གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Salsa Relanita

Pendidikan Pancasila PBSI 2025B -> Forum Analisis Soal 1 -> Diskusi 1 -> Re: Diskusi 1

Salsa Relanita གིས-
1. Menurut saya, isi berita tersebut membahas bahwa kemerdekaan dan Pancasila merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya menjadi dasar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berita ini juga menekankan pentingnya menjaga serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan zaman modern, seperti arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Selain itu, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai ideologi yang hidup dan harus terus diterapkan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Berita tersebut juga menjelaskan bahwa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila agar tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda saat ini memang masih perlu diperkuat dan diperbaiki. Banyak anak muda yang mulai terpengaruh oleh ideologi asing atau paham transnasional karena kurangnya pendidikan ideologi di sekolah serta minimnya keteladanan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu dikenalkan melalui media yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti media sosial, film, musik, dan berbagai kegiatan kreatif. Selain itu, sekolah juga perlu menerapkan pembelajaran yang menumbuhkan sikap gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab, bukan sekadar menghafal sila-sila Pancasila.

3. Ideologi Pancasila berperan penting dalam mencegah tindakan intoleransi dan sikap tidak menghargai keberagaman, terutama yang mengatasnamakan agama. Sila pertama hingga kelima mengandung nilai-nilai dasar kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan ketuhanan yang menuntun masyarakat untuk saling menghormati perbedaan. Apabila nilai-nilainya dijalankan dengan sungguh-sungguh, masyarakat akan memiliki sikap saling menghormati, menolak kekerasan, dan menempatkan kemanusiaan di atas perbedaan.

4. Pancasila dan agama sesungguhnya tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menegaskan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, tetapi tetap menghormati keberagaman keyakinan. Harmonisasi keduanya tercermin ketika nilai-nilai agama dijalankan tanpa mengesampingkan kemanusiaan dan persatuan. Kasus terorisme memang menjadi ancaman bagi eksistensi ideologi Pancasila, karena paham radikal sering menyelewengkan ajaran agama untuk tujuan politik atau kekerasan. Namun, jika Pancasila benar-benar diamalkan dan nilai-nilainya ditanamkan sejak dini, maka potensi ancaman tersebut bisa ditekan.

5. Gaya hidup konsumerisme yang melanda masyarakat saat ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab) dan sila kelima (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Konsumerisme menumbuhkan sikap materialistis, hedonis, dan individualistis yang menjauhkan masyarakat dari nilai gotong royong, kesederhanaan, dan kepedulian sosial. Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat perlu menumbuhkan kesadaran hidup sederhana, membeli sesuai kebutuhan, serta memperkuat nilai empati dan kepedulian sosial. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila dapat kembali menjadi pedoman dalam membentuk gaya hidup yang berkeadilan dan berkeadaban.