Assalamualaikum bu izin memperkenalkan diri:
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068
Video tersebut membahas perbandingan antara historical cost (biaya historis) dan fair value (nilai wajar) dalam akuntansi.
Secara sederhana, historical cost berarti suatu aset dicatat berdasarkan harga perolehannya saat pertama kali dibeli. Nilai tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu, kecuali jika ada penurunan nilai yang signifikan. Pendekatan ini dianggap lebih stabil dan objektif karena didukung oleh bukti transaksi yang nyata. Namun, kelemahannya adalah nilai aset yang tercatat sering kali tidak mencerminkan kondisi pasar terkini, terutama jika harga di pasar sudah jauh berubah.
Sementara itu, fair value accounting menilai aset berdasarkan harga pasar saat ini atau nilai yang dapat diestimasi secara wajar. Pendekatan ini membuat laporan keuangan menjadi lebih relevan dan sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Akan tetapi, nilai wajar bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi pasar, sehingga laporan keuangan bisa menjadi kurang stabil. Selain itu, jika tidak ada data pasar yang jelas, penentuan nilai wajar dapat bersifat subjektif.
Secara keseluruhan, kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Historical cost lebih menekankan pada keandalan data, sedangkan fair value lebih menekankan pada relevansi informasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memilih atau memadukan keduanya secara bijak agar laporan keuangannya tetap akurat, relevan, dan dapat dipercaya.