi teknologi pelaporan digital di Indonesia. Temuan bahwa XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas menegaskan bahwa transparansi dan standarisasi data digital memiliki nilai ekonomi riil. Hal ini krusial bagi BEI dan regulator (OJK) untuk mendorong kepatuhan yang lebih baik. Namun, penting untuk dicatat bahwa dampak yang lebih besar pada perusahaan besar menunjukkan adanya kesenjangan digital; perusahaan kecil mungkin menghadapi hambatan biaya dan kompleksitas dalam adopsi XBRL, sehingga manfaatnya tidak merata. Opini saya adalah, agar manfaat XBRL maksimal, perlu ada dukungan teknis dan edukasi yang lebih intensif dari regulator untuk memastikan perusahaan kecil dapat menikmati pengurangan CoE yang serupa.
2. Artikel 2: "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" (Al-Okaily, Alkayed, & Al-Okaily, 2024)
Artikel ini menyelidiki apakah adopsi XBRL mampu meningkatkan transparansi informasi keuangan dalam lingkungan pengungkapan digital, dengan mengambil studi kasus di pasar negara berkembang (Yordania). Studi ini berfokus pada persepsi manajer akuntansi, auditor, dan manajer keuangan yang memiliki latar belakang XBRL. Temuan utama menegaskan bahwa adopsi XBRL memang meningkatkan transparansi pengungkapan informasi keuangan di perusahaan keuangan Yordania. Peningkatan transparansi ini pada gilirannya dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menarik investasi di pasar modal tersebut.
Opini Saya:
Artikel ini memberikan perspektif yang berharga karena berfokus pada persepsi praktisi di pasar negara berkembang, yang sering kali memiliki tantangan infrastruktur dan regulasi yang berbeda dari pasar maju. Opini saya adalah bahwa kesimpulan ini secara fundamental memperkuat klaim dasar teknologi XBRL: kemampuannya untuk mengubah data menjadi format yang mudah diakses, dibaca mesin, dan dapat dibandingkan (comparable). Peningkatan transparansi ini penting karena di pasar negara berkembang, asimetri informasi cenderung lebih tinggi. Namun, studi ini hanya mengukur persepsi; untuk lebih meyakinkan, akan lebih baik jika didukung oleh data pasar yang objektif (seperti likuiditas saham atau bid-ask spread). Secara keseluruhan, artikel ini menggarisbawahi peran XBRL sebagai pilar penting dalam transformasi digital pelaporan keuangan untuk membangun integritas dan daya tarik pasar modal di negara-negara berkembang.
Npm: 2413031082
1. Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets
Artikel ini membahas bagaimana penerapan XBRL (Extensible Business Reporting Language) dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan di negara-negara berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL membantu memperjelas, memperbandingkan, dan meningkatkan keandalan informasi keuangan. Dengan sistem ini, kesenjangan informasi antara perusahaan dan investor dapat berkurang. Namun, keberhasilan penerapannya bergantung pada kesiapan teknologi dan dukungan kebijakan di masing-masing negara.
2. Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Penelitian ini meninjau pengaruh penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Dari analisis terhadap 59 perusahaan selama 2014–2017, ditemukan bahwa penerapan XBRL dapat meningkatkan keterbukaan informasi keuangan dan menurunkan biaya ekuitas karena investor lebih mudah memahami laporan keuangan. Dampak positif ini paling terlihat pada perusahaan besar.
Kedua artikel sama-sama menunjukkan bahwa penerapan XBRL membawa manfaat besar bagi transparansi dan efisiensi pelaporan keuangan. Artikel pertama menekankan pentingnya kesiapan teknologi dan regulasi agar sistem berjalan efektif di negara berkembang, sementara artikel kedua membuktikan bahwa di Indonesia, XBRL benar-benar membantu menurunkan biaya ekuitas.
Menurut saya, keduanya saling mendukung, menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL tidak hanya memperbaiki kualitas informasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat tata kelola perusahaan.
Npm : 2413031094
Artikel berjudul “Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting” dalam Journal of Cleaner Production membahas persoalan yang dihadapi perusahaan dalam memanfaatkan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan yang tersedia, khususnya panduan yang berhubungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penulis mengidentifikasi bahwa meskipun lembaga seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) telah mengeluarkan pedoman masing-masing mengenai integrasi SDGs, masih terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai metode yang terstruktur untuk menyelaraskan kedua panduan tersebut secara efektif. Ketiadaan pendekatan yang konsisten menyebabkan perusahaan kesulitan dalam menghasilkan pelaporan keberlanjutan yang komprehensif dan terarah.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, artikel ini menawarkan alignment framework dan alignment approach yang dirancang sebagai metode yang kuat, sistematis, dan dapat direplikasi dalam berbagai konteks. Kerangka ini bertujuan untuk mengharmonisasikan elemen pelaporan SDGs antara standar GRI dan IIRC sehingga perusahaan dapat memperoleh panduan yang lebih konsisten dan relevan. Pendekatan penyelarasan yang diusulkan tidak hanya berfokus pada integrasi konten, tetapi juga pada proses identifikasi prioritas SDGs, pemetaan indikator, serta penyelarasan tujuan strategis perusahaan dengan standar pelaporan global.
Melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi, artikel ini menunjukkan bahwa tantangan pelaporan SDGs biasanya mencakup ketidakselarasan indikator, perbedaan penekanan antar-standar, serta keterbatasan dalam menghubungkan kinerja keberlanjutan dengan penciptaan nilai perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan metodologi penyelarasan yang diusulkan memungkinkan perusahaan memperoleh panduan yang lebih tepat sasaran, sehingga kualitas dan koherensi pelaporan SDGs meningkat secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap praktik pelaporan keberlanjutan, terutama dalam upaya memperkuat integrasi SDGs dari berbagai standar pelaporan internasional.
