NAMA : HANNY NURLUTHFIAH RIANTI.A
NPM : 2515012089
KELAS : A
Berikut Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil
A Hal positif yang bisa diambil dari artikel :
1. Pengingat tentang pentingnya menjaga sopan santun, meskipun zaman berubah.
2. Kesadaran bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab, terutama terhadap dampaknya pada orang lain.
3. Ajakan untuk menjaga budaya positif Indonesia, seperti ramah, sopan, dan toleran.
4. Dorongan untuk menjadi generasi yang beretika, bukan sekadar mengikuti arus globalisasi tanpa filter budaya lokal.
B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila tidak hanya dasar negara, tetapi juga sistem etika yang memberi pedoman moral bagi perilaku masyarakat Indonesia. Isi artikel sangat terkait dengan nilai-nilai etis yang terkandung dalam Pancasila :
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa:
Mendorong manusia berbuat baik karena nilai moral yang bersumber pada ajaran agama.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Artikel menyoroti perilaku menghina, merendahkan orang lain, atau melakukan kekerasan verbal sebagai perilaku tidak beradab. Sila ini menuntut kita berlaku manusiawi.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia:
Perilaku kasar dan saling merendahkan dapat memecah persatuan. Artikel mengajak kita menjaga keharmonisan.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan:
Mengajarkan etika berdiskusi dan berpendapat, tidak menyakiti dan tidak memaksakan kehendak.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial:
Etika sosial menuntut kita memperlakukan orang lain secara adil, tidak diskriminatif, tidak kasar.
Jadi, Kesimpulannya: artikel tersebut menguatkan kembali nilai-nilai etika Pancasila yang menuntun masyarakat agar tetap sopan, manusiawi, saling menghormati, dan bertanggung jawab.
C. Contoh kearifan lokal Indonesia yang terkait dengan etika menurut sila-sila Pancasila yang saya ambil
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Tradisi Slametan (Jawa): ungkapan syukur kepada Tuhan.
Ngayah (Bali): pelayanan tulus ikhlas dalam kegiatan keagamaan.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Gotong royong: membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan.
Sistem kekerabatan adat (Toraja, Minang): menjaga nilai hormat dan kemanusiaan antaranggota masyarakat.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
Upacara adat bersama lintas suku: contoh Rakik-Rakik (Sumatera Barat) atau Rambu Solo’ (Toraja).
Musyawarah adat: memperkuat rasa persatuan dalam keputusan bersama.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Musyawarah mufakat (adat Jawa, Sunda, Minang): pengambilan keputusan bersama secara demokratis dan bijak.
Lembaga adat desa: tempat penyelesaian masalah secara adil dan damai.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Subak (Bali): sistem pengairan yang adil dan merata.
Lubuk Larangan (Sumatera): pengaturan pemanfaatan sungai yang adil untuk semua warga.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
1. Memberikan Pendidikan sejak dini
Menurut saya, mengajarkan sopan santun, gotong royong, toleransi, dan nilai adat di sekolah maupun keluarga itu sangat penting apalagi di era sekarang.
2. Mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum
Mata pelajaran seperti PPKn, IPS, atau muatan lokal dapat memasukkan praktik budaya positif.
3. Mengadakan kegiatan budaya
Festival adat, lomba tradisional, atau upacara adat yang melibatkan generasi muda.
4. Penggunaan media sosial
Menyebarkan konten positif tentang nilai budaya Indonesia agar tidak kalah oleh pengaruh negatif globalisasi.
5. Pelestarian melalui komunitas dan tokoh adat
Memberdayakan lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk menjaga nilai-nilai lokal.
6. Penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari
Saling menghormati
Berbahasa yang santun
Gotong royong
Toleransi antar sesama.
7. Dukungan pemerintah
Melalui regulasi, festival budaya, dan pelindungan warisan budaya takbenda.