Assalamualaikum wr.wb.
izin memperkenalkan diri
Nama : Anindia Maharani
Npm : 2413031042
izin menanggapi terkait vidio tersebut bu, Video ini membahas perbandingan antara dua pendekatan
penilaian dalam akuntansi historical cost (biaya historis) dan fair value (nilai wajar). Materinya penting terutama bagi mahasiswa atau siapa pun yang ingin memahami bagaimana aset dan kewajiban dicatat dalam laporan keuangan.
Historical cost adalah metode pencatatan aset atau kewajiban berdasarkan harga perolehan saat transaksi awal terjadi. Nilai ini tidak berubah kecuali ada penyusutan, amortisasi, atau penurunan nilai (impairment). Metode ini dianggap lebih objektif dan stabil karena berbasis pada data historis yang terverifikasi. Namun, kekurangannya adalah tidak mencerminkan nilai pasar saat ini, sehingga informasi yang disajikan bisa kurang relevan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Sebaliknya, fair value adalah metode
penilaian berdasarkan estimasi nilai wajar aset atau kewajiban saat ini, yang bisa berasal dari harga pasar aktif atau metode
penilaian lainnya. Kelebihannya adalah lebih relevan dengan kondisi pasar terkini, sehingga informasi yang diberikan lebih up-to-date. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan, yaitu lebih subjektif dan bisa menyebabkan fluktuasi besar dalam laporan keuangan karena nilai yang digunakan dapat berubah sewaktu-waktu.
Menurut saya Video ini sangat sesuai untuk memahami mengapa terkadang nilai tercatat di laporan keuangan berbeda jauh dari nilai pasar aset. Pendekatan historical cost cenderung lebih konservatif dan stabil dalam pelaporan, sedangkan fair value memberi gambaran yang lebih mutakhir tentang kondisi pasar namun dengan risiko estimasi dan volatilitas. Penonton juga harus waspada bahwa nilai wajar memerlukan
penilaian subjektif terutama jika tidak ada pasar aktif yang observable. Pendekatan historical cost lebih cocok untuk stabilitas, sedangkan fair value lebih cocok untuk relevansi informasi dengan kondisi pasar saat ini