NPM : 2413031095
Pada artikel pertama membahas tentang penggunaan XBRL (eXtensible Business Reporting Language) di perusahaan keuangan di Yordania dan dampaknya terhadap transparansi laporan keuangan. XBRL adalah standar pelaporan bisnis berbasis teknologi digital yang memudahkan perusahaan untuk menyampaikan data keuangan secara lebih jelas, terpercaya, dan mudah dianalisis. Hasil dari penelitian pada artikel menunjukkan bahwa penggunaan XBRL meningkatkan transparansi informasi keuangan, membuat laporan lebih sesuai, transparan dan, dapat dipercaya. XBRL juga mempercepat proses pelaporan, mengurangi kesalahan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, XBRL dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kepercayaan dari para investor.
Artikel kedua membahas pengaruh adopsi XBRL (eXtensible Business Reporting Language) terhadap biaya ekuitas perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Penelitian artikel ini menggunakan data dari 59 perusahaan Indonesia selama empat tahun, dua tahun sebelum dan dua tahun setelah XBRL diadopsi secara wajib pada 2016. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar, karena XBRL mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan kualitas pelaporan, dan menurunkan biaya pemrosesan informasi bagi investor, tapi, efek pengurangan biaya ekuitas ini masih lemah karena Indonesia masih dalam tahap awal pemakaian teknologi ini. Selain itu, faktor lain seperti ukuran perusahaan, tingkat utang, dan rasio pasar buku ke buku juga memengaruhi biaya ekuitas. Beberapa sektor seperti pertanian, industri dasar, pertambangan, dan industri lainnya cenderung meningkatkan biaya ekuitas karena risiko yang tinggi.
Menurut saya, dari kedua artikel tersebut, XBRL membantu membuat laporan keuangan lebih jelas dan mudah dimengerti, sehingga investor dan perusahaan bisa lebih percaya dan cepat mengambil keputusan. Di negara seperti Indonesia dan Yordania, teknologi ini masih baru dan butuh dukungan lebih, supaya manfaatnya maksimal. Jadi, XBRL itu penting untuk buat informasi keuangan lebih transparan dan menurunkan risiko investasi, tapi butuh waktu dan kerja sama agar berhasil.
NPM: 2413031073
Artikel “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Indonesia)
Penelitian ini menelusuri apakah penggunaan Extensible Business Reporting Language (XBRL) di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Indonesia berpengaruh terhadap Biaya Ekuitas (Cost of Equity/COE). Studi ini membandingkan kondisi dua tahun sebelum penerapan XBRL (2014–2015) dan dua tahun setelahnya (2016–2017), dengan melibatkan 59 perusahaan sebagai sampel. COE digunakan untuk menggambarkan bagaimana investor menilai tingkat risiko perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa adopsi XBRL mampu menurunkan COE secara signifikan. Temuan ini bertentangan dengan anggapan bahwa pada tahap awal implementasi, XBRL justru dapat meningkatkan COE karena potensi kesalahan teknis, seperti kekeliruan penandaan (tagging). Penurunan COE tersebut menunjukkan bahwa XBRL efektif dalam mengurangi asimetri informasi serta menekan biaya yang harus dikeluarkan investor untuk memproses informasi. Namun, peneliti menekankan bahwa dampaknya masih tergolong lemah karena Indonesia baru berada pada tahap awal penerapan XBRL yang masih rentan terhadap berbagai kendala teknis dan keterbatasan pemahaman.
Artikel “Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment?” (Yordania)
Studi ini mengkaji apakah penerapan XBRL dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan pada perusahaan sektor keuangan di Yordania dalam lingkungan pengungkapan digital. Data berasal dari 124 responden yang terdiri atas manajer akuntansi, auditor, dan manajer keuangan yang sudah memahami XBRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XBRL secara nyata meningkatkan transparansi laporan keuangan. Transparansi yang lebih baik membuat laporan keuangan menjadi lebih relevan, dapat diandalkan, dan lebih dipercaya. Selain itu, XBRL juga membantu mengurangi asimetri informasi dan mempermudah proses analisis laporan keuangan, sehingga memberi manfaat berupa efisiensi waktu dan biaya.
Kesimpulan umum
Kedua studi ini memberikan bukti nyata bahwa XBRL mampu memberikan manfaat penting yang sebelumnya hanya bersifat teoritis—terutama dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi. Pada pasar berkembang seperti Yordania, XBRL terbukti memperbaiki kualitas pengungkapan informasi keuangan. Sementara itu, di Indonesia, XBRL bahkan memberikan keuntungan ekonomi langsung dengan menurunkan Biaya Ekuitas. Walaupun proses penerapannya tidak lepas dari tantangan pada tahap awal, temuan ini menegaskan perlunya dukungan regulator untuk terus memperbaiki dan memperkuat implementasi XBRL agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal di pasar modal.
NPM : 2413031083
ArtikeL pertama ini menyelidiki apakah pengimplementasian XBRL dapat meningkatkan keterbukaan informasi keuangan pada perusahaan-perusahaan keuangan di Yordania. Melalui survei yang melibatkan 124 profesional di bidang keuangan, ditemukan bahwa XBRL secara signifikan memperbaiki transparansi, keandalan, dan kemudahan dalam menganalisis laporan keuangan. XBRL berperan dalam menstandarkan data, mengurangi kesalahan, mempercepat proses pelaporan, serta mengurangi asimetri informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan XBRL mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dan juga meningkatkan efisiensi serta kepercayaan pasar.
