Forum Analisis Jurnal
NPM : 2415061031
Kelas : PSTI-D
1. Relevansi Pancasila dalam Pengembangan Iptek
Pancasila memiliki peran krusial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila menjadi rambu moral yang mencegah dehumanisasi dan sekularisme yang kerap terjadi pada perkembangan Iptek di negara lain. Dengan berlandaskan Pancasila, Iptek tidak hanya bertujuan pada kemajuan material tetapi juga harus menjaga keseimbangan spiritual, sosial, dan budaya.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan landasan spiritual agar Iptek menghormati martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan. Hal ini penting untuk menghindari eksploitasi teknologi yang tidak etis, seperti rekayasa genetik tanpa pertimbangan moral.
Sila kedua dan kelima, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial, memastikan bahwa pengembangan Iptek harus membawa manfaat bagi seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir kelompok. Misalnya, Iptek harus digunakan untuk mengurangi kesenjangan sosial melalui pemerataan pendidikan dan akses teknologi.
2. Tantangan dalam Implementasi Nilai Pancasila pada Pengembangan Iptek
Meskipun Pancasila menjadi pedoman normatif, implementasinya sering menghadapi berbagai tantangan:
Globalisasi: Dominasi teknologi dan ilmu pengetahuan dari negara-negara Barat sering kali tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal. Tanpa penyaringan yang tepat, hal ini dapat mengancam budaya dan identitas bangsa.
Kesenjangan Iptek: Perbedaan akses teknologi antarwilayah di Indonesia masih menjadi masalah. Hal ini dapat menghambat pemerataan manfaat Iptek sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila.
Krisis Moral dalam Iptek: Pengembangan Iptek yang hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi sering kali mengabaikan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan, seperti kasus limbah industri yang merusak ekosistem.
3. Urgensi Integrasi Pancasila dalam Pendidikan Iptek
Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan “Mencerdaskan kehidupan bangsa” menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama pengembangan Iptek berbasis Pancasila. Pendidikan tinggi, khususnya, harus menjadi wadah bagi intelektual muda untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam penelitian dan inovasi teknologi. Seminar-seminar yang membahas “Pancasila sebagai Orientasi Pengembangan Ilmu”, seperti yang dilakukan pada 1980-an, perlu digiatkan kembali untuk menghadapi tantangan globalisasi.
4. Perspektif Sosiologis dan Etika Pengembangan Iptek
Sikap masyarakat Indonesia yang peka terhadap isu moral dan kemanusiaan memperkuat relevansi Pancasila dalam pengembangan Iptek. Misalnya, rencana pembangunan tenaga nuklir di Semenanjung Muria ditentang karena dianggap mengabaikan prinsip keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan Iptek yang tidak hanya canggih, tetapi juga etis dan adil.
NPM : 2455061001
Kelas : PSTI D
Pancasila Sebagai Landasan Nilai dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki akar yang dalam pada nilai-nilai budaya dan religius. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral dan kerangka berpikir, tetapi juga sebagai norma hukum dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), agar tetap sejalan dengan nilai-nilai bangsa dan menghindari dampak negatif seperti sekularisme dan dehumanisasi.
Pancasila Sebagai Landasan Nilai Pengembangan Iptek
Pancasila terdiri dari tiga jenis nilai, yaitu:
- Nilai Dasar: Prinsip-prinsip universal yang menjadi dasar moral.
- Nilai Instrumental: Penjabaran prinsip-prinsip tersebut dalam bentuk kebijakan dan peraturan.
- Nilai Praktis: Penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus berlandaskan pada ketiga nilai ini, sehingga tetap sejalan dengan budaya, identitas, dan ideologi bangsa.
Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral
Setiap sila dalam Pancasila memberikan panduan yang relevan untuk pengembangan Iptek:
- Ketuhanan Yang Maha Esa: Mendorong keseimbangan antara akal, emosi, dan spiritualitas dalam pengembangan Iptek.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menempatkan kesejahteraan manusia sebagai prioritas utama dalam setiap inovasi Iptek.
- Persatuan Indonesia: Memperkuat rasa solidaritas nasional dalam penerapan Iptek.
- Kerakyatan: Mengutamakan demokrasi serta musyawarah dalam keputusan terkait Iptek.
- Keadilan Sosial: Menjamin pemerataan dan kesetaraan dalam akses terhadap manfaat Iptek.
Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik
Sejak kemerdekaan, Pancasila telah menjadi pedoman penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Iptek, dengan tujuan untuk "mencerdaskan kehidupan bangsa" sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Diskusi pada tahun 1980-an menyoroti pentingnya orientasi Pancasila dalam pengembangan Iptek di perguruan tinggi dan menanggapi tantangan globalisasi yang berpotensi merusak nilai-nilai nasional.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus:
- Selalu mengacu pada nilai-nilai Pancasila.
- Menjadikan Pancasila sebagai faktor internal dalam proses pengembangan Iptek.
- Mematuhi prinsip-prinsip normatif yang menegakkan identitas dan budaya bangsa.
Dengan demikian, Pancasila dapat memastikan bahwa pengembangan Iptek tetap beretika, bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
NPM : 2415061114
Berikut adalah analisis saya mengenai jurnal yang berjudul "URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK" oleh Ika Setyorini
Jurnal ini menyoroti urgensi Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Secara umum, Pancasila diidentifikasi sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama yang mengakomodasi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam aktivitas ilmiah. Penulis menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pedoman normatif yang harus menjadi landasan dalam pengembangan iptek di Indonesia agar ilmu tidak berkembang tanpa arah atau berujung pada sekularisme, seperti yang terjadi di Eropa pada masa Renaisans.
Jurnal ini membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan sebagai kerangka berpikir dalam pengembangan ilmu, yang terdiri dari nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Nilai dasar bersifat universal dan tidak terikat waktu, nilai instrumental menjabarkan nilai dasar dalam kebijakan kontekstual, sedangkan nilai praktis berfokus pada implementasi konkret di masyarakat. Dalam pengembangan iptek, Pancasila memberikan panduan etika, seperti menekankan pentingnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhannya, sesama, dan lingkungannya.
Dari perspektif historis, Pancasila telah dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar pengembangan iptek untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sumber sosiologisnya mencerminkan kepekaan masyarakat terhadap isu-isu etika dan kemanusiaan dalam pengembangan teknologi, seperti dampak lingkungan dari limbah industri. Secara politis, Pancasila telah digunakan sebagai acuan dalam berbagai kebijakan nasional sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi.
Dalam simpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan iptek di Indonesia harus mematuhi nilai-nilai Pancasila sebagai norma, memastikan ilmu pengetahuan berkembang sesuai kepribadian bangsa, serta mencegah dampak negatif yang dapat mengancam eksistensi manusia dan budaya nasional. Hal ini menunjukkan urgensi Pancasila sebagai landasan etika dan budaya dalam memajukan iptek yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
NPM : 2415061108
Kelas : PSTI-C
Pancasila berperan sebagai sistem nilai, kerangka acuan berpikir, dan landasan dalam pembangunan hukum serta nasional di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dibagi menjadi tiga jenis:
1. Nilai dasar: Bersifat universal, abstrak, dan tidak terikat waktu atau tempat, mencakup cita-cita dan tujuan yang ditetapkan oleh para pendiri bangsa.
2. Nilai instrumental: Merupakan penjabaran nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, dan peraturan yang bersifat kontekstual dan dinamis sesuai kebutuhan zaman.
3. Nilai praktis: Implementasi nilai instrumental dalam situasi konkret, menciptakan keseimbangan antara identitas dan realitas masyarakat.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Pancasila berfungsi sebagai pedoman normatif yang memastikan bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai bangsa, berakar pada budaya nasional, serta mempribumikan ilmu agar sesuai dengan karakter dan ideologi bangsa.
Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia. Namun, pemanfaatan iptek sering disalahgunakan sehingga berdampak negatif pada kemanusiaan. Oleh karena itu, pengembangan iptek di Indonesia harus berlandaskan Pancasila sebagai sumber nilai dan asas moralitas.
Setiap sila Pancasila memberikan panduan dalam pengembangan iptek:
• Sila Ketuhanan: Menyeimbangkan akal dan moral, serta menjaga hubungan manusia dengan alam.
• Sila Kemanusiaan: Mengembangkan iptek demi kesejahteraan bersama dengan landasan moral.
• Sila Persatuan: Memupuk nasionalisme dan mempererat persatuan melalui iptek.
• Sila Kerakyatan: Menyelaraskan pengembangan iptek dengan prinsip demokrasi dan keterbukaan.
• Sila Keadilan Sosial: Mendorong pemerataan penguasaan iptek dan menjaga keseimbangan keadilan sosial.
Pengembangan iptek harus menghormati keyakinan religius, mendukung kemanusiaan, memperkuat identitas nasional, serta memastikan pemerataan dan keadilan. Iptek juga harus menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan masyarakat yang lebih adil.
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia memiliki akar historis yang dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa” menegaskan pentingnya pengembangan iptek yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, kemanusiaan, solidaritas, musyawarah, dan keadilan sosial.
Pada awal kemerdekaan, fokus bangsa adalah membangun negara, sehingga perhatian pada Pancasila sebagai landasan iptek baru mengemuka sekitar tahun 1980-an, terutama di perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia peka terhadap isu-isu iptek yang berdampak pada lingkungan dan harkat manusia, seperti pembangunan pembangkit nuklir yang memicu kekhawatiran terhadap nilai-nilai Ketuhanan dan kemanusiaan.
Secara politis, dukungan terhadap Pancasila sebagai landasan iptek tercermin dalam berbagai kebijakan, pidato, dan inisiatif, mulai dari era Soekarno hingga era reformasi. Namun, penegasan peran Pancasila lebih bersifat dorongan moral untuk menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman etis dalam pengembangan iptek di Indonesia.
1. Nilai Dasar: Bersifat universal, abstrak, dan melintasi batas waktu serta tempat, mencerminkan cita-cita serta tujuan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa.
2. Nilai Instrumental: Penjabaran dari nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, dan peraturan yang dinamis serta relevan dengan konteks zaman.
3. Nilai Praktis: Pelaksanaan nilai instrumental dalam kehidupan nyata, menjembatani antara identitas bangsa dengan realitas masyarakat.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Pancasila berperan sebagai pedoman normatif yang memastikan iptek selaras dengan nilai-nilai nasional, berakar pada budaya lokal, serta menyesuaikan ilmu dengan karakter dan ideologi bangsa. Pengembangan iptek bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia, namun potensi penyalahgunaan dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi landasan moral dalam pengembangan iptek.
Setiap sila Pancasila memberikan arah dalam pengembangan iptek:
Sila Ketuhanan: Menjaga keseimbangan antara akal, moralitas, dan hubungan manusia dengan alam.
Sila Kemanusiaan: Mengutamakan kesejahteraan bersama dengan pijakan etika.
Sila Persatuan: Memperkuat nasionalisme dan persatuan melalui iptek.
Sila Kerakyatan: Mengarahkan pengembangan iptek dengan prinsip demokrasi dan keterbukaan.
Sila Keadilan Sosial: Mendorong pemerataan akses iptek dan menjaga keadilan sosial.
Pengembangan iptek di Indonesia harus menghormati keyakinan agama, mendukung kemanusiaan, memperkuat identitas nasional, serta menjamin pemerataan dan keadilan. Iptek harus memuliakan martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan masyarakat yang berkeadilan.
Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek memiliki akar historis yang terlihat dalam Pembukaan UUD 1945, terutama pada amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa.” Hal ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan iptek berdasarkan nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, kemanusiaan, solidaritas, musyawarah, dan keadilan sosial.
Pada masa awal kemerdekaan, fokus utama adalah pembangunan negara, sehingga peran Pancasila dalam iptek baru menonjol sekitar tahun 1980-an, terutama di kalangan akademisi seperti Universitas Gadjah Mada. Secara sosial, masyarakat Indonesia peka terhadap isu iptek yang memengaruhi lingkungan dan harkat manusia, seperti pembangunan pembangkit nuklir yang menimbulkan kekhawatiran terkait nilai Ketuhanan dan kemanusiaan.
Dari sisi politik, dukungan terhadap Pancasila sebagai landasan iptek terlihat dalam berbagai kebijakan, pidato, dan inisiatif mulai era Soekarno hingga reformasi. Peran Pancasila lebih diarahkan sebagai pedoman moral dan etis dalam pengembangan iptek di Indonesia.
NPM : 2415061010
Kelas : PSTI C
Berikut ini adalah hasil analisis saya :
Jurnal yang berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK" karya Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai ideologi dasar negara, tetapi juga sebagai landasan moral yang dapat mengarahkan perkembangan IPTEK agar sesuai dengan kebutuhan sosial, budaya, dan etika bangsa Indonesia.
Dalam jurnal ini, Setyorini mengkaji bagaimana nilai-nilai Pancasila seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Keadilan Sosial, dan Persatuan dapat membentuk arah pengembangan teknologi yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengangkat isu tentang relevansi Pancasila di tengah pesatnya perkembangan IPTEK global, serta tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengintegrasikan kedua bidang tersebut.
Pancasila terdiri dari 3 jenis yaitu :
1. Nilai Dasar : bersifat universal dan menjadi landasan moral.
2. Nilai Instrumental : penjabaran atau dari nilai dasar berbentuk peraturan dan kebijakan.
3. Nilai Praktis : implementasi nilai instrumental dalam kehidupan sehari hari
Penulis juga mengkritisi kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan praktik IPTEK saat ini, serta menyarankan perlunya kesadaran kolektif di kalangan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman utama dalam setiap aspek pengembangan IPTEK.
Kesimpulannya, Pancasila perlu ditegaskan kembali sebagai dasar pengembangan IPTEK untuk memastikan bahwa teknologi yang berkembang di Indonesia tidak hanya maju, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang menjadi prinsip negara.
NPM : 2415061025
Kelas : PSTI C
Jurnal tersebut membahas secara mendalam mengenai urgensi Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia. Pancasila, sebagai ideologi negara, merupakan kristalisasi dari nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diakomodasi dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan ilmiah dan pengembangan Iptek.
- Pancasila sebagai Landasan Nilai: Pancasila harus menjadi pegangan utama dalam setiap pengembangan Iptek di Indonesia. Hal ini berarti bahwa setiap inovasi atau penelitian yang dilakukan harus selaras dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
- Pengembangan Iptek yang Berbasis Pancasila: Setiap perkembangan Iptek harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal dalam proses pengembangan. Ini berarti bahwa Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang dapat membimbing para ilmuwan dan peneliti dalam menjalankan tugas mereka. Dengan demikian, pengembangan Iptek tidak akan lepas dari akar budaya dan karakter bangsa Indonesia, melainkan akan mengedepankan integrasi antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai lokal yang ada.
