Kiriman dibuat oleh Maya Lisnawati

Assalamualaikum
Nama: Maya Lisnawati
NPM: 2413032043

Teori pengukuran dalam pelaporan keuangan, sebagaimana dibahas dalam video Framework - Measurement ACCA FR, menekankan pemilihan basis pengukuran aset dan liabilitas untuk menghasilkan informasi yang relevan, andal, dan berguna bagi pengguna laporan keuangan sesuai Conceptual Framework IFRS. Basis utama mencakup historical cost (biaya historis awal dikurangi depresiasi), current cost (biaya penggantian saat ini), realisable value (nilai penjualan normal), present value (diskonto arus kas masa depan), dan fair value (harga transaksi teratur antarpeserta pasar dengan hierarki level 1-3). Pemilihan basis bergantung pada faktor seperti relevansi, keandalan, serta perbandingan biaya dan manfaat, tanpa satu metode yang sempurna, dan sering diterapkan pada standar seperti IAS 16 atau IFRS 13 untuk aset seperti properti dan investasi.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Maya Lisnawati -
Assalamualaikum
Nama: Maya Lisnawati
NPM: 2413031043

Video ini membahas tentang kerangka kerja pengukuran dalam pelaporan keuangan ACCA Financial Reporting (FR), dengan fokus pada basis pengukuran aset dan liabilitas sesuai standar IFRS. Pengantar menjelaskan pentingnya pengukuran untuk memberikan informasi relevan dan andal bagi pengguna laporan keuangan. Basis utama yang dibahas meliputi historical cost, yaitu biaya perolehan awal dikurangi depresiasi; current cost, berdasarkan biaya penggantian saat ini; realisable value, nilai penjualan dalam kondisi normal; serta present value, yang mendiskontokan arus kas masa depan. Fair value menjadi sorotan utama, didefinisikan sebagai harga transaksi teratur antara peserta pasar, dengan hierarki level 1 hingga 3, dan sering digunakan dalam standar seperti IAS 16 atau IFRS 13. Video juga membahas pemilihan basis pengukuran berdasarkan faktor relevansi, keandalan, serta biaya versus manfaat sesuai Conceptual Framework. Contoh aplikasi diberikan untuk properti, investasi, dan liabilitas, menekankan bahwa tidak ada basis sempurna dan pilihan tergantung sifat aset.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Maya Lisnawati -
Assalamualaikum
Nama: Maya Lisnawati
NPM: 2413031043

Jurnal ini membahas peran teori pengukuran dalam mendukung tujuan laporan keuangan. Penulis menyoroti bahwa tujuan laporan keuangan belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip representational theory of measurement yang berlaku dalam ilmu sosial. Akuntansi selama ini dianggap sebagai disiplin pengukuran, namun praktik pengukuran akuntansi tidak memiliki teori yang kuat sebagai dasar ilmiah. Teori pengukuran sendiri berfungsi menetapkan objek yang diukur, standar pembanding, serta satuan yang dipakai. Tanpa teori tersebut, informasi dalam laporan keuangan menjadi ambigu dan sulit dipastikan kebenarannya. Penelitian ini juga meninjau kembali tujuan laporan keuangan, seperti menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan, memprediksi arus kas, menilai kinerja manajemen, serta mengevaluasi posisi keuangan. Namun, penulis menilai tujuan tersebut belum konsisten dengan prinsip dasar teori pengukuran karena konsep nilai dan biaya dalam akuntansi masih kabur. Selain itu, laporan keuangan sering menggunakan estimasi dan asumsi yang tidak dapat dianggap sebagai hasil pengukuran yang benar-benar faktual. Kesimpulannya, akuntansi tidak dapat disebut sebagai disiplin pengukuran yang utuh sebelum memiliki teori pengukuran yang mendasari praktiknya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan teori akuntansi yang mampu mendukung tujuan laporan keuangan secara ilmiah, sehingga informasi yang dihasilkan benar-benar relevan, dapat dibandingkan, dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan ekonomi.