Kiriman dibuat oleh Najwa Denita Syafitri

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama : Najwa Denita Syafitri
NPM : 2413031065
2024 B

Kerangka kerja defisional diperlukan untuk memberikan pemahaman yang sama sehingga tidak menimbulkan kebingungan serta definisi yang berbeda-beda dalam pelaporan, tanpa definisi yang baku untuk unsur-unsur dasar seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban, akan sulit untuk menjaga konsistensi antar periode, meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap informasi keuangan, kerangka kerja memandu penyusun laporan dan auditor untuk menetapkan waktu dan cara pengakuan, pengukuran, serta pelaporan transaksi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Najwa Denita Syafitri -
Assalamualaikum Wr.Wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Najwa Denita Syafitri
NPM : 2413031065

Izin mengirimkan kesimpulan dari vidio diatas
Berdasarkan vidio diatas Akuntansi pertama kali muncul sekitar tahun 3000 SM di Mesopotamia kuno dan Mesir sebagai bentuk pembukuan untuk mencatat transaksi bisnis.
Pada tahun 1494, seorang matematikawan Italia bernama Luca Pacioli menerbitkan buku pertama tentang pembukuan berpasangan, yang membuatnya dikenal sebagai "bapak akuntansi". Revolusi Industri di tahun 1800-an meningkatkan kebutuhan akan akuntansi karena pertumbuhan korporasi.
Pada tahun 1930-an mendorong perlunya praktik akuntansi yang terstandarisasi, yang mengarah pada pembentukan Securities and Exchange Commission (SEC) di AS dan International Accounting Standards Committee (IASC).
Skandal Enron tahun 2001 menyebabkan disahkannya Sarbanes-Oxley Act pada tahun 2002 untuk meningkatkan tata kelola perusahaan. Krisis keuangan global tahun 2007 mendorong International Accounting Standards Board (IASB) untuk mengeluarkan IFRS 9 pada tahun 2014 guna memperkuat standar.
Pada tahun 2021, International Sustainability Standards Board (ISSB) dibentuk untuk mengembangkan standar akuntansi terkait keberlanjutan.