Discussions started by YOMICA PRAMESTI LIYANDRI

TatRias-A-25 -> Forum Refleksi EAS -> Uas

by YOMICA PRAMESTI LIYANDRI -

Awalnya, saya pikir tata rias hanya bedak dan lipstik. Ternyata ini soal seni, bentuk muka, sama pengaruh lampu panggung yang rumit.

Pas awal-awal, bikin alis simetris aja susah, apalagi nge-blend foundation. Tapi karena sering latian, saya makin bisa buat contour, highlight, sampai bikin rias karakter fantasi. 

Tantangan terberat kulit berminyak atau berkeringat bikin riasan luntur dan Manajemen waktu.

Manfaatnya, saya jadi paham teori warna dan teknik rias tahan lama. Yang paling penting, saya gak mudah panik lagi, terbiasa mengoordinasikan kostum.

Saya terinspirasi dari angsa putih yang melambangkan kemurnian, keanggunan, dan gerakan yang lembut. Bentuk lehernya yang jenjang, bulu-bulunya yang tersusun rapi, dan paruhnya yang oranye/merah jadi poin utama buat saya tuang ke riasan.


Di mata,saya bikin kayak sayap, lalu di ujungnya saya tempel kapas putih untuk meniru bulu berlapis. Untuk kelopak mata, saya gradasi warna putih-abu-abu-pink kalau angsa putih.

Di pipi, saya contour agak coklat batas sayap angsa. Di jidat saya gambar kepala angsa agak lengkung dengan menambahkan paruh berwarna orange.

TatRias-A-25 -> Forum Diskusi Pertemuan 9 -> hairdo

by YOMICA PRAMESTI LIYANDRI -

Menurut saya, ada beberapa hal utama yang bikin hairdo itu menarik dan bernilai seni tinggi:

1. Cocok sama bentuk muka. Jangan asal ikut tren. Misalnya, muka bulat lebih enak dikasih volume di atas kepala atau poni samping biar keliatan lebih tirus, bukan malah dilebarkan di samping.

2. Harus nyaman dan tahan lama. Rambut cantik tapi bikin pusing atau rontok setelah satu jam itu percuma. Sesuaikan sama acaranya kalau outdoor, pakai kepangan yang kuat; kalau pesta formal, pastikan pin-nya mantap.

Intinya, hairdo yang bagus tuh yang bikin orangnya keliatan makin cantik, bukan cuma rambutnya doang yang heboh.