Assalamualaikum bu
Nama: Maya Lisnawati
NPM: 2413031043
Jurnal yang berjudul “Historical Costs versus Fair Value Measurement in Financial Accounting” membahas dua pendekatan utama dalam pengukuran akuntansi, yaitu biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis mengukur aset dan liabilitas berdasarkan harga perolehan awal dan hanya disesuaikan jika terjadi penurunan nilai, sedangkan nilai wajar mencerminkan kondisi ekonomi dan harga pasar terkini. Dalam standar IFRS, penggunaan nilai wajar semakin meluas, terutama pada aset keuangan, properti investasi, dan pertanian (IAS 41). Namun, metode ini menimbulkan perdebatan karena reliabilitasnya sering dipertanyakan, terutama ketika pasar tidak aktif atau harga pasar sulit ditentukan. Nilai wajar memberikan informasi yang lebih relevan tetapi juga membawa risiko tinggi, terutama bila laba belum direalisasi diakui dalam laporan laba rugi. Krisis keuangan global memperkuat perdebatan ini karena nilai wajar dinilai memperburuk volatilitas pasar. Dengan demikian bahwa kombinasi antara biaya historis dan nilai wajar lebih tepat digunakan agar laporan keuangan tetap informatif, andal, serta mampu menggambarkan kondisi ekonomi secara realistis tanpa menimbulkan distorsi terhadap laba dan modal perusahaan.