Artikel kedua ini mengulas pengaruh penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas di perusahaan publik yang ada di Indonesia. Dengan menganalisis kondisi sebelum dan sesudah penerapan XBRL, ditemui bahwa format digital ini dapat menurunkan biaya ekuitas melalui peningkatan transparansi, pengurangan kesalahan, dan kemudahan dalam pemrosesan informasi untuk para investor. Selain itu, faktor-faktor seperti ukuran perusahaan, tingkat utang, dan rasio market to book juga terbukti memengaruhi besarnya biaya ekuitas, sementara beberapa sektor seperti pertanian, industri dasar, pertambangan, lain-lain, dan properti cenderung menghadapi risiko yang lebih tinggi yang berdampak pada peningkatan biaya ekuitas. Secara keseluruhan, penerapan XBRL memberikan dampak positif terhadap kualitas informasi keuangan dan suasana investasi di Indonesia.
NPM: 2413031077
KELAS : C
1. Artikel: “Earnings Management: A Literature Review”
Artikel ini membahas perkembangan riset mengenai earnings management (EM), mencakup definisi, motivasi, teknik, dan implikasinya. Penulis menekankan bahwa EM tidak selalu berarti kecurangan; manajemen laba dapat muncul dari fleksibilitas akuntansi yang diperbolehkan standar. Studi ini menyoroti dua pendekatan utama: accrual-based earnings management (manipulasi estimasi akrual) dan real earnings management (mengubah aktivitas operasi seperti diskon besar-besaran atau pemotongan R&D). Literatur menunjukkan bahwa faktor tata kelola, tekanan pasar modal, dan insentif kontraktual memengaruhi kemungkinan EM. Namun, dampaknya terhadap investor bervariasi: bisa menyesatkan, tetapi dalam beberapa konteks dapat memberikan signal positif (misal, smoothing untuk stabilitas).
2. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity”
Artikel ini meneliti dampak adopsi XBRL terhadap cost of equity (CoE) perusahaan publik di Indonesia. Dengan sampel 59 perusahaan (2014–2017), studi menemukan bahwa XBRL menurunkan biaya ekuitas, terutama bagi perusahaan besar. Standarisasi data melalui XBRL meningkatkan kualitas informasi dan menurunkan biaya pemrosesan informasi bagi investor. Namun, pada fase awal adopsi, kesalahan dan ketidakkonsistenan sering muncul, menyulitkan investor dan berpotensi meningkatkan ketidakpastian.
OPINI/PENDAPAT SAYA
Kedua artikel saling melengkapi: riset earnings management menunjukkan bagaimana kualitas informasi dapat dimanipulasi, sedangkan studi XBRL menekankan upaya peningkatan keterbukaan. Menurut saya, digitalisasi seperti XBRL dapat menekan peluang earnings management, terutama bentuk accrual-based, karena data menjadi lebih mudah dianalisis dan dibandingkan antarperiode maupun antarperusahaan. Namun, teknologi bukan solusi otomatis—pada tahap awal implementasi, justru bisa muncul noise baru yang memicu misinterpretasi. Dengan demikian, keberhasilan transparansi tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga kompetensi pelapor, pengawasan regulator, dan literasi investor.
NPM : 2413031088
Kelas : 2024C
Penelitian ini menguji dampak adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) pada biaya ekuitas (Cost of Equity/COE) perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Adopsi XBRL di Indonesia dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan pelaporan tradisional, yaitu standarisasi data yang rendah, kesulitan ekstraksi informasi, dan keterbatasan komparabilitas antar perusahaan, yang semuanya berpotensi meningkatkan biaya pemrosesan informasi bagi investor.
Menggunakan data 59 perusahaan selama empat tahun dua tahun sebelum (2014-2015) dan dua tahun sesudah (2016-2017) implementasi XBRL studi ini menemukan bukti kuat bahwa adopsi XBRL berhasil menurunkan biaya ekuitas (COE) secara signifikan. Ditemukan juga bahwa perusahaan berukuran besar lebih diuntungkan, karena mengalami penurunan COE yang lebih besar dibandingkan perusahaan kecil. Hasil ini memperkuat teori bahwa peningkatan transparansi, kualitas, dan keterbandingan informasi melalui XBRL dapat mengurangi risiko dan ketidakpastian bagi investor, yang kemudian diterjemahkan menjadi penurunan biaya modal bagi perusahaan.
Pendapat saya sstudi ini memberikan konfirmasi penting bahwa digitalisasi pelaporan keuangan bukan hanya sekadar kepatuhan regulasi, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang nyata, yaitu menurunkan COE. Penurunan biaya modal ini sangat berdampak karena dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan menarik investasi ke pasar modal Indonesia.
Namun, temuan bahwa manfaat ini lebih dominan pada perusahaan besar memerlukan perhatian lebih. Adopsi teknologi dan penyesuaian operasional seringkali lebih menantang bagi perusahaan kecil. Regulator dan Bursa Efek Indonesia (IDX) perlu memastikan bahwa infrastruktur XBRL dapat diakses dan diimplementasikan secara mudah, serta menyediakan pelatihan dan dukungan teknis yang memadai agar perusahaan kecil dan menengah juga dapat menikmati pengurangan biaya ekuitas, sehingga ekosistem pasar modal yang adil dan efisien dapat tercipta.
NPM: 2453031005
Kelas: 2024 C
Kedua artikel ini meyakinkan membuktikan bahwa adopsi teknologi XBRL membawa dampak positif yang nyata, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia dan Yordania. XBRL pada dasarnya bertindak seperti penerjemah yang membuat data keuangan dari berbagai perusahaan menjadi seragam dan mudah dibaca serta dianalisis oleh komputer.
