Nama : Zahra Pramulya Putri
NPM : 2515061034
Kelas : PSTI D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Penelitian ini diambil dari fenomena globalisasi dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi (IPTEK) yang membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Globalisasi mempersempit ruang dan waktu dalam interaksi antarbangsa, sehingga arus informasi mengalir sangat cepat. Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama bagi bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Pertanyaan utama yang muncul adalah bagaimana masyarakat, khususnya mahasiswa, menyikapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur Pancasila.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Mereka menilai Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat, perlu ditanamkan sejak dini, serta berperan besar dalam pembangunan nasional. Mahasiswa juga menekankan pentingnya sikap jujur, disiplin, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya maupun agama. Sikap-sikap ini mencerminkan internalisasi nilai Pancasila dalam diri generasi muda.
Dalam menyikapi perkembangan IPTEK, responden juga menunjukkan sikap positif. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar, bertransaksi, mencari informasi, dan mengembangkan hobi. Selain itu, mahasiswa menyadari perlunya penyaringan informasi, memblokir konten negatif, serta menjaga etika berkomunikasi di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menggunakan teknologi secara konsumtif, tetapi juga berusaha menyesuaikan dengan nilai moral dan budaya bangsa.
Analisis regresi sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 12,525 + 0,616X, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Artinya, terdapat pengaruh signifikan mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap kemampuan mahasiswa menyikapi perkembangan IPTEK. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,282 menunjukkan bahwa 28,2% sikap mahasiswa terhadap IPTEK dipengaruhi oleh mata kuliah tersebut, sedangkan sisanya 71,8% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk sikap mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan teknologi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar bangsa. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan menjaga kepribadian bangsa, menyeleksi pengaruh negatif budaya asing, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam memanfaatkan IPTEK untuk pembangunan nasional. Penulis juga menyarankan agar pemerintah dan lembaga pendidikan terus mengaktualisasikan Pancasila melalui metode pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinasi, serta meningkatkan sistem penyaringan informasi untuk menangkal arus globalisasi yang berpotensi merusak nilai-nilai bangsa.