- Dampak Negatif dari Iptek yang Tidak Berbasis Nilai: kemajuan Iptek yang tidak berakar pada nilai-nilai Pancasila dapat mengakibatkan sekularisme dan dampak negatif lainnya bagi masyarakat. Misalnya, dalam konteks penggunaan teknologi yang merusak lingkungan atau yang tidak memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
- Peran Nilai-nilai Pancasila dalam Iptek: Setiap sila Pancasila memberikan arahan moral dan etika yang penting dalam pengembangan Iptek. Misalnya, sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajak untuk mempertimbangkan aspek spiritual dan moral dalam setiap pengembangan ilmu. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memberikan dasar moral bagi manusia dalam mengembangkan Iptek untuk kesejahteraan bersama. Sila Persatuan Indonesia menekankan pentingnya rasa kesadaran akan nasionalisme dan persatuan dalam memajukan Iptek, sedangkan sila Keadilan Sosial mengingatkan bahwa kemajuan Iptek harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan masyarakat.
- Konteks Historis dan Sosiologis Pancasila: Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek telah dibahas dalam berbagai diskusi di kalangan intelektual, terutama sejak tahun 1980-an. Dalam konteks ini, Pancasila mulai dirasakan sebagai kebutuhan mendesak di perguruan tinggi dan lembaga-lembaga pendidikan yang mencetak kaum intelektual. Hal ini menunjukkan bahwa ada kesadaran akan perlunya mengaitkan pengembangan Iptek dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
- Kesadaran Masyarakat terhadap Isu Kemanusiaan: Misalnya, rencana pembangunan pusat tenaga nuklir harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang mungkin ditimbulkan. Kesadaran ini sangat penting untuk memastikan bahwa pengembangan Iptek tidak hanya menguntungkan segelintir orang, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Dengan demikian, pengembangan Iptek diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kehidupan masyarakat, meningkatkan harkat dan martabat manusia, serta menjaga kelestarian lingkungan dan keadilan sosial.
NPM : 2415061120
KLS : PSTI C
Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama Indonesia, menjadi panduan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Penelitian ini menekankan Pancasila sebagai pedoman normatif untuk mengembangkan iptek di Indonesia agar tetap berakar pada budaya dan nilai nasional.
Pancasila adalah dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, mencerminkan cita hukum negara. Sebagai ideologi, Pancasila mengintegrasikan nilai meta-yuridis ke dalam norma hukum positif, menjadi landasan nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pengembangan iptek yang tidak berlandaskan Pancasila berpotensi menimbulkan sekularisme.
Nilai Pancasila dalam Pengembangan Ilmu:
- Setiap iptek yang dikembangkan harus sesuai dengan nilai Pancasila.
- Pancasila sebagai pedoman normatif dan faktor internal dalam pengembangan iptek.
- Pengembangan iptek harus mempribumikan ilmu untuk menjaga identitas budaya.
Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral:
- Setiap sila Pancasila memberikan landasan moral untuk pengembangan iptek, seperti menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga
keseimbangan sosial.
- Pengembangan iptek harus menghormati keyakinan religius, mempromosikan nilai kemanusiaan, dan memperkuat identitas nasional.
Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis:
- Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945.
- Perguruan tinggi memainkan peran dalam mempromosikan Pancasila sebagai orientasi ilmu.
- Kebijakan politik di berbagai era menunjukkan penerapan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek
Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa:
- Pancasila wajib menjadi dasar dan pedoman dalam pengembangan iptek di Indonesia.
- Iptek yang berkembang di Indonesia harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila agar sesuai dengan kepribadian bangsa.
- Pancasila menjamin bahwa pengembangan iptek tidak keluar dari akar budaya Indonesia, menciptakan kemajuan yang seimbang dan bermoral.
NPM : 2415061101
Kelas : PSTI-C
Jurnal yang ditulis oleh Ika Setyorini ini membahas urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Pancasila, sebagai ideologi negara, merupakan kristalisasi dari nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang seharusnya mengakomodasi seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam kegiatan ilmiah. Penulis menekankan bahwa pengembangan iptek di Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar tidak terjadi sekularisme yang dapat mengakibatkan hilangnya arah dan orientasi dalam perkembangan ilmu. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai panduan normatif yang mengarahkan pengembangan iptek agar tetap relevan dengan budaya dan karakter bangsa.
Jurnal tersebut menjelaskan bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Penulis mengidentifikasi tiga jenis nilai dalam Pancasila: nilai dasar (instrinsik), nilai instrumental, dan nilai praktis. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai kerangka acuan dalam pembangunan hukum dan pengembangan iptek, yang diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, penulis juga menekannkan bahwa pentingnya menghormati keyakinan religius masyarakat dalam pengembangan iptek, agar tidak terjadi konflik antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai spiritual.
Jurnal ini juga membahas bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia harus mempertimbangkan konteks sosiologis dan historis Pancasila. Dalam hal ini, penulis mengaitkan Pancasila dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menekankan pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Penulis mengemukakan bahwa pengembangan iptek yang tidak berakar pada nilai-nilai Pancasila dapat mengakibatkan dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan dan dehumanisasi. Oleh karena itu, penting bagi bangsa Indonesia untuk tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai ruh dalam pengembangan iptek.
Kesimpulan, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan iptek di Indonesia harus berlandaskan pada Pancasila untuk menciptakan harmoni antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai budaya serta agama. Pancasila diharapkan dapat menjadi rambu normatif yang mengarahkan setiap langkah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Penulis berharap bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan iptek, Indonesia dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan seimbang, tanpa kehilangan identitas dan karakter bangsa.
NPM : 2415061023
Kelas : PSTI D
Menurut saya, Artikel ini membahas tentang Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, sebagai kristalisasi budaya dan agama bangsa, dipandang sebagai landasan normatif untuk memastikan pengembangan IPTEK tetap sesuai dengan nilai-nilai moralitas dan budaya Indonesia. Artikel ini menjelaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK untuk menghindari dampak negatif seperti dehumanisasi dan ketidaksesuaian dengan identitas nasional. Jurnal ini juga menjelaskan tiga aspek penting Pancasila, yaitu sebagai sumber nilai, moralitas, dan panduan normatif, yang harus menjadi acuan dalam pengembangan IPTEK agar sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
1. Dasar Filosofis dan Historis Pancasila
- Pancasila adalah dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Nilai-nilai Pancasila, yang bersifat meta-yuridis, harus diterapkan secara normatif melalui peraturan hukum yang sesuai.
2. Pancasila sebagai Paradigma Ilmu
- Pancasila menawarkan sistem nilai yang dapat membimbing pengembangan ilmu, menghindarkan bangsa dari sekularisme, serta mengintegrasikan budaya dan religi sebagai fondasi ilmu.
- Setiap ilmu yang dikembangkan haruslah berakar pada nilai-nilai budaya dan ideologi bangsa Indonesia.
3. Peran Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
- Pancasila memberikan pedoman normatif dalam pengembangan IPTEK, menjamin ilmu yang dikembangkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral dan budaya bangsa.
- Lima sila Pancasila menjadi dasar moral, etika, dan tujuan pembangunan IPTEK. Contohnya:
- Sila Ketuhanan: Memandu IPTEK untuk memperhatikan keharmonisan antara akal, rasa, dan kehendak.
- Sila Kemanusiaan: Menekankan moralitas dan kesejahteraan bersama.
- Sila Persatuan: Menumbuhkan kesadaran nasionalisme dalam inovasi teknologi.
- Sila Kerakyatan: Mendorong pengembangan IPTEK yang demokratis dan partisipatif.
- Sila Keadilan: Menjamin distribusi IPTEK yang adil bagi semua kalangan.
4. Tantangan dalam Pengembangan IPTEK
- Dominasi IPTEK Barat dapat mengancam nilai-nilai budaya bangsa jika tidak dilakukan penyaringan.
- Kemajuan IPTEK yang tidak berakar pada Pancasila berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial.
5. Rekomendasi
- Pengembangan IPTEK di Indonesia harus:
- Berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
- Menghormati keyakinan religius dan moralitas masyarakat.
- Meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat identitas nasional.
Jurnal menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu untuk menciptakan kemajuan IPTEK yang tidak hanya inovatif tetapi juga beretika dan relevan dengan nilai-nilai keindonesiaan.
NPM = 2415061003
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memainkan peran krusial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Sebagai ideologi yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan agama bangsa, Pancasila berfungsi sebagai pedoman normatif dalam aktivitas ilmiah. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan, untuk memastikan kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya berorientasi pada pencapaian teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan moral terhadap masyarakat.
Pancasila juga menjadi sumber nilai yang memberikan arah dan tujuan dalam pengembangan iptek. Setiap langkah penelitian dan inovasi harus mempertimbangkan nilai-nilai dasar Pancasila, sehingga pengembangan iptek dapat memperkuat identitas nasional dan rasa persatuan di tengah keberagaman. Tanpa landasan Pancasila, kemajuan teknologi berpotensi mengakibatkan sekularisme dan dampak negatif bagi masyarakat.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai acuan, diharapkan pengembangan iptek dapat mendukung kesejahteraan dan martabat bangsa, serta menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi. Pancasila harus menjadi ruh yang menggerakkan setiap langkah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga inovasi yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat dan kelestarian nilai-nilai kemanusiaan. Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila, Indonesia diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berbudaya.
NPM: 2415061040
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencegah pengaruh sekularisme dan memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai nasional.
Poin Utama:
1. Pancasila sebagai Paradigma Ilmu: Pancasila adalah kerangka acuan nilai yang berfungsi sebagai dasar, arah, dan tujuan pengembangan Iptek di Indonesia.
2. Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral: Pancasila memberikan pedoman etis dan moral dalam penggunaan dan pengembangan Iptek.
3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis:
- Historis: Penegasan Pancasila sebagai dasar pengembangan Iptek berakar pada Pembukaan UUD 1945.
- Sosiologis: Sensitivitas masyarakat terhadap isu-isu ketuhanan dan kemanusiaan mencerminkan kebutuhan nilai Pancasila dalam pengembangan Iptek.
- Politis: Kebijakan pemerintah sejak masa kemerdekaan hingga saat ini menunjukkan upaya untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam orientasi ilmu.
Rujukan Utama dalam Jurnal:
- Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar normatif.
- Peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai.
- Pancasila pada pengembangan ilmu.
- Kebijakan pemerintah sejak era kemerdekaan hingga reformasi.
4. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Iptek
Pancasila adalah fondasi moral bagi pengembangan Iptek, yang harus:
- Menghormati martabat manusia dan mengintegrasikan rasionalitas dengan nilai-nilai ketuhanan (Sila Ketuhanan Yang Maha Esa).
- Mendorong pengembangan Iptek untuk kesejahteraan bersama (Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).
- Menumbuhkan rasa persatuan nasional dalam pengembangan Iptek (Sila Persatuan Indonesia).
- Berorientasi pada kepentingan demokrasi dan keterbukaan (Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan).
- Menjaga keseimbangan keadilan sosial dalam pengembangan dan penerapan Iptek (Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).
5. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Iptek
Sumber Historis:
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, terutama amanat mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini mulai dirasakan mendesak pada era 1980-an, khususnya di perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada.
- Sumber Sosiologis:
Respons masyarakat terhadap isu-isu yang berkaitan dengan moral dan agama menunjukkan pentingnya Pancasila dalam pengembangan Iptek. Contohnya adalah penolakan terhadap pembangunan pusat tenaga nuklir di Semenanjung Muria, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan.
-Sumber Politis:
Kebijakan pemerintah sejak era Soekarno hingga Reformasi mencerminkan upaya untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu. Namun, penegasan ini sering bersifat simbolis dan memerlukan implementasi lebih konkret.
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111
Jurnal ini menggarisbawahi pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai ideologi negara, Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa yang dapat menjadi pedoman dalam berbagai aktivitas, termasuk pengembangan IPTEK. Penulis menekankan bahwa IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila berpotensi menciptakan sekularisme dan kehilangan arah, sehingga diperlukan norma yang jelas untuk mengintegrasikan IPTEK dengan nilai-nilai Pancasila.
Pancasila dipaparkan sebagai sumber nilai moral dan norma dalam pengembangan IPTEK. Kelima sila Pancasila memberikan panduan, seperti pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keseimbangan keadilan sosial, hingga penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Jurnal ini juga membahas pentingnya mempribumikan ilmu pengetahuan agar tetap relevan dengan budaya Indonesia. Di sisi lain, dampak negatif IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila, seperti dehumanisasi dan ketimpangan sosial, menjadi sorotan penting dalam pembahasan ini.
Setiap perkembangan IPTEK di Indonesia harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila, menjadikannya pedoman normatif agar IPTEK tidak hanya memajukan teknologi, tetapi juga menghormati moralitas dan budaya bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan, bangsa Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri. Jurnal ini mengajak para akademisi dan pemerintah untuk mempertegas penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK demi keberlanjutan pembangunan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
npm : 2415061061
kelas : pstic
Jurnal ini membahas tentang
Latar Belakang
Jurnal ini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai pedoman normatif dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama yang mampu mengarahkan pengembangan iptek agar tidak bertentangan dengan karakter dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
1. Pancasila sebagai Kerangka Nilai
Pancasila menyediakan tiga tingkat nilai:
Nilai dasar yang bersifat universal dan abstrak.
Nilai instrumental sebagai kebijakan yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Nilai praktis sebagai implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pancasila dan Pengembangan Iptek
Pengembangan iptek harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila untuk mencegah sekularisme.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan landasan etika, moral, dan nasionalisme bagi pengembangan iptek.
Iptek harus meningkatkan kesejahteraan manusia, menghormati martabat manusia, dan menjaga keadilan sosial.
3. Sumber Nilai Pancasila
Historis: Termuat dalam Pembukaan UUD 1945 yang mencantumkan nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan.
Sosiologis: Masyarakat Indonesia yang peka terhadap nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Politis: Kebijakan pemerintah sejak awal kemerdekaan hingga kini yang menekankan Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek.
Kesimpulan
Pancasila memiliki peran penting dalam memberikan arahan dan batasan normatif dalam pengembangan iptek di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai filter terhadap pengaruh global yang dapat mengancam identitas bangsa. Dengan demikian, pengembangan iptek yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu mendukung pembangunan yang selaras dengan budaya, moral, dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
NPM : 2415061107
KELAS : PSTI-C
1. Konsep Dasar
jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. pancasila sebagai ideologi negara Indonesia adalah kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa yang mengakomodasi seluruh aspek kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah. dalam konteks pengembangan IPTEK, nilai-nilai Pancasila menjadi panduan normatif agar IPTEK berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan identitas bangsa.
nilai- nilai pancasila :
a) Nilai dasar, yaitu bersifat universal, abstrak, dan tidak terikat oleh waktu atau tempat.
b) Nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, dan program yang kontekstual serta disesuaikan dengan perkembangan zaman.
c) Nilai praktis, yaitu implementasi nilai-nilai instrumental dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat dinamis, menyesuaikan dengan masyarakat.
Pengembangan IPTEK harus :
- Tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
- Berakar pada budaya dan ideologi bangsa.
- Menggunakan Pancasila sebagai rambu normatif agar IPTEK berkembang sesuai nilai-nilai bangsa Indonesia.
2. Pancasila sebagai sumber nilai dan moral dalam pengembangan IPTEK
Pancasila berperan sebagai pedoman moral yang mengintegrasikan nilai-nilai agama, budaya, dan etika. seperti :
- sila pertama mengintegrasikan rasionalitas dan spiritualitas dalam pengembangan IPTEK.
