Kiriman dibuat oleh Anugrah Aziz Firdaus

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

oleh Anugrah Aziz Firdaus -
Nama : Anugrah Aziz Firdaus
NPM : 2415061115
PSTI A

Artikel ini menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dan arah dalam sistem pendidikan nasional. Pancasila dianggap bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai jiwa yang harus dihidupkan dalam setiap aspek pendidikan, baik dalam hal nilai filosofis maupun dalam penerapan praktis di bidang pendidikan.

Artikel ini juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh sistem pendidikan nasional. Terutama dalam memupuk mental dan moral generasi muda yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial seperti meningkatnya kenakalan remaja dan kurangnya etos kerja kolektif. Selain itu, artikel ini menekankan bahwa pendidikan berbasis Pancasila harus berfungsi sebagai medium dalam membentuk kepribadian dan karakter bangsa.

Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa, artikel ini relevan karena menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan moral dan etika yang mendasar. Pancasila sebagai filosofi hidup bangsa Indonesia menjadi dasar yang kuat bagi setiap kebijakan pendidikan, yang akan membantu membangun generasi yang berkarakter dan memiliki kesadaran nasional.

Selain itu, artikel ini juga memberikan perspektif yang mendalam tentang pentingnya pendekatan interdisipliner dalam pendidikan, di mana Pancasila harus dijadikan dasar dalam pengembangan semua mata pelajaran, bukan hanya yang terkait langsung dengan pendidikan kewarganegaraan. Tantangan terbesar, menurut saya, adalah bagaimana para pendidik dapat menyerap nilai-nilai Pancasila dalam semua bidang studi, sehingga penerapan nilai-nilai ini bisa lebih komprehensif dan menyeluruh.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

oleh Anugrah Aziz Firdaus -
Nama : Anugrah Aziz Firdaus
NPM : 2415061115
PSTI A

Pancasila dikaitkan dengan ilmu filsafat sebagai pandangan hidup bangsa karena Pancasila memiliki peran yang fundamental sebagai dasar filosofis dan ideologis bagi masyarakat Indonesia. Dalam konteks filsafat, Pancasila dapat dipahami sebagai dasar yang membentuk cara pandang, nilai, dan norma yang diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai dasar negara, Pancasila memenuhi aspek-aspek dalam filsafat, seperti ontologi, epistemologi, dan aksiologi:

• Ontologi: Pancasila mengandung nilai-nilai dasar yang mencerminkan realitas dan identitas bangsa Indonesia, seperti kepercayaan pada Tuhan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam memahami jati diri dan eksistensi bangsa.

• Epistemologi: Pancasila berfungsi sebagai kerangka berpikir yang menjadi dasar pengetahuan dalam menentukan apa yang benar dan salah sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Melalui Pancasila, masyarakat memiliki acuan untuk memahami nilai-nilai universal dalam konteks yang sesuai dengan budaya dan sejarah Indonesia.

• Aksiologi: Dari sisi aksiologi atau nilai, Pancasila mengarahkan tindakan dan perilaku masyarakat Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai etis yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kehidupan beragama, bermasyarakat, hingga berpolitik.

Oleh karena itu, Pancasila bukan sekadar rumusan atau ideologi negara, melainkan mencerminkan pandangan hidup (weltanschauung) bangsa Indonesia, yang menjadi filosofi dalam mencapai tujuan bernegara, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

oleh Anugrah Aziz Firdaus -
Nama : Anugrah Aziz Firdaus
NPM : 2415061115
Kelas : PSTI A

Sebagai mahasiswa, tanggapan saya mengenai materi Pancasila sebagai Sistem Filsafat dari dokumen ini adalah bahwa materi ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai kerangka berpikir yang mendalam, meliputi aspek moral, sosial, dan filosofis. Pancasila bukan hanya pandangan hidup bangsa Indonesia, tetapi juga sebuah sistem filsafat yang memiliki pendekatan deduktif dan induktif untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan negara.

Ringkasan Materi:
Pengertian Filsafat: Filsafat berasal dari kata Yunani philosophia yang berarti cinta kebijaksanaan. Filsafat mencakup proses berpikir kritis serta pandangan hidup.

Pancasila sebagai Filsafat: Pancasila adalah hasil perenungan mendalam yang berfungsi sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia, mencakup pandangan moral dan sosial.

Pancasila sebagai Sistem Filsafat: Pancasila terdiri dari lima sila yang membentuk satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisahkan. Sistem ini berbeda dari filsafat lain seperti materialisme atau komunisme karena berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.

Ciri-ciri Sistem Filsafat Pancasila: Setiap sila Pancasila saling terkait, mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, individu lain, masyarakat, dan negara.

Wawasan Filsafat Pancasila: Pancasila mencakup tiga bidang utama filsafat: ontologi (hakikat), epistemologi (pengetahuan), dan aksiologi (nilai-nilai etika).

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi Artikel 1

oleh Anugrah Aziz Firdaus -
Nama : Anugrah Aziz Firdaus
NPM : 2415061115
Kelas : PSTI A

Sebagai seorang mahasiswa, tanggapan saya terhadap dokumen "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi" yang ditulis oleh Yohanes Mihit adalah sebagai berikut:

Artikel ini memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pendidikan Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Penulis menekankan bahwa pendidikan Pancasila harus lebih relevan dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan teknologi di era digital. Hal ini penting karena globalisasi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan jika tidak diimbangi dengan pendidikan moral yang kuat.

Sebagai mahasiswa, saya melihat urgensi penyesuaian kurikulum Pancasila agar lebih menarik dan relevan bagi generasi muda. Misalnya, penggunaan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila perlu dioptimalkan dengan pendekatan interaktif seperti platform daring dan media sosial. Pendidikan Pancasila juga harus beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap relevan di tengah derasnya arus informasi global.

Contoh tantangan yang dibahas dalam artikel seperti kurangnya literasi digital dan pengaruh negatif media sosial relevan dengan situasi saat ini, di mana banyak anak muda lebih terpapar informasi luar yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ini menuntut adanya literasi digital yang bijak, seperti yang dijelaskan dalam artikel, agar siswa bisa memilah informasi dengan benar.

Secara keseluruhan, artikel ini sangat relevan dan memberikan gambaran bahwa pendidikan Pancasila tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang integral dalam menghadapi era globalisasi. Sebagai mahasiswa, saya mendukung perbaikan kurikulum dan peningkatan kompetensi pendidik agar mampu memberikan pembelajaran Pancasila yang lebih efektif dan relevan bagi generasi muda.