Posts made by Siti Aminah

DMP2025 -> Tugas Mandiri (1 Nop 25)

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Masalah yang dihadapi siswa kelas VII dan VIII di sekolah adalah rendahnya keterlibatan belajar yang ditunjukkan dengan siswa mudah mengantuk di kelas, belum berkembangnya kemampuan berpikir kritis, serta lemahnya pengetahuan dasar IPS. Kondisi ini membuat siswa kesulitan memahami materi IPS yang bersifat konseptual dan cenderung pasif ketika pembelajaran dilakukan di dalam kelas. Pembelajaran yang dominan ceramah dan berpusat pada buku teks menyebabkan IPS dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang membosankan dan jauh dari kehidupan mereka.

Namun demikian, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan potensi positif, karena siswa lebih menyukai pembelajaran di luar kelas, seperti melakukan wawancara dengan warga sekolah dan berkeliling lingkungan sekolah. Minat ini dapat dimanfaatkan sebagai titik masuk untuk memperkuat pemahaman konsep dasar IPS dan melatih kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, solusi yang tepat adalah merancang pembelajaran IPS yang kontekstual dan berbasis pengalaman langsung, sehingga siswa dapat belajar melalui aktivitas nyata yang dekat dengan kehidupan mereka.

Solusi pembelajaran dapat dirancang menggunakan desain pembelajaran J. Kemp yang dipadukan dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL). Melalui desain J. Kemp, guru terlebih dahulu menganalisis karakteristik siswa yang cenderung kinestetik dan membutuhkan aktivitas belajar yang variatif. Tujuan pembelajaran IPS kemudian dirumuskan secara bertahap, dimulai dari penguatan konsep dasar IPS melalui pengalaman langsung, sebelum diarahkan pada kemampuan analisis dan berpikir kritis yang lebih kompleks.

Dalam pelaksanaannya, guru dapat mengajak siswa belajar di luar kelas dengan melakukan observasi lingkungan sekolah dan wawancara sederhana terhadap warga sekolah, seperti petugas kebersihan, penjaga kantin, atau guru. Aktivitas ini dikaitkan dengan materi IPS, misalnya interaksi sosial, kegiatan ekonomi, norma dan aturan sosial di sekolah. Melalui model PBL, siswa diajak mengidentifikasi masalah sosial sederhana yang mereka temui di lingkungan sekolah, mendiskusikan penyebab dan dampaknya, serta menyusun solusi berdasarkan konsep IPS yang dipelajari.

Pembelajaran luar kelas ini membuat siswa lebih aktif secara fisik dan mental, sehingga mengurangi rasa ngantuk dan meningkatkan motivasi belajar. Guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan pertanyaan pemantik, peta konsep, dan bimbingan agar siswa mampu menghubungkan pengalaman lapangan dengan konsep IPS. Dengan demikian, pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan menantang, sehingga pengetahuan dasar siswa menguat, kemampuan berpikir kritis berkembang, dan pembelajaran IPS tidak lagi dianggap membosankan, melainkan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

DMP2025 -> Tugas Individu (25 okt 25)

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Desain pembelajaran J. Kemp adalah pendekatan sistematis berbentuk siklus untuk merancang pembelajaran yang efektif, fokus pada siswa, dan bisa dimulai dari komponen mana saja (tujuan, siswa, atau evaluasi). Model ini memiliki 8 langkah utama: menentukan tujuan umum, analisis siswa, tujuan spesifik, materi, tes awal, strategi & media, koordinasi sarana penunjang, hingga evaluasi, dengan evaluasi sebagai dasar revisi untuk perbaikan berkelanjutan.

Kelebihan dari desain pembelajaran J. Kemp terletak pada fleksibilitas dan kelengkapannya. Model ini memungkinkan guru untuk merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perbedaan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Selain itu, desain ini mendorong keterpaduan antara tujuan, materi, strategi, dan evaluasi sehingga pembelajaran menjadi lebih sistematis dan terarah. Model J. Kemp juga mendukung pembelajaran kontekstual dan inovatif karena guru dapat dengan mudah mengintegrasikan berbagai pendekatan, metode, dan media pembelajaran sesuai situasi.

