NAMA: FUJI LARAS SATI
NPM: 2515012049
KELAS: A
A. Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?
Artikel ini sangat kritis dan reflektif. Penulis berhasil menangkap keresahan sosial mengenai pergeseran etika di kalangan generasi muda tanpa terkesan menghakimi secara buta. Artikel ini menekankan bahwa kebebasan individu di Indonesia tidak bersifat mutlak, melainkan "bebas yang terbatas" oleh hak orang lain dan norma masyarakat.
Hal Positif yang Bisa Diambil:
• Mengingatkan kita untuk selalu mengevaluasi perilaku dan ucapan, terutama di media sosial.
• Memahami bahwa identitas bangsa bukan ditentukan oleh tren global yang negatif, melainkan oleh nilai-nilai yang sudah ada sejak dulu.
• Menyadari bahwa perilaku kita hari ini akan menjadi contoh bagi generasi mendatang.
B. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?
Pancasila sebagai sistem etika berarti menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai struktur pemikiran untuk memandu perilaku. Hubungannya dengan artikel tersebut adalah:
• Landasan Normatif, dalam Pancasila, batasan tersebut adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
• Etika Kemanusiaan, Pancasila sebagai sistem etika melarang hal ini karena setiap individu wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
• Filter Globalisasi, Pancasila berfungsi sebagai penyaring agar budaya luar yang tidak sesuai, seperti budaya "akhlak-less" tidak merusak jati diri bangsa.
C. Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Indonesia kaya akan kearifan lokal yang secara inheren merupakan perwujudan sistem etika Pancasila:
• Sila 1 (Ketuhanan), Tri Hita Karana (Bali), menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
• Sila 2 (Kemanusiaan), Sapa Pale (Maluku), saling menyapa dan menghargai orang lain sebagai bentuk penghormatan martabat.
• Sila 3 (Persatuan), Pela Gandong (Maluku), ikatan persaudaraan antar desa/komunitas yang berbeda agama untuk menjaga kedamaian.
• Sila 4 (Kerakyatan), Rembug Desa (Jawa), tradisi musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan masalah bersama.
• Sila 5 (Keadilan), Subak (Bali), sistem irigasi yang mengedepankan keadilan dalam pembagian air bagi seluruh petani.
D. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Agar etika berbasis kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:
• Memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah agar anak muda mengenal akar budayanya sendiri.
• Menggunakan media sosial untuk mempromosikan aksi sopan santun dan budaya ramah tamah.
• Tokoh masyarakat dan orang tua harus menjadi contoh nyata dalam menerapkan etika budaya tabik/permisi, gotong royong
• Menyelenggarakan festival atau kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam upacara adat yang sarat akan nilai moral.
NPM: 2515012049
KELAS: A
A. Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?
Artikel ini sangat kritis dan reflektif. Penulis berhasil menangkap keresahan sosial mengenai pergeseran etika di kalangan generasi muda tanpa terkesan menghakimi secara buta. Artikel ini menekankan bahwa kebebasan individu di Indonesia tidak bersifat mutlak, melainkan "bebas yang terbatas" oleh hak orang lain dan norma masyarakat.
Hal Positif yang Bisa Diambil:
• Mengingatkan kita untuk selalu mengevaluasi perilaku dan ucapan, terutama di media sosial.
• Memahami bahwa identitas bangsa bukan ditentukan oleh tren global yang negatif, melainkan oleh nilai-nilai yang sudah ada sejak dulu.
• Menyadari bahwa perilaku kita hari ini akan menjadi contoh bagi generasi mendatang.
B. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?
Pancasila sebagai sistem etika berarti menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai struktur pemikiran untuk memandu perilaku. Hubungannya dengan artikel tersebut adalah:
• Landasan Normatif, dalam Pancasila, batasan tersebut adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
• Etika Kemanusiaan, Pancasila sebagai sistem etika melarang hal ini karena setiap individu wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
• Filter Globalisasi, Pancasila berfungsi sebagai penyaring agar budaya luar yang tidak sesuai, seperti budaya "akhlak-less" tidak merusak jati diri bangsa.
C. Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Indonesia kaya akan kearifan lokal yang secara inheren merupakan perwujudan sistem etika Pancasila:
• Sila 1 (Ketuhanan), Tri Hita Karana (Bali), menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
• Sila 2 (Kemanusiaan), Sapa Pale (Maluku), saling menyapa dan menghargai orang lain sebagai bentuk penghormatan martabat.
• Sila 3 (Persatuan), Pela Gandong (Maluku), ikatan persaudaraan antar desa/komunitas yang berbeda agama untuk menjaga kedamaian.
• Sila 4 (Kerakyatan), Rembug Desa (Jawa), tradisi musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan masalah bersama.
• Sila 5 (Keadilan), Subak (Bali), sistem irigasi yang mengedepankan keadilan dalam pembagian air bagi seluruh petani.
D. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Agar etika berbasis kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:
• Memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah agar anak muda mengenal akar budayanya sendiri.
• Menggunakan media sosial untuk mempromosikan aksi sopan santun dan budaya ramah tamah.
• Tokoh masyarakat dan orang tua harus menjadi contoh nyata dalam menerapkan etika budaya tabik/permisi, gotong royong
• Menyelenggarakan festival atau kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam upacara adat yang sarat akan nilai moral.