Posts made by Rulla Alifah

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Artikel 1 – “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment? Insights from Emerging Markets” (Al-Okaily et al., 2024)
Penelitian ini meneliti sejauh mana penerapan eXtensible Business Reporting Language (XBRL) dapat meningkatkan keterbukaan informasi keuangan pada perusahaan sektor keuangan di Yordania. Berdasarkan survei terhadap 124 responden yang terdiri dari manajer keuangan, akuntan, dan auditor, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta keandalan laporan keuangan digital. Melalui standarisasi format data dan sistem pelaporan yang terintegrasi, XBRL mempermudah proses analisis, mengurangi kesalahan pelaporan, dan mempercepat pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan. Studi ini juga menegaskan bahwa implementasi XBRL merupakan langkah strategis bagi negara berkembang dalam memperkuat kredibilitas pasar keuangan, meningkatkan efisiensi organisasi, serta memperluas kepercayaan publik terhadap informasi keuangan yang disajikan secara digital.

Artikel 2 – “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Penelitian ini menganalisis hubungan antara penerapan XBRL dengan biaya ekuitas (cost of equity) pada perusahaan publik di Indonesia. Dengan menggunakan data 59 perusahaan selama empat tahun (dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah penerapan XBRL), hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi laporan keuangan melalui XBRL secara signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar. Penurunan ini terjadi karena XBRL meningkatkan kualitas, keterbandingan, dan transparansi informasi keuangan, sehingga mengurangi ketidakpastian investor dan risiko investasi. Namun, pada tahap awal penerapannya, beberapa kendala teknis seperti kesalahan format dan kurangnya pemahaman pengguna menyebabkan manfaat XBRL belum sepenuhnya optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan XBRL berpotensi memperbaiki kualitas pelaporan dan menurunkan biaya modal apabila didukung oleh kesiapan infrastruktur, regulasi, dan sumber daya manusia yang memadai.

TA C2025 -> DISKUSI

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Video berjudul “Reporting on SDGs” membahas secara ringkas namun mendalam mengenai pentingnya pelaporan Sustainable Development Goals (SDGs) bagi dunia usaha serta bagaimana proses pelaporan tersebut dilakukan. Dalam video ini dijelaskan bahwa pelaporan SDGs tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban administratif atau formalitas semata, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Dengan melaksanakan pelaporan yang baik, perusahaan dapat memperkuat reputasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Lebih lanjut, video ini memaparkan tahapan penting dalam proses pelaporan SDGs. Tahap pertama adalah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi tujuan-tujuan SDGs yang paling relevan dengan aktivitas dan dampak perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Setelah itu, perusahaan perlu menetapkan target yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART). Tahap berikutnya adalah menyusun laporan yang menggambarkan kemajuan pencapaian target tersebut secara transparan dan akuntabel, sehingga para pemangku kepentingan, termasuk investor, pelanggan, dan masyarakat, dapat menilai sejauh mana komitmen keberlanjutan perusahaan telah dijalankan. Secara keseluruhan, esensi dari video ini adalah untuk mendorong perusahaan agar tidak hanya berkontribusi terhadap pencapaian SDGs secara simbolis, tetapi benar-benar mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis inti. Dengan demikian, pelaporan SDGs dapat menjadi alat strategis untuk memperlihatkan tanggung jawab sosial, menarik investor yang peduli pada isu lingkungan dan sosial, sekaligus membantu perusahaan dalam mengelola risiko non-finansial yang dapat memengaruhi kinerja jangka panjang mereka.

TA C2025 -> CASE STUDY

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

1. PT Sumber Hijau menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Ekspansi ke Kalimantan Timur berisiko menimbulkan deforestasi serta konflik dengan masyarakat adat. Di sisi lain, tekanan dari LSM dan investor global menuntut transparansi dan kepatuhan pada prinsip ESG. Keterbatasan PSAK dalam mengatur pelaporan keberlanjutan serta kurangnya data lingkungan membuat integrasi antara laporan keuangan dan laporan ESG menjadi sulit.