Namun demikian, desain pembelajaran J. Kemp juga memiliki beberapa kekurangan. Kompleksitas komponennya dapat menyulitkan guru, terutama guru pemula, karena memerlukan pemahaman yang mendalam dan perencanaan yang cukup matang. Selain itu, karena sifatnya yang fleksibel dan tidak linier, desain ini berpotensi menimbulkan kebingungan apabila guru tidak memiliki kemampuan manajemen pembelajaran yang baik. Proses perancangannya juga relatif membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan desain yang lebih sederhana.


Model pembelajaran yang paling sesuai jika menggunakan desain pembelajaran J. Kemp adalah Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), dan Contextual Teaching and Learning (CTL).
Problem Based Learning sesuai karena desain J. Kemp memungkinkan guru merancang pembelajaran berbasis masalah nyata dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa, tujuan pembelajaran, serta strategi evaluasi yang berorientasi pada proses dan hasil. Project Based Learning juga sangat cocok karena memerlukan perencanaan yang komprehensif dan fleksibel, mulai dari penentuan tujuan, pengorganisasian materi, pemilihan sumber belajar, hingga asesmen proyek, yang semuanya dapat diakomodasi dalam desain J. Kemp. Contextual Teaching and Learning sejalan dengan desain J. Kemp karena keduanya menekankan keterkaitan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata peserta didik.

DMP2025 -> Tugas Mandiri P Sugeng

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Dari kasus pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa dengan merokok di lingkungan sekolah tentu perlu disikapi dengan bijak. Kita harus paham bahwa pendidikan sebagai pembinaan karakter bukan suatu penghukuman. Pada kasus tersebut pendekatan yang dapat digunakan adalah humanistik dan restorative approach, dimana siswa dipandang sebagai individu yang masih berkembang, bisa salah, tetapi masih bisa dibina dan berubah.

Model pembelajaran yang sesuai yaitu Problem Based Learning karena dilatarbelakangi oleh masalah nyata siswa kemudian mendorong refleksi dan tanggung jawab pribadi serta menganalisis perilaku dan dampaknya. Bentuk tindak lanjutnya bukan hukuman, melainkan aksi perbaikan seperti membuat komitmen perubahan perilaku, terlibat dalam kampanye hidup sehat, atau berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan karakter di sekolah. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pengakuan kesalahan, tetapi berlanjut pada tindakan nyata yang menunjukkan perubahan sikap dan perilaku. Melalui desain pembelajaran seperti ini, sekolah tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga membentuk karakter siswa secara berkelanjutan. Hubungan antara guru, siswa, dan orang tua tetap terjaga secara positif, sementara siswa belajar bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

DMP2025 -> Tugas Individu

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Pendekatan adalah landasan atau sudut pandang tentnag bagaimana proses belajar itu terjadi dan bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Contohnya pendekatan kontekstual

Strategi adalah cara atau rencana guru untuk mengatur interaksi dalam proses pembelajaran agar tujuan dapat tercapai secara efektif. Lebih konkret dari pendekatan, tetapi belum teknis. Contohnya strategi pembelajaran kolaboratif

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang sistematis yang menggambarkan langkah-langkah pembelajaran dari awal sampai akhir. Model dipakai atau diterapkan di kelas. Contoh PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry Learning

Metode adalah cara spesifik yang digunakan guru dalam satu tahap pembelajaran untuk menyampaikan materi atau mencapai tujuan tertentu. Contohnya metode diskusi, ceramah, tanya jawab

Teknik pembelajaran adalah langkah paling praktis dan rinci yang dilakukan guru di kelas sesuai kondisi nyata siswa. Contohnya teknik role play, think pair and share