Pada artikel pertama, penelitian yang dilakukan di Indonesia, menyelidiki hubungan antara XBRL dan biaya modal ekuitas, yang pada dasarnya adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor. Peneliti awalnya menduga bahwa pada masa adopsi awal yang penuh tantangan, XBRL justru akan meningkatkan biaya ini. Namun, temuan mereka justru sebaliknya. Adopsi XBRL ternyata secara signifikan berhasil menurunkan biaya modal, yang artinya perusahaan menjadi lebih murah dalam menarik modal dari investor karena laporan keuangan yang lebih terstruktur dan mudah di akses mengurangi ketidakpastian dan risiko yang dirasakan investor. Penelitian ini juga menemukan bahwa perusahaan berukuran besar mendapat manfaat penurunan biaya yang lebih besar.
Artikel kedua, yang berlokasi di Yordania, mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda dengan berfokus pada persepsi para profesional keuangan. Melalui kuesioner, penelitian ini menemukan bahwa XBRL secara kuat diyakini dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan. Para responden (seperti manajer akuntansi dan auditor) merasakan bahwa laporan keuangan menjadi lebih relevan, andal, serta mudah dipahami. Standarisasi data melalui XBRL mempermudahkan proses analisis dan perbandingan, sekaligus dapat mengurangi kesalahan dan menghemat waktu serta sumber daya dalam menyusun laporan.
Opini saya terhadap kedua artikel tersebut yaitu, keduanya saling melengkapi dengan sempurna dan membentuk narasi yang kuat. Studi di Indonesia menunjukkan manfaat kuantitatif dan finansial langsung bagi perusahaan seperti biaya modal yang lebih rendah, sementara penelitian di Yordania mengukuhkan manfaat kualitatif bagi ekosistem pasar secara keseluruhan baik peningkatan transparansi maupun kepercayaan. Transparansi yang lebih baik seperti yang di temukan di Yordania langsung dihargai oleh pasar keuangan dalam bentuk biaya modal yang lebih rendah seperti yang terbukti di Indonesia. Kemudian hal ini menciptakan siklus yang positif membuat laporan yang lebih transparan membangun kepercayaan investor, yang pada gilirannya membuat investor bersedia membiayai perusahaan dengan biaya yang lebih murah, sehingga akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Npm : 2413031076
Kelas : 24 C
Artikel pertama, membahas bagaimana penggunaan XBRL dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania. Dengan berkembangnya teknologi, perusahaan mulai beralih dari laporan tradisional seperti PDF ke sistem digital yang lebih terstruktur dan mudah dianalisis.Melalui survei pada 124 manajer, akuntan, dan auditor, penelitian menemukan bahwa XBRL membuat data keuangan lebih akurat, mudah dibandingkan, dan cepat diproses. Setiap informasi dalam laporan diberi tag standar sehingga mengurangi kesalahan dan membantu pengguna laporan membuat keputusan yang lebih tepat.
Artikel kedua, meneliti bagaimana adopsi XBRL sebagai format pelaporan keuangan digital memengaruhi cost of equity pada perusahaan publik di Indonesia. Dengan membandingkan data dua tahun sebelum dan sesudah adopsi XBRL pada 59 perusahaan, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan XBRL menurunkan cost of equity, meskipun dampaknya masih lemah. Penurunan ini terjadi karena XBRL mampu meningkatkan kualitas pelaporan, mengurangi kesalahan, dan membuat informasi lebih mudah diproses oleh investor.
Menurut saya, kedua artikel tersebut menunjukkan bahwa penerapan XBRL sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di era digital. Artikel pertama menyoroti bagaimana XBRL meningkatkan transparansi dan akurasi data, sedangkan artikel kedua menunjukkan bahwa XBRL juga dapat menurunkan cost of equity karena informasi menjadi lebih jelas dan mudah diproses. Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa XBRL memberikan manfaat nyata bagi efisiensi dan kepercayaan di pasar modal, sehingga penerapannya perlu terus diperkuat oleh regulator dan perusahaan.
2413031090
Jawab:
Digitalisasi pelaporan keuangan mendorong lahirnya XBRL sebagai standar baru yang membuat data keuangan lebih akurat, terstruktur, dan mudah dianalisis. Penelitian di Jordan menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi informasi keuangan. Para manajer keuangan dan auditor menilai XBRL mampu menghasilkan laporan yang lebih relevan, dapat diandalkan, dan memudahkan pengambilan keputusan. Hasil ini memperlihatkan bahwa XBRL membantu mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.
Sementara itu, penelitian di Indonesia menyoroti dampak XBRL terhadap cost of equity. Dengan menganalisis 59 perusahaan selama empat tahun, ditemukan bahwa adopsi XBRL menurunkan cost of equity, karena investor menilai perusahaan lebih transparan dan berisiko lebih rendah. Namun, manfaat terbesar dirasakan perusahaan besar yang memiliki kesiapan sistem dan sumber daya lebih baik, sedangkan perusahaan kecil masih menghadapi tantangan teknis dalam penggunaan XBRL.
Menggabungkan temuan kedua artikel, terlihat bahwa XBRL membawa dampak positif bagi kualitas pelaporan keuangan maupun persepsi pasar. Pandangan kita: XBRL bukan hanya format pelaporan, tetapi alat strategis untuk memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan efisiensi, dan menurunkan risiko informasi. Tantangannya adalah memastikan kesiapan teknologi, SDM, dan standarisasi agar manfaat XBRL dapat dirasakan secara merata oleh seluruh perusahaan.
NPM: 2413031075
Artikel pertama membahas dampak penggunaan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan di Indonesia. Penelitian ini membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan XBRL dengan mengambil sampel 59 perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa XBRL mampu menurunkan biaya ekuitas. Penurunan ini menunjukkan bahwa penggunaan XBRL membuat informasi perusahaan lebih mudah dipahami dan mengurangi ketidakpastian yang dihadapi investor. Temuan tersebut berbeda dengan anggapan bahwa tahap awal penerapan XBRL bisa menimbulkan risiko kesalahan teknis. Peneliti mencatat bahwa pengaruhnya masih lemah karena pemahaman dan kesiapan teknis di Indonesia masih berkembang.
