Nama : Zara Nur Rohimah
Npm : 2413031070
Kelas : 2024C
Menurut pendapat saya, mengacu pada kedua jurnal yang diunggah, aspek perilaku dalam akuntansi adalah dimensi penting yang secara fundamental menentang asumsi tradisional bahwa pengambilan keputusan keuangan bersifat murni rasional. Aspek perilaku dalam akuntansi adalah dimensi krusial yang meneliti bagaimana faktor psikologis, sosiologis, dan kognitif individu (manajer, pengguna laporan, auditor) memengaruhi desain sistem akuntansi, pemrosesan informasi, dan pengambilan keputusan ekonomi.
Urgensi
Urgensinya adalah karena keputusan keuangan di dunia nyata tidak murni rasional tetapi dipengaruhi oleh bias kognitif (overconfidence, framing) dan heuristik. Mempelajari aspek ini penting untuk:
1. Meningkatkan Kualitas Keputusan: Dengan memahami dan memitigasi bias yang mendistorsi interpretasi informasi akuntansi.
2. Desain Sistem yang Efektif: Merancang sistem akuntansi yang selaras dengan kognisi manajerial (behavioral-system alignment) untuk meminimalkan kesalahan interpretasi.
3. Mengatasi Masalah Etika: Menjelaskan mengapa terjadi strategi suboptimal, fraud, atau pelanggaran etika profesional (kasus ENRON).
Standard-Setting dan Ekonomi Politik
1. Proses Standard-Setting (Penetapan Standar)
Aspek perilaku memberikan masukan bagi pembuat kebijakan (standard-setter) untuk merumuskan standar yang lebih realistis dan adaptif. Mereka harus mempertimbangkan rasionalitas terbatas (bounded rationality) pengguna saat merancang pelaporan dan sistem kontrol agar informasi dapat digunakan secara efektif, bukan hanya akurat.
2. Ekonomi Politik Akuntansi
Ekonomi politik berfokus pada dinamika kekuasaan, insentif, dan sosial-organisasi yang memengaruhi akuntansi. Peran perilaku terlihat dalam:
-Sistem Kontrol Perilaku: Akuntansi berfungsi sebagai alat (misalnya Levers of Control Simons) untuk mengelola dan menyelaraskan perilaku karyawan dengan tujuan strategis.
-Trust dan Budaya Organisasi: Faktor perilaku seperti kepercayaan (trust) dan budaya organisasi sangat menentukan penerimaan dan efektivitas penggunaan sistem akuntansi di tengah jaringan sosial dan teknis.
-Persepsi Keadilan: Desain sistem pengukuran kinerja harus mempertimbangkan persepsi keadilan dan harapan pengguna untuk memastikan perilaku yang termotivasi dan etis.
Npm : 2413031070
Kelas : 2024C
Menurut pendapat saya, mengacu pada kedua jurnal yang diunggah, aspek perilaku dalam akuntansi adalah dimensi penting yang secara fundamental menentang asumsi tradisional bahwa pengambilan keputusan keuangan bersifat murni rasional. Aspek perilaku dalam akuntansi adalah dimensi krusial yang meneliti bagaimana faktor psikologis, sosiologis, dan kognitif individu (manajer, pengguna laporan, auditor) memengaruhi desain sistem akuntansi, pemrosesan informasi, dan pengambilan keputusan ekonomi.
Urgensi
Urgensinya adalah karena keputusan keuangan di dunia nyata tidak murni rasional tetapi dipengaruhi oleh bias kognitif (overconfidence, framing) dan heuristik. Mempelajari aspek ini penting untuk:
1. Meningkatkan Kualitas Keputusan: Dengan memahami dan memitigasi bias yang mendistorsi interpretasi informasi akuntansi.
2. Desain Sistem yang Efektif: Merancang sistem akuntansi yang selaras dengan kognisi manajerial (behavioral-system alignment) untuk meminimalkan kesalahan interpretasi.
3. Mengatasi Masalah Etika: Menjelaskan mengapa terjadi strategi suboptimal, fraud, atau pelanggaran etika profesional (kasus ENRON).
Standard-Setting dan Ekonomi Politik
1. Proses Standard-Setting (Penetapan Standar)
Aspek perilaku memberikan masukan bagi pembuat kebijakan (standard-setter) untuk merumuskan standar yang lebih realistis dan adaptif. Mereka harus mempertimbangkan rasionalitas terbatas (bounded rationality) pengguna saat merancang pelaporan dan sistem kontrol agar informasi dapat digunakan secara efektif, bukan hanya akurat.
2. Ekonomi Politik Akuntansi
Ekonomi politik berfokus pada dinamika kekuasaan, insentif, dan sosial-organisasi yang memengaruhi akuntansi. Peran perilaku terlihat dalam:
-Sistem Kontrol Perilaku: Akuntansi berfungsi sebagai alat (misalnya Levers of Control Simons) untuk mengelola dan menyelaraskan perilaku karyawan dengan tujuan strategis.
-Trust dan Budaya Organisasi: Faktor perilaku seperti kepercayaan (trust) dan budaya organisasi sangat menentukan penerimaan dan efektivitas penggunaan sistem akuntansi di tengah jaringan sosial dan teknis.
-Persepsi Keadilan: Desain sistem pengukuran kinerja harus mempertimbangkan persepsi keadilan dan harapan pengguna untuk memastikan perilaku yang termotivasi dan etis.