Kiriman dibuat oleh Amelia Susanti

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai isi dari berita tersebut?
=> Menurut Saya, isi dari berita tersebut bagus karena menjelaskan tentang ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-75. Bagaimana Pancasila jadi dasar negara sejak dulu, dan pentingnya untuk jaga ideologi ini sekarang. Pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan seperti pandemi Covid-19 dan pengaruh ideologi transnasional. Berita ini juga memiliki peran penting BPIP dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila, serta perlunya penanaman nilai-nilai tersebut pada generasi muda. Bukan hanya BPIP saja yang harus berperan, tetapi juga menjadi tugas seluruh stakeholders, seluruh masyarakat, ormas, dan lain sebagainya

B. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai penanaman nilai pancasila pada generasi muda saat ini? Apakah perlu ada yang di perbaiki mengingat masih ada nya sebagian masyarakat yang menginginkan ideologi selain Pancasila?
=> Menurut saya, penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda saat ini perlu ditingkatkan. Di dalam berita tersebut di beritahukan bahwa di sekolah-sekolah tidak ada lagi mata pelajaran wajib tentang pancasila menjadi sebuah kemunduran dan anak-anak sekarang kurang memahami nya. Perlu ada upaya yang menarik untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, misalnya melalui diskusi online, kegiatan ekstrakurikuler, media sosial, atau program-program yang melibatkan tokoh muda inspiratif. Selain itu, tidak ada yang perlu diperbaiki. untuk memahami mengapa sebagian masyarakat menginginkan ideologi selain Pancasila, dan mencari cara untuk menjawab kekhawatiran atau kebutuhan mereka dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

C. Bagaimanakah peran ideologi Pancasila dalam mencegah terjadinya tindakan intoleransi dan tidak menghargai keberagaman yang mengatasnamakan agama?
=> Menurut saya, Pancasila punya peran penting dalam mencegah intoleransi dan tidak menghargai keberagaman yang pakai nama agama. Sila pertama dan kedua mengajarkan toleransi dan persatuan. Sila kelima tentang keadilan sosial yang mendorong gotong royong untuk hargai semua orang. Dalam berita, ini bisa lawan ekstremisme dengan membuat Pancasila jadi panduan hidup sehari-hari. Kalau diamalkan lewat pendidikan dan dialog antaragama, Pancasila bisa cegah tindakan buruk yang bilang "atas nama agama", karena ingatkan agama harus selaras dengan nilai nasional. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat membangun masyarakat yang toleran dan harmonis.

D. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai harmonisasi pancasila dan agama tersebut? apakah kasus yang terkait dengan terorisme mengancam eksistensi ideologi Pancasila?
=> Menurut saya, Pancasila dan agama dapat diharmonisasikan dengan baik. Pancasila sila pertama mengakui semua agama tanpa pilih satu,justru memberikan ruang bagi semua agama. Kasus-kasus terorisme memang menjadi ancaman bagi eksistensi ideologi Pancasila, karena terorisme seringkali mengatasnamakan agama dan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Namun, kita tidak boleh menyerah pada terorisme. Kita harus terus memperkuat ideologi Pancasila, meningkatkan pemahaman agama yang benar, serta menindak tegas pelaku terorisme.

E. Bagaimanakah pendapatmu tentang gaya hidup konsumerisme yang melanda kehidupan masyarakat kita dewasa ini yang sudah jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila dan berikan solusi cara penanggulangannya?
=> Menurut saya, gaya hidup konsumerisme yang melanda masyarakat saat ini jelas bertentangan dengan Pancasila, khususnya sila kelima tentang Keadilan Sosial, karena mendorong individualisme, pemborosan, dan kesenjangan ekonomi, bukan gotong royong. Ini memperburuk masalah seperti kedaulatan pangan di tengah pandemi, yang sudah dijelaskan dalam berita. Konsumerisme mendorong orang untuk membeli barang-barang yang tidak perlu, menghambur-hamburkan uang, dan bersikap individualistis.
Untuk menanggulangi konsumerisme, kita perlu
1. Masukin nilai Pancasila ke sekolah biar anak sadar penting gotong royong
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat
3. Promosi barang lokal lewat BPIP
4. Kerja sama dengan organisasi masyarakat buat program bagi-bagi sumber daya
4. Pakai media sosial buat kampanye seru ke anak muda, mempromosikan gaya hidup sederhana dan hemat, serta nilai-nilai gotong royong dan keadilan sosial.