Artikel kedua meneliti pengaruh XBRL terhadap transparansi informasi keuangan di Yordania. Penelitian ini melibatkan responden dari perusahaan sektor keuangan. Hasilnya menunjukkan bahwa XBRL membantu meningkatkan keandalan dan relevansi laporan keuangan. XBRL juga mengurangi asimetri informasi dan membuat proses analisis laporan lebih efisien.
Kedua penelitian ini memberikan gambaran bahwa XBRL membawa perubahan positif dalam penyampaian informasi keuangan. Pada konteks Yordania, XBRL memperbaiki kualitas pengungkapan. Pada konteks Indonesia, XBRL memberikan manfaat ekonomi melalui penurunan biaya ekuitas. Walaupun penerapannya tidak terlepas dari kendala teknis pada tahap awal, bukti yang ada menunjukkan bahwa teknologi ini penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi di pasar modal.
Menurut saya, hasil dari kedua penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan implementasi XBRL perlu menjadi perhatian. Regulasi yang lebih jelas, peningkatan kompetensi penyusun laporan, dan perbaikan infrastruktur digital akan membantu memaksimalkan manfaat XBRL bagi perusahaan dan investor.
Npm : 2413031070
Kelas : 2024C
Artikel 1
Artikel pertama berfokus pada transparansi informasi keuangan di perusahaan-perusahaan keuangan Yordania. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi dalam lingkungan pengungkapan digital. Peningkatan ini dihasilkan karena XBRL memungkinkan laporan keuangan disajikan menjadi lebih relevan, andal, dan komparatif. Secara praktis, peningkatan transparansi ini sangat penting karena mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik oleh pengguna informasi (investor, kreditur, dan manajer), serta meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya secara keseluruhan.
Artikel 2
Artikel kedua mengeksplorasi hubungan antara adopsi XBRL dan Biaya Ekuitas (Cost of Equity, COE) pada perusahaan terbuka di Indonesia. Meskipun secara teoritis periode adopsi awal XBRL dapat meningkatkan COE karena adanya risiko kesalahan atau biaya pemrosesan yang tinggi, temuan empiris di Indonesia menunjukkan hasil yang sebaliknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan mengurangi Biaya Ekuitas, terutama bagi perusahaan berukuran besar. Penurunan COE ini mengindikasikan bahwa pasar modal menghargai kualitas pelaporan yang lebih baik dan standardisasi data yang dibawa oleh XBRL, sehingga risiko investor berkurang.
Adopsi XBRL adalah langkah penting yang harus didukung penuh oleh regulator dan praktisi di pasar negara berkembang. XBRL tidak hanya menjadikan pelaporan lebih efisien dan transparan, tetapi juga memiliki dampak positif langsung terhadap daya saing perusahaan dengan mengurangi biaya modal dan meningkatkan kepercayaan investor.
Nama: Melinda Dwi Safitri
Npm: 2413031092
Kelas: 2024 C
Dua penelitian yang membahas penerapan XBRL di negara berkembang memberikan gambaran yang cukup menarik mengenai dampaknya terhadap kualitas pelaporan keuangan. Artikel berjudul “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” meneliti bagaimana adopsi XBRL di perusahaan publik Indonesia memengaruhi biaya ekuitas. Dengan membandingkan data dua tahun sebelum dan dua tahun setelah implementasi, penelitian ini menunjukkan bahwa XBRL berkontribusi pada penurunan biaya ekuitas. Temuan tersebut mengisyaratkan adanya penurunan asimetri informasi serta berkurangnya beban pemrosesan data bagi investor. Meski demikian, efek yang muncul masih tergolong lemah karena Indonesia saat itu berada pada tahap awal implementasi, sehingga kesalahan teknis, keterbatasan pemahaman, dan masalah tagging masih cukup sering terjadi. Karena itu, meskipun ada sinyal positif, penelitian ini belum memberikan bukti bahwa XBRL secara otomatis menciptakan efisiensi tanpa peningkatan kualitas penerapan.
Pada sisi lain, artikel “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets” memberikan perspektif berbeda melalui pendekatan survei pada perusahaan keuangan di Yordania. Berdasarkan tanggapan 124 profesional di bidang akuntansi dan keuangan, studi ini menemukan bahwa XBRL secara jelas meningkatkan transparansi informasi finansial. Dalam konteks pelaporan digital, XBRL dianggap mampu memperkuat relevansi dan keandalan laporan serta mempermudah proses analisis karena struktur datanya lebih terstandarisasi. Manfaat ini juga berkaitan dengan berkurangnya asimetri informasi, sebuah aspek yang penting terutama di pasar negara berkembang yang masih menghadapi tantangan kualitas pengungkapan.
Jika digabungkan, kedua penelitian tersebut memang tampak mengarah pada gagasan bahwa XBRL membawa manfaat teoretis yang selama ini dikemukakan: peningkatan transparansi, penurunan asimetri informasi, dan efisiensi proses analisis. Tetapi ada beberapa catatan penting agar kesimpulannya tidak terlalu disederhanakan. Peningkatan transparansi di Yordania tidak otomatis berarti penurunan biaya ekuitas di semua konteks, karena COE dipengaruhi banyak faktor lain. Begitu pula temuan di Indonesia yang menunjukkan penurunan COE sebenarnya masih rentan dipengaruhi variabel eksternal di luar XBRL. Dengan kata lain, kedua studi ini lebih tepat dibaca sebagai bukti bahwa XBRL memiliki potensi memberikan manfaat yang diharapkan, tetapi kualitas implementasi dan kesiapan institusional tetap menjadi syarat utama agar dampaknya benar-benar optimal.
