TUGAS PERTEMUAN 11
ANALISIS SOAL DARI ARTIKEL "Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita"
Nama: Clara Sindy Amelia
NPM: 2515012011
Kelas: B
A. Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut dan hal positif yang dapat saya ambil.
Artikel ini menyoroti tentang budaya sopan santun yang makin terkikis seiring berjalannya waktu. Perilaku menghina orang lain atau berbuat kasar terhadap orang lain sangat terlihat jelas pada generasi saat ini dan seringkali kita temukan di sosial media. Saya setuju bahwa kebiasaan ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk dan merusak masyarakat.
Hal positif yang dapat diambil adalah, penulis telah mengingatkan betapa pentingnya menjaga sopan santun sebagai budaya dan identitas negara Indonesia. Sebagai generasi muda, hal ini menjadi catatan bagi kami dalam berperilaku seperti apa yang sudah dikatakan oleh penulis bahwa kami tetap mempunyai kebebasan, namun juga akan tetap terikat oleh batasan. Hal ini juga menjadi tugas bagi generasi muda dalam mempertahankan budaya sopan santun di negara Indonesia.
B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut.
Sila dalam Pancasila menjadi pedoman dasar untuk kita dalam berperilaku.
Sila 1: "Ketuhanan Yang Maha Esa", mengajarkan kita untuk selalu ingat terhadap Tuhan dan menjauhi perbuatan dosa.
Sila 2: "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", mengajarkan kita untuk bisa memanusiakan manusia, dengan cara tidak berperilaku kasar dan tidak saling menyakiti terhadap sesama manusia.
Sila 3: "Persatuan Indonesia", mengajarkan kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, tidak terpecah belah, tidak saling membeda bedakan.
Sila 4: "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan", mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan mengutarakan pendapat dengan baik dalam setiap permasalahan yang ada.
Sila 5: "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", mengajarkan kita untuk berbuat adil terhadap semua manusia.
Dengan berpedoman pada ke-5 sila tersebut, maka budaya sopan santun dapat dipertahankan dengan baik dalam negara ini.
C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Kearifan lokal sesuai sila ke-1: Pepohoanan di Bali, yakni adat istiadat yang mengharuskan pelestarian alam dan menjaga kesucian tempat-tempat tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan.
Kearifan lokal sesuai sila ke-2: Unggah-Ungguh Jawa, yakni tata cara berbahasa dan berperilaku yang sangat memperhatikan lawan bicara, hal ini menunjukkan penghormatan dan adab.
Kearifan lokal sesuai sila ke-3: Mapalus di Minahasa, yakni tradisi gotong royong dalam bekerja , dan menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama.
Kearifan lokal sesuai sila ke-4: Rembug Desa, yakni tradisi pengambilan keputusan di tingkat desa melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
Kearifan lokal sesuai sila ke-5: Sasi di Maluku/Papua, yakni larangan mengambil hasil kebun alam dalam periode tertentu. Ini mengatur keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam agar dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh seluruh anggota masyarakat.
ANALISIS SOAL DARI ARTIKEL "Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita"
Nama: Clara Sindy Amelia
NPM: 2515012011
Kelas: B
A. Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut dan hal positif yang dapat saya ambil.
Artikel ini menyoroti tentang budaya sopan santun yang makin terkikis seiring berjalannya waktu. Perilaku menghina orang lain atau berbuat kasar terhadap orang lain sangat terlihat jelas pada generasi saat ini dan seringkali kita temukan di sosial media. Saya setuju bahwa kebiasaan ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk dan merusak masyarakat.
Hal positif yang dapat diambil adalah, penulis telah mengingatkan betapa pentingnya menjaga sopan santun sebagai budaya dan identitas negara Indonesia. Sebagai generasi muda, hal ini menjadi catatan bagi kami dalam berperilaku seperti apa yang sudah dikatakan oleh penulis bahwa kami tetap mempunyai kebebasan, namun juga akan tetap terikat oleh batasan. Hal ini juga menjadi tugas bagi generasi muda dalam mempertahankan budaya sopan santun di negara Indonesia.
B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut.
Sila dalam Pancasila menjadi pedoman dasar untuk kita dalam berperilaku.
Sila 1: "Ketuhanan Yang Maha Esa", mengajarkan kita untuk selalu ingat terhadap Tuhan dan menjauhi perbuatan dosa.
Sila 2: "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", mengajarkan kita untuk bisa memanusiakan manusia, dengan cara tidak berperilaku kasar dan tidak saling menyakiti terhadap sesama manusia.
Sila 3: "Persatuan Indonesia", mengajarkan kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, tidak terpecah belah, tidak saling membeda bedakan.
Sila 4: "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan", mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan mengutarakan pendapat dengan baik dalam setiap permasalahan yang ada.
Sila 5: "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", mengajarkan kita untuk berbuat adil terhadap semua manusia.
Dengan berpedoman pada ke-5 sila tersebut, maka budaya sopan santun dapat dipertahankan dengan baik dalam negara ini.
C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Kearifan lokal sesuai sila ke-1: Pepohoanan di Bali, yakni adat istiadat yang mengharuskan pelestarian alam dan menjaga kesucian tempat-tempat tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan.
Kearifan lokal sesuai sila ke-2: Unggah-Ungguh Jawa, yakni tata cara berbahasa dan berperilaku yang sangat memperhatikan lawan bicara, hal ini menunjukkan penghormatan dan adab.
Kearifan lokal sesuai sila ke-3: Mapalus di Minahasa, yakni tradisi gotong royong dalam bekerja , dan menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama.
Kearifan lokal sesuai sila ke-4: Rembug Desa, yakni tradisi pengambilan keputusan di tingkat desa melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
Kearifan lokal sesuai sila ke-5: Sasi di Maluku/Papua, yakni larangan mengambil hasil kebun alam dalam periode tertentu. Ini mengatur keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam agar dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh seluruh anggota masyarakat.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terakit dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
1. Mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun non-formal sejak usia dini.
2. Memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kearifan lokal secara kreatif, menjadikannya menarik bagi generasi muda.
3. Menekankan bahwa etika Indonesia yang sopan dan ramah adalah aset bangsa yang harus dibanggakan dan ditampilkan dalam interaksi global.
4. Mendorong tokoh publik untuk menunjukkan perilaku yang berakhlak dan bermoral karena mereka sering menjadi panutan yang ditiru oleh masyarakat.