- sila kedua memberikan dasar moral untuk memastikan IPTEK bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama.
- sila ketiga mendorong nasionalisme dalam kontribusi IPTEK untuk menjaga persatuan dan solidaritas.
- sila keempat mengarahkan IPTEK pada prinsip demokrasi dan keterbukaan untuk menerima masukan dari masyarakat.
- sila kelima menjamin keseimbangan dan keadilan dalam penguasaan IPTEK agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
3. Sumber historis, sosiologis, dan politis pancasila dalam IPTEK
a) sumber historis, nilai-nilai Pancasila telah lama menjadi landasan dalam pembentukan karakter bangsa
b) sumber sosiologis, sensitivitas masyarakat terhadap isu-isu moral, seperti dampak negatif limbah industri dan eksploitasi teknologi, menunjukkan perlunya pendekatan IPTEK berbasis Pancasila.
c) sumber politis, kebijakan para pemimpin negara dari masa ke masa menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK meskipun penerapannya sering bersifat deklaratif.
NPM : 2415061060
Jurnal ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi dalam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan ini termasuk dominasi paradigma global yang cenderung sekuler dan berorientasi pada keuntungan material. Penulis menyoroti bahwa salah satu cara untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan meningkatkan pendidikan karakter yang berbasis Pancasila, khususnya di bidang pendidikan tinggi. Pendidikan ini harus melibatkan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan aspek moral, sosial, dan spiritual dalam proses belajar-mengajar.
Selain itu, jurnal ini juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk memastikan nilai-nilai Pancasila diterapkan secara konsisten dalam kebijakan penelitian dan inovasi. Misalnya, penelitian yang dilakukan di Indonesia harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, memperkuat identitas nasional, dan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan.
Penulis juga mengajak pembaca untuk merefleksikan pentingnya Pancasila sebagai "filter budaya" dalam era globalisasi. Teknologi asing yang masuk ke Indonesia harus disesuaikan dengan norma dan nilai lokal untuk menghindari disintegrasi budaya dan identitas bangsa. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai landasan untuk membangun peradaban ilmu yang beretika, berkepribadian, dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam menyoroti keterkaitan erat antara nilai-nilai budaya dan agama yang terkandung dalam Pancasila dengan perkembangan iptek. Hal ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi bukan hanya tentang pencapaian teknis, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Tambahan ini diharapkan memperkaya analisis Anda dengan memberikan perspektif lebih luas mengenai relevansi dan tantangan dalam mengintegrasikan Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek di Indonesia.
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D
Berdasarkan jurnal berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi", Pancasila diposisikan sebagai landasan fundamental dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia. jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila, sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, mampu mengarahkan pengembangan Iptek agar tetap berakar pada identitas dan moralitas bangsa. Pendekatan ini bertujuan menghindari dampak negatif seperti sekularisme dan dehumanisasi yang sering muncul akibat kemajuan teknologi tanpa landasan nilai-nilai luhur.
setiap pengembangan Iptek di Indonesia harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang mencakup lima sila sebagai panduan etis dan moral. Sila-sila tersebut memberikan orientasi seperti pentingnya mempertimbangkan aspek keimanan (sila pertama), moralitas kemanusiaan (sila kedua), semangat nasionalisme (sila ketiga), demokrasi (sila keempat), dan keadilan sosial (sila kelima). Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kemajuan Iptek tidak hanya mengejar efisiensi tetapi juga keseimbangan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya.
Selain itu, jurnal ini menyoroti peran historis, sosiologis, dan politik Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek. Secara historis, Pancasila telah menjadi bagian dari Pembukaan UUD 1945 yang menggarisbawahi pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia yang religius dan berbudaya menjadi landasan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam Iptek. Dari sisi politik, kebijakan pemerintah pada berbagai era menunjukkan upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu.
NPM : 2415061089
Kelas : PSTI C
Jurnal ini membahas urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Pancasila, sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama, diakui sebagai landasan normatif yang harus mengarahkan pengembangan iptek agar tetap sesuai dengan moralitas, nilai budaya, dan kepribadian bangsa Indonesia. Jurnal ini menguraikan bahwa Pancasila memiliki tiga jenis nilai, yaitu nilai dasar (intrinsik) yang bersifat universal dan abstrak, nilai instrumental yang diwujudkan dalam kebijakan dan strategi praktis, serta nilai praktis yang terlihat dalam implementasi nyata di masyarakat.
Selain itu, Pancasila juga dipandang sebagai sumber nilai dan moral yang menjadi pedoman pengembangan iptek. Ilmu pengetahuan diharapkan dapat menghormati nilai spiritual, kemanusiaan, solidaritas, demokrasi, dan keadilan. Pengembangan iptek juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat menghindari mendehumanisasi manusia. Jurnal ini juga menyoroti landasan historis, sosiologis, dan politis Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek. Secara historis, hal ini tercermin dalam amanat Pembukaan UUD 1945 tentang "mencerdaskan kehidupan bangsa." Dari sudut pandang sosiologis, masyarakat menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu yang melibatkan nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan. Secara politis, berbagai kebijakan pemerintah sejak masa kemerdekaan telah mendukung Pancasila sebagai pedoman pembangunan iptek.
Kesimpulan dari jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sangat penting untuk memastikan bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal dalam pengembangan iptek, dan menjadi rambu normatif agar iptek tetap selaras dengan kepribadian bangsa.
NPM: 2415061027
Kelas: PSTI C
---
Jurnal ini membahas tentang seberapa pentingnya Pancasila sebagai landasan filosofis dan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Penulis bertujuan menegaskan relevansi Pancasila sebagai panduan nilai dalam pengembangan iptek, agar prosesnya tidak hanya bersifat teknis dan ilmiah, tetapi juga menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan itu tidak boleh terlepas dari nilai-nilai budaya dan ideologi bangsa Indonesia.
Pancasila menjadi acuan utama, yaitu nilai dasar yang bersifat universal dan tidak terikat waktu, nilai instrumental yang merupakan penjabaran nilai dasar yang sesuai dengan tuntutan zaman, dan nilai praktis yang merupakan implementasi nyata nilai tersebut. Setiap perkembangan iptek harus memperhatikan norma dan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan harmoni dengan budaya Indonesia. Iptek tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang dimana pengembangan iptek harus sejalan dengan nilai religius, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi, keadilan sosial. Kemudian secara historis, Pancasila sudah ditegaskan dalam pembukaan UUD 1945. Secara sosiologis, Pancasila mencerminkan sensitivitas masyarakat terhadap isu-isu moral dan sosial yang muncul akibat IPTEK. Dan secara politis, Pancasila sudah menjadi bagian dari kebijakan dan pidato para pemimpin, meskipun belum maksimal dalam implementasinya.
Jadi berdasarkan jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap pengembangan iptek harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Dan juga pengembangan IPTEK di Indonesia harus berbasis pada nilai budaya dan idiologi Pancasila agar dapat menghasilkan ilmu yang relevan. Maka dari itu Pancasila menjadi panduan moralitas untuk menghindari penyalahgunaan iptek.
NPM: 2415061004
Kelas: PSTI-D
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK yang ditulis oleh Ika Setyorini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, sebagai kristalisasi dari nilai-nilai budaya dan religius bangsa, berfungsi sebagai pedoman yang menjaga IPTEK tetap sesuai dengan identitas nasional dan tidak terpengaruh oleh nilai-nilai asing yang bertentangan.
*Pancasila sebagai Pedoman dalam IPTEK
Pancasila memberikan arahan dan kerangka berpikir dalam pengembangan IPTEK, sehingga setiap inovasi yang dilakukan harus sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti moralitas, humanisme, dan keadilan. Pancasila juga bertindak sebagai pedoman normatif untuk memastikan bahwa kemajuan IPTEK tidak hanya menghasilkan inovasi tetapi juga mendukung kesejahteraan umat manusia dan menjaga keharmonisan sosial.
*Tantangan Globalisasi
Dalam menghadapi globalisasi, teknologi dan budaya asing sering kali membawa pengaruh yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, Pancasila menjadi alat penyaring yang menjaga agar IPTEK di Indonesia tetap relevan dengan kebutuhan bangsa dan tidak merusak nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh masyarakat.
Pancasila memastikan pengembangan IPTEK di Indonesia tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi dasar dalam merancang inovasi tetapi juga berfungsi sebagai acuan moral dan sosial dalam memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, Pancasila memiliki peran strategis untuk mengintegrasikan kemajuan IPTEK dengan karakter budaya Indonesia.
NPM : 2415061017
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencegah pengaruh sekularisme dan memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai nasional.
Poin Utama:
1. Pancasila sebagai Paradigma Ilmu: Pancasila adalah kerangka acuan nilai yang berfungsi sebagai dasar, arah, dan tujuan pengembangan Iptek di Indonesia.
2. Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral: Pancasila memberikan pedoman etis dan moral dalam penggunaan dan pengembangan Iptek.
3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis:
- Historis: Penegasan Pancasila sebagai dasar pengembangan Iptek berakar pada Pembukaan UUD 1945.
- Sosiologis: Sensitivitas masyarakat terhadap isu-isu ketuhanan dan kemanusiaan mencerminkan kebutuhan nilai Pancasila dalam pengembangan Iptek.
- Politis: Kebijakan pemerintah sejak masa kemerdekaan hingga saat ini menunjukkan upaya untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam orientasi ilmu.
Rujukan Utama dalam Jurnal:
- Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar normatif.
- Peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai.
- Pancasila pada pengembangan ilmu.
- Kebijakan pemerintah sejak era kemerdekaan hingga reformasi.
4. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Iptek
Pancasila adalah fondasi moral bagi pengembangan Iptek, yang harus:
- Menghormati martabat manusia dan mengintegrasikan rasionalitas dengan nilai-nilai ketuhanan (Sila Ketuhanan Yang Maha Esa).
- Mendorong pengembangan Iptek untuk kesejahteraan bersama (Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).
- Menumbuhkan rasa persatuan nasional dalam pengembangan Iptek (Sila Persatuan Indonesia).
- Berorientasi pada kepentingan demokrasi dan keterbukaan (Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan).
- Menjaga keseimbangan keadilan sosial dalam pengembangan dan penerapan Iptek (Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).
5. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Iptek
Sumber Historis:
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, terutama amanat mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini mulai dirasakan mendesak pada era 1980-an, khususnya di perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada.
- Sumber Sosiologis:
Respons masyarakat terhadap isu-isu yang berkaitan dengan moral dan agama menunjukkan pentingnya Pancasila dalam pengembangan Iptek. Contohnya adalah penolakan terhadap pembangunan pusat tenaga nuklir di Semenanjung Muria, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan.
-Sumber Politis:
Kebijakan pemerintah sejak era Soekarno hingga Reformasi mencerminkan upaya untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu. Namun, penegasan ini sering bersifat simbolis dan memerlukan implementasi lebih konkret.
NPM : 2415061043
Kelas : PSTI C
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai ideologi, tetapi juga sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mencakup aspek budaya dan agama yang mendalam, sehingga dapat mengakomodasi seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks iptek, Pancasila berperan sebagai pedoman normatif yang harus diikuti dalam setiap perkembangan ilmu. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus sesuai dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, yang mencakup keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai rambu-rambu normatif yang mengarahkan pengembangan iptek agar tetap berakar pada budaya dan ideologi bangsa. Dengan demikian, pengembangan iptek yang tidak berlandaskan pada Pancasila dapat mengakibatkan sekularisme dan kehilangan arah, yang berpotensi merugikan umat manusia. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap kemajuan dalam iptek di Indonesia senantiasa mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam Pancasila, demi tercapainya kesejahteraan dan martabat bangsa.
Kelas: PSTI-C
NPM: 2415061020
Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pancasila sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama Indonesia berfungsi sebagai panduan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Penelitian ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai pedoman normatif dalam pengembangan iptek di Indonesia agar tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai nasional.
Sebagai dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, Pancasila mencerminkan cita hukum negara. Sebagai ideologi, Pancasila mengintegrasikan nilai-nilai meta-yuridis ke dalam norma hukum positif, yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jika pengembangan iptek tidak didasarkan pada Pancasila, maka berpotensi muncul sekularisme.
Nilai Pancasila dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan:
- Setiap perkembangan iptek harus selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
- Pancasila berperan sebagai pedoman normatif dan sebagai faktor internal yang mempengaruhi pengembangan iptek.
- Pengembangan iptek harus memperhatikan lokalitas ilmu untuk menjaga identitas budaya Indonesia.
Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral:
- Setiap sila Pancasila memberikan landasan moral dalam pengembangan iptek, seperti penghormatan terhadap martabat manusia, peningkatan kualitas hidup, serta pemeliharaan keseimbangan sosial.
- Pengembangan iptek harus mengedepankan penghormatan terhadap keyakinan religius, mempromosikan nilai kemanusiaan, dan memperkuat identitas nasional.
Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis:
- Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek telah dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945.
- Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempromosikan Pancasila sebagai orientasi ilmu pengetahuan.
- Kebijakan politik di berbagai era menunjukkan penerapan Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan iptek.
Kesimpulan dari Jurnal Ini:
- Pancasila harus menjadi dasar dan pedoman utama dalam pengembangan iptek di Indonesia.
- Iptek yang berkembang di Indonesia harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila agar selaras dengan karakter bangsa.
- Pancasila menjamin bahwa pengembangan iptek tetap berada dalam kerangka budaya Indonesia, menciptakan kemajuan yang seimbang dan bermoral.
NPM: 2415061051
Kelas: PSTI-C
Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila sangat penting sebagai pedoman dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila, yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa kita, harus menjadi acuan agar pengembangan iptek tidak menyimpang dari moral dan budaya kita. Jurnal ini menjabarkan bahwa Pancasila memiliki tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai yang diterapkan dalam kebijakan, dan nilai yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, jurnal ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kerohanian, dan keadilan. Pengembangan iptek juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Jurnal ini juga menjelaskan bahwa Pancasila memiliki sejarah panjang sebagai dasar pengembangan iptek di Indonesia, baik dari segi tujuan negara, pandangan masyarakat, maupun kebijakan pemerintah.
Kesimpulannya, jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila sangat penting untuk memastikan bahwa pengembangan iptek di Indonesia selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa kita. Pancasila harus menjadi bagian integral dari setiap tahap pengembangan iptek dan menjadi pedoman agar iptek yang kita kembangkan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
NPM : 2415061013
Kelas : PSTI C
Masyarakat perlu lebih peka terhadap isu-isu kemanusiaan yang muncul akibat perkembangan iptek, seperti dampak limbah industri terhadap lingkungan dan kenyamanan hidup. Jurnal ini juga menguraikan bagaimana Pancasila telah dijadikan dasar nilai dalam pengembangan ilmu sejak era Orde Lama hingga Reformasi, di mana Pancasila diakui sebagai landasan penting dalam orientasi ilmu pengetahuan di Indonesia.