Nama: Melinda Dwi Safitri
Npm: 2413031092
Kelas: 2024 C
Dua penelitian yang membahas penerapan XBRL di negara berkembang memberikan gambaran yang cukup menarik mengenai dampaknya terhadap kualitas pelaporan keuangan. Artikel berjudul “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” meneliti bagaimana adopsi XBRL di perusahaan publik Indonesia memengaruhi biaya ekuitas. Dengan membandingkan data dua tahun sebelum dan dua tahun setelah implementasi, penelitian ini menunjukkan bahwa XBRL berkontribusi pada penurunan biaya ekuitas. Temuan tersebut mengisyaratkan adanya penurunan asimetri informasi serta berkurangnya beban pemrosesan data bagi investor. Meski demikian, efek yang muncul masih tergolong lemah karena Indonesia saat itu berada pada tahap awal implementasi, sehingga kesalahan teknis, keterbatasan pemahaman, dan masalah tagging masih cukup sering terjadi. Karena itu, meskipun ada sinyal positif, penelitian ini belum memberikan bukti bahwa XBRL secara otomatis menciptakan efisiensi tanpa peningkatan kualitas penerapan.
Pada sisi lain, artikel “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets” memberikan perspektif berbeda melalui pendekatan survei pada perusahaan keuangan di Yordania. Berdasarkan tanggapan 124 profesional di bidang akuntansi dan keuangan, studi ini menemukan bahwa XBRL secara jelas meningkatkan transparansi informasi finansial. Dalam konteks pelaporan digital, XBRL dianggap mampu memperkuat relevansi dan keandalan laporan serta mempermudah proses analisis karena struktur datanya lebih terstandarisasi. Manfaat ini juga berkaitan dengan berkurangnya asimetri informasi, sebuah aspek yang penting terutama di pasar negara berkembang yang masih menghadapi tantangan kualitas pengungkapan.
Jika digabungkan, kedua penelitian tersebut memang tampak mengarah pada gagasan bahwa XBRL membawa manfaat teoretis yang selama ini dikemukakan: peningkatan transparansi, penurunan asimetri informasi, dan efisiensi proses analisis. Tetapi ada beberapa catatan penting agar kesimpulannya tidak terlalu disederhanakan. Peningkatan transparansi di Yordania tidak otomatis berarti penurunan biaya ekuitas di semua konteks, karena COE dipengaruhi banyak faktor lain. Begitu pula temuan di Indonesia yang menunjukkan penurunan COE sebenarnya masih rentan dipengaruhi variabel eksternal di luar XBRL. Dengan kata lain, kedua studi ini lebih tepat dibaca sebagai bukti bahwa XBRL memiliki potensi memberikan manfaat yang diharapkan, tetapi kualitas implementasi dan kesiapan institusional tetap menjadi syarat utama agar dampaknya benar-benar optimal.
NPM : 2413031084
Esensi dari kedua jurnal ini berfokus pada peningkatan mutu dan nilai informasi perusahaan dengan cara standarisasi dan integrasi, yang mencakup aspek finansial serta keberlanjutan. Jurnal pertama, "Digitalisasi Pelaporan Keuangan Melalui XBRL dan Biaya Ekuitas," menyoroti manfaat penggunaan Extensible Business Reporting Language (XBRL) dalam konteks laporan keuangan. Jurnal ini menunjukkan bahwa penerapan XBRL di perusahaan publik di Indonesia secara signifikan mengurangi biaya ekuitas (COE), terutama pada perusahaan besar, karena XBRL berfungsi sebagai alat digital yang meningkatkan keterbukaan dan mengurangi biaya pengolahan informasi bagi investor, sehingga mengurangi persepsi terhadap risiko pasar. Di sisi lain, jurnal kedua, "Meningkatkan Nilai Keberlanjutan Korporasi: Pendekatan untuk Menyesuaikan Berbagai Panduan SDGs dalam Pelaporan," membahas upaya untuk memperbaiki nilai informasi non-finansial dan menyoroti tantangan yang muncul dari fragmentasi standar pelaporan Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal ini memberikan solusi berupa kerangka penyelarasan yang solid, yang memungkinkan perusahaan untuk secara efisien mengharmonisasikan dan mengintegrasikan persyaratan pelaporan dari berbagai panduan (seperti GRI dan IIRC). Penerapan kerangka ini tidak hanya menyelesaikan kebingungan dalam pelaporan, tetapi juga secara mendasar meningkatkan kualitas, kemampuan perbandingan, dan kredibilitas informasi keberlanjutan yang disajikan. Dengan demikian, kedua jurnal ini secara bersama-sama menegaskan perubahan paradigma bahwa pelaporan perusahaan modern perlu menekankan efisiensi data keuangan melalui teknologi serta pengintegrasian narasi keberlanjutan dengan metode yang terstruktur, untuk memenuhi harapan semua pemangku kepentingan di era digital.
Sebagai kesimpulan, menurut saya kedua jurnal ini mengungkapkan bahwa perusahaan harus lebih dari sekadar memberikan laporan, tetapi juga wajib menggabungkan dan menyelaraskan data mereka secara menyeluruh. Apabila XBRL menyelesaikan isu kualitas data keuangan melalui proses digitalisasi, maka kerangka penyelarasan SDGs menangani masalah kualitas data keberlanjutan melalui proses harmonisasi. Keduanya menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap perusahaan di masa depan akan bergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola dan menyampaikan informasi yang kompleks baik yang berkaitan dengan keuangan maupun keberlanjutan dengan cara yang efektif dan terintegrasi.
