Posts made by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
Nama:Muhammad Dzaki Arif
NPM:2415061052

Artikel tersebut membahas pentingnya Pancasila dalam pendidikan di Indonesia, tidak hanya sebagai dasar negara tetapi juga sebagai panduan bagi pendidikan nasional. Pancasila diharapkan mampu membentuk generasi berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Dengan nilai-nilai yang universal, pendidikan berbasis Pancasila bertujuan untuk menciptakan identitas nasional yang kuat dan menjadi acuan dalam perencanaan serta pengembangan pendidikan.

Namun, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan masih menghadapi tantangan. Masalah sosial seperti kenakalan remaja, korupsi, dan krisis etika menunjukkan kurang efektifnya penerapan tersebut. Nilai-nilai Pancasila seringkali hanya dijadikan materi pelajaran tanpa praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penting bagi sekolah untuk mengajarkan Pancasila dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, serta mendorong siswa untuk mempraktikkan nilai-nilainya, seperti menghargai perbedaan dan bergotong royong.

Selain itu, filsafat Pancasila dalam pendidikan memandang proses belajar sebagai pembudayaan yang berlangsung seumur hidup. Hal ini bertujuan mengembangkan kemampuan dan kepribadian manusia yang berakar pada budaya nasional dan berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat yang majemuk di Indonesia.


MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
Nama :Muhammad Dzaki Arif
NPM : 2415061052
Pancasila berperan sebagai pandangan hidup yang mendalam bagi bangsa Indonesia, mencerminkan nilai-nilai moral, etika, dan tujuan hidup yang menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari sekadar dasar negara atau ideologi, Pancasila menggali nilai-nilai luhur yang mengatur hubungan antara individu dengan sesama, masyarakat, dan negara. Melalui pendekatan filsafat, Pancasila memberikan kerangka berpikir yang menghubungkan setiap sila dengan realitas hidup, membantu masyarakat untuk lebih memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Filsafat memegang peran penting dalam mengembangkan pemahaman terhadap Pancasila, memungkinkan masyarakat melihat relevansi dan aplikasinya di berbagai aspek, seperti sosial, politik, dan budaya, yang terus berkembang seiring zaman. Pancasila juga menjadi dasar moral yang menyeimbangkan hak individu dengan kepentingan bersama, mendukung kehidupan dalam keberagaman, dan menjaga keselarasan di tengah dinamika masyarakat. Sebagai pandangan hidup yang lahir dari pengalaman sejarah bangsa, Pancasila mengandung nilai-nilai ideal yang membimbing Indonesia menuju cita-cita menjadi bangsa yang tangguh dan bermartabat, berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang sejalan dengan karakter dan identitas bangsa dari masa ke masa.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi Artikel 1

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
NAMA: Muhammad Dzaki Arif
NPM:2415061052
KELAS: PSTI A




Artikel "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi" membahas berbagai faktor yang memengaruhi pendidikan Pancasila di Indonesia dalam konteks globalisasi. Dinamika yang terjadi mencakup perubahan kurikulum, tantangan budaya, adaptasi sosial, dan pengaruh teknologi. Perubahan kurikulum memaksa pelajar dan pendidik untuk beradaptasi dengan metode baru, sementara implementasi pendidikan Pancasila sering kali mengalami kesulitan dalam penerapannya secara efektif. Tantangan budaya juga muncul, mengingat Indonesia memiliki keragaman suku, agama, dan budaya yang memerlukan pendekatan khusus agar nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan mampu merangkul keberagaman tersebut.

Pengaruh teknologi digital juga menjadi tantangan signifikan, di mana akses mudah ke internet dan media sosial sering kali mempengaruhi persepsi siswa terhadap nilai-nilai sosial, dengan munculnya informasi yang kurang tepat atau menyesatkan. Teknologi ini, meskipun bermanfaat, perlu diimbangi dengan pendidikan yang kuat agar tidak menggantikan nilai-nilai Pancasila.

Selain dinamika dan tantangan tersebut, artikel ini mengajak kita untuk merefleksikan sejauh mana pendidikan Pancasila telah berhasil dalam membentuk karakter bangsa. Diperlukan peningkatan dalam metode pembelajaran yang sesuai dengan perubahan sosial, teknologi, dan budaya tanpa mengorbankan esensi dasar dari nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila harus beradaptasi dengan perubahan zaman, namun tetap mempertahankan perannya dalam membentuk moral dan kepribadian generasi muda.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
NAMA: Muhammad Dzaki Arif
NPM:2415061052
KELAS: PSTI A



1. Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia



Pancasila sebagai ideologi negara merupakan panduan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara. Namun, seiring dengan perubahan zaman, globalisasi, dan pengaruh budaya luar, tantangan terhadap implementasi Pancasila semakin besar. Masyarakat kadang salah memahami atau melupakan nilai-nilai Pancasila. Salah satu contoh masalah yang mencerminkan hal ini adalah korupsi di pemerintahan, yang jelas bertentangan dengan sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan). Korupsi merusak kepercayaan publik dan tidak mencerminkan keadilan dalam permusyawaratan. Menurut teori Etika Utilitarianisme oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill, tindakan dianggap baik jika menghasilkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi banyak orang, sedangkan korupsi jelas mengabaikan prinsip ini.

2. Konsep dan Urgensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat



Pancasila bukan hanya sekadar aturan, tetapi juga merupakan landasan etika dan moral bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Sebagai filosofi, Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil negara. Misalnya, ketidakadilan dalam penegakan hukum sering kali bertentangan dengan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Banyak kasus di mana pejabat tinggi yang terlibat korupsi mendapat hukuman ringan, sementara rakyat kecil justru mendapat hukuman berat. Menurut Teori Keadilan oleh John Rawls, prinsip keadilan harus berlaku sama bagi semua orang, tanpa memandang status atau kekayaan. Dalam konteks Indonesia, meskipun Pancasila menekankan keadilan sosial, praktiknya hukum seringkali lebih berat terhadap rakyat kecil dibandingkan pejabat atau orang kaya.