Posts made by Rulla Alifah

TA C2025 -> CASE STUDY

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

1. Dua basis pengukuran yang relevan
Pada kasus PT Surya Terang, basis yang relevan adalah biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis mencatat aset berdasarkan harga perolehan dikurangi penyusutan, kelebihannya objektif, stabil, dan mudah diverifikasi, tetapi kurang relevan jika nilai pasar berubah drastis. Nilai wajar mencerminkan harga pasar saat ini sehingga lebih informatif bagi pengambilan keputusan, namun pengukurannya bisa subjektif, fluktuatif, dan membutuhkan biaya penilaian tambahan.

2. Implikasi akuntansi dari model revaluasi
Jika menggunakan model revaluasi, mesin dicatat sebesar Rp400.000.000 sesuai nilai wajar, turun dari Rp600.000.000. Selisih Rp200.000.000 diakui sebagai rugi revaluasi dalam laba rugi, kecuali ada saldo surplus revaluasi di ekuitas. Selain itu, dasar perhitungan penyusutan berubah karena menggunakan nilai baru dikurangi nilai residu, lalu dibagi dengan sisa umur manfaat.

3. Nilai wajar vs biaya historis
Dalam konteks ini, nilai wajar lebih relevan karena mencerminkan kondisi terkini setelah adanya teknologi baru, sementara biaya historis memberi gambaran yang kurang akurat. Dari sisi keandalan, biaya historis lebih tinggi karena berbasis transaksi nyata, namun informasinya kurang berguna jika jauh dari nilai pasar. Nilai wajar memang lebih rentan estimasi, tetapi tetap lebih bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Artikel ini menekankan peran teori pengukuran dalam menunjang tujuan laporan keuangan. Selama ini, akuntansi sering dipahami identik dengan aktivitas pengukuran, sebab setiap penyusunan laporan keuangan membutuhkan penentuan nilai tertentu. Meski demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa akuntansi belum memiliki teori pengukuran yang sejalan dengan representational theory of measurement yang lazim digunakan dalam ilmu sosial. Akibatnya, meskipun laporan keuangan menyajikan angka-angka sebagai dasar pengambilan keputusan, keandalan serta makna pengukuran tersebut masih dipertanyakan.

Artikel ini juga meninjau dua belas tujuan laporan keuangan yang disusun Komite Trueblood. Dari analisis ditemukan bahwa sebagian besar tujuan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan teori pengukuran representasional, karena data akuntansi cenderung berupa perkiraan, bias, serta sulit diverifikasi secara nyata.

Akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi belum dapat sepenuhnya dianggap sebagai disiplin pengukuran sebelum memiliki teori yang kuat. Karena itu, diperlukan pengembangan teori pengukuran akuntansi yang menjelaskan objek, atribut, dan skala secara jelas, agar laporan keuangan benar-benar mampu memenuhi tujuan yang diharapkan.

TA C2025 -> DISKUSI

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Jadi konsep pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan, khususnya pengukuran aset dan liabilitas sesuai dengan Kerangka Konseptual dan standar akuntansi internasional (IFRS). Pengukuran sangat penting karena laporan keuangan harus menyajikan informasi kuantitatif yang relevan dan representasi yang andal. Terdapat beberapa basis pengukuran utama, yaitu biaya historis, nilai wajar (fair value), biaya kini (current cost), serta nilai pakai (value in use) dan nilai pemenuhan (fulfillment value) untuk liabilitas. Biaya historis mengacu pada harga perolehan awal aset atau jumlah yang harus dibayar untuk liabilitas. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima saat menjual aset atau membayar untuk menghilangkan liabilitas pada tanggal pengukuran, yang merupakan nilai keluar (exit price). Biaya kini adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh aset serupa saat ini, yang merupakan nilai masuk (entry price). Nilai pakai dihitung berdasarkan nilai kini dari aliran kas masa depan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut, dengan memperhitungkan faktor diskonto, sehingga mencerminkan manfaat ekonomi yang akan diperoleh dari aset tersebut. Video ini juga menyinggung standar IFRS 13 yang secara khusus mengatur pengukuran nilai wajar. Contoh ilustrasi penggunaan berbagai basis pengukuran diberikan untuk memperjelas perbedaan nilai yang muncul pada tanggal pengukuran yang berbeda.