གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Gusti Ngurah Soma Adnyane

TA B 2025 -> DISKUSI

Gusti Ngurah Soma Adnyane གིས-
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: B
Respon saya setelah meyimak video tersebut adalah video tersebut menjelaskan pentingnya perusahaan melaporkan upaya dan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pelaporan ini meningkatkan keterbukaan karena memungkinkan investor, masyarakat, dan pemerintah melihat sejauh mana perusahaan berkomitmen pada keberlanjutan, bukan hanya mengejar keuntungan. Selain itu, laporan SDGs membantu perusahaan menonjolkan nilai jangka panjang terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Bagi perusahaan di bidang tambang atau energi yang memiliki dampak lingkungan besar, penerapan dan pelaporan SDGs dapat memperkuat kepercayaan publik, menjaga reputasi, dan menunjukkan tanggung jawab mereka.

TA B 2025 -> DISKUSI

Gusti Ngurah Soma Adnyane གིས-
nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: B

Izin mengumpulkan tugas ibu
Pendapat tentang Aspek Perilaku dalam Akuntansi

Dari dua jurnal yang Anda berikan, dapat disimpulkan bahwa akuntansi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia. Artinya, laporan keuangan, keputusan manajemen, proses audit, dan penyusunan anggaran tidak hanya ditentukan oleh aturan akuntansi, tetapi juga oleh cara manusia berpikir, merasakan, memandang risiko, menilai situasi, dan mengambil keputusan.

Jurnal perilaku menjelaskan bahwa faktor seperti sikap, motivasi, persepsi, nilai, dan kepribadian sangat memengaruhi bagaimana seseorang memproses informasi akuntansi dan bagaimana mereka bertindak di dalam organisasi. Sementara itu, jurnal Positive Accounting Theory menjelaskan bahwa perilaku manajer sering dipengaruhi oleh insentif ekonomi, seperti bonus, tekanan politik, atau perjanjian utang.

Gabungan dari dua jurnal ini menunjukkan bahwa akuntansi adalah aktivitas sosial, bukan hanya teknis.

Mengapa Aspek Perilaku Penting?

Aspek perilaku penting karena:

1. Menghindari manipulasi laporan keuangan

Kasus ENRON dalam jurnal perilaku menunjukkan bahwa ketika perilaku (nilai, etika, sikap) diabaikan, laporan keuangan bisa dimanipulasi hingga menyebabkan skandal besar.

2. Menjelaskan keputusan manajemen

Positive Accounting Theory membuktikan bahwa manajer sering memilih metode akuntansi bukan karena paling akurat, tetapi karena membantu mencapai tujuan pribadi atau perusahaan (misalnya bonus atau pengurangan pajak).

3. Meningkatkan kualitas sistem akuntansi

Sistem akuntansi dapat gagal jika manusia yang menjalankan tidak memiliki pemahaman perilaku yang baik, seperti motivasi atau etika.

4. Memahami reaksi pengguna laporan keuangan
Persepsi investor, auditor, dan karyawan sangat menentukan bagaimana informasi akuntansi ditafsirkan dan dipakai dalam pengambilan keputusan.

Proses Standard-Setting (Penyusunan Standar Akuntansi)
Penyusunan standar akuntansi tidak hanya bersifat teknis, tetapi dipengaruhi oleh perilaku, kepentingan, dan tekanan dari berbagai pihak. Prosesnya meliputi:
Identifikasi masalah
Riset dan masukan akademik
Diskusi publik
Penyusunan draf standar
Penetapan standar

Meskipun tampak formal, proses ini tidak terlepas dari pengaruh politik dan ekonomi.

Ekonomi Politik dalam Akuntansi
Ekonomi politik menjelaskan bahwa standar akuntansi dipengaruhi oleh:
perusahaan besar yang ingin aturan menguntungkan mereka, pemerintah yang ingin meningkatkan transparansi dan pajak, auditor dan investor yang ingin laporan lebih aman, industri tertentu yang menolak standar yang membuat laba mereka berfluktuasi.
Positive Accounting Theory menjelaskan hal ini melalui political cost hypothesis, yaitu perusahaan berusaha menghindari aturan yang membuat mereka terlihat terlalu untung, karena dapat menambah pajak atau tekanan politik. Sementara jurnal perilaku menunjukkan bahwa standar yang baik tetap bisa gagal jika manusia tidak memiliki motivasi, nilai, atau persepsi yang selaras.