གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Alivia Arsyta Soya Ahmad

Konvensi itu semacam aturan atau kebiasaan dalam sastra misalnya puisi biasanya pakai rima, gaya bahasa indah, dan bentuk tertentu. Sedangkan Inovasi itu ketika penulis atau penyair mulai keluar dari aturan itu, bikin sesuatu yang baru, beda, bahkan kadang aneh tapi tetap disebut puisi.
Teks Atas Descartes" – Remy Sylado. Masih berbentuk puisi, pakai baris-baris seperti biasa, masih ada rasa sastra. Remy nyampurin puisi sama pemikiran filsafat, bahas Descartes, pakai logika dalam puisi hal yang jarang banget dilakukan. Puisinya lebih mikir daripada merasa. "Luka" Sutardji Calzoum Bahri. Tetap puisi, masih pakai kata-kata yang punya kekuatan rasa. Kata-katanya nggak selalu punya arti jelas, malah lebih seperti mantra atau bunyi. Sutardji bebasin kata dari makna biasa, dan ini bikin puisinya unik banget.
Kedua penyair ini tetap nulis puisi (konvensi), tapi mereka juga ngerombak cara biasa kita ngerti puisi (inovasi). Remy lewat ide dan filsafat, Sutardji lewat bentuk dan bunyi.
Mereka sama-sama nunjukin kalau puisi itu bisa berkembang dan nggak harus selalu "indah" atau "puitis" dengan cara lama.
Sastra adalah karya seni yang menggunakan bahasa sebagai medium utamanya untuk mengungkapkan ekspresi, ide, dan pengalaman manusia, yang sering kali bersifat imajinatif, indah, dan memiliki nilai seni.
Studi sastra adalah cabang ilmu yang mempelajari karya sastra (seperti puisi, drama, dan fiksi) secara ilmiah dan sistematis, menganalisis struktur, tema, gaya bahasa, serta konteks sejarah dan budaya di baliknya.