Nama = Muhammad Khalil Fawwaz
NPM = 2413031085
Kelas = 2024 C
Esensi dari tulisan "Meningkatkan nilai keinginan perusahaan: Sebuah pendekatan untuk menyelaraskan berbagai panduan SDGs dalam pelaporan" karya Kücükgül, Cerin, dan Liu (2021) adalah usaha untuk memperbaiki nilai serta efektivitas laporan keinginan korporat dengan menyelaraskan beragam panduan Sustainable Development Goals (SDGs) yang berasal dari dua organisasi utama, yaitu Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC).
Pada dasarnya, postingan ini menekankan bahwa banyak dunia usaha yang kesulitan menerapkan dan melaporkan kontribusi mereka terhadap SDGs karena banyaknya kriteria yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penulis menciptakan kerangka kerja penyelarasan dan pendekatan sistematis yang memungkinkan perusahaan menerapkan pedoman ini secara efektif.
Studi ini juga berargumentasi bahwa pelaporan keberlanjutan sebaiknya tidak dilihat sebagai aktivitas tersendiri, melainkan dimasukkan ke dalam strategi perusahaan yang mencakup empat komponen utama: penilaian keberlanjutan, arahan strategis, perspektif ke dalam dan ke luar, serta akuntansi dan pengendalian terkait keberlanjutan. Dengan menggunakan studi kasus empat perusahaan telekomunikasi besar—Telia, Telenor, BT, dan Turkcell—makalah ini menunjukkan bagaimana pencocokan pedoman SDGs GRI dan IIRC dapat membantu bisnis untuk:
meningkatkan kualitas laporan SDGs;
memenuhi harapan pemangku kepentingan;
dan membantu meningkatkan legitimasi dan kredibilitas perusahaan.
Oleh karena itu, esai ini terutama bertujuan untuk menyediakan metodologi yang metodis dan praktis bagi perusahaan untuk menyelaraskan beberapa standar SDGs sehingga mereka dapat menghasilkan laporan keberlanjutan yang lebih relevan, terukur, dan sejalan dengan tujuan pembangunan global.
NPM = 2413031085
Kelas = 2024 C
Esensi dari tulisan "Meningkatkan nilai keinginan perusahaan: Sebuah pendekatan untuk menyelaraskan berbagai panduan SDGs dalam pelaporan" karya Kücükgül, Cerin, dan Liu (2021) adalah usaha untuk memperbaiki nilai serta efektivitas laporan keinginan korporat dengan menyelaraskan beragam panduan Sustainable Development Goals (SDGs) yang berasal dari dua organisasi utama, yaitu Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC).
Pada dasarnya, postingan ini menekankan bahwa banyak dunia usaha yang kesulitan menerapkan dan melaporkan kontribusi mereka terhadap SDGs karena banyaknya kriteria yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penulis menciptakan kerangka kerja penyelarasan dan pendekatan sistematis yang memungkinkan perusahaan menerapkan pedoman ini secara efektif.
Studi ini juga berargumentasi bahwa pelaporan keberlanjutan sebaiknya tidak dilihat sebagai aktivitas tersendiri, melainkan dimasukkan ke dalam strategi perusahaan yang mencakup empat komponen utama: penilaian keberlanjutan, arahan strategis, perspektif ke dalam dan ke luar, serta akuntansi dan pengendalian terkait keberlanjutan. Dengan menggunakan studi kasus empat perusahaan telekomunikasi besar—Telia, Telenor, BT, dan Turkcell—makalah ini menunjukkan bagaimana pencocokan pedoman SDGs GRI dan IIRC dapat membantu bisnis untuk:
meningkatkan kualitas laporan SDGs;
memenuhi harapan pemangku kepentingan;
dan membantu meningkatkan legitimasi dan kredibilitas perusahaan.
Oleh karena itu, esai ini terutama bertujuan untuk menyediakan metodologi yang metodis dan praktis bagi perusahaan untuk menyelaraskan beberapa standar SDGs sehingga mereka dapat menghasilkan laporan keberlanjutan yang lebih relevan, terukur, dan sejalan dengan tujuan pembangunan global.