Kemajuan iptek dapat membawa dampak negatif yang membahayakan eksistensi manusia di masa depan, sehingga perlu ada penanganan yang tepat terhadap pengaruh global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa. Oleh karena itu, Pancasila harus dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam pengembangan iptek di Indonesia, dan setiap perkembangan iptek harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila agar tidak menyimpang dari cara berpikir dan kepribadian bangsa.
Re: Forum Analisis Jurnal
NPM : 2415061030
Kelas : PSTI - C
Pancasila berfungsi sebagai sistem nilai, dasar berpikir, dan pedoman dalam pembangunan hukum serta kebangsaan di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila terbagi menjadi tiga kategori:
1. Nilai Dasar: Bersifat universal, abstrak, dan melampaui batas ruang dan waktu. Nilai ini mencerminkan cita-cita serta tujuan yang diimpikan oleh para pendiri bangsa.
2. Nilai Instrumental: Merupakan penjabaran nilai dasar ke dalam bentuk kebijakan, strategi, dan peraturan yang dinamis serta relevan dengan perkembangan zaman.
3. Nilai Praktis: Implementasi dari nilai instrumental dalam kehidupan sehari-hari yang menghubungkan identitas bangsa dengan realitas masyarakat.
Dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Pancasila berperan sebagai pedoman normatif yang memastikan perkembangan iptek tetap selaras dengan nilai-nilai nasional, berakar pada budaya lokal, serta sesuai dengan karakter dan ideologi bangsa. Meskipun iptek bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia, potensi penyalahgunaannya dapat memberikan dampak negatif. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi landasan moral dalam mengembangkan iptek.
Setiap sila Pancasila memberikan arahan dalam pengembangan iptek:
Sila Ketuhanan: Menyeimbangkan akal, moralitas, dan hubungan manusia dengan alam.
Sila Kemanusiaan: Menekankan kesejahteraan bersama dengan dasar etika.
Sila Persatuan: Membangun nasionalisme dan kesatuan melalui iptek.
Sila Kerakyatan: Mengarahkan pengembangan iptek dengan prinsip demokrasi dan transparansi.
Sila Keadilan Sosial: Mendukung pemerataan akses iptek serta menjaga keadilan sosial.
Pengembangan iptek di Indonesia perlu menghormati keyakinan agama, mendukung nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat identitas nasional, dan memastikan keadilan serta pemerataan. Iptek harus memuliakan martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan masyarakat yang berkeadilan.
Akar historis peran Pancasila dalam pengembangan iptek tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya amanat untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa.” Hal ini menegaskan pentingnya pengembangan iptek berdasarkan nilai-nilai Pancasila seperti Ketuhanan, kemanusiaan, solidaritas, musyawarah, dan keadilan sosial.
Pada awal kemerdekaan, pembangunan negara menjadi prioritas utama, sehingga peran Pancasila dalam iptek baru menonjol pada era 1980-an, terutama di lingkungan akademik seperti Universitas Gadjah Mada. Secara sosial, masyarakat Indonesia cenderung peka terhadap dampak iptek yang berhubungan dengan lingkungan dan martabat manusia, seperti kekhawatiran terhadap pembangunan pembangkit nuklir yang terkait dengan nilai Ketuhanan dan kemanusiaan.
Dalam bidang politik, dukungan terhadap Pancasila sebagai landasan iptek terlihat dalam kebijakan, pidato, dan inisiatif dari era Soekarno hingga masa reformasi. Pancasila diarahkan sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan iptek di Indonesia.
NPM : 2415061112
Kelas : PSTI-C
Jurnal ini mengupas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia, menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar ideologi, tetapi juga sebagai pedoman moral yang harus diintegrasikan dalam setiap aspek pengembangan Iptek. Pancasila, yang merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, berfungsi sebagai kerangka acuan yang mengakomodasi seluruh aktivitas kehidupan masyarakat, termasuk dalam konteks ilmiah. Dalam pengembangan Iptek, penulis menekankan bahwa setiap inovasi dan penelitian harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar tidak terjebak dalam sekularisme yang dapat mengarah pada kehilangan identitas budaya dan moral bangsa.
Lebih lanjut, jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila terdiri dari tiga jenis nilai: nilai dasar (instrinsik), nilai instrumental, dan nilai praktis. Nilai dasar mencakup cita-cita dan tujuan yang bersifat abadi, sementara nilai instrumental adalah penjabaran dari nilai dasar dalam konteks yang lebih konkret dan situasional. Nilai praktis menghubungkan kedua nilai tersebut dengan realitas sosial yang dinamis. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai pedoman normatif yang harus dijadikan acuan dalam setiap pengembangan Iptek di Indonesia. Penulis juga menyoroti bahwa pengembangan Iptek harus mempertimbangkan konteks budaya dan agama agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Jurnal ini juga menggarisbawahi pentingnya pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus digunakan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Namun, terdapat tantangan ketika kepemilikan Iptek disalahgunakan, yang dapat berujung pada dehumanisasi. Oleh karena itu, diperlukan platform etika yang kuat untuk menjamin bahwa perkembangan Iptek sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila. Dalam hal ini, setiap sila Pancasila memberikan arahan moral bagi pengembangan Iptek: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajak untuk mempertimbangkan hubungan antara akal dan spiritualitas; Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan kesejahteraan bersama; Sila Persatuan Indonesia mendorong rasa nasionalisme; Sila Kerakyatan menuntut partisipasi demokratis dalam pengembangan Iptek; dan Sila Keadilan Sosial memastikan bahwa kemajuan Iptek dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Akhirnya, jurnal ini mencatat bahwa sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek dapat ditelusuri dari Pembukaan UUD 1945, yang menekankan pentingnya pendidikan dan kesejahteraan umum. Dalam konteks ini, penulis menyoroti perlunya integrasi antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual dan moral untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi landasan ideologis tetapi juga sebagai panduan praktis dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek di era modern.
NPM : 2455061005
Kelas : PSTI-C
Artikel jurnal berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK" yang ditulis oleh Ika Setyorini membahas pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai utama dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menyoroti bahwa Pancasila tidak hanya berperan sebagai ideologi dasar negara, tetapi juga sebagai landasan moral yang mampu mengarahkan perkembangan IPTEK agar selaras dengan kebutuhan sosial, budaya, dan etika bangsa Indonesia.
Dalam kajiannya, Setyorini mengupas bagaimana nilai-nilai Pancasila seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Keadilan Sosial, dan Persatuan Indonesia dapat berperan dalam menciptakan arah pengembangan teknologi yang bertanggung jawab dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menyoroti relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah pesatnya perkembangan IPTEK global, serta tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dengan dinamika teknologi modern.
Penulis juga menjelaskan tiga jenis nilai dalam Pancasila yang menjadi dasar pengembangan kebijakan dan praktik, yaitu:
1. Nilai Dasar: Bersifat universal, menjadi landasan moral dan filosofi.
2. Nilai Instrumental: Penjabaran dari nilai dasar yang diwujudkan dalam bentuk peraturan dan kebijakan.
3. Nilai Praktis: Implementasi nilai instrumental dalam tindakan nyata sehari-hari.
Setyorini mengkritisi kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan serta praktik pengembangan IPTEK di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Penulis menekankan pentingnya kesadaran kolektif agar nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman utama dalam setiap aspek pengembangan IPTEK, terutama untuk menjaga agar teknologi yang berkembang tetap memiliki landasan etika, kemanusiaan, dan keadilan.
Sebagai kesimpulan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila harus dikuatkan kembali sebagai dasar pengembangan IPTEK. Dengan demikian, kemajuan teknologi di Indonesia tidak hanya menghasilkan inovasi canggih, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas bangsa, seperti kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan sosial.
NPM :2415061121
Kelas : PSTI C
Jurnal ini membahas peran penting Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. jurnal ini menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam bidang iptek. Dalam konteks ini, Pancasila diharapkan dapat mengarahkan perkembangan iptek agar tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Salah satu poin utama yang diangkat dalam jurnal ini adalah dampak negatif dari perkembangan iptek yang tidak terarah. Penulis mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul akibat kemajuan teknologi, seperti pencemaran lingkungan, ketidakadilan sosial, dan hilangnya nilai-nilai budaya. Dalam hal ini, Pancasila berfungsi sebagai rambu-rambu normatif yang dapat mengarahkan pengembangan iptek agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan. Penulis menegaskan bahwa setiap inovasi dan kemajuan teknologi harus mempertimbangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, sehingga iptek dapat berkontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Jurnal ini juga mengaitkan pentingnya Pancasila dengan konteks globalisasi yang semakin kuat. Penulis mencatat bahwa dominasi iptek dari negara-negara barat sering kali mengancam identitas dan nilai-nilai khas Indonesia. Oleh karena itu, penulis menyerukan perlunya penyaringan terhadap pengaruh global yang tidak sesuai dengan Pancasila. Dalam hal ini, Pancasila diharapkan dapat menjadi landasan untuk mengembangkan iptek yang berakar pada budaya dan tradisi bangsa Indonesia, sehingga dapat memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi.
Dalam kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi dasar nilai dalam setiap pengembangan iptek di Indonesia. Penulis mengajak semua pihak untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang cepat, agar kemajuan iptek tidak mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan budaya bangsa. Meskipun jurnal ini memberikan perspektif yang kuat, penulis juga mengakui adanya kekurangan, seperti kurangnya data empiris atau studi kasus yang mendukung argumen yang diajukan. Namun, secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan yang berharga tentang hubungan antara Pancasila dan pengembangan iptek di Indonesia, serta relevansinya dalam konteks sosial dan budaya saat ini.
NPM : 2415061096
Kelas : PSTI-C
Analisis jurnal dengan judul "Urgensi Penegasan Pancasila
Sebagai Dasar Nilai Perkembangan IPTEK" oleh Ika Setyorini membahas peran krusial Pancasila sebagai landasan moral dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menguraikan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman etis yang dapat membimbing kemajuan IPTEK agar tetap sesuai dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan moral bangsa.
Dalam analisisnya, penulis menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Keadilan Sosial, serta Persatuan Indonesia, memiliki relevansi yang tinggi dalam mengarahkan pengembangan teknologi yang tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial. Dengan pendekatan ini, IPTEK diharapkan mampu memberikan dampak positif yang merata di seluruh lapisan masyarakat.
Jurnal ini membedakan tiga jenis nilai Pancasila yang menjadi landasan dalam pengembangan IPTEK. Nilai dasar berfungsi sebagai prinsip moral universal, seperti nilai keadilan dan kemanusiaan. Nilai instrumental merupakan penjabaran nilai dasar ke dalam kebijakan, seperti peraturan yang mengedepankan prinsip keadilan sosial dalam pengembangan teknologi. Nilai praktis mengacu pada implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, misalnya teknologi yang dimanfaatkan untuk mendukung keadilan dan keberagaman.
Penulis juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di bidang IPTEK. Salah satu kendala utama adalah minimnya pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya Pancasila dalam kebijakan IPTEK. Selain itu, pengaruh nilai-nilai global yang kurang selaras dengan budaya lokal sering kali menjadi hambatan. Pendekatan yang lebih berorientasi pada keuntungan ekonomi juga kerap mengesampingkan dimensi etika dan sosial.
Sebagai solusi, jurnal ini mengusulkan peningkatan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan sosialisasi yang melibatkan semua elemen masyarakat. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan IPTEK juga perlu dirancang berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Penulis menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terintegrasi dalam pengembangan IPTEK.
Melalui pendekatan ini, Pancasila dapat menjadi panduan utama dalam mendorong perkembangan IPTEK yang bertanggung jawab, adil, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Artikel ini mengingatkan bahwa tanpa fondasi etis yang kuat, kemajuan teknologi berisiko merusak harmoni sosial dan budaya yang ada.
NPM : 2415061064
Kelas : PSTI C
Jurnal ini membahas urgensi pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di tengah kehidupan manusia memberikan berbagai kemudahan serta solusi untuk mengatasi beragam permasalahan. Namun, kemajuan ini juga dapat membawa dampak negatif. Pancasila, sebagai ideologi negara, dianggap sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang relevan untuk membimbing pengembangan IPTEK agar tetap berpijak pada moralitas dan identitas bangsa. Selain itu, setiap pengembangan IPTEK harus berdasarkan nilai-nilai pancasila agar tidak bertentangan dengan budaya lokal dan tidak merugikan masyarakat.
Pancasila perlu ditegaskan sebagai dasar pengembangan IPTEK di Indonesia. Hal ini dapat dijelaskan melalui beberapa poin berikut:
1. Pluralisme nilai dalam pengembangan IPTEK di Indonesia harus berlandaskan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
2. Setiap IPTEK yang dikembangkan perlu memasukkan nilai-nilai pancasila sebagai faktor internal dalam proses pengembangannya.
3. Pancasila harus dijadikan pedoman normatif dalam perkembangan IPTEK agar mampu menjaga arah pengembangan tetap sesuai dengan pola pikir bangsa Indonesia.
Pentingnya pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK mencakup upaya agar pengembangan keilmuan tetap relevan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Dengan demikian, IPTEK yang berkembang tidak menyimpang dari jati diri bangsa Indonesia. Seiring dengan kemajuan IPTEK yang memengaruhi cara pandang manusia tentang kehidupan, diperlukan kesadaran agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam krisis nilai yang tidak mencerminkan kepribadian bangsa. Selain itu, dominasi IPTEK dari negara-negara Barat juga berpotensi mengancam nilai-nilai khas Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penyaringan dan upaya adaptasi untuk mencegah pengaruh global yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Dengan pancasila sebagai dasar nilai, perkembangan IPTEK diharapkan tetap mendukung kemajuan bangsa tanpa mengorbankan identitas nasional dan kemanusiaan universal.
NPM: 2415061046
Kelas: PSTI-D
Jurnal ini membahas pentingnya penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai-nilai yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam perkembangan IPTEK, agar tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga menjaga prinsip-prinsip moral dan sosial yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Pancasila, dengan lima sila yang terkandung di dalamnya, mendorong agar pengembangan IPTEK senantiasa memperhatikan kemanusiaan, keadilan sosial, dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Dalam jurnal ini, penulis kemungkinan menggunakan pendekatan studi literatur untuk mengkaji hubungan antara nilai Pancasila dan implementasinya dalam kebijakan pengembangan IPTEK di Indonesia. Kesimpulannya, penulis berargumen bahwa pengembangan IPTEK yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak bertentangan dengan moralitas sosial dan keadilan, serta memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Implikasi dari artikel ini adalah pentingnya kesadaran di kalangan pengambil kebijakan dan masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam inovasi teknologi, sehingga tercipta kemajuan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa.
Npm : 2415061082
jurnal ini menguraikan pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Kehadiran IPTEK memberikan banyak kemudahan serta solusi untuk berbagai permasalahan dalam kehidupan manusia, namun kemajuan tersebut juga berpotensi membawa dampak negatif. Sebagai ideologi negara, Pancasila merepresentasikan nilai-nilai budaya dan agama yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia, sehingga menjadi panduan dalam pengembangan IPTEK agar tetap berlandaskan moralitas dan identitas nasional. Dengan demikian, pengembangan IPTEK harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila agar tidak bertentangan dengan budaya lokal dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pancasila perlu ditegaskan sebagai dasar dalam pengembangan IPTEK di Indonesia karena beberapa alasan berikut:
1. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pijakan dalam pluralisme nilai yang diterapkan pada pengembangan IPTEK dan tidak boleh dilanggar.
