CASE STUDY

CASE STUDY

Number of replies: 2

Dinas Kesehatan Kota Mandiri meluncurkan platform digital "SehatMandiri", yang bertujuan untuk mengintegrasikan layanan kesehatan di seluruh Puskesmas dan Klinik milik pemerintah. Platform ini memungkinkan pasien untuk membuat janji, melihat rekam medis, dan menerima hasil lab secara online. Setelah 1 tahun implementasi, ditemukan bahwa:

  • Banyak Puskesmas belum menggunakan sistem secara penuh.
  • Terdapat data yang tidak sinkron antar fasilitas kesehatan.
  • Pengaduan masyarakat terkait keterlambatan pelayanan justru meningkat.

Dewan Pengawas meminta dilakukan audit kinerja terhadap efektivitas program digitalisasi ini.

Pertanyaan:

Analisislah penyebab utama rendahnya efektivitas implementasi digitalisasi layanan kesehatan ini, dan rancang pendekatan audit berbasis data untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja sistem SehatMandiri.


In reply to First post

Re: CASE STUDY

by Nurida Elsa -

Nama: Nurida Elsa

NPM: 241303102


Menurut saya, rendahnya efektivitas implementasi platform digital SehatMandiri disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya keterampilan petugas dalam menggunakan sistem, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta integrasi data antar fasilitas kesehatan yang belum berjalan dengan baik. Selain itu, pengawasan dan evaluasi yang kurang optimal juga dapat menyebabkan permasalahan tidak segera ditangani. Akibatnya, penggunaan sistem di Puskesmas belum maksimal, data pasien menjadi tidak sinkron, dan pengaduan masyarakat terkait keterlambatan pelayanan justru meningkat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan audit kinerja berbasis data dengan menentukan indikator yang sesuai, seperti tingkat penggunaan sistem di setiap Puskesmas, tingkat akurasi dan sinkronisasi data, rata-rata waktu tunggu pasien, jumlah pengaduan masyarakat, serta tingkat kepuasan pengguna. Auditor dapat mengumpulkan data melalui laporan penggunaan aplikasi, rekam waktu pelayanan, laporan pengaduan, wawancara dengan petugas, dan survei kepada pasien. Data tersebut kemudian dianalisis untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan SehatMandiri serta mengidentifikasi fasilitas kesehatan yang masih mengalami kendala.

Berdasarkan hasil analisis, auditor dapat memberikan rekomendasi berupa pelatihan bagi petugas, perbaikan integrasi data, peningkatan infrastruktur teknologi, dan penyederhanaan prosedur pelayanan. Selain itu, Dinas Kesehatan perlu melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan rekomendasi tersebut dilaksanakan. Dengan pendekatan audit berbasis data, efektivitas SehatMandiri dapat dievaluasi secara objektif sehingga digitalisasi tidak hanya menjadi penggunaan teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mempercepat proses administrasi, dan meningkatkan kepuasan masyarakat.

In reply to First post

Re: CASE STUDY

by Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Penyebab rendahnya efektivitas SehatMandiri
Menurut saya, rendahnya efektivitas SehatMandiri disebabkan oleh beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah belum semua petugas Puskesmas mampu menggunakan sistem dengan baik, sehingga aplikasi belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, data yang tidak sinkron menunjukkan bahwa sistem antar fasilitas kesehatan belum terhubung dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan informasi pasien tidak sesuai dan menghambat proses pelayanan. Meningkatnya pengaduan masyarakat juga menunjukkan bahwa penerapan teknologi belum sepenuhnya mampu mempercepat pelayanan kesehatan. Jadi, permasalahannya bukan hanya pada aplikasi, tetapi juga pada kesiapan petugas, kualitas data, dan pelaksanaan program di lapangan.

Untuk mengetahui penyebab masalah dan memperbaiki kinerja SehatMandiri, audit dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut.
  1. Mengumpulkan data. Auditor memeriksa jumlah Puskesmas yang aktif menggunakan sistem, data pasien yang tidak sinkron, waktu tunggu pelayanan, dan jumlah pengaduan masyarakat.
  2. Menganalisis masalah. Data dari setiap Puskesmas dibandingkan untuk mengetahui fasilitas kesehatan yang mengalami kendala paling besar. Auditor juga dapat mewawancarai petugas dan pasien untuk mengetahui masalah yang mereka hadapi.
  3. Menilai keberhasilan program. Auditor membandingkan hasil pelaksanaan dengan tujuan awal digitalisasi, yaitu mempermudah akses layanan, mempercepat pelayanan, dan mengintegrasikan data kesehatan.
  4. Memberikan rekomendasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, auditor dapat menyarankan pelatihan bagi petugas, perbaikan sistem integrasi data, serta peningkatan jaringan internet jika diperlukan.
  5. Melakukan evaluasi lanjutan. Setelah perbaikan dilakukan, auditor memeriksa kembali penggunaan sistem, kesesuaian data, waktu pelayanan, dan pengaduan masyarakat untuk mengetahui apakah kinerjanya sudah meningkat.
Kesimpulan: Melalui audit berbasis data, Dinas Kesehatan dapat mengetahui kendala yang sebenarnya terjadi dan menentukan perbaikan yang tepat. Dengan demikian, SehatMandiri tidak hanya menjadi aplikasi digital, tetapi juga benar-benar membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah.