གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ INAYA SALWA IASYA

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

INAYA SALWA IASYA གིས-

NAMA :Inaya Salwa Iasya

NPM :2413031036

Jurnal ini menjelaskan perbedaan konseptual antara pengukuran biaya historis dan nilai wajar dalam akuntansi keuangan, terutama pada saat pengakuan awal serta pada tanggal laporan posisi keuangan. Penulis menyatakan bahwa biaya historis ditentukan oleh harga perolehan dan bersifat spesifik untuk tiap entitas, sementara nilai wajar menggambarkan situasi ekonomi saat ini berdasarkan harga pasar dan harapan pelaku pasar. Seiring dengan kemajuan IFRS, penerapan nilai wajar semakin meluas karena dianggap lebih relevan dan dapat meningkatkan kemampuan membandingkan informasi keuangan, khususnya untuk instrumen keuangan dan investasi.

Namun, Jurnal ini juga menekankan berbagai risiko dalam penerapan nilai wajar, terutama pada aset non-keuangan yang tidak memiliki pasar yang aktif. Dalam situasi tersebut, penentuan nilai wajar sering kali ditentukan oleh estimasi dan asumsi dari manajemen, sehingga menurunkan keandalan informasi akuntansi. Penulis menggarisbawahi bahwa pengakuan keuntungan yang belum diterima akibat revaluasi aset bisa menipu pengguna laporan keuangan dan berisiko menyebabkan pengurangan pemeliharaan modal perusahaan. Selain itu, krisis keuangan global menunjukkan bahwa penggunaan nilai wajar menjadi problematic ketika pasar tidak stabil atau tidak likuid.

Kesimpulan dari jurnal ini menyatakan bahwa tidak ada satu metode pengukuran yang paling akurat untuk semua jenis aset dan situasi ekonomi. Nilai wajar lebih tepat diterapkan pada instrumen keuangan, sementara biaya historis atau pengukuran berbasis entitas lebih cocok untuk aset non-keuangan. Oleh karena itu, penulis menyarankan penggunaan gabungan kedua metode pengukuran agar laporan keuangan tetap relevan, terpercaya, dan tidak menyebabkan distorsi pada kinerja keuangan perusahaan.