Posts made by Muhammad Fawwaz

TA C2025 -> e-journal

by Muhammad Fawwaz -
Nama = Muhammad Khalil Fawwaz
NPM = 2413031085
Kelas = 2024 C

Esensi dari tulisan "Meningkatkan nilai keinginan perusahaan: Sebuah pendekatan untuk menyelaraskan berbagai panduan SDGs dalam pelaporan" karya Kücükgül, Cerin, dan Liu (2021) adalah usaha untuk memperbaiki nilai serta efektivitas laporan keinginan korporat dengan menyelaraskan beragam panduan Sustainable Development Goals (SDGs) yang berasal dari dua organisasi utama, yaitu Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC).

Pada dasarnya, postingan ini menekankan bahwa banyak dunia usaha yang kesulitan menerapkan dan melaporkan kontribusi mereka terhadap SDGs karena banyaknya kriteria yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penulis menciptakan kerangka kerja penyelarasan dan pendekatan sistematis yang memungkinkan perusahaan menerapkan pedoman ini secara efektif.

Studi ini juga berargumentasi bahwa pelaporan keberlanjutan sebaiknya tidak dilihat sebagai aktivitas tersendiri, melainkan dimasukkan ke dalam strategi perusahaan yang mencakup empat komponen utama: penilaian keberlanjutan, arahan strategis, perspektif ke dalam dan ke luar, serta akuntansi dan pengendalian terkait keberlanjutan. Dengan menggunakan studi kasus empat perusahaan telekomunikasi besar—Telia, Telenor, BT, dan Turkcell—makalah ini menunjukkan bagaimana pencocokan pedoman SDGs GRI dan IIRC dapat membantu bisnis untuk:

meningkatkan kualitas laporan SDGs;
memenuhi harapan pemangku kepentingan;
dan membantu meningkatkan legitimasi dan kredibilitas perusahaan.

Oleh karena itu, esai ini terutama bertujuan untuk menyediakan metodologi yang metodis dan praktis bagi perusahaan untuk menyelaraskan beberapa standar SDGs sehingga mereka dapat menghasilkan laporan keberlanjutan yang lebih relevan, terukur, dan sejalan dengan tujuan pembangunan global.

TA C2025 -> DISKUSI

by Muhammad Fawwaz -
Nama = Muhammad Khalil Fawwaz
NPM = 2413031085
Kelas = 2024 C

Video "Pelaporan SDGs" oleh Askel Sustainability Solutions menekankan betapa pentingnya 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) bagi sektor korporasi. Video ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan dan mengomunikasikan pencapaian SDGs dalam operasional mereka dan apa saja manfaat utama dari pelaporan tersebut. Mengintegrasikan SDGs dalam laporan bisnis tidak hanya mencerminkan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, tetapi juga meningkatkan citra, menarik investor yang peduli terhadap keberlanjutan, dan mendorong ekspansi perusahaan yang bertanggung jawab dalam jangka panjang.

Tanggapan terhadap film ini adalah, mengingat semakin tingginya tuntutan pemangku kepentingan global akan praktik bisnis yang berkelanjutan, pelaporan SDGs menjadi semakin vital sebagai komponen transparansi dan akuntabilitas perusahaan di zaman kita. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah di Indonesia untuk memasukkan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam standar akuntansi nasional, sehingga bisnis harus adaptif dan proaktif dalam memenuhi kriteria pelaporan yang mencakup unsur ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan kata lain, pelaporan SDGs merupakan instrumen yang disengaja untuk menciptakan kepercayaan dan nilai di pasar dunia, selain digunakan untuk kepatuhan.

TA C2025 -> CASE STUDY

by Muhammad Fawwaz -
Nama = Muhammad Khalil Fawwaz
NPM = 2413031085
Kelas = 2024 C

1. Keinginan untuk menjaga integritas laporan keuangan, menghindari konsekuensi hukum dan peraturan, serta menciptakan kepercayaan jangka panjang dengan para pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah, dapat mendorong tindakan manajemen PT Lestari Mineral dalam menetapkan kebijakan akuntansi yang konservatif. Pendekatan konservatif ini mencerminkan prinsip-prinsip etika yang menekankan keadilan dan keterbukaan dalam mengakui beban lingkungan. Akibatnya, para pemangku kepentingan seperti pemerintah dan masyarakat memperoleh kepastian tentang tanggung jawab sosial perusahaan, sementara investor dari luar negeri yang mengharapkan keuntungan lebih besar dapat merasa tidak puas atau mendorong bisnis untuk mengubah kebijakan akuntansinya.

