གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

PBSI TSM B 2025-2026 -> DISKUSI III -> DISKUSI III

Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd. གིས-

Baik teori mimetik, objektif, pragmatik, dan ekspresif memiliki kekhasan yang berbeda saat digunakan sebagai pisau bedah sastra. Masing-masing memiliki keunggulan, dan tidak bisa dikatakan teori ini lebih baik dari yang lain. Justru keempatnya bisa berdiri berdampingan sepanjang peneliti mampu melakukannya bersamaan.

Sebagai seorang mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Posisikan Anda adalah mahasiswa tingkat akhir dengan skripsi bidang sastra, Anda diminta membedah sebuah puisi atau novel dengan menggunakan salah satu dari keempat teori tersebut. Dari empat teori tersebut manakah yang kiranya dapat Anda garap secara maksimal, dan kemukakan alasannya?


Melalui unggahan power point telah dinyisipkan empat pertanyaan kepada Anda yaitu:

1.How does it define the literary qualities of the literary text?

2.What relation does it propose between text and author?

3.What role does it ascribe to the reader?

4.What status does it give to the medium of the text, language?

Silakan keempat pertanyaan tadi Anda jawab dan diskusikan bersama. Perlu diingat, Anda bisa menjawab tanya yang saya berikan juga menyanggah pendapat rekan lainnya. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Terima kasih


Dalam perkembangan puisi Indonesia modern, penyair sering kali mengekspresikan tema-tema sosial dan eksistensial dengan mengaburkan bentuk dan rima tradisional. Menurut Anda, bagaimana keterpaduan antara tema, unsur pembangun (diksi, imaji, majas, dan tipografi), serta ragam puisi dapat mencerminkan cara berpikir dan identitas kebudayaan penyair Indonesia masa kini?

Dalam sebuah karya prosa, struktur naratif tidak hanya menyusun jalan cerita, tetapi juga menjadi wadah bagi pengarang untuk mengekspresikan gagasan dan membangun pengalaman estetik bagi pembaca. Bagaimana hubungan antara struktur naratif, unsur-unsur prosa (tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang), dan gaya penceritaan dapat membentuk makna serta memengaruhi cara pembaca menafsirkan realitas yang dihadirkan dalam karya sastra Indonesia? Berikan contoh dari satu karya yang pernah Anda baca!