Kiriman dibuat oleh Najwa Denita Syafitri

TA B 2025 -> e-journal

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

Jurna diatas membahas bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kualitas laporan keberlanjutan mereka, terutama laporan terkait SDGs. Banyak perusahaan kesulitan karena terdapat berbagai panduan SDGs dari GRI dan IIRC yang tidak selalu selaras. Untuk mengatasi kebingungan ini, penulis menawarkan metode penyelarasan (alignment approach), yaitu cara untuk menggabungkan dan menyesuaikan berbagai panduan SDGs agar perusahaan dapat menggunakannya secara lebih efektif dan sistematis. Metode ini diuji pada empat perusahaan telekomunikasi, dan hasilnya menunjukkan bahwa penyelarasan panduan dapat membuat pelaporan SDGs lebih jelas, lebih konsisten, dan lebih berguna bagi stakeholder. Jurnal juga menyimpulkan bahwa pelaporan SDGs akan lebih bernilai jika perusahaan tidak hanya mengikuti satu panduan, tetapi menyelaraskan beberapa panduan agar laporan keberlanjutan menjadi lebih strategis dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

Video “Reporting on SDGs” tersebut menekankan bahwa perusahaan tidak cukup hanya menunjukkan laba, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan. Pelaporan SDGs penting karena menjadi bukti nyata tentang apa yang telah dilakukan perusahaan untuk keberlanjutan, bukan sekadar pencitraan. Namun, proses pelaporan ini memiliki tantangan, terutama karena mengukur dampak sosial dan lingkungan tidak semudah menghitung angka keuangan. Secara keseluruhan, video ini mengingatkan bahwa laporan SDGs hanya bermakna jika dilakukan dengan jujur, transparan, dan benar-benar mencerminkan komitmen perusahaan terhadap masa depan yang berkelanjutan.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

Aspek perilaku dalam akuntansi sangat penting karena akuntansi tidak hanya berisi angka, tetapi juga dipengaruhi oleh cara manusia berpikir, membuat keputusan, dan merespons tekanan. Faktor seperti motivasi, budaya organisasi, dan persepsi dapat memengaruhi bagaimana laporan keuangan disusun dan digunakan. Hal ini membuat pemahaman perilaku menjadi penting untuk meningkatkan kualitas keputusan, mengurangi kesalahan, mencegah fraud, dan memastikan sistem akuntansi berjalan efektif.
Dalam proses penetapan standar akuntansi ), aspek perilaku dan faktor ekonomi-politik juga berperan besar. Standar tidak dibuat secara ilmiah saja, tetapi dipengaruhi oleh kepentingan berbagai pihak seperti perusahaan besar, auditor, investor, dan regulator. Karena itu, standar akuntansi merupakan hasil negosiasi, lobi, dan kompromi antar kepentingan.
Secara keseluruhan, aspek perilaku dan ekonomi-politik membuat akuntansi menjadi bidang yang bukan hanya teknis, tetapi juga sosial. Memahami hal ini membantu menjelaskan mengapa praktik akuntansi bisa berbeda antarnegara, berubah dari waktu ke waktu, dan sering dipengaruhi oleh motivasi manusia.