nama = muhammad khalil fawwaz
npm = 2413031085
1. Definisi serta Ragam Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah perjanjian yang menghasilkan aset finansial bagi suatu pihak dan kewajiban finansial atau instrumen ekuitas bagi pihak lain. Ini berarti, ada pihak yang berhak menerima uang tunai atau aset finansial, sementara pihak lain berkewajiban membayar tunai atau menyerahkan aset finansial.
Ragam instrumen keuangan meliputi:
Aset finansial, contohnya uang tunai, piutang dagang, investasi saham, dan obligasi.
Kewajiban finansial, contohnya utang dagang, pinjaman bank, dan obligasi yang diterbitkan.
Instrumen ekuitas, contohnya saham biasa dan saham preferen yang mencerminkan kepemilikan dalam perusahaan.
2. Uang Tunai serta Kontrol Internalnya
Uang tunai adalah aset yang paling likuid dan dipakai untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Uang tunai meliputi uang kertas, saldo rekening bank, dan yang setara dengan uang tunai yang bisa segera dipakai tanpa risiko perubahan nilai yang signifikan.
Kontrol internal atas uang tunai sangat penting karena uang tunai rentan disalahgunakan. Bentuk kontrol internal meliputi pemisahan tugas antara penerimaan, pencatatan, dan penyimpanan uang tunai, penggunaan bukti transaksi bernomor urut, penyetoran uang tunai ke bank secara rutin, serta rekonsiliasi bank berkala.
3. Penyajian serta Pengungkapan Uang Tunai dalam Laporan Keuangan
Uang tunai disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai bagian dari aset lancar karena bisa dipakai dalam jangka waktu pendek. Uang tunai biasanya disajikan bersama yang setara dengan uang tunai.
Dalam pengungkapan, perusahaan harus menjelaskan komponen uang tunai dan yang setara, adanya batasan penggunaan uang tunai, serta kebijakan akuntansi terkait pengelolaan uang tunai. Informasi ini lazimnya disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.
4. Definisi serta Pengakuan Piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima uang tunai atau aset lain dari pihak lain karena transaksi di masa lalu. Piutang umumnya muncul dari penjualan barang atau jasa secara kredit.
Piutang diakui saat perusahaan berhak secara kontraktual untuk menerima pembayaran dan jumlahnya bisa diukur dengan andal. Pengakuan biasanya dilakukan saat barang diserahkan atau jasa telah diberikan kepada pelanggan.
5. Penilaian, Perhitungan Penurunan Nilai, Penyajian serta Pengungkapan Piutang
Piutang dinilai sebesar jumlah yang diperkirakan bisa ditagih. Dalam praktiknya, perusahaan perlu mempertimbangkan kemungkinan piutang tak tertagih melalui cadangan kerugian piutang.
Penurunan nilai piutang dihitung dengan memperkirakan kerugian kredit yang mungkin terjadi, contohnya berdasarkan umur piutang atau pengalaman kerugian sebelumnya.
Dalam laporan posisi keuangan, piutang disajikan sebesar nilai bersih setelah dikurangi cadangan kerugian piutang. Pengungkapan meliputi kebijakan penilaian piutang, metode penentuan cadangan, serta rincian piutang menurut umur atau jenisnya.
6. Telaah Kas dan Piutang
Penelaahan kas dilakukan guna mengukur kesanggupan entitas dalam menunaikan tanggungan yang jatuh tempo dalam waktu dekat, dan juga mengelola likuiditasnya. Penelaahan ini dapat dikerjakan dengan mengamati pergerakan kas, besaran saldo kas terendah, berikut rasio likuiditas semisal rasio lancar serta rasio kas.
Telaah piutang dikerjakan guna mengukur keampuhan kebijakan kredit dan juga penagihan entitas. Alat telaah yang lazim digunakan yaitu perputaran piutang serta umur piutang. Dari telaah ini dapat diketahui apakah piutang dapat dicairkan sesuai jadwal atau malah berisiko menjelma menjadi piutang tak tertagih.