NPM : 2413031089
Artikel pertama menganalisis mengenai digitalisasi informasi keuangan melalui adopsi XBRL dan dampaknya terhadap biaya modal ekuitas di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL dapat secara signifikan mengurangi biaya ekuitas, khususnya untuk perusahaan besar dengan meningkatkan kualitas informasi, keterbandingan, dan efisiensi pengolahan data bagi investor. Namun, jurnal ini juga menekankan bahwa manfaat XBRL tidak muncul secara otomatis terutama pada tahap awal adopsi ketika kesalahan teknis, pemahaman pengguna yang rendah, dan peningkatan biaya pemrosesan informasi masih umum terjadi. Oleh karena itu, teknologi pelaporan hanya efektif jika didukung oleh kesiapan institusional yang memadai dan implementasi yang berkualitas.
Artikel kedua menekankan bahwa praktik akuntansi dan pelaporan keberlanjutan bukanlah hal yang netral, melainkan sangat dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi, kelembagaan, dan kekuasaan. Laporan keberlanjutan termasuk yang berkaitan dengan isu lingkungan dan sosial, sering digunakan oleh perusahaan sebagai sarana untuk melegitimasi tindakan mereka sebagai respons terhadap tekanan dari investor global, regulator, dan publik. Akibatnya, terdapat potensi kesenjangan antara narasi keberlanjutan yang disajikan dalam laporan dan dampak aktual di lapangan, sehingga praktik akuntansi keberlanjutan berisiko menjadi sekadar simbolis dan pencucian citra hijau (greenwashing). Jurnal ini menekankan bahwa akuntansi memiliki dimensi sosial dan politik yang kuat, bukan sekadar instrumen teknis untuk mencatat informasi.
Menurut pendapat saya kedua jurnal ini saling melengkapi dengan menunjukkan bahwa akuntansi modern baik keberlanjutan maupun digital tidak dapat dipisahkan dari perilaku manusia dan konteks institusional. Pelaporan keberlanjutan tanpa komitmen yang substansial berisiko menjadi sekadar alat pencitraan, sementara mengadopsi teknologi seperti XBRL tanpa persiapan dan pengetahuan sistem hanya akan memindahkan masalah dari manual ke digital. Oleh karena itu, tantangan utama yang dihadapi akuntansi di masa depan bukan hanya pengembangan standar atau teknologi tetapi juga integritas, tata kelola, dan kesadaran bahwa akuntansi memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang luas..
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Artikel 1
Judul: Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets
Artikel ini membahas peran adopsi XBRL dalam meningkatkan transparansi informasi keuangan, khususnya di negara berkembang seperti Yordania. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu membuat laporan keuangan lebih relevan, andal, dan mudah dibandingkan. XBRL membantu mengurangi ketidakjelasan informasi antara manajemen dan pengguna laporan keuangan karena data disajikan secara terstandar dan dapat diproses secara digital. Selain itu, XBRL juga mendukung efisiensi pelaporan serta pengambilan keputusan oleh investor dan regulator. Penelitian ini menegaskan bahwa XBRL bukan hanya alat teknis, tetapi juga sarana untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan di era digital.
Artikel 2
Judul: Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Jurnal ini mengkaji dampak adopsi XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan di Indonesia. Dengan membandingkan periode sebelum dan sesudah penerapan XBRL, hasil penelitian menunjukkan bahwa XBRL secara signifikan dapat menurunkan cost of equity (biaya ekuitas), terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini terjadi karena transparansi dan kualitas informasi meningkat, sehingga risiko informasi bagi investor menjadi lebih rendah. Namun, penelitian juga menyoroti bahwa pada tahap awal adopsi, XBRL dapat menimbulkan tantangan seperti kesalahan teknis dan kebutuhan adaptasi.
Opini
Menurut saya, kedua jurnal ini saling melengkapi dan menegaskan bahwa XBRL memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Meski pada awal penerapan masih menghadapi kendala teknis, manfaat jangka panjangnya jelas, terutama dalam meningkatkan transparansi dan menurunkan risiko bagi investor. Dalam konteks Indonesia, penguatan regulasi dan peningkatan kesiapan SDM menjadi kunci agar manfaat XBRL dapat dirasakan secara optimal.
NPM : 2413031072
Resume Esensi Kedua Artikel
Artikel pertama, "Teori Akuntansi Positif: Perspektif Teoretis dalam Pilihan Kebijakan Akuntansi", membahas bahwa Teori Akuntansi Positif (PAT) berfokus pada menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi berdasarkan perilaku manajer yang cenderung mengutamakan kepentingan pribadi. Dengan tiga hipotesis utama—rencana bonus, perjanjian utang, dan biaya politik—teori ini menunjukkan bahwa manajer sering membuat pilihan terkait kebijakan akuntansi tertentu untuk meningkatkan kompensasi, menghindari penalti dari kontrak, atau untuk mengurangi tekanan dari peraturan. Di sisi lain, artikel kedua, "Manajemen Laba: Tinjauan Pustaka (2024)", membahas bagaimana manajer memanfaatkan diskresi dalam pelaporan keuangan untuk memodifikasi angka laba demi memengaruhi hasil kontraktual atau untuk menipu pemangku kepentingan. Artikel ini membedakan antara manajemen laba akrual, yang menggunakan estimasi akuntansi tanpa mengubah arus kas, dengan manajemen laba riil yang melibatkan manipulasi operasional nyata (seperti pengurangan biaya penelitian dan pengembangan) yang dapat merusak nilai jangka panjang perusahaan. Kedua artikel ini bersama-sama menunjukkan bahwa pilihan kebijakan dan manajemen laba adalah alat strategis yang digunakan oleh manajer untuk merespons insentif ekonomi dan konteks operasional mereka.
