Dalam karya prosa, struktur naratif berfungsi sebagai tempat penghubung yang memadukan unsur tokoh, alur, latar, tema, dan sudut pandang melalui cara bercerita untuk menghasilkan makna dan memengaruhi pemahaman pembaca terhadap kenyataan.
Sebagai contoh dalam novel “Laskar Pelangi” yang ditulis oleh Andrea Hirata, struktur alur maju dengan kilas balik, tokoh-tokoh yang kuat, dan latar yang kurang mampu mencerminkan usaha anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Sudut pandang orang pertama memberikan nuansa mendalam dan emosional, sedangkan gaya bahasa yang puitis memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan sosial dalam cerita.
Kombinasi ini menjadikan karya tersebut bukan hanya sebuah narasi tentang perjuangan, melainkan juga gambaran realitas sosial di Indonesia mengenai signifikansi pendidikan dan harapan di masa depan.
Sebagai contoh dalam novel “Laskar Pelangi” yang ditulis oleh Andrea Hirata, struktur alur maju dengan kilas balik, tokoh-tokoh yang kuat, dan latar yang kurang mampu mencerminkan usaha anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Sudut pandang orang pertama memberikan nuansa mendalam dan emosional, sedangkan gaya bahasa yang puitis memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan sosial dalam cerita.
Kombinasi ini menjadikan karya tersebut bukan hanya sebuah narasi tentang perjuangan, melainkan juga gambaran realitas sosial di Indonesia mengenai signifikansi pendidikan dan harapan di masa depan.