Faktor faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran dalam kelas diantara lain:
1. Gurunya Bersemangat
Guru yang beneran ngeerti materi, bisa ngejelasin dengan bahasa yang mudah dipahami, dan yang paling penting, semangat ngajarnya itu nular. Kalau gurunya aja udah males-malesan, anak muridnya pasti ikut males. Guru juga harus fleksibel, bisa menyesuaikan cara mengajar sama dengan kebutuhan murid yang berbeda (visual, audiotori, dan kinestetik)
2. Suasana Kelas yang Mendukung
Kelas harus menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk belajar. Tidak ada bullying, tidak ada diskriminasi, semua murid merasa diterima dan dihargai. Suasana kelas juga harus interaktif, ada diskusi, ada kerja kelompok, ada kesempatan membuat murid membuat bertanya dan mengeluarkan pendapat sehingga siswa lebih bisa berekspresi.
3. Metode Pembelajaran yang Bervariasi
Jika kita cuma ceramah atau berbicara terus dari awal sampai akhir pelajaran. Murid bisa bosen, ngantuk, terus kurang nyerap materi secara maksimal. Kita harus pintar-pintar milih metode yang sesuai sama materi dan karakteristik murid. Bisa pake diskusi, games, studi kasus, simulasi, atau apapun yang bikin mereka aktif dan terlibat.
4. Evaluasi Sasaran yang Tepat
Evaluasi itu bukan sekedar membuat ngasih nilai, tapi juga membuat ngasih umpan balik ke murid dan ke guru. Dari hasil evaluasi, kita dapat mengetahui apa yang sudah berhasil, apa yang masih kurang, dan apa yang perlu diperbaiki.
1. Gurunya Bersemangat
Guru yang beneran ngeerti materi, bisa ngejelasin dengan bahasa yang mudah dipahami, dan yang paling penting, semangat ngajarnya itu nular. Kalau gurunya aja udah males-malesan, anak muridnya pasti ikut males. Guru juga harus fleksibel, bisa menyesuaikan cara mengajar sama dengan kebutuhan murid yang berbeda (visual, audiotori, dan kinestetik)
2. Suasana Kelas yang Mendukung
Kelas harus menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk belajar. Tidak ada bullying, tidak ada diskriminasi, semua murid merasa diterima dan dihargai. Suasana kelas juga harus interaktif, ada diskusi, ada kerja kelompok, ada kesempatan membuat murid membuat bertanya dan mengeluarkan pendapat sehingga siswa lebih bisa berekspresi.
3. Metode Pembelajaran yang Bervariasi
Jika kita cuma ceramah atau berbicara terus dari awal sampai akhir pelajaran. Murid bisa bosen, ngantuk, terus kurang nyerap materi secara maksimal. Kita harus pintar-pintar milih metode yang sesuai sama materi dan karakteristik murid. Bisa pake diskusi, games, studi kasus, simulasi, atau apapun yang bikin mereka aktif dan terlibat.
4. Evaluasi Sasaran yang Tepat
Evaluasi itu bukan sekedar membuat ngasih nilai, tapi juga membuat ngasih umpan balik ke murid dan ke guru. Dari hasil evaluasi, kita dapat mengetahui apa yang sudah berhasil, apa yang masih kurang, dan apa yang perlu diperbaiki.