Kiriman dibuat oleh Nur Hidayanti

Aturan itu disebut konvensi, yakni suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. Artinya kebiasaan itu dilakukan orang secara terus -menerus dari waktu ke waktu. Sastra berkaitan dengan Konvensi semacam itu. Artinya apabila Anda ingin menulis sebuah puisi, Anda harus tahu bagaimana menuliskannya. Tetapi, dalam hal ini penerapan konvensi sastra bagi sastrawan tidak dapat dipaksakan oleh pihak manapun. Para sastrawan memiliki kebebasan untuk menolak atau mengikuti konvensi sastra yang ada dalam masyarakat mereka saat menciptakan karya sastra. Sama seperti 2 puisi karya Remy Silado dan Sutardji Calzoum Bahri diatas, kedua puisi tersebut tidak terikat pada aturan atau konvensi yang sudah menjadi tradisi umum dan dikenal oleh masyarakat, tetapi apakah kedua puisi tersebut tidak dapat dikategorikan kedalam sastra? tentu kedua puisi tersebut dapat dikategorikan kedalam sastra walaupun tidak terikat dengan konvensi atau aturan yang ada karena seperti yang sudah dijelaskan bahwa penulis dapat menolak atau mengikuti konvensi yang ada. Pada awalnya, sajak seperti itu merupakan hal baru yang mengejutkan para pembacanya. Tetapi, lama kelamaan bentuk seperti itu sudah dianggap biasa dan menjadi suatu konvensi yang diterima oleh masyarakat.
Sedangkan sastra dalam lingkup inovasi adalah sebuah kreatif baru dalam karya sastra. Mudahnya sastra dalam lingkup untuk memberikan kreativitas dan pembelajaran yang baru. Sastra selalu berubah dari zaman ke zaman, perubahan itu terjadi karena sastrawan yang kreatif selalu mencari hal-hal baru yang mengubah konvensi dengan bentuk lain yang lebih bebas dan bervariasi. Sehingga inovasi dan konvensi menjadi 2 hal yang beriringan dan sama pentingnya apalagi di era globalisasi saat ini.
Sastra adalah karya yang menggunakan tulisan sebagai medianya sehingga dapat di sebut juga sebagai karya tulis. Dalam sastra, karya tulis yang di maksud dibagi menjadi 3, yaitu ada puisi, prosa, dan juga drama. Sedangkan studi sastra adalah ilmu yang mempelajari teori mengenai sastra secara sistematis.