Posts made by amaradina fatia sari

DMP2025 -> Summary Video

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Model desain pembelajaran ASSURE merupakan salah satu model yang menekankan penerapan teknologi dan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar secara sistematis dan berorientasi pada peserta didik. Model ini terdiri atas enam langkah utama, yaitu Analyze Learners (menganalisis karakteristik peserta didik), State Objectives (merumuskan tujuan pembelajaran), Select Methods, Media, and Materials (memilih metode, media, dan bahan ajar), Utilize Media and Materials (menggunakan media dan bahan ajar), Require Learner Participation (melibatkan partisipasi aktif peserta didik), serta Evaluate and Revise (mengevaluasi dan merevisi pembelajaran). Melalui tahapan tersebut, model ASSURE membantu guru dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga kontekstual, interaktif, dan berfokus pada keterlibatan aktif peserta didik.
Jika dibandingkan dengan model ADDIE dan model Dick & Carey, ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik, namun berbeda dalam fokus penerapan, tingkat kompleksitas, dan orientasi desainnya.
Model ADDIE bersifat umum dan fleksibel, digunakan sebagai kerangka dasar dalam berbagai konteks desain pembelajaran. Model ini menekankan siklus sistematis mulai dari analisis hingga evaluasi, sehingga cocok untuk perencanaan pembelajaran dalam skala besar seperti pengembangan kurikulum atau program pendidikan. Sementara itu, model Dick & Carey lebih kompleks dan detail, karena memandang pembelajaran sebagai sistem yang saling berinteraksi antara tujuan, materi, strategi, dan evaluasi. Model ini menuntut analisis mendalam dan cocok diterapkan dalam pengembangan instruksional berbasis kompetensi atau pelatihan profesional yang membutuhkan hasil belajar yang terukur secara kuantitatif.
Berbeda dari keduanya, model ASSURE lebih praktis dan aplikatif bagi guru di kelas, karena secara khusus dirancang untuk membantu pengajar mengintegrasikan media, teknologi, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari. Model ini tidak serumit Dick & Carey atau sekomprehensif ADDIE, tetapi memiliki keunggulan dalam aspek penggunaan media dan teknologi pendidikan secara efektif serta perhatian pada karakteristik peserta didik. Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, di mana pembelajaran harus berpusat pada peserta didik, kolaboratif, dan berbasis teknologi, model ASSURE memberikan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna.

DMP2025 -> Tugas Individu

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Model Desain Pembelajaran Dick & Carey merupakan model yang kuat dan teruji dalam menghasilkan pembelajaran yang efektif, efisien, dan terukur, terutama di lingkungan yang menuntut kejelasan tujuan dan standar kinerja tertentu. Kekuatan utamanya terletak pada pendekatan yang sistematis, terintegrasi, dan berbasis evaluasi berkelanjutan, yang membuatnya sangat ideal untuk program pelatihan, pendidikan formal, dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Namun, di sisi lain, model ini juga memiliki keterbatasan dalam hal fleksibilitas, waktu penerapan, dan relevansi terhadap pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan eksploratif, seperti pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kolaborasi, inovasi, dan critical thinking. Oleh karena itu, penerapan model Dick & Carey akan memberikan hasil optimal apabila digunakan secara adaptif, yakni tetap mengikuti prinsip sistematisnya tetapi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, karakter mata pelajaran, dan konteks pembelajaran yang dinamis.

DMP2025 -> Summary Video

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Model ADDIE adalah singkatan dari lima tahap utama dalam proses desain pembelajaran, yaitu: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).model ini membantu pendidik memahami bahwa proses pembelajaran harus dimulai dari pemahaman kebutuhan peserta didik, kemudian dirancang dan diuji secara terus-menerus agar menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Model ADDIE menempatkan guru sebagai perancang dan inovator pembelajaran, bukan sekadar penyampai materi, serta menegaskan pentingnya siklus reflektif untuk peningkatan kualitas pendidikan secara berkesinambungan.
Model ini menegaskan bahwa pembelajaran yang baik tidak dapat dilakukan secara spontan atau tanpa perencanaan, melainkan harus dimulai dari tahap analisis kebutuhan, di mana pendidik memahami secara mendalam karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, serta konteks dan sumber daya yang tersedia. Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk menyusun tahap desain, yaitu merumuskan strategi, model, metode, dan media pembelajaran yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Setelah itu, tahap pengembangan dilakukan untuk menghasilkan produk nyata pembelajaran, seperti bahan ajar, modul, media digital, atau perangkat evaluasi yang siap digunakan. Selanjutnya, tahap implementasi berperan penting sebagai proses penerapan rancangan pembelajaran dalam situasi nyata di kelas, di mana guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus pengelola kegiatan belajar agar berjalan sesuai rencana. Tahap terakhir, yaitu evaluasi, menjadi penentu keberhasilan keseluruhan proses karena memberikan umpan balik mengenai efektivitas pembelajaran, kesesuaian antara tujuan dan hasil, serta bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

DMP2025 -> Brainstorming

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Menurut saya perspektif pembelajaran sukses atau yang berhasil itu dimana keberhasilan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik atau hasil ujian, melainkan dari kemampuan peserta didik dalam membangun pemahaman yang mendalam, mengembangkan potensi diri secara optimal, serta mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Pembelajaran yang sukses merupakan sebuah proses yang menyeluruh dan berkesinambungan. Pembelajaran yang sukses terjadi ketika guru mampu merancang dan melaksanakan proses belajar yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning), dengan mengintegrasikan pendekatan yang humanistik, strategi yang adaptif, model yang sistematis, metode yang kontekstual, serta teknik yang kreatif dan menyenangkan, sehingga suasana belajar menjadi dinamis, interaktif, dan bermakna. Selain itu, keberhasilan pembelajaran juga ditandai oleh terciptanya hubungan yang harmonis antara guru dan siswa, berkembangnya kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif (4C), serta terbentuknya karakter yang kuat, empatik, dan bertanggung jawab sosial. Dengan demikian, pembelajaran yang benar-benar sukses bukan hanya menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk manusia pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman, berkontribusi positif bagi masyarakat, dan terus mengembangkan dirinya menuju kehidupan yang lebih bermakna dan beretika.

DMP2025 -> Tugas Individu

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang atau landasan filosofis yang menjadi dasar dalam merancang pembelajaran. Pendekatan menjelaskan bagaimana hakikat proses belajar terjadi serta peran guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Ciri-cirinya yaitu, bersifat teoritis dan konseptual, menjadi kerangka berpikir utama dalam pengembangan strategi, model, dan metode, tidak berisi langkah-langkah praktis, tetapi memberi arah umum.
Sedangkan strategi merupakan rencana tindakan menyeluruh yang dirancang berdasarkan pendekatan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi menjelaskan cara mengatur komponen pembelajaran (tujuan, materi, kegiatan, waktu, media, dan evaluasi). dari strategi tersebut muncul model pembelajaran dan dibagi menjadi dua kerangka yaitu, konseptual dan prosedural yang menggambarkan tahapan kegiatan pembelajaran secara sistematis. Model menjelaskan alur dan sintaks yang digunakan guru untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran di kelas. Contohnya ada ,odel Problem-Based Learning (PBL), model Discovery Learning, model Inquiry Learning
Lalu yang terakhir ada teknik pembelajaran, merupakan langkah-langkah spesifik atau tindakan mikro yang dilakukan guru untuk melaksanakan suatu metode. Teknik bersifat fleksibel dan situasional sesuai kebutuhan kelas.