Kiriman dibuat oleh Syifa Zahfira

PBSI 2025 -> KRITIK DAN SARAN MATA KULIAH AGAMA ISLAM

oleh Syifa Zahfira -

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Joni dan Ibu Rima selaku dosen pengampu mata kuliah Agama Islam atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan selama perkuliahan. Saya merasa perkuliahan ini berjalan dengan baik, tertata, dan memberi banyak pemahaman secara akademik dan dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi yang diberikan sangat jelas. 

Saya berharap suasana pembelajaran dapat terus berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan sehingga mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam berpartisipasi dan menyampaikan pendapat selama perkuliahan.

Mohon maaf apabila kritik dan saran yang saya sampaikan kurang berkenan. Semoga ke depannya perkuliahan Agama Islam dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua.

Izin menjawab, Ibu. 

A. Menurut saya, berita ini menjelaskan betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar dan pedoman hidup bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Dan dijelaskan bahwa kemerdekaan tidak terjadi begitu saja, tapi melalui proses panjang, termasuk penentuan dasar negara oleh BPUPKI. Nilai-nilai Pancasila masih sangat relevan sampai sekarang, misalnya untuk menghadapi pandemi atau masalah pangan. Karena itu, Pancasila perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan pegangan dalam kebijakan negara. Jadi intinya, berita ini mengingatkan kita agar tidak melupakan Pancasila di tengah pengaruh globalisasi dan ideologi asing yang bisa memecah persatuan bangsa.

B. Generasi muda adalah penerus bangsa, jadi menurut saya mereka perlu benar-benar memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Namun sayangnya, seperti yang disebutkan dalam berita, pembelajaran Pancasila sekarang kurang diperhatikan karena sudah tidak menjadi pelajaran wajib di sekolah. Akibatnya, muncul peluang bagi ideologi lain untuk memengaruhi masyarakat, bahkan sebagian aparatur negara. Maka, perlu ada perbaikan, misalnya dengan mengajarkan Pancasila lewat cara yang lebih menarik, disesuaikan dengan dunia anak muda zaman sekarang, dan ditanamkan lewat teladan di rumah maupun di lingkungan sosial. Dengan begitu, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan.

C. Pancasila berperan besar dalam menjaga toleransi dan menghormati perbedaan. Semua sila dalam Pancasila mengajarkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Kalau nilai-nilai ini benar-benar diterapkan, masyarakat tidak akan mudah terpecah karena perbedaan suku, agama, atau pandangan. Dengan semangat gotong royong dan saling menghargai, kita bisa hidup rukun dan damai meskipun berbeda. Jadi, Pancasila menjadi dasar penting untuk mencegah munculnya sikap intoleran atau tindakan yang mengatasnamakan agama.

D. Menurut saya, Pancasila dan agama tidak saling bertentangan. Keduanya justru saling melengkapi karena sama-sama mengajarkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebaikan. Namun, paham radikal dan terorisme yang mengatasnamakan agama menjadi ancaman bagi Pancasila. Tindakan seperti itu tidak sesuai dengan ajaran agama maupun nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila. Karena itu, penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang arti dari Pancasila dan ajaran agama yang damai. Pendidikan, dakwah yang menenangkan, dan contoh dari tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk melawan paham kekerasan dan menjaga keharmonisan bangsa.

E. Banyaknya orang hidup dengan gaya konsumtif suka membeli barang yang berlebihan hanya untuk gaya, dan bukan karena butuh. Menurut saya, sikap seperti ini jelas bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila kelima tentang keadilan sosial. Orang yang konsumtif cenderung tidak peduli pada sesama dan lupa hidup sederhana. Untuk mengatasinya, masyarakat perlu didorong untuk hidup hemat dan bijak dalam menggunakan uang. Sekolah bisa mengajarkan literasi keuangan, media bisa mengkampanyekan gaya hidup sederhana, dan keluarga bisa memberi contoh. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita bisa hidup lebih seimbang, saling peduli, dan tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang berlebihan.