Posts made by Dini Hanifa

TA B 2025 -> DISKUSI

by Dini Hanifa -
Nama: Dini Hanifa
NPM: 2413031055
Kelas: 24B

Video dari Askel Sustainability Solutions itu sangat membantu saya untuk lebih paham tentang 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Seperti yang dicanangkan PBB sejak 2015, SDGs mencakup banyak isu penting, mulai dari mengatasi kemiskinan, nol kelaparan, kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, energi bersih, pekerjaan layak, inovasi industri, hingga menjaga lingkungan dan perdamaian dunia.

Untuk perusahaan, SDGs bukan hanya tren sesaat, tapi jadi alat strategis untuk memberi dampak positif ke masyarakat sembari mendorong bisnis agar tumbuh. Di video itu dijelaskan langkah-langkah mengintegrasikan SDGs ke dalam perusahaan, misalnya memilih tujuan yang paling relevan dengan kegiatan mereka, seperti mengurangi emisi karbon untuk SDG 13 (Aksi Iklim) atau mendukung pendidikan untuk SDG 4. Kemudian, perusahaan juga harus membuat laporan keberlanjutan yang transparan dengan menggunakan standar seperti GRI atau UN Global Compact.

Manfaatnya banyak: meningkatkan reputasi merek, menarik minat investor yang peduli lingkungan dan sosial (ESG), mengurangi risiko aturan baru, dan membuka peluang pasar baru. Contohnya, perusahaan yang pakai energi bersih (SDG 7) bisa jadi lebih hemat biaya operasional karena lebih efisien. Video juga menekankan kalau laporan SDGs membantu perusahaan melihat dampak nyata dari usaha mereka, membangun kepercayaan dengan para stakeholder, dan berkontribusi dalam agenda global 2030.

TA B 2025 -> DISKUSI

by Dini Hanifa -
Nama: Dini Hanifa
NPM: 2413031055
Kelas: 24B

Aspek perilaku dalam akuntansi, seperti yang dibahas dalam jurnal Sri Trisnaningsih & Gempita Asmaul Husna (2022) dan Muhammad Daham Sabbar et al. (2024), menunjukkan bahwa akuntansi bukan hanya tentang angka dan sistem, tetapi juga melibatkan perilaku manusia sebagai pengambil keputusan. Akuntansi keperilakuan menghubungkan psikologi dan sosiologi untuk memahami bagaimana motivasi, persepsi, dan bias kognitif mempengaruhi cara individu dalam organisasi menafsirkan informasi akuntansi. Urgensi akuntansi keperilakuan terlihat dari fakta bahwa banyak keputusan keuangan yang gagal akibat bias dan perilaku tidak etis, serta meningkatnya kompleksitas sistem akuntansi dalam era modern yang memerlukan pemahaman perilaku untuk mengurangi kesalahan penilaian dan meningkatkan transparansi.

Proses penetapan standar akuntansi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor perilaku dan dinamika politik ekonomi. Penyusunan standar (seperti IFRS atau PSAK) melibatkan interaksi antara kekuatan sosial, ekonomi, dan politik, di mana persepsi dan nilai para pemangku kepentingan memainkan peran penting. Keberhasilan implementasi standar sangat bergantung pada kepercayaan institusional dan norma sosial yang ada, yang merupakan aspek perilaku penting. Tanpa penerapan etika dan pemahaman perilaku manusia, proses standard-setting berisiko menjadi formalitas tanpa substansi moral, menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam akuntansi.