Nama : Az Zahra Syahlia Putri
Npm : 2413031041
Jurnal “Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts” membahas peran penting paradigma penelitian dalam membantu peneliti memahami suatu permasalahan dan menentukan langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan penelitian, khususnya di bidang pendidikan. Paradigma penelitian merupakan dasar pemikiran atau sudut pandang yang digunakan peneliti untuk melihat suatu fenomena. Paradigma tersebut memengaruhi cara peneliti merumuskan masalah, menentukan pendekatan penelitian, mengumpulkan informasi, mengolah data, hingga menarik kesimpulan dari hasil penelitian. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai paradigma penelitian menjadi hal yang penting agar penelitian dapat dilakukan secara terarah dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam penelitian, terdapat empat komponen utama yang membentuk paradigma, yaitu ontologi, epistemologi, metodologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan pemahaman peneliti mengenai kenyataan atau realitas yang menjadi objek penelitian. Epistemologi menjelaskan bagaimana pengetahuan dapat diperoleh serta bagaimana peneliti mengetahui bahwa informasi yang didapatkan dapat dipercaya. Metodologi berhubungan dengan strategi, prosedur, dan langkah-langkah yang digunakan untuk melaksanakan penelitian. Sementara itu, aksiologi membahas peran nilai, kepentingan, dan etika dalam proses penelitian. Keempat komponen ini saling berkaitan karena dapat memengaruhi keputusan peneliti dalam menentukan pendekatan dan pelaksanaan penelitian.
Jurnal tersebut juga menguraikan empat paradigma yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu positivisme, interpretivisme, kritis, dan pragmatisme. Paradigma positivisme memandang bahwa suatu fenomena dapat dipelajari melalui fakta yang dapat diamati, diukur, dan dianalisis secara sistematis. Paradigma ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif, seperti survei, eksperimen, dan penelitian korelasional. Sebagai contoh, penelitian mengenai pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar siswa dapat menggunakan paradigma positivisme karena peneliti ingin mengetahui hubungan atau pengaruh antarvariabel berdasarkan data yang terukur.
Berbeda dengan positivisme, paradigma interpretivisme lebih menekankan pemahaman terhadap pengalaman, pandangan, dan makna yang diberikan seseorang terhadap suatu peristiwa. Pendekatan ini banyak digunakan dalam penelitian kualitatif, misalnya melalui wawancara, observasi, studi kasus, fenomenologi, dan etnografi. Dalam konteks pendidikan, paradigma ini dapat digunakan untuk mengetahui pengalaman siswa ketika mengikuti pembelajaran daring atau memahami pandangan guru terhadap penerapan metode pembelajaran tertentu.
Selanjutnya, paradigma kritis berfokus pada upaya mengidentifikasi ketidakadilan, ketimpangan, serta hubungan kekuasaan yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Dalam dunia pendidikan, paradigma ini dapat digunakan untuk mengkaji perbedaan kesempatan belajar antara siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi berbeda. Penelitian dengan paradigma kritis tidak hanya bertujuan menjelaskan permasalahan, tetapi juga mendorong perubahan agar tercipta kondisi yang lebih adil. Adapun paradigma pragmatisme menekankan pemilihan metode penelitian berdasarkan kebutuhan dan tujuan penelitian. Peneliti dapat menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau menggabungkan keduanya apabila cara tersebut dinilai paling tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian.