Kiriman dibuat oleh AISHA INDA FAJRANI

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

oleh AISHA INDA FAJRANI -
Nama : Aisha Inda Fajrani
Npm : 2415061034
Kelas : PSTI A
artikel yang membahas pentingnya filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia sangat penting. Pancasila bukan cuma sekadar dasar negara atau simbol, tapi punya nilai-nilai yang seharusnya benar-benar kita pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan.

Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, kita diharapkan jadi pribadi yang punya toleransi tinggi, menghargai perbedaan, dan peduli terhadap orang lain. Apalagi di era digital yang penuh tantangan sosial, nilai-nilai ini penting buat menjaga identitas dan persatuan bangsa.Artikel ini mengingatkan bahwa filsafat Pancasila harus benar-benar diperas menjadi sesuatu yang bisa kita pahami secara mendalam.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

oleh AISHA INDA FAJRANI -
Nama : Aisha Inda Fajrani
Npm : 2415061034
Kelas : PSTI A
Pancasila disebut sebagai pandangan hidup bangsa karena di dalamnya terkandung nilai-nilai dasar yang jadi pedoman buat masyarakat Indonesia.seperti di dalam ilmu filsafat, pandangan hidup ini berisi prinsip-prinsip penting yang jadi acuan sikap dan keputusan kita.

Jadi, Pancasila mempunyai lima sila yang meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Nilai-nilai ini bukan cuma jadi aturan, tapi juga bimbingan buat kita mencapai tujuan bersama sebagai bangsa. Dengan memahami Pancasila dari sisi filsafat, kita bisa lebih mengerti arah dan tujuan utama dari bangsa Indonesia biar hidup lebih rukun dan seimbang.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi Artikel 1

oleh AISHA INDA FAJRANI -
Nama : Aisha Inda Fajrani
Npm : 2415061034
PSTI A 

Artikel tersebut menjelaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang sangat penting untuk membangun karakter dan identitas bangsa. Namun, banyak nilai-nilai Pancasila terancam karena pengaruh budaya asing dan teknologi. Globalisasi membawa banyak ide dan budaya baru yang bisa mempengaruhi cara pandang generasi muda. Tanpa pemahaman yang baik tentang Pancasila, mereka bisa kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan.

Pemasalahan yang terjadi saat ini
-Pengaruh teknologi digital = Saat ini siswa sangat mudah mengakses internet dan media sosial, yang terkadang mendapatkan informasi yang kurang tepat dan mempengaruhi persepsi mereka terhadap nilai-nilai sosial. Membangun pemahaman yang kritis dan sehat tentang Pancasila di era digital perlu mendapatkan perhatian khusus. Guru-guru perlu memiliki pemahaman mendalam tentang Pancasila dan keterampilan untuk mengajarkan nilai secara efektif. Pelatihan dan peningkatan kompetensi guru sangat penting
-Mengatasi apatisme atau ketidakpedulian terhadap Pancasila di kalangan generasi muda = Menjadikan Pancasila menjadi inspirasi dan semangat bagi pemuda Indonesia, bukan hanya sebagai kewajiban formal.
-Refleksi dan peningkatan pendidikan Pancasila = Merumuskan kurikulum pendidikan Pancasila yang lebih efektif jika perlukan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, pakar, dan masyarakat. Kurikulum perlu disesuaikan dengan perkembangan masyarakat, teknologi, dan tantangan global.
-Aktualisasi Pendidikan Pancasila untuk Masa Depan Bangsa = Mengaktualisasikan pentingnya pendidikan Pancasila adalah investasi jangka panjang untuk mengundang bangsa Indonesia. Dalam mencapai visi masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan beradab, kita perlu meletakkan dasar yang kokoh melalui pendidikan yang fokus pada nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, kita dapat mewariskan kepada generasi mendatang bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga komitmen dan semangat untuk menjaga keutuhan dan kemajuan Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila

Isi pada hasil penelitian artikel tersebut
Pendidikan Pancasila akan berhasil jika melibatkan semua pihak seperti keluarga, pendidik, pemerintah, dan masyarakat secara holistik. Dengan demikian, generasi muda Indonesia akan memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai Pancasila, siap menghadapi perubahan, membangun persatuan, dan menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. Dalam upaya ini, penting juga untuk menjaga dan mengukuhkan persatuan dalam keragaman, serta memberikan dampak positif pada perkembangan moral, etika, dan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi

oleh AISHA INDA FAJRANI -
Nama : Aisha Inda Fajrani
Npm : 2415061034
Kelas : PSTI A

1. Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia
Pancasila sebagai ideologi negara kita adalah panduan yang harus diikuti dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun pancasila sering menghadapi tantangan, terutama karena perubahan zaman, globalisasi, dan pengaruh budaya dari luar. Masyarakat juga terkadang semakin lupa atau salah memahami nilai-nilai Pancasila.
Contoh permasalahan nya adalah Korupsi dalam Pemerintahan : Korupsi yang meluas di berbagai lapisan pemerintahan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan). Menurut Teori Etika Utilitarianisme oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill, tindakan dikatakan baik jika mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi banyak orang.

2.Konsep dan Urgensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Pancasila juga bisa dianggap sebagai panduan hidup atau filosofi negara. bukan cuma kumpulan aturan, tapi juga memberikan dasar etika dan moral untuk diikuti oleh masyarakat dan pemerintah. Sebagai filosofi, Pancasila harus menjadi acuan dalam semua kebijakan dan keputusan yang dibuat oleh negara.
Contoh permasalahan nya adalah Ketidakadilan dalam Penegakan Hukum: Banyaknya kasus di mana hukum tidak ditegakkan secara adil. Contohnya, kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi seringkali mendapat hukuman yang lebih ringan dibandingkan kasus kecil yang dilakukan oleh rakyat biasa. Ini bertentangan dengan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia), yang seharusnya menjamin bahwa semua orang diperlakukan sama di depan hukum.
Menurut Teori Keadilan oleh John Rawls, menekankan pentingnya prinsip keadilan yang berlaku sama untuk semua orang, tanpa memandang status atau kekayaan. Di Indonesia, meskipun Pancasila menekankan keadilan sosial, kenyataannya sering kali hukum lebih berat bagi rakyat kecil dibanding pejabat atau orang kaya.