Posts made by Hanny Nurluthfiah Rianti.A

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Hanny Nurluthfiah Rianti.A -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-12
NAMA : HANNY NURLUTHFIAH RIANTI.A
KELAS : A
NPM : 2515012089

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini & Kesesuaiannya dengan Pancasila

Menurut pendapat saya,
Etika politik Indonesia saat ini menunjukkan kemajuan, namun masih banyak penyimpangan. Praktik korupsi, politisasi birokrasi, diskriminasi pelayanan publik, dan politik identitas menunjukkan bahwa perilaku politik belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Sila 1 dilanggar melalui kurangnya kejujuran dan amanah dalam jabatan.

Sila 2 tercederai oleh ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan kurangnya sikap beradab.

Sila 3 terganggu oleh polarisasi dan politik identitas.

Sila 4 kurang tercermin dalam musyawarah yang bijak dan kebijakan yang transparan.

Sila 5 sulit terwujud karena ketimpangan layanan publik dan maraknya nepotisme.

Jadi,Kesimpulannya, etika politik masih jauh dari ideal Pancasila, terutama dalam hal integritas, transparansi, dan keadilan.

B. Etika Generasi Muda & Solusi Dekadensi Moral

Dari Sudut pandang saya, Etika generasi muda saat ini menunjukkan dua sisi. Di satu sisi, mereka kreatif, kritis, dan terbuka. Namun di sisi lain, ada tanda-tanda dekadensi moral, seperti kurang sopan, individualis, penggunaan bahasa kasar, mudah terpengaruh budaya negatif media sosial, serta melemahnya rasa hormat dan gotong royong.

Fenomena ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai budaya Indonesia, terutama nilai sopan santun, tenggang rasa, dan kemanusiaan.

Solusinya untuk Mengatasi Dekadensi Moral :

1. Penguatan pendidikan karakter di sekolah dan keluarga.
2. Penanaman kembali nilai Pancasila dan kearifan lokal.
3. Peningkatan literasi digital untuk mencegah hoaks, perundungan, dan ujaran kebencian.
4. Keteladanan dari orang tua, guru, dan pemimpin
5. Menyediakan kegiatan positif bagi generasi muda misalnya (seni, olahraga, organisasi).
6. Memperkuat kontrol sosial dan budaya saling mengingatkan dalam masyarakat.

NAMA : HANNY NURLUTHFIAH RIANTI.A

NPM : 2515012089

KELAS : A

Berikut Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil

A  Hal positif yang bisa diambil dari artikel :

   1. Pengingat tentang pentingnya menjaga sopan santun, meskipun zaman         berubah.

   2. Kesadaran bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab, terutama           terhadap dampaknya pada orang lain.

   3. Ajakan untuk menjaga budaya positif Indonesia, seperti ramah, sopan,           dan toleran.

   4. Dorongan untuk menjadi generasi yang beretika, bukan sekadar             mengikuti arus globalisasi tanpa filter budaya lokal.


B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila tidak hanya dasar negara, tetapi juga sistem etika yang memberi pedoman moral bagi perilaku masyarakat Indonesia. Isi artikel sangat terkait dengan nilai-nilai etis yang terkandung dalam Pancasila :

1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa:

Mendorong manusia berbuat baik karena nilai moral yang bersumber pada ajaran agama.

2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:

Artikel menyoroti perilaku menghina, merendahkan orang lain, atau melakukan kekerasan verbal sebagai perilaku tidak beradab. Sila ini menuntut kita berlaku manusiawi.

3. Sila 3 – Persatuan Indonesia:

Perilaku kasar dan saling merendahkan dapat memecah persatuan. Artikel mengajak kita menjaga keharmonisan.

4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan:

Mengajarkan etika berdiskusi dan berpendapat, tidak menyakiti dan tidak memaksakan kehendak.

5. Sila 5 – Keadilan Sosial:

Etika sosial menuntut kita memperlakukan orang lain secara adil, tidak diskriminatif, tidak kasar.

Jadi, Kesimpulannya: artikel tersebut menguatkan kembali nilai-nilai etika Pancasila yang menuntun masyarakat agar tetap sopan, manusiawi, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

C. Contoh kearifan lokal Indonesia yang terkait dengan etika menurut sila-sila Pancasila yang saya ambil

1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa

Tradisi Slametan (Jawa): ungkapan syukur kepada Tuhan.

Ngayah (Bali): pelayanan tulus ikhlas dalam kegiatan keagamaan.


2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Gotong royong: membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan.

Sistem kekerabatan adat (Toraja, Minang): menjaga nilai hormat dan kemanusiaan antaranggota masyarakat.

3. Sila 3 – Persatuan Indonesia

Upacara adat bersama lintas suku: contoh Rakik-Rakik (Sumatera Barat) atau Rambu Solo’ (Toraja).

Musyawarah adat: memperkuat rasa persatuan dalam keputusan bersama.

4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

Musyawarah mufakat (adat Jawa, Sunda, Minang): pengambilan keputusan bersama secara demokratis dan bijak.

Lembaga adat desa: tempat penyelesaian masalah secara adil dan damai.

5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Subak (Bali): sistem pengairan yang adil dan merata.

Lubuk Larangan (Sumatera): pengaturan pemanfaatan sungai yang adil untuk semua warga.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila

1. Memberikan Pendidikan sejak dini

Menurut saya, mengajarkan sopan santun, gotong royong, toleransi, dan nilai adat di sekolah maupun keluarga itu sangat penting apalagi di era sekarang.

2. Mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum

Mata pelajaran seperti PPKn, IPS, atau muatan lokal dapat memasukkan praktik budaya positif.

3. Mengadakan kegiatan budaya

Festival adat, lomba tradisional, atau upacara adat yang melibatkan generasi muda.

4. Penggunaan media sosial

Menyebarkan konten positif tentang nilai budaya Indonesia agar tidak kalah oleh pengaruh negatif globalisasi.

5. Pelestarian melalui komunitas dan tokoh adat

Memberdayakan lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk menjaga nilai-nilai lokal.

6. Penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari

Saling menghormati

Berbahasa yang santun

Gotong royong

Toleransi antar sesama.

7. Dukungan pemerintah

Melalui regulasi, festival budaya, dan pelindungan warisan budaya takbenda.