གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nabila Zahra

Pendidikan Pancasila PBSI 2025B -> Forum Analisis Soal 1 -> Diskusi 1 -> Re: Diskusi 1

Nabila Zahra གིས-
A. Menurut saya, isi berita tersebut sangat penting karena mengingatkan kita bahwa kemerdekaan Indonesia dan Pancasila tidak bisa dipisahkan. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa. Dalam berita itu dijelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan di masa sekarang, terutama untuk menghadapi berbagai tantangan seperti pandemi, globalisasi, dan munculnya ideologi transnasional. Saya setuju dengan pandangan tersebut karena tanpa pemahaman dan pengamalan Pancasila, bangsa Indonesia bisa kehilangan arah dan mudah terpecah belah.

B. Penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda saat ini memang perlu diperkuat lagi. Banyak anak muda yang mulai kurang memahami makna Pancasila karena tidak ada mata pelajaran wajib khusus tentang Pancasila seperti dulu. Akibatnya, muncul berbagai pengaruh ideologi asing yang bisa menggoyahkan nasionalisme. Pemerintah dan lembaga seperti BPIP perlu memperbarui cara pengajaran Pancasila agar lebih menarik, misalnya lewat media sosial, film, atau kegiatan kreatif yang sesuai dengan karakter generasi muda. Jadi, bukan hanya isi materi yang harus diperbaiki, tapi juga metode penyampaiannya.

C. Ideologi Pancasila memiliki peran besar dalam mencegah tindakan intoleransi karena di dalamnya terdapat nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Pancasila menekankan bahwa setiap warga negara berhak menjalankan agamanya masing-masing dengan saling menghormati. Jika nilai ini benar-benar dihayati, maka tidak akan ada tindakan kekerasan atau diskriminasi atas nama agama. Pancasila juga mengajarkan prinsip gotong royong dan persatuan, yang dapat menjadi benteng kuat terhadap sikap fanatik sempit dan intoleran di masyarakat.

D. Pancasila dan agama tidak bertentangan, justru saling melengkapi. Pancasila memberikan dasar moral dan etika yang sejalan dengan ajaran agama apa pun, terutama dalam hal kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan. Namun, kasus-kasus terorisme yang mengatasnamakan agama memang menjadi ancaman bagi eksistensi ideologi Pancasila. Hal itu terjadi karena adanya pemahaman agama yang keliru dan pengaruh ideologi radikal dari luar. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk meluruskan pemahaman agama dan memperkuat nilai-nilai Pancasila agar tetap menjadi pedoman bersama.

E. Gaya hidup konsumerisme yang kini melanda masyarakat Indonesia jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Konsumerisme membuat orang menjadi boros, materialistis, dan kurang peduli terhadap orang lain. Akibatnya, kesenjangan sosial semakin melebar.
Untuk menanggulanginya, masyarakat perlu menumbuhkan kesadaran hidup sederhana dan memperkuat nilai gotong royong. Pendidikan karakter di sekolah harus menanamkan nilai hemat, berbagi, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, media massa dan influencer juga harus memberi contoh positif dengan tidak menonjolkan kemewahan berlebihan. Pemerintah pun bisa membuat program yang mendorong gaya hidup produktif dan kreatif, bukan konsumtif.