Posts made by Farida Murti Salsabila

Untuk mengatasi pemicu dari lingkungan eksternal, organisasi perlu memperkuat pemantauan tren pasar dan regulasi, membangun kemitraan strategis, melakukan diversifikasi produk atau pasar, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi agar lebih tanggap terhadap perubahan sekaligus mampu menjadikannya sebagai peluang.
Kegagalan inovasi tidak selalu berarti manajemennya buruk, karena banyak faktor lain yang dapat memengaruhinya, seperti keterbatasan sumber daya, kondisi pasar, regulasi, atau bahkan timing yang kurang tepat. Namun, manajemen tetap memegang peran penting dalam menciptakan budaya, strategi, dan sistem yang mendukung inovasi. Jika manajemen tidak mampu membangun iklim yang mendorong kreativitas, adaptasi, dan keberanian mengambil risiko, maka kegagalan inovasi bisa mencerminkan kelemahan dalam kepemimpinan.
Pergantian kepemimpinan sering memengaruhi budaya organisasi, namun dampaknya dapat diantisipasi dengan memperkuat nilai inti perusahaan, membangun sistem kerja yang konsisten, serta menjaga komunikasi yang transparan. Keterlibatan karyawan dalam proses transisi dan onboarding bagi pemimpin baru juga penting untuk menyeimbangkan kesinambungan budaya dengan penyegaran yang dibawa pemimpin. Dengan begitu, perusahaan tetap memiliki identitas yang kuat meski terjadi perubahan kepemimpinan.
Budaya organisasi sangat menentukan keberhasilan inovasi karena membentuk pola pikir dan perilaku karyawan. Budaya yang terbuka, kolaboratif, dan adaptif mendorong kreativitas, keberanian mengambil risiko, serta pembelajaran dari kegagalan, sehingga ide-ide baru lebih mudah muncul dan diwujudkan. Sebaliknya, budaya yang kaku dan birokratis justru menghambat inovasi. Karena itu, keberhasilan inovasi bukan hanya soal strategi atau teknologi, tetapi bergantung pada budaya organisasi sebagai katalis utamanya.