2. Proses pengembangan IPTEK harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila sebagai elemen internal yang mendasar.
3. Pancasila perlu berfungsi sebagai pedoman normatif untuk memastikan pengembangan IPTEK tetap sejalan dengan pola pikir dan karakter bangsa Indonesia.
Penekanan pada Pancasila dalam pengembangan IPTEK bertujuan untuk menjaga agar ilmu pengetahuan yang dihasilkan tetap relevan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Hal ini memastikan bahwa perkembangan IPTEK tidak melenceng dari identitas nasional Indonesia. Dengan kemajuan IPTEK yang memengaruhi cara pandang manusia terhadap kehidupan, penting untuk mencegah krisis nilai yang dapat merusak kepribadian bangsa. Selain itu, pengaruh dominasi IPTEK dari negara-negara Barat juga bisa mengancam nilai-nilai lokal Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penyaringan dan adaptasi agar pengaruh global tidak bertentangan dengan karakter bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi, pengembangan IPTEK diharapkan dapat mendukung kemajuan bangsa tanpa mengabaikan identitas nasional dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
NPM : 2415061002
Kelas : PSTI-D
Pancasila memegang peranan penting sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Nilai-nilainya menjadi pedoman moral untuk mencegah dampak negatif seperti dehumanisasi, eksploitasi, atau sekularisme yang sering terjadi di negara-negara lain. Pengembangan IPTEK di Indonesia diharapkan tidak hanya mengejar kemajuan material, tetapi juga memperhatikan keseimbangan spiritual, sosial, dan budaya.
1. Peran Nilai-Nilai Pancasila dalam IPTEK
Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Mengarahkan IPTEK untuk menghormati martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan, mencegah eksploitasi seperti rekayasa genetik tanpa pertimbangan moral.
Sila Kedua dan Kelima (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab & Keadilan Sosial): Memastikan IPTEK membawa manfaat yang adil dan merata, misalnya melalui pemerataan akses pendidikan dan teknologi.
2. Tantangan dalam Implementasi Pancasila
Globalisasi: Dominasi teknologi asing sering kali bertentangan dengan nilai-nilai lokal, mengancam identitas budaya bangsa.
Kesenjangan Akses: Distribusi teknologi yang tidak merata di Indonesia menjadi hambatan bagi pemerataan manfaat IPTEK.
Krisis Moral: Orientasi IPTEK pada keuntungan ekonomi sering kali mengabaikan nilai kemanusiaan dan lingkungan, misalnya dalam kasus limbah industri.
3. Urgensi Pendidikan Berbasis Pancasila
Pendidikan tinggi menjadi ujung tombak untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam riset dan inovasi IPTEK. Kegiatan seperti seminar dan diskusi bertema "Pancasila sebagai Orientasi Pengembangan Ilmu" perlu dihidupkan kembali guna menghadapi tantangan globalisasi dan krisis moral dalam pengembangan IPTEK.
4. Perspektif Sosiologis dan Etika dalam IPTEK
Masyarakat Indonesia yang peka terhadap isu-isu moral dan kemanusiaan menginginkan pengembangan IPTEK yang tidak hanya maju, tetapi juga etis dan berkeadilan. Contohnya, rencana pembangunan tenaga nuklir di Semenanjung Muria ditolak masyarakat karena dianggap mengabaikan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Isu Kemanusiaan dan Lingkungan: Jurnal mengawali dengan menyoroti isu-isu kemanusiaan yang muncul akibat perkembangan iptek, seperti dampak limbah industri terhadap lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.
Sejarah Pancasila dalam Pengembangan Ilmu: Jurnal menguraikan peran Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dari masa ke masa, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi. Pancasila diangkat sebagai dasar nilai yang harus diperhatikan dalam setiap kebijakan ilmiah.
Dampak Negatif Iptek: Penulis menjelaskan bahwa kemajuan iptek tidak selalu membawa dampak positif. Contoh yang diambil adalah efek negatif dari bom atom di Hirosima dan Nagasaki yang menunjukkan bagaimana iptek dapat menimbulkan trauma dan dampak kemanusiaan yang luas.
Urgensi Pancasila: Ditekankan bahwa Pancasila harus menjadi panduan dalam pengembangan iptek di Indonesia. Jurnal ini menegaskan bahwa setiap perkembangan iptek harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila agar tidak mengancam eksistensi dan karakter bangsa.
Kesimpulan: Pancasila harus dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam pengembangan iptek di Indonesia, dengan tiga poin utama:
Pengembangan iptek harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila harus menjadi faktor internal dalam pengembangan iptek.
Pancasila berfungsi sebagai pengendali agar pengembangan iptek tetap sesuai dengan cara berpikir dan budaya bangsa Indonesia.
Jurnal ini menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya dan kemanusiaan dalam setiap aspek pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
NPM : 2415061090
Kelas : PSTI D
Pancasila berperan sebagai sistem nilai, dasar berpikir, dan pedoman dalam pembangunan hukum serta kehidupan berbangsa di Indonesia. Nilai-nilainya terbagi menjadi tiga jenis:
1. Nilai Dasar: Bersifat universal, abstrak, dan tidak terikat oleh ruang dan waktu, mencerminkan cita-cita serta tujuan yang diharapkan oleh para pendiri bangsa.
2. Nilai Instrumental: Penjabaran dari nilai dasar yang dituangkan dalam kebijakan, strategi, dan peraturan yang fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman.
3. Nilai Praktis: Penerapan nilai instrumental dalam kehidupan sehari-hari, yang menyatukan identitas bangsa dengan realitas masyarakat.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Pancasila menjadi pedoman normatif untuk memastikan perkembangan iptek tetap sesuai dengan nilai-nilai nasional, berakar pada budaya lokal, serta sejalan dengan karakter dan ideologi bangsa. Meskipun iptek bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia, potensi penyalahgunaannya memerlukan landasan moral Pancasila untuk mencegah dampak negatif.
Setiap sila Pancasila memberikan arahan untuk pengembangan iptek:
- Sila Ketuhanan: Menyeimbangkan akal, moralitas, dan hubungan manusia dengan alam.
- Sila Kemanusiaan: Mendorong kesejahteraan bersama dengan landasan etika.
- Sila Persatuan: Memperkuat nasionalisme dan kesatuan melalui iptek.
- Sila Kerakyatan: Mengarahkan iptek pada prinsip demokrasi dan transparansi.
- Sila Keadilan Sosial: Mendukung pemerataan akses iptek serta menjaga keadilan sosial.
Pengembangan iptek di Indonesia harus menghormati keyakinan agama, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan memastikan pemerataan serta keadilan sosial. Iptek harus memuliakan martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun masyarakat yang adil.
Akar peran Pancasila dalam pengembangan iptek tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya amanat untuk "mencerdaskan kehidupan bangsa," yang menegaskan pentingnya landasan Pancasila dalam pengembangan iptek. Pada awal kemerdekaan, fokus utama adalah pembangunan negara, sehingga peran Pancasila dalam iptek baru menonjol pada era 1980-an, terutama di ranah akademik seperti Universitas Gadjah Mada.
Masyarakat Indonesia memiliki sensitivitas terhadap dampak iptek terhadap lingkungan dan martabat manusia, misalnya dalam isu pembangkit nuklir yang terkait dengan nilai Ketuhanan dan kemanusiaan. Dukungan terhadap Pancasila sebagai pedoman iptek juga terlihat dalam kebijakan dan pidato sejak era Soekarno hingga masa reformasi, menjadikan Pancasila landasan moral dan etika dalam pengembangan iptek di Indonesia.
NPM : 2415061105
Kelas : PSTI D
Artikel jurnal berjudul “Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” yang ditulis oleh Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai pedoman utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Artikel ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran strategis dalam memastikan perkembangan iptek tetap sejalan dengan nilai budaya dan kebutuhan bangsa Indonesia.
Latar Belakang
Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan hasil kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi pedoman hidup masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, Pancasila dianggap mampu mengakomodasi berbagai aspek kehidupan, termasuk kegiatan ilmiah. Penulis mengingatkan bahwa tanpa landasan Pancasila, pengembangan iptek di Indonesia berisiko mengalami sekularisasi yang mengabaikan nilai-nilai lokal, seperti yang pernah terjadi di Eropa selama era Renaissance. Oleh karena itu, Pancasila diperlukan sebagai landasan moral dan arah yang jelas dalam pengembangan iptek, agar tetap relevan dengan karakter dan jati diri bangsa.
Konsep Dasar Pancasila dalam Pengembangan Iptek
Pancasila memiliki tiga tingkatan nilai, yakni nilai dasar (universal dan abstrak), nilai instrumental (kontekstual), dan nilai praktis (implementasi dalam situasi tertentu). Penulis menegaskan bahwa pengembangan iptek di Indonesia harus mematuhi tiga prinsip utama: tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai faktor internal pengembangan, serta mengakar pada budaya dan ideologi bangsa (indigenisasi ilmu). Dengan prinsip ini, iptek dapat berkembang tanpa kehilangan relevansi dengan kebutuhan dan nilai-nilai lokal.
Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Iptek
Dalam artikel ini, penulis merinci bagaimana setiap sila dalam Pancasila memberikan arahan moral yang spesifik bagi pengembangan iptek.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mendorong pengembangan iptek yang mengintegrasikan rasionalitas, akal, dan nilai spiritual.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan pentingnya iptek untuk kesejahteraan bersama.
Sila Persatuan Indonesia menanamkan kesadaran nasionalisme dalam kontribusi iptek.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan mengedepankan demokrasi, keterbukaan, dan penghormatan terhadap kebebasan individu dalam pengembangan iptek.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengarahkan penggunaan iptek untuk menciptakan keadilan sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.
Landasan Historis, Sosiologis, dan Politis
Secara historis, dasar pengembangan iptek yang berlandaskan Pancasila dapat ditemukan dalam Pembukaan UUD 1945, terutama pada amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia dikenal sangat peka terhadap nilai-nilai moral dan agama dalam pengembangan iptek. Misalnya, rencana pembangunan reaktor nuklir di Semenanjung Muria menuai kritik karena dianggap merusak lingkungan dan melanggar nilai kemanusiaan. Dari sisi politis, tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno dan Soeharto telah mengangkat pentingnya Pancasila sebagai landasan iptek, meskipun penerapan nilai tersebut masih minim dalam praktik kebijakan.
Urgensi dan Tantangan Globalisasi
Artikel ini juga menyoroti tantangan globalisasi yang membawa nilai-nilai asing yang sering kali tidak sesuai dengan budaya lokal. Penulis menegaskan perlunya filter yang kuat untuk melindungi nilai-nilai khas bangsa dari pengaruh global yang tidak sesuai. Dalam hal ini, Pancasila dipandang sebagai alat penyaring yang dapat menjaga agar perkembangan iptek tetap konsisten dengan identitas bangsa dan tidak hanya meniru nilai-nilai Barat.
NPM : 2415061039
Kelas: PSTI-D
Pancasila adalah dasar negara yang menjadi landasan moral, etika, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama, Pancasila juga memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Jurnal ini menekankan bahwa IPTEK yang dikembangkan harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila agar tidak menjadi ancaman bagi nilai kemanusiaan, moralitas, dan budaya bangsa.
1. Pancasila Sebagai Dasar Nilai IPTEK
- Nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, menjadi kerangka normatif dalam pengembangan IPTEK.
- IPTEK harus mendukung keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai moral, budaya, serta agama.
2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral
- Dalam setiap pengembangan IPTEK, penting untuk mempertimbangkan nilai moral dan humanisme agar tidak terjadi dehumanisasi.
- Sila-sila Pancasila memberikan panduan dalam menciptakan IPTEK yang meningkatkan kualitas hidup manusia dan menjaga martabatnya.
3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
- Secara historis, nilai-nilai Pancasila telah tertanam dalam pembukaan UUD 1945.
- Secara sosiologis, masyarakat Indonesia sangat sensitif terhadap isu-isu moral, agama, dan lingkungan dalam pengembangan IPTEK.
- Secara politis, Pancasila digunakan dalam kebijakan pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan sejak era kemerdekaan.
Pancasila harus menjadi dasar utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. IPTEK harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Pancasila dijadikan panduan normatif untuk mengontrol perkembangan IPTEK.
3. Pengembangan IPTEK di Indonesia harus mengakar pada budaya bangsa dan menghindari sekularisme ekstrem.
NPM: 2415061062
1. Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu dan Teknologi
Jurnal menyoroti bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara tetapi juga harus dijadikan kerangka berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penulis berpendapat bahwa pengembangan IPTEK tanpa landasan ideologi Pancasila akan berisiko menyebabkan sekularisme atau kehilangan arah, seperti yang pernah terjadi di Eropa pada masa Renaissance.
Esensi:
Pancasila adalah dasar moral untuk mencegah penyimpangan dalam pengembangan IPTEK.
Penekanan pada “pribumisasi ilmu” agar pengembangan IPTEK tetap relevan dengan identitas budaya Indonesia.
2. Peran Setiap Sila dalam Pengembangan IPTEK
Penulis mengaitkan masing-masing sila dalam Pancasila dengan peranannya dalam IPTEK:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Ilmu harus mempertimbangkan nilai spiritual dan moral.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK harus mengutamakan kemanusiaan, bukan dehumanisasi.
Persatuan Indonesia: Teknologi dan ilmu pengetahuan harus menjadi alat untuk memperkuat kesatuan bangsa.
Kerakyatan: Pengembangan ilmu harus demokratis, menghormati kebebasan berpikir, dan terbuka terhadap masukan.
Keadilan Sosial: IPTEK harus menciptakan keseimbangan dalam kehidupan manusia, termasuk keadilan bagi masyarakat.
Esensi:
Pancasila memberikan panduan nilai yang bersifat praktis dan dapat diterapkan dalam aspek moral, sosial, hingga politik IPTEK.
3. Tantangan Globalisasi dan IPTEK
Jurnal ini menyoroti tantangan IPTEK modern yang sering kali membawa dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga dehumanisasi. Penulis menegaskan bahwa Pancasila harus berfungsi sebagai filter terhadap pengaruh global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Esensi:
Ada urgensi untuk mengadopsi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi globalisasi agar IPTEK tetap memiliki arah yang jelas sesuai karakter bangsa.
Pancasila diharapkan mampu menjaga identitas nasional di tengah arus kemajuan global.
4. Relevansi Sejarah dan Politik
Penulis menjelaskan akar historis Pancasila sebagai pedoman pengembangan IPTEK, terutama dalam Pembukaan UUD 1945. Selain itu, penulis menyoroti bagaimana Pancasila telah dibahas secara politis oleh berbagai pemimpin negara, seperti Soekarno dan Soeharto, meskipun implementasinya sering kali kurang nyata.
Esensi:
Landasan historis dan politis menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar normatif dalam pengembangan ilmu.
