Posts made by Arshella Cahya Yuniarti

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Arshella Cahya Yuniarti -
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
Npm: 2413031058

Jurnal ini mengulas perbedaan antara metode biaya historis dan nilai wajar dalam pengukuran akuntansi. Biaya historis menitikberatkan pencatatan aset pada harga perolehan awal dan hanya disesuaikan jika terjadi penurunan nilai. Metode ini relatif stabil, tetapi kurang relevan ketika harga pasar mengalami perubahan signifikan. Sebaliknya, nilai wajar menggambarkan kondisi ekonomi saat ini melalui penilaian berbasis harga pasar, yang dianggap lebih relevan meskipun berisiko menimbulkan fluktuasi, ketergantungan pada asumsi, dan potensi manipulasi.

Dalam perkembangannya, IFRS semakin menekankan penggunaan nilai wajar, baik sebagai pilihan maupun sebagai dasar utama, terutama pada instrumen keuangan, properti investasi, serta aset biologis. Meski demikian, penerapan nilai wajar menghadapi kendala, khususnya bagi aset non-keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif. Artikel ini juga menyoroti perdebatan mengenai penerapan nilai wajar pada masa krisis keuangan, ketika penentuan harga pasar menjadi sulit dan justru meningkatkan ketidakpastian.

Kesimpulannya, penulis menegaskan bahwa tidak ada metode tunggal yang paling tepat untuk semua kondisi. Oleh karena itu, penggunaan kombinasi biaya historis, nilai wajar, dan pengukuran spesifik entitas dianggap lebih sesuai, tergantung pada jenis aset dan situasi pasar. Nilai wajar lebih efektif untuk instrumen keuangan, sementara pendekatan berbasis entitas dinilai lebih bermanfaat bagi aset non-keuangan.

TA B 2025 -> DISKUSI

by Arshella Cahya Yuniarti -
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
Npm: 2413031058

Menurut saya, video “Historical Cost vs Fair Value Accounting” sangat menarik karena menjelaskan perbedaan antara metode biaya historis dan nilai wajar. Biaya historis memang lebih sederhana, objektif, dan stabil karena aset dicatat sesuai harga perolehannya, tetapi kelemahannya informasi bisa kurang relevan ketika nilai pasar sudah jauh berubah. Sementara itu, nilai wajar terasa lebih sesuai dengan kondisi saat ini karena mencerminkan harga pasar terkini dan lebih membantu untuk pengambilan keputusan investasi. Meski begitu, metode ini juga punya kelemahan, seperti membuat laporan keuangan lebih fluktuatif, bergantung pada estimasi, dan bisa menambah beban biaya penilaian. Menurut saya, pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan karakter aset dan tujuan pelaporan, karena tidak ada satu metode yang selalu lebih baik untuk semua situasi.