གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088

AKL C2026 -> Case

GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 གིས-

Nama : Grescie Odelia Situkkir

NPM : 2413031088

Kelas : 24C

 Jawaban Studi Kasus Diatas

a. Jelaskan peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam membantu manajemen mengambil keputusan akuntansi ketika tidak terdapat PSAK spesifik yang mengatur transaksi tertentu. Jawab Dalam kasus PT Edukasi Nusantara Tbk, terdapat beberapa transaksi yang belum diatur secara rinci dalam PSAK, khususnya yang berkaitan dengan bisnis digital. Pada kondisi seperti ini, Kerangka Konseptual PSAK/IFRS berfungsi sebagai pedoman dasar bagi manajemen dalam menentukan perlakuan akuntansi yang tepat.Kerangka konseptual membantu manajemen untuk menilai apakah suatu transaksi dapat diakui sebagai aset, bagaimana cara mengukurnya, serta bagaimana penyajiannya dalam laporan keuangan. Selain itu, kerangka konseptual juga memastikan bahwa informasi yang disajikan tetap relevan dan dapat dipercaya oleh pengguna laporan keuangan.Dengan demikian, meskipun tidak ada PSAK yang secara khusus mengatur bisnis edutech, manajemen tetap memiliki dasar yang logis dan sistematis dalam menggunakan professional judgment saat menyusun laporan keuangan konsolidasian.

b. Analisis secara kritis apakah pengakuan goodwill dan pengukuran nilai wajar aset tidak berwujud dalam kasus ini telah mencerminkan substansi ekonomi. JawabPengakuan goodwill dari akuisisi PT Cerdas Digital pada dasarnya dapat mencerminkan substansi ekonomi karena akuisisi tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan, seperti peningkatan jumlah pengguna, pengembangan teknologi, dan sinergi antar unit usaha. Namun, nilai goodwill yang didasarkan pada proyeksi pertumbuhan memiliki tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi. Jika proyeksi tersebut terlalu optimistis, maka nilai aset yang dilaporkan bisa menjadi terlalu besar dan tidak menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.Hal yang sama juga terjadi pada pengukuran aset tidak berwujud seperti platform digital dan basis data pengguna menggunakan nilai wajar. Karena tidak adanya pasar aktif, penilaian sangat bergantung pada estimasi dan asumsi manajemen. Oleh karena itu, meskipun metode nilai wajar relevan untuk bisnis digital, keandalannya harus didukung oleh asumsi yang wajar dan pengungkapan yang transparan. Keputusan tersebut dapat mencerminkan substansi ekonomi, tetapi memiliki risiko subjektivitas yang tinggi.

c. Jelaskan risiko dan implikasi etis apabila professional judgment digunakan secara tidak tepat dalam penyusunan laporan keuangan. JawabPenggunaan professional judgment yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa risiko dalam laporan keuangan. Pertama, laporan keuangan berpotensi mengalami salah saji karena nilai aset atau laba tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Kedua, keputusan investor dapat menjadi keliru akibat informasi yang kurang objektif. Selain itu, penggunaan judgment yang bias juga dapat mengarah pada praktik manajemen laba untuk menunjukkan kinerja perusahaan terlihat lebih baik. Dari sisi etika, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip integritas dan objektivitas dalam profesi akuntansi. Oleh karena itu, professional judgment harus digunakan secara hati-hati, jujur, dan bertanggung jawab agar laporan keuangan tetap dapat dipercaya oleh para pemangku kepentingan.

d. Menurut Anda sebagai calon pendidik ekonomi, bagaimana kasus ini dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika kepada peserta didik? Jawab:  Sebagai calon pendidik ekonomi, kasus ini dapat dijadikan contoh pembelajaran yang baik untuk menunjukkan bahwa akuntansi tidak hanya berkaitan dengan pencatatan angka, tetapi juga melibatkan pertimbangan dan tanggung jawab moral. Melalui kasus ini, peserta didik dapat belajar untuk:

  • memahami pentingnya substansi ekonomi dalam pelaporan keuangan,

  • berpikir kritis terhadap kebijakan akuntansi perusahaan,

  • serta menyadari pentingnya etika dalam pengambilan keputusan akuntansi.