Namun, jurnal mencatat bahwa penerapan praktis Pancasila dalam kebijakan IPTEK masih memerlukan penguatan.
5. Simpulan
Penulis menyimpulkan bahwa Pancasila adalah rambu-rambu normatif yang harus mengarahkan setiap perkembangan IPTEK di Indonesia. Pancasila perlu menjadi landasan moral, budaya, dan ideologi dalam pengembangan ilmu untuk menjaga keselarasan dengan nilai-nilai bangsa.
Esensi:
Penekanan pada relevansi Pancasila untuk menjawab tantangan IPTEK modern.
Perlunya pengembangan IPTEK yang tidak hanya inovatif tetapi juga berakar pada moralitas dan budaya bangsa.
Kesimpulan Analisis
Jurnal ini memberikan argumen kuat mengenai pentingnya Pancasila sebagai panduan moral dan ideologis untuk pengembangan IPTEK. Namun, meskipun jurnal ini kaya dengan konsep, ada kekurangan dalam aspek praktis dan contoh konkret bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan langsung dalam kebijakan IPTEK, pendidikan, atau riset ilmiah.
Poin-poin Utama:
* Pancasila sebagai Norma: Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga merupakan norma yang harus diikuti dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pengembangan IPTEK.
* Pengembangan IPTEK yang Beradab: Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar, pengembangan IPTEK di Indonesia diharapkan dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keseimbangan lingkungan.
* Mencegah Dampak Negatif: Pancasila berfungsi sebagai tameng untuk mencegah agar perkembangan IPTEK tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan.
* Relevansi Historis: Sejak awal kemerdekaan, Pancasila telah menjadi landasan bagi pengembangan IPTEK di Indonesia, mencerminkan kepedulian bangsa terhadap isu-isu etika dalam kemajuan teknologi.
Implikasi:
* Pentingnya Pendidikan Nilai: Pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila perlu diperkuat agar generasi muda dapat memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan.
* Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum: Kurikulum pendidikan tinggi dan penelitian perlu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila agar lulusan dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai dengan nilai-nilai bangsa.
* Evaluasi Kebijakan: Kebijakan pemerintah terkait pengembangan IPTEK perlu terus dievaluasi untuk memastikan keselarasannya dengan nilai-nilai Pancasila.
Kesimpulan:
Jurnal ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Dengan memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, diharapkan Indonesia dapat mengembangkan IPTEK yang tidak hanya maju, tetapi juga beradab dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
NPM : 2455061007
Kelas : PSTI D
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki akar kuat pada nilai budaya dan religius. Pancasila tidak hanya berperan sebagai pedoman moral dan kerangka berpikir, tetapi juga menjadi norma hukum dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Hal ini bertujuan agar Iptek tetap sesuai dengan nilai-nilai bangsa serta menghindari dampak negatif seperti sekularisme dan dehumanisasi.
Pancasila sebagai Landasan Nilai Pengembangan Iptek
Pancasila memiliki tiga jenis nilai utama, yaitu:
Nilai dasar, berupa prinsip universal yang menjadi landasan moral.
Nilai instrumental, yaitu perwujudan nilai dasar dalam kebijakan dan aturan.
Nilai praktis, yaitu penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus didasarkan pada ketiga nilai ini agar tetap selaras dengan budaya, identitas, dan ideologi bangsa.
Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral
Setiap sila dalam Pancasila memberikan pedoman yang relevan dalam pengembangan Iptek:
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mendorong pengembangan Iptek yang seimbang antara akal, emosi, dan spiritualitas.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memastikan kesejahteraan manusia menjadi prioritas utama dalam inovasi Iptek.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, memperkuat rasa solidaritas nasional dalam penerapan Iptek.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, menekankan demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan terkait Iptek.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjamin pemerataan dan keadilan dalam akses manfaat Iptek.
Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik
Sejak kemerdekaan, Pancasila telah menjadi pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengembangan Iptek, untuk mewujudkan tujuan “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Pada era 1980-an, diskusi mengenai pentingnya orientasi Pancasila dalam pengembangan Iptek semakin menonjol, terutama dalam menghadapi globalisasi yang dapat mengancam nilai-nilai nasional.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus selalu mengacu pada nilai-nilai Pancasila, menjadikannya sebagai bagian integral dalam proses pengembangan, dan mematuhi prinsip normatif yang melestarikan identitas serta budaya bangsa. Dengan demikian, Pancasila dapat memastikan pengembangan Iptek tetap beretika dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
NPM: 2415061037
KELAS: PSTI D
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. IPTEK telah memberikan berbagai kemudahan dan solusi untuk berbagai permasalahan manusia, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa dampak negatif, seperti dehumanisasi dan degradasi moral. Sebagai ideologi negara, Pancasila merepresentasikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya, agama, dan tradisi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila menjadi panduan utama dalam pengembangan IPTEK agar tetap sejalan dengan moralitas, jati diri bangsa, serta kebutuhan masyarakat.
Pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi teknologi tidak hanya berfokus pada aspek efisiensi dan kemajuan, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Dengan demikian, pengembangan IPTEK di Indonesia tidak boleh terlepas dari prinsip-prinsip Pancasila agar relevan dengan budaya lokal dan memberikan manfaat yang berkeadilan bagi masyarakat luas.
Urgensi menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK didasarkan pada beberapa alasan berikut:
Pijakan Nilai dalam Pluralisme
Nilai-nilai Pancasila harus menjadi acuan dalam mengakomodasi pluralisme nilai yang berkembang di masyarakat, khususnya dalam konteks pengembangan IPTEK. Hal ini penting untuk mencegah potensi penyimpangan nilai akibat penerapan teknologi yang tidak sesuai dengan budaya lokal.
Integrasi Nilai-Nilai Pancasila
Proses pengembangan IPTEK harus menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai elemen mendasar, sehingga inovasi yang dihasilkan mencerminkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, seperti keadilan, kemanusiaan, dan harmoni sosial.
Pedoman Normatif yang Konsisten
Pancasila harus berfungsi sebagai pedoman normatif untuk memastikan pengembangan IPTEK tidak melenceng dari karakter bangsa dan tetap mengutamakan kepentingan nasional. Ini termasuk menghadirkan kebijakan teknologi yang mendukung kedaulatan serta keberlanjutan bangsa.
Penegasan Pancasila dalam pengembangan IPTEK juga bertujuan mencegah krisis nilai yang dapat merusak identitas bangsa akibat pengaruh globalisasi yang tidak tersaring. IPTEK yang berkembang pesat dapat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan, sehingga diperlukan landasan yang kokoh untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan kearifan lokal. Selain itu, dominasi teknologi dan budaya dari negara-negara Barat yang sering kali tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia harus disikapi dengan adaptasi dan penyaringan yang bijaksana.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama, pengembangan IPTEK diharapkan tidak hanya mendukung kemajuan dan daya saing bangsa di tingkat global, tetapi juga mampu melestarikan nilai-nilai nasional serta mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan universal. Hal ini akan memastikan bahwa teknologi yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat secara material, tetapi juga membangun peradaban yang beretika dan berkeadilan.
Npm : 2415061072
Kelas : PSTI D
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila adalah sistem nilai yang tidak hanya sebagai ideologi negara tetapi juga menjadi panduan dalam membangun iptek yang berakar pada identitas dan budaya bangsa.
1. Pancasila sebagai Pedoman Moral
- Pancasila tidak hanya menjadi dasar hukum tetapi juga landasan moral dalam pengembangan iptek.
- Nilai-nilai Pancasila memberikan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab terhadap kemanusiaan.
2. Relevansi Sila-Sila Pancasila dalam Iptek
A. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Mendorong pengembangan iptek yang mempertimbangkan nilai spiritual dan tidak bertentangan dengan agama.
B. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Iptek harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan individu atau golongan tertentu.
C. Sila Persatuan Indonesia: Mengarahkan pengembangan iptek untuk memperkuat persatuan bangsa.
D. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Menjamin iptek berkembang secara demokratis dengan melibatkan masyarakat.
E. Sila Keadilan Sosial: Iptek harus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
3. Kontribusi Pancasila terhadap Pengembangan Iptek
A. Mengarahkan iptek agar sesuai dengan identitas bangsa.
B. Menyaring pengaruh globalisasi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Indonesia.
C. Memastikan iptek dikembangkan secara etis dan bertanggung jawab.
Setiap perkembangan IPTEK di Indonesia harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila, menjadikannya pedoman agar IPTEK tidak hanya memajukan teknologi, tetapi juga menghormati moralitas dan budaya bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan, bangsa Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global.
NPM : 2415061067
Kelas : PSTI D
Berikut adalah hasil analisis saya mengenai jurnal berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” oleh Ika Setyorini.
Jurnal berjudul “Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” oleh Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai pedoman nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Pancasila dipandang sebagai hasil kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam kegiatan ilmiah. Penulis menekankan bahwa Pancasila perlu dijadikan pedoman normatif agar perkembangan iptek tidak kehilangan arah atau terjerumus dalam sekularisme, seperti yang terjadi di Eropa pada masa Renaisans.
Jurnal ini menguraikan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan iptek melalui tiga dimensi: nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Nilai dasar bersifat universal dan melampaui batas waktu, nilai instrumental mengimplementasikan nilai dasar dalam kebijakan kontekstual, sementara nilai praktis berfokus pada pelaksanaan langsung di masyarakat. Dalam konteks pengembangan iptek, Pancasila menjadi panduan etika yang menitikberatkan pada keadilan sosial, nilai kemanusiaan, dan harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, serta lingkungannya.
Secara historis, Pancasila telah dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai pijakan pengembangan iptek untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari sisi sosiologis, Pancasila mencerminkan sensitivitas masyarakat terhadap isu-isu etika dan kemanusiaan dalam teknologi, termasuk dampaknya terhadap lingkungan, seperti pencemaran akibat limbah industri. Secara politis, nilai-nilai Pancasila telah digunakan sebagai landasan kebijakan nasional, baik sejak awal kemerdekaan maupun di era reformasi.
Sebagai kesimpulan, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan iptek di Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar selaras dengan karakter bangsa. Pendekatan ini bertujuan untuk menghindari dampak negatif yang berpotensi mengancam kemanusiaan dan budaya nasional. Pancasila diidentifikasi sebagai landasan etika dan budaya yang diperlukan untuk memajukan iptek tanpa mengabaikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
NPM : 2415061057
Kelas : PSTI D
Jurnal ini membahas urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama, berfungsi sebagai panduan normatif dalam mengarahkan pengembangan IPTEK agar tidak lepas dari nilai-nilai moral dan budaya bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila meliputi aspek fundamental seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan yang perlu diterapkan dalam seluruh aspek pengembangan ilmu untuk mencegah sekularisme dan memastikan arah yang sesuai dengan karakter bangsa.
Dalam pengembangan IPTEK, Pancasila berperan sebagai sumber nilai dan moralitas. Setiap kemajuan ilmu pengetahuan diharapkan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi juga menghormati martabat manusia dan memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan sosial. Misalnya, implementasi sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengintegrasikan aspek rasionalitas dengan nilai-nilai spiritual, sedangkan sila Keadilan Sosial menuntut pengembangan IPTEK yang merata dan mendukung kesejahteraan bersama. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.
Secara historis, Pancasila telah dijadikan dasar pengembangan ilmu sejak awal kemerdekaan, meskipun penerapannya secara eksplisit baru dimulai pada tahun 1980-an melalui berbagai diskusi di perguruan tinggi. Sebagai sumber nilai, Pancasila juga memberikan kerangka berpikir untuk menilai dampak globalisasi dan kemajuan IPTEK yang didominasi oleh negara-negara Barat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, pengembangan IPTEK di Indonesia diharapkan tetap relevan dengan nilai-nilai bangsa dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas nasional.
NPM : 2415061005
Kelas : PSTI D
Analisis Jurnal: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK:
Jurnal ini menggarisbawahi pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis berargumen bahwa Pancasila, sebagai ideologi negara yang merefleksikan nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, harus menjadi acuan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas ilmiah. Dengan demikian, pengembangan IPTEK di Indonesia seharusnya selalu berpedoman pada kelima sila dalam Pancasila.
Argumen Utama:
Pancasila sebagai Dasar Nilai: Jurnal ini dengan tegas menyatakan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga merupakan cara pandang hidup bangsa Indonesia (the way of life). Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi acuan moral dan etika bagi seluruh aktivitas masyarakat, termasuk pengembangan IPTEK.
IPTEK yang Berbasis Pancasila: Penulis menekankan bahwa pengembangan IPTEK di Indonesia harus selalu selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini bertujuan agar IPTEK tidak hanya sekadar menghasilkan inovasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Pancasila sebagai Rambu Normatif: Jurnal ini melihat Pancasila sebagai rambu-rambu yang membatasi pengembangan IPTEK agar tidak menyimpang dari nilai-nilai luhur bangsa. Dengan kata lain, Pancasila berfungsi sebagai filter untuk memastikan bahwa IPTEK yang dikembangkan tidak bertentangan dengan moralitas dan etika bangsa.
Kelebihan Jurnal:
1. Relevansi: Tema yang diangkat sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini, di mana perkembangan IPTEK begitu pesat.
2. Landasan Teori yang Kuat: Penulis menggunakan Pancasila sebagai landasan teori yang kuat, sehingga argumen yang disampaikan menjadi lebih meyakinkan.
3. Fokus pada Nilai: Jurnal ini tidak hanya membahas aspek teknis pengembangan IPTEK, tetapi juga menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam proses
tersebut.
Kekurangan Jurnal:
1. Kurang Spesifik: Meskipun menekankan pentingnya Pancasila, jurnal ini kurang spesifik dalam menjelaskan bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
pengembangan IPTEK secara konkret.
2. Kurang Mendalam: Analisis terhadap masing-masing sila Pancasila dalam konteks pengembangan IPTEK bisa dilakukan lebih mendalam.
3. Kurang Menyinggung Tantangan: Jurnal ini lebih banyak membahas aspek idealis, sementara tantangan dalam menerapkan Pancasila dalam pengembangan IPTEK,
seperti globalisasi dan komersialisasi IPTEK, kurang dibahas.
Implikasi dan Rekomendasi
1. Pendidikan: Pendidikan tentang Pancasila harus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda yang akan menjadi pelaku utama dalam pengembangan IPTEK.
2. Penelitian: Perlu lebih banyak penelitian yang secara khusus membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang IPTEK.
3. Kebijakan: Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung pengembangan IPTEK yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
4. Etika Profesi: Peneliti dan pengembang teknologi perlu memiliki kesadaran etika yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Kesimpulan
Jurnal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Namun, masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut, terutama dalam hal memberikan contoh-contoh konkret dan menganalisis tantangan yang ada.
NPM : 2415061056
Kelas : PSTI-D
Berdasarkan hasil analisis saya, jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Isi dari jurnal tersebut dapat dirangkum dalam poin-poin seperti berikut:
1. Pancasila sebagai Sistem Nilai Pengembangan Ilmu
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila merupakan kerangka nilai yang menjadi pedoman dalam pengembangan IPTEK. Nilai-nilai Pancasila dibagi menjadi:
- Nilai Dasar: Bersifat universal dan tidak terikat oleh waktu, seperti cita-cita dan tujuan yang diusung founding fathers.
- Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, dan regulasi yang kontekstual.
- Nilai Praktis: Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam situasi nyata, menjaga relevansi nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap pengembangan IPTEK harus mematuhi nilai-nilai ini untuk mencegah disorientasi yang dapat merugikan masyarakat.
2. Urgensi Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Pancasila sebagai dasar IPTEK memiliki fungsi penting, di antaranya:
- Landasan etika dan moral. Pancasila menjadi rambu normatif yang memastikan pengembangan IPTEK menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga keadilan.
- Menjaga identitas Nasional. IPTEK harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa untuk menghindari pengaruh negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai lokal.
- Mendukung de mokrasi dan kesejahteraan sosial. Pancasila mendorong pemerataan akses IPTEK dan mempersempit kesenjangan sosial melalui prinsip keadilan sosial.
3. Tantangan dalam Implementasi
Jurnal mencatat beberapa tantangan dalam menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK:
- Dominasi globalisasi. Pengembangan IPTEK yang didominasi nilai-nilai Barat dapat mengancam keunikan nilai Pancasila.
- Penyalahgunaan IPTEK. Kemajuan IPTEK sering digunakan tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan, seperti dampak negatif bom atom atau kerusakan lingkungan akibat industri.
- Kurangnya kesadaran dan pemahaman. Masih rendahnya pemahaman masyarakat dan ilmuwan tentang pentingnya Pancasila dalam pengembangan IPTEK.
4. Solusi yang Ditawarkan
Jurnal memberikan beberapa rekomendasi untuk memastikan Pancasila menjadi landasan dalam pengembangan IPTEK:
- Indigenisasi ilmu pengetahuan. Pengembangan IPTEK harus berbasis pada budaya lokal dan nilai-nilai Pancasila.
- Peningkatan literasi Pancasila. Pendidikan dan pelatihan tentang nilai-nilai Pancasila perlu ditingkatkan, terutama di kalangan ilmuwan dan teknokrat.
- Regulasi yang tegas. Pemerintah perlu memperkuat regulasi agar setiap pengembangan IPTEK sesuai dengan Pancasila sebagai dasar nilai.
Berdasarkan poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila adalah landasan fundamental yang harus diintegrasikan dalam setiap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan IPTEK dengan nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keadilan sosial yang dianut oleh bangsa Indonesia. Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila, pengembangan IPTEK dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa kehilangan identitas nasional.
NPM : 2415061070
Kelas : PSTI D
Menurut saya, jurnal tersebut menyoroti pentingnya Pancasila sebagai landasan etis dalam mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, dengan nilai-nilai luhur seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial, menjadi pedoman fundamental untuk memastikan bahwa kemajuan IPTEK tidak sekadar mengejar inovasi teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek moral, sosial, dan budaya. Hal ini menjadi krusial dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial, di mana perkembangan teknologi sering kali berpotensi menimbulkan disrupsi atau dampak negatif jika tidak dikendalikan dengan nilai-nilai yang kuat. Oleh karena itu, jurnal ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK akan menciptakan kemajuan yang lebih humanis dan berkelanjutan, sejalan dengan identitas bangsa Indonesia.
Npm : 2415061032
Kelas : PSTI D
Peran Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sangat penting. Nilai-nilai luhur Pancasila menjadi pedoman moral yang menjaga agar perkembangan Iptek tidak menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Dengan berlandaskan Pancasila, Iptek tidak hanya bertujuan untuk kemajuan material, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan spiritual, sosial, dan budaya. Sila pertama menekankan pentingnya etika dalam pengembangan Iptek, sedangkan sila kedua dan kelima memastikan bahwa manfaat Iptek dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Meskipun Pancasila menjadi pedoman, implementasinya dihadapkan pada berbagai tantangan. Globalisasi membawa pengaruh teknologi Barat yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai lokal. Kesenjangan akses teknologi dan krisis moral dalam pengembangan Iptek juga menjadi hambatan dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan, terutama pendidikan tinggi, memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan Iptek. Pembukaan UUD 1945 menegaskan pentingnya pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Seminar-seminar yang membahas Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu perlu digalakkan kembali.
Masyarakat Indonesia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu moral dan kemanusiaan. Hal ini tercermin dalam penolakan terhadap proyek-proyek yang dianggap merugikan masyarakat dan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan Iptek yang tidak hanya canggih, tetapi juga etis dan adil.
2415061073
Jurnal ini mengkaji peran Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia, yang dianggap sebagai representasi nilai-nilai budaya dan agama masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam bidang ilmiah. Dalam konteks pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia, kelima sila dalam Pancasila berfungsi sebagai pedoman dan acuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Penulis berharap tulisan ini dapat menunjukkan bahwa Pancasila seharusnya menjadi pedoman normatif dalam pengembangan Iptek di Indonesia.
Latar Belakang dan Tujuan
Pancasila merupakan dasar negara yang fundamental, tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan mencerminkan pandangan hidup serta karakter bangsa Indonesia. Sebagai cara pandang hidup, Pancasila berlandaskan pada nilai-nilai yang bersifat meta-yuridis, yang belum memiliki kekuatan hukum tetapi perlu dituangkan dalam norma hukum agar dapat mengikat secara legal. Pancasila harus menjadi acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, karena ilmu yang tidak berlandaskan ideologi ini dapat menyebabkan sekularisme, seperti yang terjadi di Eropa pada masa Renaissance.
Konsep Dasar Nilai Pancasila
Pancasila sebagai sistem nilai berfungsi sebagai kerangka acuan dalam pembangunan hukum nasional. Nilai-nilai Pancasila terdiri dari:
Nilai Dasar: Nilai-nilai abadi yang tidak terikat waktu.
Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar yang kontekstual dan harus disesuaikan dengan kondisi zaman.
Nilai Praktis: Interaksi antara nilai instrumental dengan situasi konkret.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila agar tidak bertentangan dengan moralitas bangsa.
Pancasila sebagai Sumber Nilai Moral
Pengembangan Iptek bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, namun sering kali disalahgunakan. Oleh karena itu, diperlukan platform yang menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dalam pengembangan Iptek. Setiap sila dalam Pancasila memberikan panduan moral untuk pengembangan Iptek:
Sila Ketuhanan: Mengintegrasikan rasionalitas dengan spiritualitas.
Sila Kemanusiaan: Menjadi dasar moral bagi pengembangan Iptek demi kesejahteraan bersama.
Sila Persatuan: Mendorong rasa nasionalisme melalui kemajuan Iptek.
Sila Kerakyatan: Menekankan pentingnya partisipasi demokratis dalam pengembangan Iptek.
Sila Keadilan Sosial: Memastikan keadilan dalam akses terhadap Iptek.
Penulis menegaskan bahwa pengembangan Iptek harus menghormati keyakinan religius masyarakat dan harus ditujukan untuk kemanusiaan.
Sumber Historis dan Sosiologis
Sejarah Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek dapat dilihat dari Pembukaan UUD 1945 yang menekankan pentingnya pendidikan dan kesejahteraan. Sejak tahun 1980-an, kebutuhan untuk mengintegrasikan Pancasila dalam pengembangan ilmu semakin dirasakan, terutama di kalangan akademisi. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila harus menjadi landasan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
NPM: 2415061091
Kelas: PSTI D
Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia. Pancasila, sebagai ideologi negara, mengkristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi pedoman normatif dalam aktivitas ilmiah.
1. Pancasila sebagai Sistem Nilai:
- Pancasila berfungsi sebagai kerangka acuan berpikir dalam pengembangan Iptek.
- Terdapat tiga jenis nilai dalam Pancasila: nilai dasar (abstrak dan universal), nilai instrumental (penjabaran kebijakan), dan nilai praktis (implementasi dalam situasi nyata).
2. Peran Pancasila dalam Pengembangan Iptek:
- Setiap pengembangan Iptek di Indonesia harus sesuai dengan nilai Pancasila.
- Nilai Pancasila bertindak sebagai panduan normatif untuk mencegah penyimpangan moral dan sosial.
- Pengembangan Iptek perlu mempertimbangkan aspek budaya dan ideologi bangsa.
3. Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral:
- Setiap sila dalam Pancasila memberikan pedoman moral dan etika dalam pengembangan Iptek, misalnya, sila pertama mendorong keseimbangan antara akal dan spiritualitas, sementara sila kelima menuntut keadilan sosial.
4. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis:
- Secara historis, pengakuan Pancasila dalam pengembangan Iptek tercermin dalam Pembukaan UUD 1945.
- Secara sosiologis, masyarakat Indonesia yang religius dan humanis menuntut pengembangan Iptek yang bermoral.
- Secara politis, Pancasila sering dirujuk dalam kebijakan negara terkait Iptek.
Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan Iptek di Indonesia bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan moralitas, serta memastikan bahwa Iptek berkembang sesuai dengan karakter dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
NPM : 2415061079
Kelas : PSTI D
Jurnal ini menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai pedoman untuk memastikan pengembangan IPTEK tidak menyimpang dari nilai budaya, agama, dan identitas bangsa.
1. Pancasila sebagai Sistem Nilai:
- Nilai dasar: Universal, abstrak, dan tetap.
- Nilai instrumental: Penjabaran operasional nilai dasar sesuai konteks zaman.
- Nilai praktis: Implementasi konkret nilai instrumental dalam kehidupan.
2. Peran Pancasila dalam IPTEK
- Menghindari dampak negatif seperti dehumanisasi, sekularisme, dan eksploitasi lingkungan.
- Memastikan pengembangan IPTEK selaras dengan identitas bangsa melalui indegenisasi ilmu.
3. Relevansi sosial dan Politik:
- Sebagai pedoman moralitas dan etika IPTEK, terutama terkait isu kemanusiaan dan lingkungan.
- Dijabarkan dalam Pembukaan UUD 1945 dan kebijakan politik Indonesia.
Kelebihan
- Relevan dengan tantangan modernisasi dan globalisasi IPTEK.
- Menyediakan landasan filosofis bagi pengembangan IPTEK berbasis nilai lokal.
Kekurangan
- Tidak ada data empiris atau contoh aplikasi konkret.
- Pendekatan terlalu normatif tanpa strategi implementasi yang jelas.
Kesimpulan
Pancasila harus dijadikan pedoman normatif dalam pengembangan IPTEK untuk menjaga moralitas, etika, dan identitas bangsa Indonesia. Namun, jurnal ini memerlukan studi kasus dan implementasi kebijakan untuk memperkuat argumennya.
NPM: 2415061009
Kelas: PSTI-C
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia yang harus menjadi pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Pancasila dianggap sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, yang harus diintegrasikan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas ilmiah.
Penulis menekankan bahwa pengembangan Iptek di Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar tidak terlepas dari moral dan etika. Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang menjaga agar kemajuan Iptek tetap menghormati martabat manusia dan budaya lokal.
Jurnal ini juga mengingatkan akan potensi bahaya dari pengembangan Iptek yang tidak dihapuskan pada nilai-nilai Pancasila, seperti sekularisme dan dehumanisasi. Penulis menyimpulkan bahwa Pancasila harus menjadi landasan etika dan moral dalam setiap aspek pengembangan Iptek, dan merekomendasikan agar institusi pendidikan dan penelitian lebih mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum dan kebijakan mereka.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran yang krusial dalam membimbing pengembangan Iptek di Indonesia, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keadilan sosial.
NPM: 2415061058
1. Relevansi Pancasila dalam Pengembangan Iptek
Pancasila memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral untuk mencegah dehumanisasi dan sekularisme yang sering terjadi pada perkembangan Iptek di negara lain. Dengan berlandaskan pada Pancasila, pengembangan Iptek tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga menjaga keseimbangan antara aspek spiritual, sosial, dan budaya.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan dasar spiritual untuk memastikan bahwa Iptek menghormati martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan teknologi yang tidak sesuai dengan etika, seperti rekayasa genetik yang tidak memperhatikan nilai moral.
Sila kedua dan kelima, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial, memastikan bahwa pengembangan Iptek dapat memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk segelintir kelompok. Sebagai contoh, Iptek harus digunakan untuk mengurangi kesenjangan sosial dengan meningkatkan pemerataan pendidikan dan akses teknologi.
2. Tantangan dalam Implementasi Nilai Pancasila pada Pengembangan Iptek
Meskipun Pancasila menjadi pedoman normatif, pelaksanaannya sering menemui berbagai tantangan:
- Globalisasi: Dominasi teknologi dan ilmu pengetahuan dari negara-negara Barat seringkali tidak selaras dengan nilai-nilai lokal. Tanpa penyaringan yang tepat, hal ini bisa mengancam budaya dan identitas bangsa.
- Kesenjangan Iptek: Perbedaan akses terhadap teknologi antarwilayah di Indonesia masih menjadi masalah yang menghambat pemerataan manfaat Iptek, sesuai dengan amanat Pancasila.
- Krisis Moral dalam Iptek: Pengembangan Iptek yang hanya mengutamakan keuntungan ekonomi seringkali mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan, seperti dalam kasus limbah industri yang merusak ekosistem.
3. Urgensi Integrasi Pancasila dalam Pendidikan Iptek
Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan “Mencerdaskan kehidupan bangsa” menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama dalam pengembangan Iptek berbasis Pancasila. Pendidikan tinggi harus menjadi wadah bagi intelektual muda untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam penelitian dan inovasi teknologi. Kegiatan seperti seminar-seminar tentang “Pancasila sebagai Orientasi Pengembangan Ilmu”, yang pernah digelar pada 1980-an, perlu digiatkan kembali untuk menghadapi tantangan globalisasi.
4. Perspektif Sosiologis dan Etika Pengembangan Iptek
Sikap masyarakat Indonesia yang sensitif terhadap isu moral dan kemanusiaan memperkuat relevansi Pancasila dalam pengembangan Iptek. Sebagai contoh, rencana pembangunan pembangkit tenaga nuklir di Semenanjung Muria ditentang karena dianggap mengabaikan prinsip keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan Iptek yang tidak hanya canggih, tetapi juga etis dan adil.
Pancasila Sebagai Landasan Nilai dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, Pancasila memiliki akar yang dalam pada nilai-nilai budaya dan religius. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral dan kerangka berpikir, tetapi juga sebagai norma hukum dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), agar tetap sejalan dengan nilai-nilai bangsa dan menghindari dampak negatif seperti sekularisme dan dehumanisasi.
Pancasila Sebagai Landasan Nilai Pengembangan Iptek
Pancasila mencakup tiga jenis nilai, yaitu:
- Nilai Dasar: Prinsip-prinsip universal yang menjadi dasar moral.
- Nilai Instrumental: Penjabaran prinsip-prinsip tersebut dalam kebijakan dan peraturan.
- Nilai Praktis: Penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus berlandaskan pada ketiga nilai ini, sehingga tetap sejalan dengan budaya, identitas, dan ideologi bangsa.
**Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral**
Setiap sila dalam Pancasila memberikan panduan yang relevan untuk pengembangan Iptek:
- Ketuhanan Yang Maha Esa: Mendorong keseimbangan antara akal, emosi, dan spiritualitas dalam pengembangan Iptek.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menempatkan kesejahteraan manusia sebagai prioritas utama dalam setiap inovasi Iptek.