2. Memiliki sikap etis yang sangat menghargai kebenaran dan keadilan dalam laporan keuangan sangat penting bagi seorang akuntan perusahaan. Investasi asing untuk menerapkan cara akuntansi yang lebih berani harus ditanggapi dengan pertimbangan profesional dan etika, yaitu tidak memenuhi permintaan yang dapat menyesatkan atau mengurangi transparansi laporan. Mematuhi permintaan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran etika profesi akuntansi jika bertentangan dengan prinsip-prinsip objektivitas dan integritas.

3. Aspek politik ekonomi sangat memengaruhi proses penetapan standar akuntansi karena mencakup negosiasi berbagai kepentingan, baik lokal maupun global. Di tingkat nasional, pengaruh politik kelompok industri dapat mengarahkan pengembangan aturan akuntansi agar selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan dan keterbukaan sosial. Standar seperti IFRS mencerminkan perjanjian internasional yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan persyaratan lokal. Standar nasional dikembangkan dengan pengaruh politik yang cukup besar di sini, sementara investor asing lebih gencar mengadvokasi adopsi IFRS.

4. Meskipun pendekatan berbasis aturan (seperti GAAP) lebih rinci dan normatif, pendekatan dalam menetapkan prinsip (seperti IFRS) menekankan fleksibilitas dan pertimbangan profesional dalam laporan keuangan. Dalam konteks Indonesia, pendekatan berbasis prinsip lebih tepat karena memungkinkan adaptasi terhadap keadaan lokal yang terus berkembang dan mendukung upaya pemerintah untuk mencapai keberlanjutan, meskipun harus didukung oleh standar etika dan pengawasan yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan.

TA C2025 -> DISKUSI

by Muhammad Fawwaz -
Nama = Muhammad Khalil Fawwaz
NPM = 2413031085
Kelas = 2024 c

Karena menghubungkan tindakan manusia dengan sistem akuntansi, komponen perilaku dalam akuntansi sangatlah vital. Selain sebagai alat ukur dan pelaporan, sistem ini juga dipengaruhi oleh unsur-unsur psikologis, sosiologis, dan dinamika sosial yang ada di dalam perusahaan. Relevansi komponen perilaku terletak pada kemampuannya menjelaskan bagaimana sikap, dorongan, persepsi, dan bias kognitif dapat memengaruhi keputusan ekonomi dan penerapan data akuntansi dalam praktik. Dengan demikian, fitur ini dapat mencegah masalah seperti manipulasi laporan keuangan dan penurunan etika profesional, seperti yang terlihat dalam kasus ENRON.

Penetapan standar dalam akuntansi merupakan proses yang melibatkan interaksi antara unsur-unsur teknis dan kekuatan politik-ekonomi. Penetapan standar dipengaruhi oleh dinamika politik, kepentingan berbagai pihak yang terlibat, budaya organisasi, dan konteks kelembagaan yang mendasari pembentukan standar itu; bukan hanya didasarkan pada kebutuhan informasi atau analisis teknis. Proses ini melibatkan kesepakatan antara pelaku industri, inspektur, dan pembuat undang-undang yang memengaruhi penerimaan dan penerapan standar yang efektif.

Dari sudut pandang ekonomi-politik, akuntansi pembuatan standar merupakan wadah tawar-menawar kekuasaan yang melibatkan pelaku bisnis, auditor, regulator, dan pengguna laporan keuangan dalam upaya mengendalikan informasi dan sumber daya ekonomi melalui aturan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang aspek perilaku dan lingkungan sosial politik sangat penting untuk mengembangkan standar akuntansi yang tidak hanya valid secara teknis tetapi juga dapat diterima secara sosial, serta membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di dalam perusahaan.

AKM C2025 -> Diskusi

by Muhammad Fawwaz -
nama = muhammad khalil fawwaz
npm - 2413031085
kelas = 2024c

Aturan dasar dalam keuangan adalah nilai waktu dari uang, yang menyatakan bahwa uang yang diterima sekarang mempunyai nilai lebih dari jumlah yang sama yang akan diperoleh di kemudian hari. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa uang yang ada saat ini dapat diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan (bunga) di masa depan, serta dipengaruhi oleh inflasi yang mengurangi kekuatan beli uang. Dua perhitungan utama—Nilai Masa Depan, yang menggambarkan penambahan nilai melalui perkalian, dan Nilai Sekarang, yang mengungkapkan cara menghitung nilai—mencakup prinsip ini. Dengan menggunakan diskon, seseorang dapat melihat hasil keuangan yang diharapkan di masa depan mulai sekarang.