Kiriman dibuat oleh Zahran Badrutammam

PBSI 2025 -> KRITIK DAN SARAN MATA KULIAH AGAMA ISLAM

oleh Zahran Badrutammam -

Menurut saya metode pembelajaran mata kuliah Agama Islam yang diajarkan oleh Pak Joni dan Bu Rima sudah cukup baik dan dapat memberi pemahaman kepada kami tentang Pendidikan Agama Islam. Selain itu projek yang diberikan juga relevan dengan materi pokok yang dipelajari, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat tentang agama. Dengan begitu dapat memperkuat pondasi iman kami untuk melanjutkan semester berikutnya dengan tetap menjalankan nilai-nilai Agama Islam yang telah diajarkan oleh Pak Joni dan Bu Rima di semester satu. Saya ucapkan terima kasih atas binaannya, semoga Pak Joni dan Bu Rima selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.

1. Menurut saya isi berita ini sangat penting bagi bangsa indonesia pada masa kini, untuk mengingat kembali perjuangan bangsa terdahulu dalam menetapkan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Sebab, di masa kini terdapat orang-orang yang sudah tidak lagi sepakat dengan pancasila sebagai dasar negara, ini merupakan sebuah masalah yang harus dibenahi untuk membentuk bangsa yang berlandaskan pancasila dalam kehidupannya. Selain itu, pendalaman ilmu tentang pancasila juga harus tetap dipelajari di sekolah sebagai bentuk implementasi menjaga keutuhan pancasila dalam kehidupan masyarakat.

2. Menurut saya penanaman nilai-nilai pancasila kepada generasi muda yang tidak lagi menginginkan pancasila sebagai ideologi negara harus tegas dalam pelaksanaannya. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa ada lima tugas BPIP pada saat ini, yaitu pertama, teknologi informasi, artinya bagaimana cara menggunakan teknologi informasi untuk untuk membumikan pancasila, kedua, materi, artinya BPIP harus membuat materi yang menyenangkan dan tepat sasaran untuk generasi milenial, ketiga, metode, artinya bagaimana menyajikan dan mengomunikasikan pancasila kepada generasi saat ini, keempat, konstruksi pikir milenial, artinya BPIP harus mengetahui cara pikir generasi masa kini untuk menyampaikan materi pancasila sesuai cara ber[ikir mereka sehingga dapat diterima oleh generasi saat ini, dan yang kelima, perkembangan globalisasi, artinya BPIP berperan dalam menyajikan pancasila dengan lebih konkret dan mengenan dalam kehidupan masyarakat, agara masyarakat tidak terpengaruh dengan ideologi transnasional. Selain itu, peran masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keutuhan pancasila pada generasi masa kini.

3. Peran ideologi pancasila dalam mencegah terjadinya tindakan intoleran dan tak menghargai keberagaman dengan mengatasnamakan agama adalah terdapat pada sila ketiga, maka kita harus menerapkan nilai-nilai persatuan seperti pada sila ketiga, sehingga keberagaman bukanlah sebuah masalah yang menimbulkan intoleran, justru keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga.

4. Harmonisasi pancasila dan agama menurut saya adalah suatu hal yang baik dan saling menguatkan, karena nilai dalam pancasila itu sesuai dan bersifat universal serta tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama manapun. Namun, aksi terorisme yang berlandaskan paham agama yang sempit dan radikal justru akan mengancam eksistensi pancasila, karena itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang terdapat pada pancasila dan tidak mencerminkan semangat persatuan Indonesia karena menimbulkan perpecahan.

5. Gaya hidup konsumerisme tentu bukan merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai pancasila, karena gaya hidup seperti ini dapat memicu terjadinya kesenjangan sosial dan menjadikan manusia bersifat hedonisme yang ingin diakui sebagai orang yang memiliki segalanya. Solusi dari masalah ini adalah dengan pembinaan karakter dan ekonomi yang berdasarkan nilai-nilai pancasila, sehingga orang konsumerisme diharapkan dapat memahami bahwa perbuatannya salah dan tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.