- Persatuan Indonesia: Memperkuat rasa solidaritas nasional dalam penerapan Iptek.
- Kerakyatan: Mengutamakan demokrasi serta musyawarah dalam keputusan terkait Iptek.
- Keadilan Sosial: Menjamin pemerataan dan kesetaraan dalam akses terhadap manfaat Iptek.
Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik
Sejak Indonesia merdeka, Pancasila telah menjadi pedoman penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan Iptek, dengan tujuan untuk "mencerdaskan kehidupan bangsa", sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Diskusi pada tahun 1980-an menyoroti pentingnya orientasi Pancasila dalam pengembangan Iptek di perguruan tinggi dan dalam menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi merusak nilai-nilai nasional.
Pengembangan Iptek di Indonesia harus:
- Selalu mengacu pada nilai-nilai Pancasila.
- Menjadikan Pancasila sebagai faktor internal dalam proses pengembangan Iptek.
- Mematuhi prinsip-prinsip normatif yang menegakkan identitas dan budaya bangsa.
Dengan demikian, Pancasila dapat memastikan bahwa pengembangan Iptek tetap beretika, bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
NPM: 2415061119
Pancasila sebagai Pedoman: Pancasila harus menjadi pedoman dalam pengembangan iptek, agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ini mencakup pengembangan yang berakar pada budaya dan ideologi bangsa Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila: Terdapat tiga kategori nilai Pancasila: nilai dasar (abstrak dan universal), nilai instrumental (konkret dan kontekstual), dan nilai praktis (dinamis dan realitas sehari-hari). Pengembangan iptek harus mempertimbangkan semua nilai ini.
Etika dalam Pengembangan Iptek: Iptek harus menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga keseimbangan keadilan sosial. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan iptek tidak merugikan umat manusia.
Sumber Historis dan Sosiologis: Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditelusuri dari Pembukaan UUD 1945 dan sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu kemanusiaan dan Ketuhanan. Diskusi di kalangan intelektual, terutama di perguruan tinggi, juga berperan dalam menegaskan pentingnya Pancasila dalam pengembangan ilmu.
Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai rambu normatif yang harus diikuti dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, agar tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya dan moral bangsa.
2415061081
jurnal yang ditulis oleh Ika Setyorini ini membahas urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia.
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Sebagai cita hukum negara, Pancasila mencerminkan pandangan hidup dan falsafah yang mendalam, mengekspresikan karakter luhur bangsa Indonesia. Pancasila telah disepakati sebagai cara pandang hidup (the way of life) yang berbasis pada nilai-nilai meta-yuridis, yaitu nilai-nilai yang bersifat moral dan belum memiliki kekuatan hukum. Untuk dapat mengikat secara hukum, nilai-nilai ini perlu dituangkan dalam norma hukum positif.
Sebagai ideologi negara, Pancasila mengatur seluruh aktivitas kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perumusan Pancasila sebagai cara pandang ilmu pengetahuan di Indonesia dianggap pasti. Pengembangan ilmu yang tidak berdasarkan pada ideologi Pancasila dapat mengarah pada sekularisme, mirip dengan fenomena yang terjadi pada masa Renaissance di Eropa.
Perkembangan Iptek saat ini mengalami kemajuan pesat dan berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Namun, Iptek selalu berkembang dalam konteks budaya yang melingkupinya. Oleh karena itu, pengembangan Iptek harus mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama agar tidak merugikan manusia.
Pancasila sebagai sistem nilai memiliki :
• Nilai Dasar (Instrinsik): Nilai-nilai yang tidak terikat waktu dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita dan tujuan yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa.
• Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar dalam konteks tertentu, yang bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntutan zaman.
• Nilai Praktis: Interaksi antara nilai instrumental dengan situasi konkret, yang bersifat dinamis dan bertujuan untuk menjaga relevansi nilai dasar dengan masalah yang dihadapi masyarakat.
Pancasila harus menjadi pedoman dalam pengembangan Iptek di Indonesia. Setiap Iptek yang dikembangkan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pengembangan Iptek harus berakar pada budaya Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang mengarahkan pengembangan Iptek agar tidak merugikan masyarakat.
Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga merupakan pedoman etika yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan mengikuti nilai-nilai Pancasila, diharapkan pengembangan Iptek dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan menciptakan masyarakat yang lebih adil.
- Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya pada alinea keempat yang menekankan pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengembangan Iptek harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila, yang mencakup aspek spiritual, kemanusiaan, dan keadilan. Pada awal kemerdekaan, fokus para pendiri negara lebih kepada pembenahan negara setelah penjajahan, sehingga diskusi mengenai Pancasila sebagai dasar ilmu pengetahuan belum banyak dibahas. Namun, sejak tahun 1980-an, terutama di perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, kebutuhan untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu semakin terasa.
Sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan menjadi sumber sosiologis Pancasila. Contohnya, pembangunan pusat tenaga nuklir di Semenanjung Muria menimbulkan perhatian masyarakat terkait dampak teknologi terhadap harkat manusia dan lingkungan. Masyarakat menginginkan agar pengembangan Iptek tidak merugikan mereka dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Secara politik, Pancasila telah menjadi dasar nilai dalam berbagai kebijakan pemerintah. Sejak era Soekarno hingga reformasi, Pancasila selalu ditekankan dalam pidato-pidato penting terkait pengembangan ilmu. Namun, penegasan mengenai Pancasila sebagai dasar nilai Iptek belum diungkapkan secara jelas dalam kebijakan.
disimpulkan bahwa Pancasila harus dijadikan landasan etika dalam pengembangan Iptek di Indonesia. Dengan mematuhi nilai-nilai Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan budaya dan moral masyarakat. Penulis menekankan bahwa integrasi antara Iptek dengan nilai-nilai Pancasila bukan hanya penting untuk kemajuan teknologi tetapi juga untuk menjaga identitas nasional dan kesejahteraan masyarakat.
NPM : 2415061021
Kelas : PSTI D
Pentingnya Pancasila sebagai pedoman nilai dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia.
Sebagai ideologi negara, Pancasila dianggap sebagai kristalisasi dari nilai-nilai budaya dan agama yang mampu mewadahi seluruh aspek kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah. Penulis menyoroti bahwa tanpa landasan nilai seperti Pancasila, pengembangan iptek bisa kehilangan arah, bahkan terjebak dalam sekularisme seperti yang pernah dialami Eropa pada masa Renaisans.
Pancasila sendiri memiliki peran strategis sebagai kerangka berpikir yang terdiri atas tiga lapisan nilai:
Nilai Dasar: Prinsip universal yang bersifat abstrak, seperti cita-cita dan tujuan bangsa.
Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar dalam kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Nilai Praktis: Implementasi konkret di masyarakat untuk menjaga relevansi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks iptek, nilai-nilai ini menjadi pedoman etis yang meliputi keadilan sosial, kesejahteraan manusia, serta harmoni hubungan manusia dengan Tuhannya, sesama, dan lingkungannya.
Pancasila Sebagai Panduan Moral dan Etika
Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah yang jelas untuk pengembangan iptek. Misalnya, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mendorong keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, sementara sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memastikan bahwa iptek memprioritaskan kesejahteraan manusia. Sila-sila lainnya juga menekankan persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial sebagai pilar penting dalam penerapan iptek yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Landasan Historis, Sosiologis, dan Politik
Secara historis, Pancasila sudah tertanam dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan pengembangan iptek. Secara sosiologis, Pancasila merefleksikan kepekaan masyarakat Indonesia terhadap isu-isu etika, seperti dampak lingkungan atau kesejahteraan manusia dalam penggunaan teknologi. Sementara dari sudut pandang politik, kebijakan terkait iptek sering kali menggunakan Pancasila sebagai acuan nilai sejak era kemerdekaan hingga reformasi.
Keterkaitan Pancasila dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pancasila berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral untuk mencegah terjadinya dehumanisasi dan sekularisme yang sering muncul dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara lain. Dengan berlandaskan Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya berfokus pada kemajuan material, tetapi juga harus menjaga keseimbangan aspek spiritual, sosial, dan budaya.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan dasar spiritual agar ilmu pengetahuan dan teknologi menghormati martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Hal ini penting untuk menghindari penyalahgunaan teknologi yang tidak etis, seperti rekayasa genetik yang dilakukan tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral.
Sila kedua dan kelima, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial, menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, bukan hanya untuk segelintir orang. Contohnya, ilmu pengetahuan dan teknologi harus dimanfaatkan untuk mengurangi kesenjangan sosial melalui pemerataan pendidikan dan akses terhadap teknologi.
Tantangan dalam Penerapan Nilai Pancasila pada Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meskipun Pancasila berfungsi sebagai panduan normatif, penerapannya sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan:
Globalisasi: Dominasi ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara Barat sering kali bertentangan dengan nilai-nilai lokal. Tanpa proses penyaringan yang tepat, hal ini dapat mengancam budaya dan identitas bangsa.
Kesenjangan dalam Akses Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Perbedaan akses teknologi di berbagai wilayah di Indonesia masih menjadi masalah. Hal ini dapat menghambat pemerataan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila.
Krisis Moral dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi sering kali mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan, seperti dalam kasus limbah industri yang merusak ekosistem.
Pentingnya Integrasi Pancasila dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan “Mencerdaskan kehidupan bangsa” menunjukkan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan Pancasila. Pendidikan tinggi, khususnya, harus menjadi tempat bagi generasi muda untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam penelitian dan inovasi teknologi. Kegiatan seminar yang membahas “Pancasila sebagai Orientasi Pengembangan Ilmu”, seperti yang dilakukan pada tahun 1980-an, perlu dihidupkan kembali untuk menghadapi tantangan globalisasi.
Perspektif Sosiologis dan Etika dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sikap masyarakat Indonesia yang peka terhadap isu moral dan kemanusiaan semakin memperkuat relevansi Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, rencana pembangunan pembangkit tenaga nuklir di Semenanjung Muria ditolak karena dianggap mengabaikan prinsip keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga etis dan adil.
Npm : 2455061008
Kelas : PSTI-D
Relevansi Pancasila dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)
Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilainya berfungsi sebagai panduan moral yang dapat mencegah dampak negatif seperti dehumanisasi dan sekularisasi yang sering terjadi dalam perkembangan Iptek di berbagai negara. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar, pengembangan Iptek tidak hanya diarahkan untuk kemajuan materi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan spiritual, sosial, dan budaya.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan landasan spiritual yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan. Hal ini bertujuan untuk mencegah praktik penggunaan teknologi yang tidak etis, seperti rekayasa genetik tanpa pertimbangan moral.
Sila kedua dan kelima, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memastikan bahwa Iptek dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya sekelompok kecil individu. Contohnya, teknologi perlu diterapkan untuk mengatasi ketimpangan sosial, seperti dengan memperluas akses terhadap pendidikan dan teknologi di berbagai wilayah.
Hambatan dalam Menerapkan Nilai Pancasila pada Pengembangan Iptek
Walaupun Pancasila menjadi pedoman normatif, penerapannya dalam pengembangan Iptek seringkali menghadapi berbagai kendala, seperti:
1. Globalisasi: Dominasi teknologi dan ilmu pengetahuan dari negara maju sering tidak sejalan dengan nilai-nilai lokal. Jika tidak disaring dengan baik, hal ini dapat mengancam identitas budaya bangsa.
2. Kesenjangan Teknologi: Ketimpangan akses terhadap teknologi di berbagai daerah di Indonesia masih menjadi masalah besar, sehingga menghambat upaya pemerataan manfaat Iptek sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Krisis Moral dalam Pengembangan Iptek, Fokus pada keuntungan ekonomi dalam pengembangan Iptek sering mengabaikan aspek kemanusiaan dan kelestarian lingkungan. Contohnya adalah kerusakan lingkungan akibat limbah industri yang tidak dikelola dengan baik.
Urgensi Integrasi Pancasila dalam Pendidikan Iptek
Amanat UUD 1945 yang berbunyi “Mencerdaskan kehidupan bangsa” menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk mengembangkan Iptek yang berlandaskan Pancasila. Pendidikan tinggi harus menjadi pusat pembentukan generasi muda yang memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam inovasi dan penelitian teknologi. Kegiatan seperti seminar bertema “Pancasila sebagai Orientasi Pengembangan Ilmu,” yang pernah digelar pada 1980-an, perlu dihidupkan kembali sebagai respon terhadap tantangan globalisasi.
Perspektif Sosial dan Etika dalam Pengembangan Iptek
Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu moral dan kemanusiaan semakin menegaskan pentingnya Pancasila dalam pengembangan Iptek. Sebagai contoh, penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunan tenaga nuklir di Semenanjung Muria menunjukkan kekhawatiran terhadap keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat mendukung pengembangan Iptek yang tidak hanya canggih, tetapi juga etis, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, Pancasila berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan religius Indonesia. Selain menjadi pedoman moral dan kerangka berpikir, Pancasila juga berfungsi sebagai norma hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Dengan landasan ini, pengembangan Iptek diarahkan agar tetap selaras dengan nilai-nilai bangsa, sekaligus menghindari dampak negatif seperti sekularisme dan dehumanisasi.
Pancasila sebagai Pedoman Nilai dalam Pengembangan Iptek
Pancasila mencakup tiga jenis nilai utama:
Nilai Dasar: Prinsip universal yang menjadi fondasi moral.
Nilai Instrumental: Implementasi prinsip dasar melalui kebijakan dan regulasi.
Nilai Praktis: Penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks Iptek, ketiga nilai ini menjadi acuan agar pengembangan tetap terintegrasi dengan budaya, identitas, dan ideologi bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral
Setiap sila dalam Pancasila memberikan panduan etis dalam pengembangan Iptek:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Menyeimbangkan akal, emosi, dan spiritualitas dalam inovasi.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memprioritaskan kesejahteraan manusia dalam setiap pencapaian Iptek.
Persatuan Indonesia: Menguatkan solidaritas nasional melalui penerapan Iptek.
Kerakyatan: Mendorong demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan keputusan di bidang Iptek.
Keadilan Sosial: Memastikan kesetaraan akses terhadap manfaat Iptek bagi seluruh masyarakat.
Landasan Historis, Sosiologis, dan Politik
Sejak kemerdekaan, Pancasila telah menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam pengembangan Iptek. Tujuan ini sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada era 1980-an, pentingnya orientasi Pancasila dalam pengembangan Iptek, khususnya di perguruan tinggi, semakin ditekankan untuk menjawab tantangan globalisasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai nasional.
Prinsip Pengembangan Iptek Berbasis Pancasila
Pengembangan Iptek di Indonesia harus:
Selalu berpedoman pada nilai-nilai Pancasila.
Menjadikan Pancasila sebagai faktor internal dalam proses inovasi.
Mematuhi prinsip normatif yang menjaga identitas dan budaya bangsa.
Dengan orientasi tersebut, Pancasila memastikan bahwa pengembangan Iptek dilakukan secara etis, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung kemajuan bangsa dan negara.