གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Azwa kodrati nisa

PP PBL 2A -> Diskusi 1 -> Diskusi 1 -> Re: Diskusi 1

Azwa kodrati nisa གིས-
Nama: Azwa kodrati nisa
Npm: 2553046003
Matkul: psikologi pendidikan

Setelah mempelajari konsep dasar psikologi pendidikan dan ruang lingkupnya, saya semakin memahami bahwa psikologi pendidikan bukan sekadar teori tentang belajar, tetapi merupakan landasan penting dalam memahami bagaimana proses pembelajaran berlangsung secara efektif. Psikologi pendidikan membantu guru dan calon pendidik memahami karakteristik peserta didik, baik dari segi kognitif, emosional, sosial, maupun moral. Dengan pemahaman tersebut, proses pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan siswa.
Salah satu hal penting yang saya pelajari adalah bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik yang unik. Tidak semua siswa belajar dengan cara yang sama atau dalam kecepatan yang sama. Di sinilah pentingnya memahami teori perkembangan, seperti yang dijelaskan oleh tokoh-tokoh seperti Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Piaget menekankan tahapan perkembangan kognitif anak, sementara Vygotsky menyoroti pentingnya interaksi sosial dan peran lingkungan dalam proses belajar. Dari sini saya menyadari bahwa pembelajaran tidak bisa disamaratakan, melainkan perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan dan konteks sosial siswa.
Selain itu, saya juga memahami bahwa motivasi memegang peranan besar dalam keberhasilan belajar. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik cenderung lebih aktif dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan motivasi tersebut, misalnya dengan menciptakan suasana kelas yang positif, memberikan umpan balik yang membangun, serta menghargai usaha siswa, bukan hanya hasil akhirnya.
Ruang lingkup psikologi pendidikan juga mencakup evaluasi pembelajaran dan pengelolaan kelas. Saya belajar bahwa evaluasi bukan hanya tentang memberi nilai, tetapi juga tentang memahami sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai dan apa yang perlu diperbaiki. Sementara itu, pengelolaan kelas yang baik bukan berarti bersikap keras, melainkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, pertemuan ini membuat saya menyadari bahwa menjadi pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Seorang guru juga harus memahami bagaimana siswa berpikir, merasa, dan berkembang. Psikologi pendidikan memberikan bekal untuk melihat siswa sebagai individu yang utuh, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih manusiawi, efektif, dan bermakna.