2. Teori akuntansi positif menjelaskan bahwa pelaporan keberlanjutan dilakukan karena tekanan pasar dan dorongan ekonomi, seperti tuntutan investor dan reputasi. Sementara teori normatif menekankan pelaporan yang etis dan bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan. Kombinasi keduanya membantu PT Sumber Hijau memahami alasan praktis dan moral di balik pelaporan keberlanjutan agar lebih transparan dan berintegritas.

3. Walau PSAK belum mengatur pelaporan ESG, PT Sumber Hijau dapat menggunakan standar global seperti GRI, TCFD, dan ISSB untuk mengaitkan laporan keberlanjutan dengan SDGs 13, 15, dan 8. Informasi mengenai risiko lingkungan, biaya mitigasi, serta dampak sosial dapat dimasukkan ke bagian MD&A atau catatan laporan keuangan. Dengan menghubungkan indikator keberlanjutan seperti emisi, konservasi, dan tenaga kerja lokal ke data keuangan, perusahaan dapat menunjukkan kontribusi nyata terhadap ekonomi dan lingkungan.

4. Narasi laporan keberlanjutan sebaiknya disusun secara jujur, berbasis data, dan menekankan komitmen terhadap prinsip no deforestation serta penghormatan hak masyarakat adat melalui FPIC. Laporan perlu menampilkan dampak positif bagi ekonomi lokal sekaligus kinerja lingkungan yang terukur dan diaudit independen. Dengan mengaitkan setiap program ke SDGs, PT Sumber Hijau dapat memenuhi harapan masyarakat lokal dan investor global serta memperkuat kepercayaan publik.

TA C2025 -> e-journal

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Artikel “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting” membahas cara meningkatkan efektivitas dan nilai strategis pelaporan keberlanjutan perusahaan melalui penyelarasan panduan Sustainable Development Goals (SDGs) dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC). Penulis menyoroti bahwa banyak perusahaan menghadapi kesulitan dalam menerapkan berbagai panduan SDGs yang sering kali tumpang tindih, sehingga dibutuhkan kerangka dan pendekatan penyelarasan yang terpadu. Dengan mengembangkan alignment framework dan alignment approach, penelitian ini menawarkan metode sistematis bagi perusahaan untuk mengintegrasikan panduan SDGs ke dalam strategi, akuntansi, dan pelaporan keberlanjutan mereka. Studi pada empat perusahaan telekomunikasi menunjukkan bahwa penyelarasan ini mampu meningkatkan kualitas dan konsistensi pelaporan, memperkuat hubungan antara strategi bisnis dan tujuan keberlanjutan, serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs secara global.

AKM C2025 -> Diskusi

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Aset tetap dan properti investasi memiliki perbedaan utama dalam tujuan penggunaannya. Berdasarkan PSAK 16, aset tetap merupakan aset berwujud yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seperti produksi barang, penyediaan jasa, atau keperluan administratif, contohnya mesin, kendaraan, dan gedung kantor. Sedangkan menurut PSAK 13, properti investasi adalah tanah atau bangunan yang dimiliki bukan untuk digunakan dalam kegiatan operasional, tetapi untuk memperoleh pendapatan sewa atau keuntungan dari kenaikan nilai (capital gain). Dari sisi pengukuran, aset tetap diakui sebesar biaya perolehan dan dapat direvaluasi, sementara properti investasi dapat diukur dengan model biaya atau nilai wajar.

Jika saya diminta memilih, saya akan memilih membeli properti investasi karena jenis aset ini dapat memberikan pendapatan pasif berkelanjutan melalui sewa dan memiliki potensi peningkatan nilai di masa depan. Selain itu, properti investasi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan dan meningkatkan nilai perusahaan tanpa perlu terlibat langsung dalam kegiatan operasional, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan aset tetap.