Nama : Putu Valensia Chetrina Putri
NPM : 2553024003
Video berjudul “Dzawin Nur gagal nikah jadi orang random” yang dibawakan oleh Dzawin Nur menunjukkan bahwa bahasa memiliki beberapa hakikat penting. Pertama, bahasa bersifat lisan karena cerita disampaikan secara langsung dengan nada suara, ekspresi, dan gerakan tubuh yang ikut memperjelas maksudnya. Jadi, makna tidak hanya muncul dari kata-kata, melainkan juga dari cara penyampaiannya.
Selain itu, bahasa bersifat arbitrer dan simbolis. Artinya, kata-kata seperti “duit” dapat dipahami karena sudah ada kesepakatan bersama tentang maknanya. Dengan demikian, pendengar langsung mengerti tanpa perlu dijelaskan lagi. Di samping itu, susunan kalimat yang digunakan tetap runtut dan teratur, sehingga menunjukkan bahwa bahasa memiliki sistem.
Kemudian, bahasa juga bersifat konvensional karena makna kata seperti “nikah” sudah disepakati dalam masyarakat. Oleh sebab itu, meskipun menggunakan gaya santai dan campuran kata baku serta tidak baku, pesan tetap tersampaikan dengan jelas. Hal ini membuktikan bahwa bahasa itu fleksibel dan kreatif, sehingga bisa dipakai bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk menciptakan humor.
NPM : 2553024003
Video berjudul “Dzawin Nur gagal nikah jadi orang random” yang dibawakan oleh Dzawin Nur menunjukkan bahwa bahasa memiliki beberapa hakikat penting. Pertama, bahasa bersifat lisan karena cerita disampaikan secara langsung dengan nada suara, ekspresi, dan gerakan tubuh yang ikut memperjelas maksudnya. Jadi, makna tidak hanya muncul dari kata-kata, melainkan juga dari cara penyampaiannya.
Selain itu, bahasa bersifat arbitrer dan simbolis. Artinya, kata-kata seperti “duit” dapat dipahami karena sudah ada kesepakatan bersama tentang maknanya. Dengan demikian, pendengar langsung mengerti tanpa perlu dijelaskan lagi. Di samping itu, susunan kalimat yang digunakan tetap runtut dan teratur, sehingga menunjukkan bahwa bahasa memiliki sistem.
Kemudian, bahasa juga bersifat konvensional karena makna kata seperti “nikah” sudah disepakati dalam masyarakat. Oleh sebab itu, meskipun menggunakan gaya santai dan campuran kata baku serta tidak baku, pesan tetap tersampaikan dengan jelas. Hal ini membuktikan bahwa bahasa itu fleksibel dan kreatif, sehingga bisa dipakai bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk menciptakan humor.