Opini Kritis
Dalam pandangan saya, kedua artikel tersebut memberikan wawasan yang saling melengkapi mengenai hubungan antara motivasi manajerial dan kejujuran laporan keuangan. Artikel pertama menghadirkan kerangka teoritis yang menguatkan melalui PAT untuk memahami perilaku manajer, sedangkan artikel kedua menyajikan tinjauan literatur terbaru mengenai penerapan perilaku tersebut dalam bentuk manajemen laba. Integrasi kedua pemikiran ini menunjukkan bahwa manajemen laba bukan hanya isu teknis dalam akuntansi, melainkan juga mencerminkan dinamika agensi dan asimetri informasi antara manajer dan pemilik modal. Saya percaya bahwa dengan semakin kompleksnya lingkungan bisnis dan penerapan estimasi nilai wajar, risiko penyalahgunaan diskresi manajerial menjadi lebih tinggi. Karena itu, penguatan tata kelola perusahaan dan kualitas audit bukan lagi sekadar aspek formal, tetapi merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa laporan keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi yang transparan, bukan hanya sebagai cara untuk mencapai target kontraktual yang sifatnya oportunistik.
npm : 2453031006
kelas : c
Artikel berjudul “Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting” dalam Journal of Cleaner Production membahas persoalan yang dihadapi perusahaan dalam memanfaatkan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan yang tersedia, khususnya panduan yang berhubungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penulis mengidentifikasi bahwa meskipun lembaga seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) telah mengeluarkan pedoman masing-masing mengenai integrasi SDGs, masih terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai metode yang terstruktur untuk menyelaraskan kedua panduan tersebut secara efektif. Ketiadaan pendekatan yang konsisten menyebabkan perusahaan kesulitan dalam menghasilkan pelaporan keberlanjutan yang komprehensif dan terarah.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, artikel ini menawarkan alignment framework dan alignment approach yang dirancang sebagai metode yang kuat, sistematis, dan dapat direplikasi dalam berbagai konteks. Kerangka ini bertujuan untuk mengharmonisasikan elemen pelaporan SDGs antara standar GRI dan IIRC sehingga perusahaan dapat memperoleh panduan yang lebih konsisten dan relevan. Pendekatan penyelarasan yang diusulkan tidak hanya berfokus pada integrasi konten, tetapi juga pada proses identifikasi prioritas SDGs, pemetaan indikator, serta penyelarasan tujuan strategis perusahaan dengan standar pelaporan global.
Melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi, artikel ini menunjukkan bahwa tantangan pelaporan SDGs biasanya mencakup ketidakselarasan indikator, perbedaan penekanan antar-standar, serta keterbatasan dalam menghubungkan kinerja keberlanjutan dengan penciptaan nilai perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan metodologi penyelarasan yang diusulkan memungkinkan perusahaan memperoleh panduan yang lebih tepat sasaran, sehingga kualitas dan koherensi pelaporan SDGs meningkat secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap praktik pelaporan keberlanjutan, terutama dalam upaya memperkuat integrasi SDGs dari berbagai standar pelaporan internasional.
NPM: 2413031097
Kelas: 2024C
Artikel 1:
Artikel ini membahas tentang penggunaan XBRL (eXtensible Business Reporting Language) di perusahaan-perusahaan keuangan di Yordania, yang membantu meningkatkan kejelasan dalam laporan keuangan dan mengurangi ketidaksamaan informasi. Penelitian memperlihatkan bahwa XBRL, yang disediakan secara gratis oleh badan pengatur dan memakai struktur taksonomi berjenjang serta penandaan yang rinci, dapat memperbaiki ketepatan, kejelasan, dan kemampuan perbandingan laporan keuangan. Penerapan XBRL terbukti dapat meningkatkan kepercayaan dari pihak-pihak yang berkepentingan, aktivitas di pasar, dan juga menurunkan biaya yang dikeluarkan untuk modal. Penelitian ini juga menekankan betapa pentingnya peraturan dan standar internasional agar manfaat dari XBRL dapat dimaksimalkan dalam mendukung efisiensi pasar dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Artikel 2:
Artikel ini membahas bagaimana penggunaan XBRL (Extensible Business Reporting Language) memberikan dampak pada biaya ekuitas perusahaan yang terdaftar di Indonesia. Penelitian ini melibatkan 59 perusahaan selama tahun 2014 hingga 2017, dengan membandingkan data sebelum dan setelah mereka menggunakan XBRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL dapat secara signifikan mengurangi biaya ekuitas, terutama untuk perusahaan besar, karena meningkatkan keterbukaan dan kualitas laporan keuangan mereka. Ada faktor lain seperti ukuran perusahaan, utang, dan rasio antara pasar dan buku yang juga mempengaruhi biaya ekuitas. Temuan ini berbeda dari penelitian lain yang mengatakan bahwa pada awal penggunaan XBRL, biaya ekuitas justru meningkat, karena di Indonesia, peraturan dan dukungan dari pemerintah membantu mempercepat keuntungan dari digitalisasi laporan keuangan. Secara keseluruhan, artikel ini menyoroti bahwa digitalisasi laporan menggunakan XBRL dapat membantu mengurangi risiko dan biaya pendanaan untuk perusahaan di Indonesia.
Dari 2 artikel diatas Secara keseluruhan, kedua artikel memiliki opini positif terhadap XBRL:
-Artikel pertama lebih menekankan pada sisi manfaat internal dan transparansi informasi bagi pemangku kepentingan di negara berkembang.
-Artikel kedua memberikan bukti empiris mengenai manfaat finansial langsung (penurunan biaya modal) bagi perusahaan di Indonesia setelah mengadopsi teknologi tersebut.