Pembelajaran berbasis kasus seperti ini dapat membantu peserta didik memahami bahwa laporan keuangan memiliki dampak nyata terhadap investor, perusahaan, dan masyarakat sehingga penyusunannya harus dilakukan secara profesional dan beretika.



EPE C2026 -> Diskusi

GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 གིས-
Nama : Grescie Odelia Situkkir
NPM : 2413031088

Dalam dunia pendidikan, istilah pengukuran, penilaian, dan evaluasi sering digunakan secara bersamaan. Namun  ketiga istilah tersebut memiliki perbedaan makna dan saling berkaitan satu sama lain dalam proses pembelajaran diantaranya:

  1. Pertama, pengukuran (measurement) merupakan kegiatan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam bentuk angka atau data kuantitatif. Pengukuran biasanya dilakukan melalui tes atau tugas yang hasilnya dapat dihitung, misalnya nilai ujian 80, 90, atau jumlah soal yang benar. Jadi, pengukuran hanya berfokus pada hasil yang bersifat angka tanpa memberikan makna lebih jauh terhadap hasil tersebut.
  2. Kedua, penilaian (assessment) adalah proses lanjutan setelah pengukuran. Pada tahap ini, angka yang diperoleh dari hasil pengukuran kemudian ditafsirkan untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar siswa. Misalnya, nilai 85 tidak hanya dilihat sebagai angka, tetapi diartikan bahwa siswa sudah memahami materi dengan baik. Penilaian biasanya dilakukan oleh guru secara langsung dalam lingkup kelas untuk melihat perkembangan belajar peserta didik.
  3. Evaluasi (evaluation) memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pengukuran dan penilaian. Evaluasi tidak hanya melihat hasil belajar siswa, tetapi juga menilai keseluruhan proses pembelajaran, seperti metode mengajar, kurikulum, maupun efektivitas program pendidikan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai serta menjadi dasar perbaikan pembelajaran ke depannya
Adapun urgensi atau pentingnya ketiga konsep tersebut dalam pendidikan sangat besar. Pengukuran diperlukan untuk memperoleh data objektif, penilaian membantu guru memahami kemampuan siswa secara lebih mendalam, sedangkan evaluasi menjadi dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tanpa adanya pengukuran, guru tidak memiliki data; tanpa penilaian, data tidak memiliki makna; dan tanpa evaluasi, proses pendidikan sulit mengalami perbaikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya berperan penting untuk memastikan proses pendidikan berjalan efektif serta mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan.

EPE C2026 -> SUMMARY VIDEO

GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 གིས-
Nama : Grescie Odelia Situkkir
NPM : 2413031088

Resume video Perbedaan Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi dalam Pendidikan
Berdasarkan video pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan terdapat empat istilah evaluasi yang saling berkaitan namun memiliki batasan konseptual yang berbeda.
1. Tes (Test)
Tes didefinisikan sebagai instrumen atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik siswa. Bentuknya dapat berupa serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik (seperti soal pilihan ganda, essay, atau tes lisan).
2. Pengukuran (Measurement)
Pengukuran adalah proses pemberian angka atau skor terhadap hasil tes. Sifat dari pengukuran adalah kuantitatif. Pada tahap ini, kita hanya melihat data objektif berupa angka (skor) tanpa memberikan interpretasi nilai terlebih dahulu.
3. Penilaian (Assessment)
Penilaian merupakan proses penafsiran hasil pengukuran. Sifatnya adalah kualitatif. Di sini, hasil pengukuran (angka) dibandingkan dengan kriteria tertentu (seperti KKM atau Standar Kompetensi) untuk menentukan status atau kualitas capaian siswa, misalnya "Tuntas", "Belum Tuntas", atau "Sangat Baik".
4. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi adalah tahapan tertinggi yang melibatkan pengambilan keputusan (judgment) berdasarkan data yang diperoleh dari tes, pengukuran, dan penilaian. Fokus evaluasi lebih luas, yakni untuk melihat efektivitas suatu program pembelajaran secara menyeluruh guna menentukan kebijakan atau perbaikan di masa mendatang.
Sintesis Kesimpulan:Hubungan keempatnya bersifat hierarkis. Tes adalah alatnya, Pengukuran menghasilkan datanya, Penilaian memberikan makna pada data tersebut, dan Evaluasi menggunakan seluruh informasi tersebut untuk dasar pengambilan keputusan edukatif.