PERTEMUAN 11
TUGAS ANALISIS SOAL
Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”
Nama : Muftia Aminy
NPM : 2515012018
Kelas : B
A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil
Pendapat saya, artikel tersebut menyampaikan kritik sosial tentang sebagian generasi muda dianggap kurang sopan, karena perilaku negatif yang terlihat di masyarakat dan media sosial. Artikel ini mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, menghargai orang lain, baik dari ucapan maupun tindakan. Hal positif yang dapat diambil adalah ajakan untuk menanamkan kembali nilai moral, etika, dan budaya baik Indonesia—seperti sopan santun, ramah, dan toleransi—di tengah perubahan zaman dan pengaruh globalisasi.
B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sangat selaras dengan Pancasila sebagai sistem etika, karena Pancasila memuat nilai moral yang menjadi pedoman perilaku masyarakat Indonesia. Artikel menekankan pentingnya sopan santun, menghormati perbedaan, tidak menyakiti orang lain, dan menjaga budaya positif—nilai ini sejalan dengan sila-sila Pancasila, terutama Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial.
C. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Kearifan lokal: Tradisi tahlilan, selametan, dan gotong royong saat acara keagamaan.
Etika: Mengajarkan toleransi antarumat beragama, saling menghormati keyakinan.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kearifan lokal: Tradisi musyawarah adat, budaya saling memaafkan (Lebaran).
Etika: Menghargai martabat manusia, tidak menyakiti sesama.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
Kearifan lokal: Upacara adat yang melibatkan seluruh warga, seperti pesta adat Toraja atau sekaten.
Etika: Mengutamakan kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kearifan lokal: Musyawarah desa (rembug desa), adat “Bale Banjar” di Bali.
Etika: Mengutamakan dialog, tidak memaksakan kehendak.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kearifan lokal: Tradisi gotong royong, sistem subak di Bali, budaya mapalus di Minahasa.
Etika: Menjunjung keadilan, berbagi beban bersama, dan saling membantu.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila
1. Mengajarkan nilai budaya dan etika sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
2. Mengamalkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti sopan santun, gotong royong, musyawarah, dan toleransi.
3. Menggunakan teknologi dan media sosial untuk mempromosikan budaya positif, bukan perilaku negatif.
TUGAS ANALISIS SOAL
Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”
Nama : Muftia Aminy
NPM : 2515012018
Kelas : B
A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil
Pendapat saya, artikel tersebut menyampaikan kritik sosial tentang sebagian generasi muda dianggap kurang sopan, karena perilaku negatif yang terlihat di masyarakat dan media sosial. Artikel ini mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, menghargai orang lain, baik dari ucapan maupun tindakan. Hal positif yang dapat diambil adalah ajakan untuk menanamkan kembali nilai moral, etika, dan budaya baik Indonesia—seperti sopan santun, ramah, dan toleransi—di tengah perubahan zaman dan pengaruh globalisasi.
B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sangat selaras dengan Pancasila sebagai sistem etika, karena Pancasila memuat nilai moral yang menjadi pedoman perilaku masyarakat Indonesia. Artikel menekankan pentingnya sopan santun, menghormati perbedaan, tidak menyakiti orang lain, dan menjaga budaya positif—nilai ini sejalan dengan sila-sila Pancasila, terutama Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial.
C. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Kearifan lokal: Tradisi tahlilan, selametan, dan gotong royong saat acara keagamaan.
Etika: Mengajarkan toleransi antarumat beragama, saling menghormati keyakinan.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kearifan lokal: Tradisi musyawarah adat, budaya saling memaafkan (Lebaran).
Etika: Menghargai martabat manusia, tidak menyakiti sesama.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
Kearifan lokal: Upacara adat yang melibatkan seluruh warga, seperti pesta adat Toraja atau sekaten.
Etika: Mengutamakan kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kearifan lokal: Musyawarah desa (rembug desa), adat “Bale Banjar” di Bali.
Etika: Mengutamakan dialog, tidak memaksakan kehendak.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kearifan lokal: Tradisi gotong royong, sistem subak di Bali, budaya mapalus di Minahasa.
Etika: Menjunjung keadilan, berbagi beban bersama, dan saling membantu.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila
1. Mengajarkan nilai budaya dan etika sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
2. Mengamalkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti sopan santun, gotong royong, musyawarah, dan toleransi.
3. Menggunakan teknologi dan media sosial untuk mempromosikan budaya positif, bukan perilaku negatif.