Dalam sebuah karya prosa, hubungan antara tokoh, alur, dan latar sangat penting untuk membentuk makna yang lebih dalam tentang realitas sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Tokoh menggambarkan pelaku dalam cerita yang sering merepresentasikan tipe manusia atau lapisan sosial tertentu. Alur mengatur jalannya peristiwa yang mencerminkan dinamika kehidupan dan konflik yang dihadapi tokoh. Latar memberikan konteks, baik tempat, waktu, maupun suasana, yang memperkuat gambaran realitas sosial dan nilai di masyarakat.
contoh relevan dari sastra Indonesia, cerpen "Parmin" karya Jujur Prananto bisa dianalisis. Dalam cerpen ini, tokoh Parmin sebagai tokoh utama mencerminkan konflik dan ketegangan dalam masyarakat, terutama ketimpangan sosial antara yang kaya dan miskin. Alur maju di cerpen ini mengungkapkan perjalanan dan persoalan hidup tokoh yang berkaitan erat dengan masalah sosial yang ada. Latar dalam cerpen menjadi gambaran kehidupan masyarakat sekitar yang sarat dengan nilai dan norma sosial serta konflik antar kelas sosial.
contoh relevan dari sastra Indonesia, cerpen "Parmin" karya Jujur Prananto bisa dianalisis. Dalam cerpen ini, tokoh Parmin sebagai tokoh utama mencerminkan konflik dan ketegangan dalam masyarakat, terutama ketimpangan sosial antara yang kaya dan miskin. Alur maju di cerpen ini mengungkapkan perjalanan dan persoalan hidup tokoh yang berkaitan erat dengan masalah sosial yang ada. Latar dalam cerpen menjadi gambaran kehidupan masyarakat sekitar yang sarat dengan nilai dan norma sosial serta konflik antar kelas sosial.